cover
Contact Name
Moh Yamin Darsyah
Contact Email
mydarsyah@walisongo.ac.id
Phone
+6285876365599
Journal Mail Official
jurnallitbangedusaintech@gmail.com
Editorial Address
LitbangMu Jawa Tengah Office Singosari 33 Semarang, Indonesia Telp. +62 85876365599 Email: jurnallitbangedusaintech@gmail.com Web: http://journal.pwmjateng.com/index.php/jle
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang Edusaintech
ISSN : 27463478     EISSN : 2746346X     DOI : https://doi.org/10.51402/jle.v1i1
The Jurnal Litbang Edusaintech (JLE) is an open access and peer-reviewed journal, published by LitbangMu Jawa Tengah, which is a dissemination medium for research result from scientists and engineers in many fields of Education, Science and Technology. JLE is a biannual journal. The editors welcome submissions of papers describing recent theoretical and experimental research related to: (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Practice-oriented papers; (4) Case studies; (5) Review of papers, books, and resources; (6) Community service and development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Studi Literatur : Luaran Fungsional Pasien Hirshcsprung Pasca Pull-Through Berdasarkan Skor Rintala Muhammad Arvienji Wardaya; Miftahurrahmah Miftahurrahmah; Esa Indah Ayudia; Willy Hardy Marpaung; Humaryanto Humaryanto; Budi Justitia
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 No 2 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v3i2.23

Abstract

Hirschsprung's disease is a disorder that causes interference with the absence of innervation in the colon, causing peristalsis in the colon. Treatment of Hirschsprung performed surgically using the Pull-through method. Data regarding the post-pull-through functional outcome has not been obtained, especially in Indonesia. Using the Rintala score, this study aims to analyze the functional outcome of post-pull-through Hirschsprung patients based on the Rintala score from a literature study. This study used a literature review approach as many as fifteen literature sources from Google Scholar, Pubmed, Science Direct, Elsevier and DOAJ according to the inclusion criteria set by the researcher. Based on the results of the literature study, from 15 literatures there are 14 literature have information about the age, sex, and complications of Hirshscprung patients after the pull-through. And from 15 literatures, all literature has information about post Pull-though evaluation using the Rintala score and the type of Pull-through operation used. Based on the gender of the Hirschsprung patient, it was more common in boys, the age at evaluation ranged from 3 to 11 years. Post pull-through complications are enterocolitis, anastomotic stricture, and constipation. The results of the Rintala scoring show that the interpretation of "continence is good" in all the literature and most of the literature uses the TEPT technique. Keyword:Hirschsprung Disease, Pull-through, Rintala Score ABSTRAK Penyakit Hirschsprung merupakan kelainan yang ditandai dengan tidak adanya persarafan pada kolon sehingga menyebabkan gangguan peristaltik pada kolon. Penanganan Hirschsprung dilakukan pembedahan dengan metode Pull-through. Data mengenai hasil luaran fungsional pasca pull-through belum banyak didapatkan terutama di Indonesia Dengan menggunakan skor Rintala, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luaran fungsional pasien Hirschsprung pasca Pull-through berdasarkan skor Rintala dari studi literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sebanyak lima belas sumber literatur yang diperoleh dari mesin pencari Google Scholar, Pubmed, Science Direct, Elsevier dan DOAJ sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan peneliti. Berdasarkan hasil studi literatur, dari 15 literatur terdapat 14 literatur yang memiliki informasi mengenai usia, jenis kelamin, dan komplikasi pasien Hirshscprung pasca pull-through. Kemudian, dari 15 literatur, semua literatur memiliki informasi mengenai evaluasi pasca Pull-though menggunakan skor Rintala serta jenis operasi Pull-through yang digunakan. Berdasarkan jenis kelamin pasien Hirschsprung lebih banyak terjadi pada anak laki, usia saat evaluasi berkisar 3-11 tahun. Komplikasi pasca Pull-through ditemukan berupa enterokolitis, striktura anastomosis, dan Konstipasi. Skoring rintala didapatkan hasil interpretasi “kontinensia Baik” di semua literatur dan sebagian besar literatur menggunakan teknik TEPT Kata kunci: Hirschsprung, Pull-through, Skor Rintala
Pengembangan Formasi Perekayasa Dan Penerimaan Sumberdaya Manusia Terbaru Melalui Formasi Tertentu Edy syamsuddin
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 No 2 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v3i2.37

