Jurnal Abdiraja
Jurnal Abdiraja adalah jurnal ilmiah dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat (community service) yang dilakukan oleh dosen, praktisi, maupun mahasiswa. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk mewadahi tulisan ilmiah yang memiliki substansi kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan hilirisasi dari hasil penelitian ataupun kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat akan sumbangsih ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan kemandirian, taraf hidup dan atau kemakmuran masyarakat dalam berbagai aspek seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, hukum, nilai, kebudayaan, dan aspek lainnya.
Articles
213 Documents
REVITALISASI PELAPORAN KEUANGAN PONDOK PESANTREN
Norsain Norsain;
Moh Faisol
Jurnal ABDIRAJA Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v2i1.760
Akuntabilitas pelaporan keuangan pondok pesantren menjadi viral setelah Ikatan Akuntan Indonesia mengeluarkan Pedoman Akuntansi Pondok Pesantren. Pelaporan keuangan pesantren menjadi penting untuk ditunaikan sebagai bentuk transparansi akuntabilitas pondok pesantren kepada pemilik (yayasan), mengingat pondok pesantren mengelola keuangan umat (mayarakat umum). Kondisinya adalah Yayasan Pondok Pesantren Inabah XIX Surabaya belum melakukan pelaporan keuangan secara utuh, yang meliputi laporan neraca, laporan operasional, dan laporan arus kas. Dengan demikian, keberadaan kegiatan Revitalisasi Pelaporan Keuangan Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Pelaporan Pondok Pesantren adalah penting untuk dilakukan. Kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk pelatihan dengan rangkaian kegiatan, antara lain adalah penyusunan modul laporan keuangan, sosialisasi penyusunan pelaporan keuangan, evaluasi dan monitoring. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman pemilik yayasan dalam mengelola keuangan, khususnya dalam menyusun laporan keuangan. Hal ini dapat dilihat pasca dilakukannya sosialisasi tentang pentingnya laporan keuangan, pengelola mampu menyusun laporan keungan secara mandiri.
THE PELATIHAN SELF HYPNOSIS UNTUK MENCEGAH WORK BURNOUT DAN MENINGKATKAN KINERJA DOSEN DENGAN METODE BLENDED LEARNING DI UNIVERSITAS WIRARAJA
Eko Mulyadi;
Iva Gamar Pratiwi;
Syaifurrahman Hidayat
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i2.764
Hasil survey awal dari 10 dosen di Universtitas Wiraraja didapatkan 60% mengatakan pernah stress, terutama saat deadline seperti persiapan untuk akreditasi. berdasar data dari klinik Wiraraja Medika, terdapat 20 kasus psikosomatik pada tahun 2018 di Universitas Wiraraja, hal ini menggambarkan bahwa kejadian distress cukup tinggi di Universitas Wiraraja, sedangkan di Klinik Wiraraja Medika belum ada pelayan spesifik untuk mengatasi masalah psikosomatik. Kondisi distress yang tidak tertangani dapat menyebabkan burn out sehingga dapat menggangu kinerja pada dosen dan civitas akademika, resiko burn out bertambah terutama pada dosen yang mempunyai peran ganda, misalnya pada dosen yang masih kuliah dan bekerja serta masih mengurus keluarga. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan keterapilan melakukan self hypnosis (hypnosis untuk diri sendiri) sehingga dapat mengatasi stress kemudian dapat mencegah terjadinya work burn out sehingga dapat meningkatkan kinerja. Metode yang dipakai adalah dengan pelatihan dengan pendekatan blended learning menggabungkan metode pelatihan tatap muka langsung dan pelatihan daring menggunakan conference call. pelatihan ini bekerja sama dengan klinik wiraraja medika di Universitas Wiraraja
THE FORMING PEER EDUCATOR AND GIVING INFORMATION ABOUT REPRODUCTION HEALTH IN STUDENTS IN MA MASLAHATUL HIDAYAH IN ERRABU VILLAGE, KECAMATAN BLUTO
iva gamar dian pratiwi;
Eko Mulyadi;
Laylatul Hasanah
Jurnal ABDIRAJA Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v2i2.766
MA Maslahatul Hidayah is a school located in Errabu Village, Bluto District. MA Maslahatul Hidayah is within the scope of the Maslahatul Hidayah boarding school. The number of students at MA Maslahatul Hidayah is 60 people. After the initial interview, it was found that most of the students did not understand about adolescent reproductive health including premarital sex, abortion, HIV / AIDS, sexually transmitted diseases, and in MA Maslahatul Hidayah there were no Peer Educators or peer groups that could be used as a container to tell and even provide counseling about reproductive health, especially in adolescents. Talking about reproductive health is considered a taboo by some students at MA Maslahatul Hidayah because they are in a boarding school environment, not only that there are some students who choose to drop out of school prematurely due to marriage under the age of 17 years. Culture and religion in Errabu Village are still quite thick and highly respected by the existence of this boarding school. The purpose of this PKM is to form a Peer Educator and increase students' Knowledge about Reproductive Health. The benefit of this activity is expected that with the existence of this PKM the knowledge of students about Reproductive Health will increase, so that the level of reproductive health of students increases. The method used is training and counseling. The results obtained are that this peer educator is very useful for MA Maslahatu Hidayah students, they are not awkward to consult with peer educators about the problems they face, especially regarding reproductive health and after counseling about reproductive health students become more understanding and understand the importance of maintaining reproduction health. Keywords: Peer Educator, Information, Reproductive Health, Adolescents.
