cover
Contact Name
Prasena Arisyanto
Contact Email
prasenaarisyanto@upgris.ac.id
Phone
+6285227258778
Journal Mail Official
wawasanpendidikanupgris@gmail.com
Editorial Address
Gedung Utama Lt.2, Jalan Sidodadi Timur no. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wawasan Pendidikan
ISSN : 28075714     EISSN : 28074025     DOI : https://doi.org/10.26877/wp.v1i1.9208
Core Subject : Education,
Jurnal Wawasan Pendidikan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Terbit dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus dengan fokus jurnal pada pembelajaran dan pendidikan di jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan pendidikan inklusi. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian yang ditulis dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 22 Documents clear
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Mengenai Makanan Gizi Seimbang Terhadap Pertumbuhan Anak Usia 1-2 Tahun alifatun nikmah; Ratna Wahyu Pusari; Nila Kusumaningtyas
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9053

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah perilaku pemberian makan yang dilakukan orang tua berperan penting dalam  memenuhi kebutuhan zat gizi anak. Orang tua, terutama ibu bertanggung jawab terhadap pengasuhan anak termasuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu mengenai makanan gizi seimbang terhadap pertumbuhan anak usia 1-2 tahun di desa Tanjung Anom. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah anak umur 1-2 tahun di Posyandu Anom Jaya Desa Tanjunganom. Sampel yang diambil adalah sebanyak 30 anak. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui Antropometri, dokumentasi,  pedoman puku KMS (Kartu Menuju Sehat) dan kuesioner. Hasil analisis kuesioner Berdasarkan hasil diatas diperoleh ttabel pada taraf signifikansi a= 5% sebesar 1,69913 dan thitung= 9,6240951. Maka thitung> ttabel= 9,6240951 > 1,69913 yang artinya hipotesis nol ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat tingkat pengetahuan orang tua mengenai makanan gizi seimbang terhadap pertumbuhan anak usia 1-2 tahun di desa Tanjunganom. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan dari penulisan adalah supaya orang tua dapat  meningkatkan pengetahuannya tentang makanan gizi seimbang terhadap pertumbuhan anak serta berperan aktif dalam pemantauan pertumbuhan anak secara mandiri.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL TEMA 7 SUB TEMA 1 KELAS IV SDN MRANGGEN 2 DEMAK Gesti Mustikasari; Arfilia Wijayanti; Ferina Agustini
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8728

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah  a) menguji kevalidan media video berbasis kontekstual pada Tema 7 Subtema 1 kelas IV di SDN Mranggen 2. b) menguji kepraktisan dan kegunaan media video berbasis kontekstual pada Tema 7 Subtema 1 kelas IV di SDN Mranggen 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau (research & development). Prosedur dakam penelitian dan pengembangan ini menerapkan prosedur ADDIE. Media dalam pengembangan ini harus melalui subjek penilai yaitu validasi ahli media, ahli materi, dan angket tanggapan guru untuk memperkuat validasi media. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data ahli media  dan data ahli materi dan hasil uji coba produk. Instrument pengumpulan data berupa angket. Data yang diperoleh dari angket dianalisis secara deskriptif. Hasil pengembangan berupa media video berbasis pendekatan kontekstual pada tema 7 subtema 1 pembelajaran 1.Hasil penilaian angket media video berbasis pendekatan kontekstual dinyatakan valid. Hal ini dibuktikan dengan hasil validasi. Hasil validasi ahli media pembelajaran sebesar 90%. Validasi ahli materi sebasar 92%. Media video berbasis pendekatan kontekstual dinyatakan praktis dan berdayaguna. Hal ini dibuktikan dengan hasil tanggapan guru sebesar 91% dan dari tanggapan siswa sebesar 90%. Hal ini menunjukkan bahwa media video berbasis pendekatan kontekstual valid, praktis, dan berdayaguna untuk pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya media video berbasis pendekatan kontekstual ini dapat dikembangkan dengan materi tema ataupun subtema yang lain sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar.Kata Kunci: Pengembangan, Media Video, Pendekatan Kontekstual, Pembelajaran Tematik.
PENERAPAN METODE BERMAIN KARTU SOAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGERJAKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS VI SDN 4 TUNGGULREJO GABUS GROBOGAN Komar Sapto Rini
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9456

