cover
Contact Name
Ervi Suminar
Contact Email
ijpn@umg.ac.id
Phone
+6285730793038
Journal Mail Official
ijpn@umg.ac.id
Editorial Address
Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik Jl Proklamasi No 54 Gresik » Tel / fax : (031)3951414 / (031)3952585
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Journal of Professional Nursing (IJPN)
ISSN : 27465799     EISSN : 2747156X     DOI : 10.30587
Core Subject : Health,
IJPN is Indonesian Journal of Professional Nursing The purpose of this journal is to facilitate Nurse, Scientist, and Researcher to publish research articles or articles reviews. This journal basically contains of topics on Nursing, and Health. This journal is managing by health faculty Nursing study program University of Muhammadiyah Gresik.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Sistematik Review : Penanganan Morbus Hansen di Indonesia dari Sektor Keperawatan Andri Setiya Wahyudi; Irfani Zukhrufatul M; Tiyani Tiyani; Amalia Niswah Q; Mediani Wahyu P; Hani Salsabila Deva; Benaya Jamaloe; Ahmad Junaidi
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2018

Abstract

Perawat merupakan salah satu tenaga medis yang dibutuhkan dalam menanggani sebuah kasusterkait suatu penyakit. Salah satunya adalah mengenai kusta. Kusta merupakan penyakit infeksikronik. Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh mycobacterium leprae, kusta dapatmenyebabkan gangguan kesehatan berupa kecacatan permanen apabila pengobatan tidak ditanganisegera. Selain itu, bila tidak ditangani kusta dapat sangat progresif menyebabkan kerusakan padakulit, saraf-saraf, anggora gerak, dan mata. Indonesia menduduki peringkat ke-3 total kasus baru diseluruh dunia. Dengan latar belakang tersebut artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran perawatdalam penangganan kasus kusta di Indonesia untuk menurunkan angka kejadian kusta di Indonesia.Pencarian literature dilakukan pada artikel yang telah terpublis pada tahun 2011-2020.Pencarian literatur yang digunakan menggunakan kata kunci kusta, penanganan, dan perawat.Penelurusan dilakukan disitus google scholar dan scoopus.Hasil dari literature ditemukan bahwa peran perawat dalam penangganan kusta di Indonesiaadalah sebagai care giver, educator, fasilitator dalam pencarian pengobatan yang tepat. Dimanaapabila kasus penderita kusta dapat ditanggani dengan efektif maka angka kejadian kusta jugamenurun.Perawat memiliki peranan penting dalam menurunkan angka kejadian kusta di Indonesia yangmenduduki peringkat ketiga dengan kasus penderita kusta terbanyak. Proses keperawatan juga harusdilakukan secara kompleks.
PERBEDAAN PERILAKU KEKERASAN SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN Roufuddin Roufuddin; Mutiatun Hoiriyah
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2050

Abstract

Perilaku kekerasan merupakansalah satu contoh gangguan jiwayang sering terjadi dikehidupanmasyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan perilaku kekerasansebelum dan sesudah terapi relaksasi nafas dalam pada pasien perilaku kekerasan.Metode penelitian ini menggunakan One Group Pretest - Postest Design. Populasi dalampenelitian ini adalah 32 pasien perilaku kekerasan di ruang Kenari dan sampel dalam penelitian inisebanyak 30 pasien perilaku kekerasan yang diperoleh menurut kriteria inklusi. Teknik pengambilansampel diambil menggunakan Consecutive Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalahobservasi RUFA. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Testdengan nilaisignifikansi p<α , α = 0,05.Dari hasil penelitian sebelum terapi relaksasi nafas dalam diperoleh kategori perilaku kekerasansedang (80%) dan kategori perilaku kekerasan ringan (20%). Sesudah terapi relaksasi nafas dalamdiperoleh kategori perilaku kekerasan ringan (83,3%) dan kategori perilaku kekerasan sedang(16,7%). Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan ada perbedaan perilakukekerasan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dengan nilai kemaknaan (p = 0,000<0,05).Kesimpulannya adalah ada perbedaan perilaku kekerasan sebelum dan sesudah terapi relaksasinafas dalam pada pasien perilaku kekerasan. Maka dengan ini terbukti adanya penurunan perilakukekerasan sesudah diberikan terapi relaksasi nafas dalam.
HUBUNGAN POLA ASUH SINGLE PARENT TERHADAP PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL ANAK DI TK SEMANDING Novia Dwi Astuti; Suhartono Suhartono
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2014