PEMBERDAYAAN PADA IBU PKK RT. 03 RW. 01 DESA PAMOLOKAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK BALITA
zakiyah yasin;
Nailiy Huzaimah;
Iva Gamar Dian Pratiwi
Jurnal ABDIRAJA Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v2i1.767
Tunggak Jati Hamlet is one of the hamlets in Pamolokan Village located in the district.Sumenep City, a hamlet that has a fairly dense population. Communities who in fact have secondary education certainly need better knowledge of Basic Immunization, through the Village PKK provided Posyandu with the hope that the children in Tunggak Jati hamlet will get Complete Basic Immunization, but over time, many Tunggak Jati Hamlet communities do not know the importance and benefits of Complete Basic Immunization, in addition to the lack of the closest form of Posyandu socialization to the public about the importance of complete basic immunization in children under five is also a problem in the provision of Complete Basic Immunization. With the counseling about the Importance of Providing Complete Basic Immunization in Toddlers, it is expected that posyandu participants can do a healthy lifestyle and other precautions that will occur to provide complete basic immunization to their toddlers. Through this counseling it is expected: Realization of public knowledge about the importance of providing complete basic immunization in toddlers at the Posyandu in Pamolokan village, Sumenep City District.. The creation of a healthy environment in Pamolokan Village, Sumenep City District.. The active role of community leaders and family members in participating in improving public health in their environment, especially regarding the Importance of Complete Basic Immunization in Toddlers at the Posyandu in Pamolokan Village, Kota Subdistrict.
WORK SHOP PENYUSUNAN AUTHENTIC ASESSMENT SEKOLAH DASAR BAGI GURU SD
Anang Hadi Cahyono;
Tita Tanjung Sari
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i1.769
Salah satu mandat dari kurikulum 2013 bagi guru adalah pelaksanaan authentic asessment atau penilaian menyeluruh yang mengakut domain kognitif, afektif, dan psikomotor. authentic asessment menilai anak seutuhnya dan menghargai segala kemampuan anak. Salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan mitra sasaran adalah melalui kegiatan work shop authentic asessment Sekolah Dasar untuk guru SD di SDN Pangarangan III Sumenep. Work shop authentic asessment Sekolah Dasar untuk guru SD di SDN Pangarangan III Sumenep dilakukan dengan metode praktik langsung oleh guru dibantu mahasiswa yang kebetulan tengah melakukan praktik pengenalan lapangan persekolahan (PLP II) di SD mitra. Melalui kegiatan pengabdian ini, guru di tawarkan cara mudah untuk menentukan indikator dan implementasi langsung di kelas. Alasan utama mengapa guru banyak yang tidak melakukan authentic asessment adalah karena authentic asessment menuntut guru untuk lebih teliti dalam mengevaluasi kemampuan siswa secara menyeluruh dalam tiga domain kemampuan siswa, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Ketiga penilaian tersebut tentu saja memiliki indikator khasnya dan cara menyusunan masing-masing. Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dalam empat kali pertemuan, terdiri dari dua tahapan, yaitu tahap pertama adalah penyampaian materi authentic asessment dan tahap kedua praktik langsung penyusunan instrument authentic asessment Sedolah dasar di kelas masing-masing. Sesuai dengan yang telah di sepakati dengan kepala sekolah, bahwa work shop ini di laksanakan dengan terjun langsung ke kelas masing-masing di bantu oleh mahasiswa yang kebetulan melaksanakan praktik PLP II program studi PGSD. Sehingga tidak berupa ceramah, anjuran, dan contoh, tetapi langsung di praktikkan untuk menilai siswa di kelas. Sehinga kedua tahap tersebut dilakukan dalam satu waktu.
PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN RUMAH TANGGA BAGI KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANSOS DAN BPNT DI KECAMATAN GAPURA
Enza Resdiana;
Dyah Ayu Fajarianingtyas
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i1.771
Kecamatan Gapura khusunya di Desa Longos, adalah salah satu desa di Kabupaten Sumenep yang mendapatkan CCT, yaitu penerima program bansosdan BPNT di desa ini sekitar 231 keluarga penerima manfaat (sumber: CCT Kecamatan Gapura 2018), dan pengelolaan bantuan sosial tersebut belum secara menyeluruh dapat menjadi stimulant bagi meningkatkannya kesehjateraan keluarga yang dapat diukur dari pemanfaatan dan pengelolaan keuangan keluarga. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat miskin mengakibatkan kebiasaan buruk dalam mengatur pengeluaran keluarga. Oleh karena itu, untuk memutus rantai rendahnya kemiskinan juga dapat dilakukan dengan memberikan informasi terkait pentingnya pengelolaan serta penyuluhan secara berkala kepada masyarakat terkait pelatihan dan pendidikan dalam pengeloalaan keuangan keluarga, yang diharapkan nantinya akan mampu membuka pemikiran dan menarik minat masyarakat untuk merubah perilaku hidup hemat. Metode pelaksanaan kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan pelatihan yang dilakukan melibatkan masyarakat penerima bantuan sosial dan komunikasi interaktif. Hasil kegiatan Pelatihan pengelolaan keuangan dan memanfaatan bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada keluarga miskin memiliki respon yang positif pada saat dilakukannya pelatihan, beberapa masyarakat antusias terhadap pelatihan yang diberikan sehingga pelatian yang dilakukan berjalan dengan maksimal.
PENDAMPINGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Nisfil Maghfiroh Meita;
Herowati Herowati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i1.785
Buku merupakan jendela dunia, dengan membaca buku akan memberikan wawasan yang luas. Kebiasaan untuk membaca buku menjadi pondasi peserta didik untuk selalu belajar dan membuka wawasan baru. Saat ini membaca buku menjadi sangat mahal dari pada menggunakan gawai. Selain itu sulitnya akses buku bacaan yang tidak tersedia di lembaga pendidikan khususnya di SD Darmista 1 Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Sarana perpustakan belum tersedia, sehingga peserta didik tidak memiliki kesempatan untuk berwisata literasi di sekolah. Gerakan literasi sekolah (GLS) tidak harus membeli buku dan tidak harus selalu membaca buku pelajaran, salah satu kegiatan di dalam gerakan literasi adalah “kegiatan 15 menit membaca buku non-pelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Hal ini dilakukan bertujuan untuk membiasakan peserta didik untuk membaca buku minimal 1 kali dalam 1 hari meskipun hanya sebentar. Sesuai dengan pepatah yang mengatakan “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” artinya usaha/ upaya kecil yang terus-menerus pasti akhirnya akan memberikan hasil. GLS diharapkan dapat menumbuhkan minat baca dan menstimulus keterampilan baca peserta didik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Membiasakan peserta didik untuk membaca buku harus disertai kerjasama seluruh warga sekolah dan masyarakat. Usia 7-12 merupakan usia peserta didik di sekolah dasar (SD), jika di usia ini peserta didik sudah terbiasa menyempatkan waktu untuk membaca buku maka di jenjang pendidikan menengah sampai dengan perguruan tinggi juga akan menjadi kebiasaan.