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan mengerjakan soal cerita mata pelajaran Matematika melalui penerapan metode bermain kartu soal bagi siswa kelas VI SDN 4 Tunggulrejo Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian dilakukan pada semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 4 yang berjumlah 17 siswa dengan rincian perempuan sejumlah 9 orang dan 18 orang laki-laki. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan 3 kali pertemuan meliputi: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Melalui penerapan metode bermain kartu soal dapat meningkatkan aktivitas beajar dan kemampuan mengerjakan soal cerita mata pelajaran Matematika dengan menggunakan metode bermain kartu soal. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan nilai hasil belajar maupun aktivitas belajar tiap siklus. Pada wal nilai rata-rata 66.18 pada siklus I dan menjadi 80.29 pada siklus II dengan ketuntasan 58.82% pada siklus I dan 88.24% pada siklus II. Keaktifan siswa pada siklus I 29.41% aktif dan pada siklus II menjadi 94.12% aktif.
ANALISIS KECERDASAN MUSIKAL ANAK USIA DINI DENGAN BERMAIN ALAT MUSIK ANGKLUNG DI KELOMPOK B Ari Patma Sari; Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti; Purwadi Purwadi
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8839

Abstract

Musical intelligence is musical intelligence which is characterized by a person's ability in the field of music, both sensitivity and mastery of tones, rhythms, rhythm patterns, instruments, and musical expressions, so that a person can play musical instruments or sing songs. This study aims to analyze the musical intelligence of early childhood with angklung musical instruments in Hidayatullah Islamic Kindergarten Semarang. The benefit of this research is knowing how to apply the angklung musical instrument correctly so that it can develop children's musical intelligence. The method used is descriptive qualitative research with data collection methods, namely observation, interviews, and documentation. Based on the results of research that has been done that the activity of playing angklung musical instruments can play an active role in stimulating children's musical intelligence. This can be seen when playing angklung musical instruments, children have skills in playing angklung musical instruments, the ability to adjust the tempo, adjust the tone, adjust the rhythm/rhythm, and the ability to sing short songs with the right rhythm. The results of the study showed that the musical intelligence of children in group B of Hidayatullah Islamic Kindergarten Semarang through playing the angklung musical instrument developed as expected.
Analisis Penggunaan Metode Eksperimen terhadap kemampuan Anak Usia Dini Dalam Melakukan Analisa Sebab –Akibat Yohana Sue; Dwi Prasetiyawati D.H; Ismatul Khasanah
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9150

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada perkembangan seluruh aspek kepribadian anak. Pembelajaran anak usia dini sangat beragam karena pada dasarnya anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan didukung oleh orang dewasa termasuk guru dan orangtua. Anak USIA Dini diperbolehkan belajar apa saja sesuai dengan perkembangan termasuk belajar mengenal konsep sebab akibat dengan metode eksperimen yang merupakan suatu kegiatan pemberian penhalaman secara langsung untuk mengembangkan keterampilan proses agar mampu menjelajahi serta memahami alam sekitar. Konsep sebab –akibat adalah kemampuan abstrak yang dimiliki setiap anak mengenai apa yang terjadi, hal ini mulai dari lingkungan terdekat, seiring perkembangan, kemampuan ini dapat menngkat ketahap pengertian mengenai proses yaitu suatu hubungan timbal balik peristiwa terjadi. Metode eksperimen adalah suatu cara penyajian materi pembelajaran dimana anak secara aktif mengalami dan membuktikan sendiri tentang apa yang dipelajari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian dibagi dalam tiga aspek yaitu aspek pengamatan, aspek pemahaman konsep dan aspek menyimpulkan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen mampu dipahami oleh anak usia dini terutama mengenai konsep sebab – akibat.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Metode Eksperimen, Konsep sebab –akibat. 
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN WHATSAPP GROUP (WAG) PADA PEMBELAJARAN DARING MATER BANGUN DATAR DI SD KEMBANGARUM 3 SEMARANG KELAS 3 TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Suryati Suryati
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8514