Abstract

Lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam perkembangan Mental Emosional yang dapat menyebabkan berbagai masalah yang muncul. Salah satu faktor yang mempengaruhi mental emosional yaitu pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan mental emosional anak di TK Semanding kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi TK Semanding Kabupaten Tuban yang sesuai kriteria inklusi sejumlah populasi 25 responden dengan besar sampel sejumlah 18 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji koefisien kontigensi dengan taraf signifikan α= (0,05). Hasil penelitian didapatkan mayoritas pola asuh orang tua permisif 1 (100%) dan mental emosional berkembang 1 (100%). Hasil uji koefesien kontigensi menyatakan p<α, p value = (0,000) maka variabel pola asuh orang tua mempunyai hubungan yang signifikan terhadap mental emosional dengan korelasi kuat r= (0,003) dan arah korelasi positif dengan demikian H1 diterima yang artinya ada hubungan pola asuh orang tua dengan mental emosioanal anak. Terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan mental emosional.Sehingga disarankan orang tua perlu memberikan rangsangan yang sesuai sehingga anak dapat mempelajari ketrampilan emosi dan sosial yang baru untuk meningkatkan mental emosional anak.
PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION UNTUK MEMBANTU MENURUNKAN KECEMASAN PADA IBU MENYUSUI SELAMA POSTPARTUM Nevy Norma Renityas; Ika Agustina
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2023

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan bahan makanan utama bagi bayi usia 0-6 bulan dimana ASIakan memenuhi kebutuhan nutrisi (Rahayu et al.2015; Pollard, 2015 dalam Saraung et al 2017).Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI)dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu.Stres dan cemas sering ibu alami dalam menyusui terutama dialami pada ibu postpartum satuminggu setelah melahirkan. PMR(Progressive Muscle Relaxtation) adalah teknik yang bermanfaatuntuk mengurangi stres dan kecemasan di tubuh kita dengan cara menegangkan dan mengendurkanotot secara perlahan-lahan. Latihan ini dapat membantu ibu menyusui untuk segera merasa rileks.Desain penelitian yang peneliti gunakan adalah eksperimental jenis posttest only-nonequivalentcontrol group design sampel diambil dari ibu post partum di Puskesmas Ponggok Kabupaten Blitaryang memenuhi criteria inklusi yaitu kelompok perlakukan dan kelompok control. Pengambilansampel dengan cara purposive sampling, jumlah populasi 92 ibu post partum dan sampel48 responden yang terbagi atas kelompok perlakuan dan control di Puskesmas Ponggok KabupatenBlitar. Instrument penelitiannya berupa Post Partum Specific Anxiety Scale (PSAS) dan PittsburghSleep Quality Index (PSQI) (Fallon et al., 2016). Hasil penelitian ini menunjukkan adapengaruh yang signifikan Progresive Muscle Relaxation terhadap kecemasan ibu menyusui diPuskesmas Ponggok Kabupaten Blitar ditunjukkan dengan dan nilai (p-value = 0,001) < ( α = 0,05).
HUBUNGAN HARGA DIRI DAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Dini Setiarsih; Izzah Syariyanti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2015

Abstract

Lansia mengalami proses penuaan yang mengakibatkan penurunan fungsi tubuh salah satunya fungsi kognitif. Harga diri dan interaksi sosial merupakan faktor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dan interaksi sosial dengan fungsi kognitif pada lansia Di RW 05 Kelurahan Kraton Kecamatan Bangkalan. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia berusia 60 tahun ke atas dan besar sampel sebanyak 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel independen adalah harga diri dan interaksi sosial sedangkan variabel dependen adalah fungsi kognitif. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan uji statistik spearman rank didapatkan p=0.000 (<0.05), berarti ada hubungan yang bermakna antara harga diri dengan fungsi kognitif. Dan didapatkan p=0.004 (<0.05), berarti ada hubungan yang bermakna antara interaksi sosial dengan fungsi kognitif. Terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi kuat antara harga diri dengan fungsi kognitif pada lansia. Artinya semakin baik nilai harga diri maka fungsi kognitif akan semakin utuh. Sementara itu interaksi sosial dengan fungsi kognitif menunjukkan hubungan positif namun tingkat korelasinya sedang. Artinya semakin baik nilai interaksi sosial maka fungsi kognitif akan semakinutuh.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS Amilatus Sholihah; Diah Fauzia Zuhroh
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2024