Abstract

Tujuan dari formasi jabatan fungsional perekayasa diperlukan  untuk merancang jumlah personil perekayasa dalam suatu kegiatan kerekayasaan proses peningkatan jabatan karir bagi pegawai negeri sipil dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya di suatu unit atau instansi  lingkup kegiatan kerekayasaan meliputi merancang menghitung, melakukan eksplorasi/ observasi/ pengujian produk, model atau sistem, dan melakukan proses perbaikan, pengoperasian maupun pemeliharaan dari suatu produk, model ataupun system. Formasi jabatan fungsional perekayasa  dalam satu kegiatan per unit digunakan pendekatan asumsi konfigurasi organisasi kerekayasaan sesuai kebutuhan personil satu kegiatan pertahun yang identik dengan minimal berjumlah 14 orang. Proporsi  empat  jabatan   perekayasa,  yaitu   perekayasa pertama : perekayasa muda: perekayasa madya: perekayasa utama dengan rasio berbanding antara 4:3:2:1. Rancangan formasi jabatan  fungsional perekayasa pada satu instansi atau satu unit dapat digambarkan secara dinamik dengan menggunakan konsep personel requirement planning antara akumulasi jabatan perekayasa dengan waktu ke waktu dalam lima tahun.
Prediksi Perubahan Iklim di Indonesia pada tahun 2013-2014 menggunakan LSTM Dhifan Diandra H; Fathina Atsila F; Sulthon Akhdan G; Novanto Yudistira; Raihan Hanif F
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 No 2 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v3i2.49

Abstract

Keberadaan deep learning saat ini sangat menguntungkan dan membantu manusia di kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah prediksi, prediksi apapun dapat dilakukan dengan deep learning selama data yang didapatkan memungkinkan untuk diolah. Dalam penelitian ini, dilakukan prediksi perubahan iklim. Karena seiring perkembangannya zaman dan terjadinya global warming, perubahan cuaca semakin tidak menentu. Maka dari itu sering terjadi kekeliruan dalam menentukan kapan waktu musim hujan dan musim panas. Deep learning merupakan sebuah jaringan syaraf tiruan yang terdiri dari banyak layer, yang dimana layer tersebut tersusun dari banyak node. Arsitektur deep learning yang digunakan untuk prediksi di penelitian ini adalah Long Short Term Memory (LSTM). Pada penelitian ini penggunaan LSTM dikarenakan berdasarkan penelitian sebelumnya, prediksi dengan yang menggunakan arsitektur ini dapat menghasilkan output yang cukup baik. Berdasarkan hasil pengujiannya dari 12 data dengan 1.859 data training, telah didapatkan bahwa nilai r2 score sebagai nilai kemiripannya sebesar -3.7490698103542037, dengan nilai mean squared error sebesar 0.001512831193394959. Angka ini merupakan hasil yang cukup baik dengan tingkat kemiripan antara hasil sebenarnya dengan hasil prediksi yang terpaut tidak jauh berbeda.
Staphylococcus aureus and Aspergillus Funigatus infections In Making Animal Models of Rhinosinusitis Renny Wijayanti; Andriana Tjitria Widi Wardani; Agung Sulistyanto
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 No 2 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v3i2.79