PELATIHAN TIM CYBER KARANG TARUNA UNTUK PROMOSI PRODUK DAN POTENSI DESA LEGUNG BARAT
Ach. Andiriyanto;
Roos Yuliastina
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i1.802
Karang Taruna adalah organisasi pemuda yang didirikan dengan tujuan memberikan wadah dalam pemberdayaan pararemaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, wisata, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian. Berdasarkan tujuan tersebut maka karang taruna merupakan potensi yang perlu diberdayakan sebagai tenaga terampil yang dapat membangun wilayahnya melalui promosi potensi desa dalam perekonomian dan wisata. Mereka mengerti betul mengenai spot-spot wisata yang potensial dan belum diekplorasi oleh orang di luar daerah tersebut. Sebagai tenaga muda yang cenderung lebih mudah menerima pengetahuan dan keterampilan baru maka karang taruna juga potensial diberdayakan dalam mengembangkan dan mempublikasikan potensi yang ada daerahnya. Pengabdian kepada masyarakat berikut akan mengupayakan pemanfaatan multimedia sebagai media promosi/publikasi potensi desa dengan pemberdayaan karang taruna. Kegiatan ini menggunakan metode: (1) pemberian paparan materi teoritis berupa ceramah diskusi dan tanya jawab; dan (2) dilanjutkan dengan pendampingan (coaching) pengembangan multimedia dan media online sebagai sarana promosi yang tepat oleh tim pengabdi. Dari hasil pengabdian ini karang taruna Legung Barat telah memiliki akun media online sebagao media promosi potensi salah satunya melalui blog cyber karang taruna Desa Legung Barat, dengan alamat https://ckltb.blogspot.com/
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI RUBELLA MENURUT HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM
Sjaifurrachman Sjaifurrachman;
Abshotil Fithry
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i1.884
Pelaksanaan pemberian Imunisasi tersebut juga masih simpang siur artinya vaksin terutama vaksin Rubella yang diberikan juga masih diragukan, diragukan dalam artian apakah vaksin Rubella tersebut benar-benar aman ketika dimasukkan kedalam tubuh mengingat vaksin yang di suntikkan tersebut juga merupakan bakteri, bahkan MUI jelas-jelas menyatakan bahwa vaksin rubella Haram. Tujuan pengabdian ini adalah Untuk menderkripsikan dan menganalis serta memberi pengetahuan mengenai pemberian vaksin rubella menurut hukum positif dan menurut hukum Islam. Metode pendekatan yang kami pakai adalah Pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dilakukan dengan menelaah seluruh peraturan perundang-undangan yang sekiranya berkaitan dengan judul yang kami angkat diantaranya adalah Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang UU kesehatan, surat edaran Nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tentang pelaksanaan kampaye imunisasi measles rubella fase 2 serta Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor No.12 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi.
PENGEMBANGAN KERUPUK PENTOL IKAN DI DESA LEGUNG TIMUR KECAMATAN BATANG-BATANG
Moh. Kurdi;
Fatmawati Fatmawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i1.886
Desa Legung Timur merupakan salah satu sentra pengrajin kerupuk pentol yang berbahan dasar ikan di Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep. Kerupuk pentol ikan yang diproduksi oleh masyarakat mayoritas dalam bentuk ‘mentah’ yang harus melalui proses penjemuran terlebih dahulu untuk kemudian digoreng. Bahan baku pembuatan kerupuk pentol berupa ikan sangat melimpah di desa ini dan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Ikan yang digunakan untuk bahan baku pembuatan kerupuk adalah ikan tongkol. Sebagian besar, hasil produksinya dijual di rumah mereka sendiri dengan menunggu konsumen datang untuk membeli ataupun dibeli kerabat sendiri untuk oleh-oleh. Beberapa situasi yang dialami pengrajin kerupuk di Desa Legung Timur tersebut diatas menjadi penyebab bahwa mereka membutuhkan pelatihan dan pendampingan mengenai cara pengadonan dan pencetakan kerupuk, penyeragaman kuantitas, teknologi kemasan dan pelabelan. Perbaikan kualitas produksi akan meningkatkan produktivitas kerja dengan waktu yang lebih efisien dan kapasitas produksi yang bertambah, serta produk yang mempunyai daya jual dan daya saing lebih tinggi di pasaran. Dari hasil pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat Usaha Kerupuk di Desa Legung Timur Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep telah dapat dijalankan dengan baik dan tanpa halangan yang berarti. Dengan kerjasama tim pengabdian yang baik dan peran serta aktif dari penyuluh/narasumber dalam kegiatan pengabdian ini maka semuanya telah berjalan sesuai yang diharapkan dan harapannya dapat memberikan manfaat bagi mitra pengabdian kepada masyarakat dalam keberlanjutan usaha kerupuk pada mitra pengrajin kerupuk. Pengabdian yang kami lakukan ini telah sampai pada tahapan dilaksanakannya kegiatan pelatihan tentang proses produksi yang efisien.