Abstract

Telah dilakukan penelitiaan tindakan kelas di SD Kembangarum 3 Semarang pada mater bangun datar kelas 3  semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa dengan media WhatsApps Group pada pembelajaran daring. Sampel dalam penelitian yaitu kelas 3  dengan jumlah 27 siswa. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan rendahnya keaktifan siswa dan hasil belajar yang kurang optimal.  Hal ini dipertegas dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa yang sangat jauh dari kriteria  nilai yang sudah ditetapkan (KKM). Berdasarkan analisis nilai ulangan harian reratanya hanya 49 sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal hanya mencapai 18,5%.            Penelitian ini menemukan 3 temuan yaitu pertama, pembelajaran daring  dengan media WAG (WhatsApps Group) dalam dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik selama dua siklus penelitian. Kedua, peningkatan hasil belajar peserta didik yaitu pada siklus I sebesar dengan rata-rata 63.7 menjadi 80.37. Sedangkan kentuntasan klasikalnya naik dari 37.03% menjadi 92.59%. Ketiga, peningkatan keaktifan siswa dari siklus 1 ke siklus II antara 18.6%-25.97%. Pembejaran daring menggunakan WhatsApps Group pada pandemi ini bisa digunakan sebagai media alternatif dalam pelajaran matematika. Hal ini juga bisa diterapkan pada mata pelajaran lainnya juga. Hanya perlu dukungan orang tua, sekolah, dan regulasi pemerintah agar pembelajaran daring ini berhasil.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI MENGGALI INFORMASI TEMA 8 KELAS III SD 1 LARIKREJO TAHUN PELAJARAN 2020/2021 fiki ayu andriyani
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8872

Abstract

Penerapan model pembelajaran Discovery Learning merupakan salah usaha guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang inovatif. Adanya penerapan model tersebut dalam pembelajaran dapat membuat peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis. Obyek Penelitian ini adalah hasil belajar kognitif Tema 8 Kelas III SD 1 Larikrejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Tema 8 Kelas III SD 1 Larikrejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran terjadi peningkatan hasil belajar pada peserta didik. Pada siklus I rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 71 dengan perolehan prosestase 53%, kemudian pada siklus II rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 74 dengan perolehan prosestase 69%, dan pada siklus III rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 78 dengan perolehan prosestase 81%. Data  menunjukkan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai yaitu dengan prosentase >75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini telah terbukti dan dapat diterima. Kata Kunci: hasil belajar, discovery learning
PENERAPAN SUPERVISI OBSERVASI KELAS UNTUK MENCAPAI PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SD NEGERI 4 PAKIS TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Kristiyanti Kristiyanti
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9468

Abstract

Salah satu tugas Kepala Sekolah adalah melaksanakan supervisi  di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk melaksanakan supervisi observasi kelas secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal. Oleh karena  itu, setiap Kepala Sekolah harus memiliki dan menguasai konsep supervisi observasi kelas yang meliputi: pengertian, tujuan dan fungsi, prinsip-prinsip, dan dimensi-dimensi substansi supervisi kunjungan kelas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah melalui peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar yang dilakukan melalui pembinaan supervisi observasi kelas  kepala sekolah. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif di SD Negeri 4 Pakis melalui supervisi observasi kelas. Dalam penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Dari 52,5 % pada Siklus l,dapat meningkat menjadi 70,00 % pada siklus II, dan siklus ke III meningkat menjadi 82,50  %. Hasil penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan bahwa penerapan supervisi observasi kelas kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dengan ketuntasan mencapai 100 % , tanggapan guru adalah sangat positif terhadap pembinaan yang dilakukan kepala sekolah melalui supervisi observasi kelas .
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII H SMP NEGERI 30 SEMARANG TAHUN AJARAN 2020/2021 Munjani Munjani
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.8856