Abstract

Rhinosinusitis is an inflammation of the mucosa or mucous membranes of the nose and sinuses, the most common being maxillary sinusitis and ethmoid sinusitis, while frontal sinusitis and sphenoid sinusitis are less common. Rhinosinusitis is caused by any condition that blocks the flow of mucus from the sinuses to the nasal cavity. If rhinosinusitis is not treated or does not heal completely, it can cause several complications for the patient such as infection of the brain, infection / swelling of the tissue around the eyeball, decreased vision function, bone infection around the sinuses, pus coming out of the face, changes in facial shape / protruding / swelling, and sore throat often recur. The main purpose of the medical system in Islam is to maintain health rather than cure disease. Sinusitis that is not immediately treated can also cause permanent loss of the sense of smell. Usually sinusitis is treated with medication. But in certain cases, sinusitis must be treated with surgery. The animal model of rhinosinusitis was made by blocking the right nares of rats by using Merocel tamponade. Then an incision is made in the skin, superior to the maxillary sinus. Intraperitoneal induction and intranasal induction 0.1 ml of a solution of Streptococcus aureus type 1, consisting of 107-109 S. aureus/ml, and Aspergillus Fungigatus 107-109/ml were inoculated into the right maxillary sinus. The same amount of physiological saline was also injected into the left maxillary sinus as a control agent. Rhinosinusitis is an inflammation of the mucosa or mucous membranes of the nose and sinuses, the most common being maxillary sinusitis and ethmoid sinusitis, while frontal sinusitis and sphenoid sinusitis are less common. Rhinosinusitis is caused by any condition that blocks the flow of mucus from the sinuses to the nasal cavity. If rhinosinusitis is not treated or does not heal completely, it can cause several complications for the patient such as infection of the brain, infection / swelling of the tissue around the eyeball, decreased vision function, bone infection around the sinuses, pus coming out of the face, changes in facial shape / protruding / swelling, and sore throat often recur. The main purpose of the medical system in Islam is to maintain health rather than cure disease. Sinusitis that is not immediately treated can also cause permanent loss of the sense of smell. Usually sinusitis is treated with medication. But in certain cases, sinusitis must be treated with surgery. The animal model of rhinosinusitis was made by blocking the right nares of rats by using Merocel tamponade. Then an incision is made in the skin, superior to the maxillary sinus. Intraperitoneal induction and intranasal induction 0.1 ml of a solution of Streptococcus aureus type 1, consisting of 107-109 S. aureus/ml, and Aspergillus Fungigatus 107-109/ml were inoculated into the right maxillary sinus. The same amount of physiological saline was also injected into the left maxillary sinus as a control agent.
Uji Permutasi Data Curah Hujan Dengan Phobs Dan Aws Di Karimun Jawa Prizka Rismawati Arum; Tiani Wahyu Utami; Laila Khoirun Nisa; Elvia Nanda Sofiyanti; Indah Sulistiya; Velia Arni Widyasari; Nursamsiah Nursamsiah
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 No 2 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v3i2.110

Abstract

Curah hujan merupakan volume air hujan yang jatuh dalam suatu daerah dalam periode waktu tertentu. Pengamatan curah hujan dilakukan secara manual menggunakan Penakar Hujan Observatorimum (PH OBS) dan secara otomatis menggunakan Automatic Weather Station (AWS). Pengukuran manual dan otomatis biasanya memiliki perbedaan. Oleh karena itu dilakukan uji permutasi untuk membandingkan data curah hujan yang dihasilkan dari kedua alat tersebut. Uji ini adalah salah satu uji alternatif jika asumsi kenormalan data tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov diperoleh variabel observasi manual (PHOBS) maupun AWS sebesar 0.000, karena nilai signifikansi kurang dari 0.05 maka dapat dikatakan bahwa asumsi normalitas tidak terpenuhi. Sedangkan hasil pengujian permutasi menggunakan perulangan for menunjukkan angka 0.57956 sementara menggunakan package “coin” menunjukkan angka 0.5766246 dan 0.57428, nilai p value dari keduanya baik menggunakan perulangan for ataupun menggunakan package “coin” lebih dari 0.01 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengukuran curah hujan menggunakan pengamatan manual (PHOBS) dan Automatic Weather Station (AWS).
Hubungan Antara Reumatoid Faktor Terhadap Jumlah Leukosit Pada Penderita Rematik Annisa Nurul Hikmah; Budi Santosa; Herlisa Anggraini
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 No 2 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jle.v3i2.111

Abstract

Front Matters: Front Cover, Editorial Team & Table of Contents Editorial Board
Jurnal Litbang Edusaintech Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 No 2 2022
Publisher : Litbang PWM Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract