cover
Contact Name
Eva Y
Contact Email
evay@isi-padangpanjang.ac.id
Phone
+6282216161515
Journal Mail Official
artchive.fsrd@gmail.com
Editorial Address
Faculty Of Fine Arts and Design Institut Seni Indonesia Padang Panjang Jl. Bahder Johan, Guguk Malintang, Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat 27118
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
ARTCHIVE: Indonesia Journal of Visual Art and Design
ISSN : 26550903     EISSN : 2723536x     DOI : http://dx.doi.org/10.53666/artchive.v1i2
Indonesia Journal Of Visual Art And Design welcomes full research articles in the area of Visual Art and Design from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design.
Articles 81 Documents
JANGAN SEBUT ITU “BATIK PRINTING” KARENA BATIK BUKAN PRINTING Embran Nawawi
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2018): ARTCHIVE : Indonesia Journal Of Visual Art And Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.581

Abstract

Batik adalah sebuah budaya dalam sejarah yang masih berjalan sesuai dengan peradabannya. Batik adalah sebuah sejarah budaya yang mejadi budaya dunia yang ingin dimiliki banyak peradaban baru. jika Batik itu dapat dijelaskan dengan berbagai dasar ilmu, maka batik adalah sebuah Ilmu Pengetahuan yang didalamnya terdapat teknik dan proses yang khusus, Batik adalah Sastra yang didalam nya banyak kisah, mantra dan, doa yang indah, Batik adalah Kreatifitas yang setiap rancangannya hadir secara individual, dan Batik adalah perekonomian yang merupakan komoditi sandang dengan seni dalam satu kemasan. Tetapi batik bukan printing, karena Batik adalah sebuah teknik dan proses yang bersama didalam nya ada motif /  pola dengan nilai seni yang dihasilkan, dan bernilai ekononi. Jadi batik seharus nya kita lihat dalam bentuk ilmu Sejarah, dalam bentuk Ilmu Seni dan Kreatifitas, bahkan dalam bentuk ilmu pemasaran yang unik
RELATIONSHIPS ON ABILITY TO DRAW SHAPES AND SKETCHES WITH STUDENTS EXPRESSIVE DRAWING Grand Alvian Naibaho; Sugito Sugito
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 1 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i1.1730

Abstract

This study aims to prove whether there is a significant relationship, the amount of contribution (contribution), and to see the size of the relationship between the ability to draw shapes and sketches with the ability to draw expressive in class X SMA Bangun Insan Mandiri Medan. The method used in this research is correlational research, which is to see the relationship between the two independent variables and the dependent variable. The population in this study were students of class X SMA Bina Insam Mandiri Medan for the 2019/2020 academic year, totaling 32 students. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that there is a relationship between the ability to draw shapes and draw sketches simultaneously on the expressive drawing ability of class X students of SMA Bangun Insan Mandiri Medan. Partially there is a relationship between the ability to draw shapes and the expressive drawing ability of class X SMA Bangun Insan Mandiri Medan, Partially there is a relationship between drawing a sketch and the expressive drawing ability of grade X students of SMA Bangun Insan Mandiri Medan.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya hubungan yang signifikan, besarnya kontribusi, dan untuk melihat besar kecilnya hubungan antara kemampuan menggambar bentuk dan sketsa dengan kemampuan menggambar ekspresif pada siswa kelas X SMA Bangun Insan Mandiri Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional, yaitu untuk melihat hubungan antara dua variabel bebas dengan variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Bina Insam Mandiri Medan Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan menggambar bentuk dan menggambar sketsa secara simultan terhadap kemampuan menggambar ekspresif siswa kelas X SMA Bangun Insan Mandiri Medan. Secara parsial terdapat hubungan antara kemampuan menggambar bentuk dengan kemampuan menggambar ekspresif siswa kelas X SMA Bangun Insan Mandiri Medan. Kata Kunci: Draw Shapes; Sketches; Expressive
PKI’s stigmatization after 1965 in the Installation of Artwork Muhammad Bagus Ramadhan
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 2 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i2.1627

Abstract

The Lamongan people, since 1965 after the G30S PKI became the basis for the escape of the PKI’s lackeys who infiltrated the confusion of farming community in Lamongan. Since then, BTI (Barisan Tani Indonesia) has emerged among the peasant community, although it cannot be flat that the Lamongan community is a BTI community. From the basis of the event, the writer wants to voice through visualizing ideas and ideas into the creation of installation art works, which was given the title Stigmatization of the PKI after 1965 in the Creation of Installation Artworks. The installation is visualized using a light base that produces shadows. The writer wants to convey a condition in which the general public who never knew the other side of the history that was released by the government, The writer wanted to make the installation as a medium for sound and a new space for thinking in seeing the dark historical context of the G30 S PKI. This event became a foothold in the formation of the ideology of the writer creating artworks. This installation of art is realized using David Campbell’s method approach; 1. Preparation, 2. Concentration, 3. Incubation, 4. Illumination, 5. Verivication. 
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN KERAJINAN COR KUNINGAN SUNGAI PUAR DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Riswel Zam; Ferawati Ferawati
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 1 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i1.1561

Abstract

 Brass cast craft in Sungai Puar has existed since ancient times with its ebb and  flow of existence caused by various internal and external factors. This paper discusses the potential and opportunities for development of this brass cast craft in the 4.0 Industrial Revolution Era, an era that focuses on the use of the latest technology which covering all aspects of its production and marketing activities. The lack of interest of younger generation as the successors of this activity is a concern for the existence of this brass cast craft.  On the other hand, the long duration of time in the production system, the availability of raw materials, as well as the marketing of product are problems faced by craftsmen and business owners. The application of the concepts contained in this revolution and the support of stakeholders are expected to overcome these problems.  Thus the brass cast craft of Sungai Puar is able to develop again with all its associated elements that become its supporters such as design, nature, and culture of Sungai Puar through various activities.  ABSTRAK Kerajinan cor kuningan di Sungai Puar sudah ada sejak zaman dahulu dengan pasang surut keberadaannya yang disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal.  Tulisan ini membahas potensi dan peluang pengembangan kerajinan cor kuningan ini dalam era Revolusi Industri 4.0, sebuah era yang berfokus pada penggunaan teknologi terkini mencakup seluruh aspek dalam kegiatan produksi maupun pemasarannya.  Kurangnya minat generasi muda sebagai penerus kegiatan ini menjadi kecemasan terhadap keberadaan kerajinan cor kuningan ini.  Di samping itu panjangnya durasi waktu dalam sistem produksi, ketersediaan bahan baku, serta pemasaran produk menjadi persoalan yang dihadapi perajin dan pemilik usaha.  Penerapan konsep yang terkandung dalam revolusi industri ini, serta dukungan dari stakeholders diharapkan permasalahan tersebut dapat diatasi.  Dengan demikian kerajinan cor kuningan Sungai Puar kembali berkembang dengan segala unsur yang terkait dan menjadi pendukungnya seperti desain, serta alam dan budaya Sungai Puar melalui berbagai kegiatan.  
Komunikasi Non Verbal Dan Makna Pada Tayangan Kartun Jungle Beat-Munki And Trunk Season 4 Episode 3 Oktri Permata Lani; Andri Maijar; Miftahurrahmi Fitri
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 2 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i2.2104

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk mengkaji tayangan kartun Jungle Beat-Munki and Trunk season 4 episode 3 dengan menggunakan teori sistem nonverbal kategori kinesis dan proxemics sebagai acuan unit analisisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginterprestasikan makna pesan nonverbal dengan menggunakan metodologi  visual Gillian Rose dari sisi site of self dan site of production untuk menemukan makna pesan nonverbal dalam tayangan kartun Jungle Beat-Munki and Trunk season 4 episode 3. Penelitian ini menggunakan paradigm kritis dengan pendekatan kualitatif yang memfokuskan pada adegan-adegan yang menggambarkan pesan  nonverbal dalam visualisasi kartun Jungle Beat-Munki and Trunk. Hasil penelitian ini menemukan jika makna pesan nonverbal yang ditunjukkan dalam kartun Jungle Beat-Munki and Trunk season 4 episode 3 juga tercermin dari masalah yang ada dikehidupan saat ini seperti berjuang, menghormati, bersungguh-sungguh, dan bersabar. Kata Kunci: Komunikasi Nonverbal, Kinesis, Proxemis, Metodologi Visual  ABSTRACT This study seeks to examine the cartoon show “Jungle Beat-Munki and Trunk season 4 episode 3” by using nonverbal systems theory kinesis and proxemics categories as a reference unit of analysis. This study aims to interpret the meaning of nonverbal messages using Gillian Rose's visual methodology from the site of self and site of production side to find the meaning of nonverbal messages in the cartoon show “Jungle Beat-Munki and Trunk season 4 episode 3”. This study uses a critical paradigm with a qualitative approach which focuses on scenes that depict nonverbal messages in the cartoon visualization “Jungle Beat-Munki and Trunk”. The results of this study found that the meaning of nonverbal messages shown in the cartoon “Jungle Beat-Munki and Trunk season 4 episode 3” is also reflected in the problems that exist in life today such as struggling, respecting, being serious, and being patient.
Titik Dan Garis Sebagai Simbol Ekspresi Dalam Berkarya Seni Lukis Didung Putra Pamungkas
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 2 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i2.2105

Abstract

Titik dan garis bukan hanya sekedar komponen dasar bagi seni-seni visual, akan tetapi juga sumber dari ekspresi itu sendiri, hal ini lah yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini. Penulis memperlakukan titik dan garis tidak sebagai komponen visual akan tetapi sebagai media utama pembentuk karya lukis itu sendiri. Metode dan teknik penelitian yang penulis gunakan adalah eksperimentasi, dimana idiom-idiom seperti titik dan garis menjadi sumber dimulainya sebuah penciptaan karya lukis, sementara itu, konsep visual dari karya adalah kemunculan-kemunculan spontan. Artinya, penulis bergantung kepada potensi-potensi dari titik dan garis untuk membentuk sesuatu yang bersumber pada kesadaran spontan. Hasil dari penelitian ini adalah, titik dan garis ternyata mampu merepresentasikan simbol-simbol tertentu yang mengandung ekspresi murni, karena penulis menggunakan pendekatan abstrak.  Kata Kunci : Titik Dan Garis; Simbol; Ekspresi; Seni Lukis ABSTRACTDots and lines are not only basic components for visual arts, but also the source of expression itself, this is the main goal of this research. The author treats dots and lines not as visual components but as the main media forming the painting itself. The research method and technique that the author uses is experimentation, where idioms such as dots and lines are the source of the start of a painting creation, meanwhile, the visual concept of the work is spontaneous occurrences. That is, the author relies on the potentials of points and lines to form something that is rooted in spontaneous awareness. The result of this research is that points and lines are able to represent certain symbols that contain pure expressions, because the author uses an abstract approach.
Merekam Asa Dalam Fotografi Seni Sintia Nurmiza
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 2 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i2.2106

Abstract

Merekam Asa adalah merekam harapan, penulis merekam harapan yang belum pernah dilakukan bersama seorang ibu, dan menjadikan fotografi sebagai media untuk merekam harapan itu sendiri. Terutama dalam fotografi seni, dimana penulis membuat harapan mungkin terdengar sederhana, tetapi didalam harapan ini terdapat keinginan yang ingin di wujudkan dikehidupan nyata. Dan maka dari itu fotografi sangat berperan penting didalam karya ini, karena dengan merekam seseorang bisa meyampaikan apa yang dirasakan melalui karya foto. Tulisan ini menjelaskan tentang penciptaan karya fotografi yang mengangkat tema  harapan yang belum pernah di wujudkan dengan menerapkan metode observasi dan wawancara. Karya foto yang dihasilkan berupa imaji tentang harapan dengan menerapkan teknik slow speed yang memberikan efek bayangan pada karya foto. Kata Kunci: Merekam Asa; Fotografi Seni; Teknik Slow Speed ABSTRACT Recording desire is recording hopes, the writer records hopes that have never been done with a mother, and uses photography as a media to recordthose hopes of themselves. Especially in art photography, where the writer makes a wish that may sound simple, but within this hope there is a wish that  he wants to manifest in real life. And that's why photography plays an   important role in this work, because by recording someone can convey whatis felt through the work of photos. This final project work is in the form of art photography that addresses the theme of hope that has never been realized,from the age of five to adulthood. So photography here plays an important role in expressing a person's feelings, which maybe not everyone knows, by using a slow speed technique that gives a shadow effect to the photo work. This paper describes the creation of photographic works with the theme of hope that has never been realized by applying observation and interview methods. The result is the image of hope in photo works by applying slow speed technique that gives a shadow effect to the photo works.
Perancangan Kartu Pos Fotografis "Malang at Night" Sebagai Alternatif Cindera Mata Kota Malang Tegar Andito; Sultan Arif Rahmadianto
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 2 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i2.1040