Abstract

Pembelajaran secara daring memberikan dampak terhadap proses belajar mengajar sekolahan. Guru berupaya tetap melaksanakan pembelajaran dengan tujuan siswa memperoleh nilai yang optimal. Penggunaan model pembelajaran baru menjadi alternatif yang potensial dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran yang bisa digunakan salah satunya adalah pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting, yaitu pembelajaran yang lebih menekankan respon dan rangsangan terhadap pertanyaan. Kelas VIII SMP Negeri 30 Semarang dipilih sebagai populasi penelitian, dengan sampel kelas VIIIG dan VIIIH. Dengan permasalahan yang ada, penelitian ini berusaha mengidentifikasi pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting terhadap hasil belajar siswa, seberapa besar dan baikkah pengaruh yang diberikan. Pendekatan penelitian dilakukan secara kuantitatif. Dari hasil uji- dua sampel independen, diketahui  (). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen (metode pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting). Berdasarkan nilai koefisien Effect Size Cohen sebesar , menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting pada kelas VIIIH di SMP Negeri 30 Semarang memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa kelas eksperimen mendapat capaian yang lebih tinggi (76,25) dibandingkan kelas kontrol (71,38). Dengan demikian, dapat diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting menyebabkan siswa memperoleh hasil belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional.
ANALISIS KETERKAITAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI MUATAN LOKAL DENGAN KURIKULUM TEMATIK KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 01 KOTA TEGAL Fhafha Fadhella Riziqsiwi; Muhammad Arief Budiman; Fine Reffiane
Wawasan Pendidikan Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v1i2.9207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bahasa Inggris sebagai muatan lokal di SD, mendeskripsikan ada atau tidaknya keterkaitan antara pembelajaran bahasa Inggris dengan kurikulum tematik yang terdapat paa materi pembelajaran tematik kelas IV SD Muhammadiyah 01 Kota Tegal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskripstif. Populasi penelitian adalah guru kelas IV, guru bahasa Inggris, siswa kelas IV, dan orang tua siswa kelas IV SD Muhammadiyah 01 Kota Tegal tahun ajaran 2020/2021. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini  diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil analisis dari kuesioner dan wawancara guru dan siswa kelas IV SD Muhammadiyah 01 Kota Tegal telah menunjukkan bahwa adanya perbedaan materi pada pembelajaran tematik dan pembelajaran bahasa Inggris di kelas IV, yaitu: Materi pekerjaan pada pembelajaran tematik. Pada  pembelajaran bahasa Inggris, mataeri pekerjaan hanya membahas suatu pekerjaan seseorang, dimana tempat bekerjanya, dan bagaimana cara mereka bekerja. Tetapi pada pembelajaran tematik materi pekerjaan SubTema 1 Aku dan Cita-citaku ada keterkaitan antara keduanya. Pada SubTema 1 Aku dan Cita-citaku  membahas tentang impian seseorang yang ingin dicapai karena memiliki minat dan kesukaan yang tinggi atas profesi yang mereka inginkan. Profesi sama saja artinya dengan pekerjaan, oleh karena itu jenis-jenis pekerjaan seseorang dimunculkan pada materi tematik Tema 6. Tetapi, pada materi bahasa Inggris hanya fokus pada jenis pekerjaan seseorang. Kata kunci: Pembelajaran Bahasa Inggris, Kurikulum Tematik, Muatan Lokal

Page 1 of 3 | Total Record : 22