Abstract

Pediculosis capitis adalah infeksi kulit atau rambut kepala yang disebabkan oleh infestasipediculus humanus var. capitis. Prevalensi penyakit ini cukup tinggi terutama pada siswi. Penyakit inidisebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah tingkat pendidikan ibu dan personal hygiene.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan personal hygiene dengankejadian pediculosis capitis pada siswi di SDN Bulangan Branta Pegantenan Kabupaten PamekasanMadura.Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metodepengambilan sampel dengan teknik proportional sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswidari kelas dua sampai kelas enam di SDN Bulangan Branta Pegantenan Kabupaten Pamekasan,dengan jumlah sampel 30 siswi. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasikemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi lambda dengan tingkat signifikasi (α)  0,05.Dari hasil uji korelasi lambda hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian pediculosiscapitis diperoleh nilai signifikasi p<α (0.032<0.05) dan hubungan personal hygiene dengan kejadianpediculosis capitis diperoleh hasil signifikasi p<α (0.003<0.05).Ada hubungan tingkat pendidikan ibu dan personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitispada siswi di SDN Bulangan Branta Pegantenan Kabupaten Pamekasan Madura.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN BICARA DAN BAHASA ANAK USIA 3-5TAHUN Anggun Pranessia Anggrasari; Rasi Rahagia
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2016

Abstract

Gadget merupakan salah satu perkembangan teknologi dan komunikasi yang tanpa disadaritelah mempengaruhi setiap aspek kehidupan manusia, termasuk anak-anak. Ketika menggunakangadget, anak menjadi kurang bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Hal tersebutmenyebabkan anak kurang optimal mendapatkan stimulus yang tepat sehingga mengalamiketerlambatan dalam aspek perkembangan bicara dan bahasa. Selama tahun 2013 sampai pertengahantahun 2015 terjadi peningkatan masalah keterlambatan tumbuh kembang pada anak yang ditemukanmelalui Deteksi Dini Tumbuh Kembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisispengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 3-5 tahun.Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian berjumlah 60 responden dimana keseluruhannya akan menjadi sampelpenelitian (total sampling). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penggunaan gadget danKPSP. Data Yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dngan kriteriasignifikan p-value< 0,05.Dari hasil analisis diperoleh nilai p-value 0,001 (p-value< 0,05) yang berarti terdapat pengaruhyang signifikan antara penggunaan gadget terhadap perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia3-5 tahun. Hal ini mendasari bahwa pentingnya memberikan permainan edukatif kepada anak danmemberikan stimulasi selama mereka bermain.
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK PADA SISWA SDN BALONG DOWO Reni Kristiyowati; Wiwik Widiyawati
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2048

Abstract

Status gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan danmasukan nutrien. Salah satu faktornya adalah makanan siap saji (fast food) dan aktivitas fisik.Tujuannya untuk mengetahui adakah Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisikdengan Status Gizi Pada Siswa Kelas 4 dan 5 di SDN Balong Dowo Kecamatan Candi KabupatenSidoarjo.Metode penelitian analitik desain cross sectional, populasi siswa kelas 4 dan 5 sebanyak 106siswa, dengan sampel 84 siswa, metode teknik simpel random sampling. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner, mengukur berat badan, tinggi badan dan dianalisa menggunakan uji statisticsomers’d.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebiasaan konsumsi fast foodsering sebanyak 46 (54,8%) siswa, dan tingkat aktivitas fisik rendah sebanyak 49 (58,3%) siswa.Hasil uji statistic somers’d hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi p = 0,006 dan α= 0,05, Hasil uji statistic somers’d hubungan aktivitas fisik dengan satus gizi p = 0.003 dan α = 0,05.Kesimpulan ada hubungan kebiasaan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan status gizipada siswa kelas 4 dan 5 di SDN Balong Dowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN INKONTINENSIA URIN-STRES PADA WANITA USIA 40-45 Tahun Ervi Suminar; Lailatul Islamiyah
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2017