Abstract

There are various souvenirs to be chosen that consist of keychains, traditional crafts, postcards, t-shirts, stickers, etc. Postcard is one of many kinds of souvenirs. Through postcard that being sent to friends or relatives, people can show ‘proof’ that they have visited certain places. Today that activity isn’t longer popular because of more modern means of communication. However, postcards are still desirable as inexpensive souvenirs to be collected by tourists themselves or to be given to friends and relatives without sending it through postal service. There aren’t many variations of Malang City postcards. This is caused by  postcards that labeled ‘Malang’ often show visual elements that exist in greater Malang area but not the Malang City itself. This effort to design postcard tries to  make an alternatives for souvenirs of Malang City in general and also specifically an alternative postcards of Malang City.
Design Principles in Hadi Andrean's T-Shirt Image Design Zakiyah Khoiriyah Siregar; Adek Cerah Kurnia Azis
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 2 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i2.2102

Abstract

Perancangan Grafis Lingkungan Pasar Pusat Kota Padangpanjang Hasya Hanani Putri
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 2, No 2 (2021): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v2i2.2103

Abstract

Perancangan Grafis Lingkungan Pasar Pusat Kota Padangpanjang ini dilatarbelakangi oleh kurangnya sign system, dan zonasi pasar yang masih belum tertata dengan rapi. Perancangan ini dipilih karena grafis lingkungan sangat dibutuhkan disuatu kawasan. Hal ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengidentifikasi lingkungannya. Dimulai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung ke Pasar Pusat Kota Padangpanjang. Mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner kepada pedagang dan pengunjung, serta media cetak seperti buku, jurnal, dan sebagainya. Kemudian dianalisa menggunakan metode SWOT dan AIDCA untuk mempertimbangkan tindakan terbaik dalam mengatur sebuah strategi, dan mengetahui strategi tersebut berjalan dengan baik. Perancangan ini dapat memberikan informasi secara efektif dan komunikatif. Sehingga tidak hanya membantu pengunjung dalam menemukan tempat yang dituju, juga mengkomunikasikan Pasar Pusat Kota Padangpanjang secara umum. Zonasi pasar akan tertata dengan rapi, membantu dinas pasar dalam meningkatkan kondisi fisik sekaligus building value pasar, dan menambah daya tarik pasar di mata publik. Kata Kunci: Perancangan Grafis; Sign System; Pasar Pusat; Padangpanjang  ABSTRACT The background of the Environmental Graphic Design Central Market of the Padang Panjang City was the lack of a sign system and market zoning which was still not neatly arranged. This design project was chosen because environmental graphics are needed in one area. This aims to make it easier for people to identify their environment. Starting with observation, interviews, and documentations directly to Padang Panjang City Central Market. Collecting data by distributing questionnaires to traders and visitors, as well as printed media such as books, journals, and etc. Then analyzed using SWOT and AIDCA methods to consider the best course of action in setting a strategy and then find out that the strategy is working well. This design can provide information effectively and communicatively. So that not only helps visitors find the destination, it also communicates the Padang Panjang City Central Market in general. The market zoning will be neatly arranged, helping the market department in improving the physical condition as well as building market value, and increasing market attractiveness in the eyes of the public.