Abstract

paritas tinggi biasanya saat batuk, tertawa, bersin, berolahraga akan mengeluarkan urin dalam jumlahsedikit akibat proses persalinan yang pernah dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan Paritas dengan Kejadian Inkontinensia Urin-stress pada Wanita Usia 40-45 Tahun di DusunJaddih Timur.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitianadalah seluruh wanita usia 40-45 Tahundi Dusun Jaddih Timur Desa Jaddih sebanyak 40 responden.Besar sampel sebanyak 36 responden dengan teknik pengambilan menggunakan Purposive sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Uji statistik yang digunakan adalah Uji Fishers Exact Testdengan ɑ = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan 16 wanita dengan grandemultipara yang tidak mengalamiinkontinensia urin stres sebanyak 0 (0%) dan yang mengalami inkontinensia urin sebanyak 16(100%). Hasil uji Fishers Exact Test di dapatkan p value = 0,002 <ɑ (0,05), berarti H0 di tolak dan H1di terima yang berarti ada hubungan paritas dengan kejadian inkontinensia urin-stres pada wanita usia40-45 tahun.Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan alternatif yang dapat digunakan untukmenangani atau mencegah inkontinensia urin-stres pada wanita yaitu dengan mengajarkan wanitauntuk melakukan latihan dasar pelvis untuk menguatkan otot-otot rangka pada dasar pelvis .Kata Kunci: Paritas, Inkontinensia Urin-Stres
ANALISIS FAKTOR KEDISIPLINAN PERPANJANG SURAT TANDA REGISTRASI (STR) PERAWAT DAN BIDAN Widya Ayu Safitri; Muhadi Muhadi; Serlly Frida Drastyana
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v1i1.2049

Abstract

Setiap tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan serta menjalankan praktik di rumah sakitwajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Surat Tanda Registrasi di rumah sakit seringmengalami kendala yaitu keterlambatan dalam perpanjangan serta pengumpulan STR. Tujuan daripeneliti skripsi ini yaitu mengidetifikasi dan menganalisis hubungan faktor-faktor kedisiplinandengan perpanjang Surat Tanda Registrasi (STR) perawat dan bidan. Metode dalam penelitian inimenggunakan kuantitatif analitik 20 perawat dan bidan yang tidak disiplin dalam perpanjangan danpengumpulan STR karena ada beberapa faktor yang menghambat kedisiplinan pengumpulan STRantara lain kompensasi, teladan pimpinan, aturan yang pasti, keberanian pimpinan, pengawasanpimpinan dan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin. Hasil penelitian dalam faktorkompensasi responden menilai bahwa kompensasi di RS masih kurang baik, faktor teladan pimpinanresponden menilai teladan pimpinan dengan kategori baik, faktor aturan yang pasti responden menilaikurang baik karena aturan mengenai kedisiplinan perpanjang STR belum pasti, faktor keberanianpimpinan responden menilai dengan kategori kurang baik, kemudian faktor pengawasan pimpinanresponden menilai kurang baik kemudian faktor perhatian pimpinan menilai bahwa perhatianpimpinan sudah baik yang terakhir yaitu kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplindinilai sudah baik. Kemudian hasil dari spss terdapat hubungan antara faktor-faktor kedisiplinandengan kedisiplinan perpanjang STR yaitu dari 7 faktor yang terdapat hubungan ada 3 yaitukompensasi, aturan yang pasti dan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplinsedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu faktor teladan pimpinan, keberanian pimpinan,pengawasan pimpinan dan perhatian pimpinan. Saran peneliti yaitu pembuatan surat keputusan danpenerapan sistem punishment.

Page 1 of 1 | Total Record : 10