cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 11 Documents clear
PENERAPAN PENDIDIKAN ORANG TUA MENURUT INJIL MATIUS 22: 37-40 DI GKJ SELOKATON RISMA REVOLA KUMALASARI; JUSTIN NIAGA SIMAN JUNTAK
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2365

Abstract

Every parent certainly has the duty and responsibility to educate their children, one of which is in terms of spiritual education. An example is teaching children to be diligent in worship, diligent in praying, and diligent in serving. But in reality there are still many obstacles in educating their children, one of which is the young age of the children so that the children do not really understand the intent and purpose of teaching parents. In addition, parents still feel that they are not optimal because the church must also be willing to participate in educating their children's spirituality, because many argue that the church is a place to be able to build children's spirituality apart from being in the family, one of which is Sunday school activities and scheduling for children who are already able to serve. Through this paper the author wants to see how the educational role of parents to their children is based on the Gospel of Matthew 22: 37-40. ABSTRAKSetiap orang tua pastinya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka, salah satunya nya dalam hal pendidikan rohani. Contohnya adalah mengajarkan anak untuk rajin beribadah, rajin berdoa, serta rajin di dalam berpelayanan. Tetapi pada kenyataannya masih terdapat banyak kendala di dalam mendidik anak-anak mereka, salah satunya adalah usia anak-anak yang masih kecil sehingga anak-anak belum begitu memahami maksud dan tujuan dari pengajaran orang tua. Selain itu, para orang tua masih merasa belum maksimal karena gereja juga harus mau ikut serta di dalam mendidik kerohanian anak-anak mereka, karena banyak yang berpendapat jika gereja adalah suatu wadah untuk dapat membangun kerohanian anak-anak selain di dalam keluarga, salah satunya adalah adanya kegiatan sekolah minggu dan adanya penjadwalan bagi anak-anak yang sudah bisa berpelayanan. Melalui tulisan ini penulis ingin melihat bagaimana peran pendidikan orang tua kepada anak-anak mereka yang berdasarkan Injil Matius 22: 37-40.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PHET SIMULATION DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA MATERI LISTRIK DINAMIS SISWA DI SMP NEGERI 7 TARUTUNG TAMBUNAN, ANNA FRISCA; HUSEIN, RAHMAD; WIDIASIH, WIDIASIH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2543

Abstract

This study aims to analyze differences in student learning outcomes in science using PhET Simulation learning media using ordinary learning media, analyze differences in science learning outcomes students have high learning motivation with low learning motivation in class IX SMP Negeri 7 Tarutung, and analyze the interaction between computer learning media and learning motivation on science learning outcomes for grade IX students of SMP Negeri 7 Tarutung. The research population was all grade IX students of SMP Negeri 7 Tarutung. The sample was set at 55 people consisting of 2 (two) classes, with details of class IX-A totaling 30 people, class IX-C totaling 25 people. The research design used in this study was an experimental design with a 2x2 factorial. In this study, the first independent variable consisted of two, namely PhET Simulation media and ordinary media. Meanwhile, the second independent variable (moderator variable) consists of high and low learning motivation and the dependent variable is science learning outcomes. The results showed that based on the Anova test, the results obtained were sig = 0.000 < sig = 0.05, which means that the science learning outcomes of students using PhET Simulation media were higher in science learning outcomes of students using conventional media. Based on the Anova test, the results obtained are sig = 0.003 <sig = 0.05, which means that groups of students who have high learning motivation get higher science learning outcomes than groups of students who have low learning motivation. The results of the Anova test obtained the results of sig = 0.004 <sig = 0.05, which means that there is an interaction between the use of learning media and learning motivation in influencing students' science learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar IPA siswa menggunakan media Pembelajaran PhET Simulation dengan menggunakan media pembelajaran biasa, mnganalisis perbedan hasil belajar IPA siswa memiliki motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar rendah di kelas IX SMP negeri 7 Tarutung, dan menganalisis interaksi antara media pembelajaran komputer dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IX SMP Negeri 7 Tarutung. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas kelas IX SMP Negeri 7 Tarutung. Sampel ditetapkan sebanyak 55 orang terdiri dari 2 (dua) kelas, dengan rincian kelas IX-A berjumlah 30 orang, kelas IX-C berjumlah 25 orang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen dengan faktorial 2x2. Dalam penelitian ini variabel bebas pertama terdiri dari dua yakni media PhET Simulation dan media biasa. Variabel bebas kedua (variabel moderator) terdiri dari motivasi belajar tinggi dan rendah serta variabel terikatnya adalah hasil belajar IPA. Hasil penelitian dikemukakan bahwa berdasarkan uji Anava diperoleh hasil hitung sig=0,000<sig=0,05 yang berarti bahwa hasil belajar IPA siswa menggunakan media PhET Simulation lebih tinggi hasil belajar IPA siswa menggunakan media konvensional. Berdasarkan uji Anava diperoleh hasil hitung sig=0,003<sig=0,05 yang berarti bahwa kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi memperoleh hasil belajar IPA lebih tinggi dari kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Hasil uji Anava diperoleh hasil hitung sig=0,004<sig=0,05 yang berarti bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar dalam memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI CADU SAKTI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDIPEKERTI SISWA KELAS IV SD NEGERI MODEL TERPADU MADANI KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU SULAWESI TENGAH SWIYANTI, NI KADEK
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2549

Abstract

Hindu religious education and morals play a very important role in supporting the development of other sciences. Therefore, it is very important for Hindu religious education and morals to be given to students starting from elementary school to university level. Based on the results of observations carried out at the Madani Integrated Model Elementary School, information was obtained that the learning outcomes of Hindu Religious Education and Budipekerti had not achieved the results as expected. Based on the results of observations, it is known that the average score for the Class IV Hindu Religious Education and Education class reached 67%. These results show that the learning outcomes of students are less than 75%, which means that the learning outcomes for Hindu Religious Education and Budipekerti are still relatively low. The solution that can be used to solve this problem is to apply the Discovery Learning learning model. Based on the results of the findings and discussions that have been carried out, it can be concluded that the use of the Discivery Learning learning model can improve the learning outcomes of Hindu Religious Education and Character Education for class IV students at the Madani Integrated Model Elementary School with learning completeness in cycle I by 58% to 83% in cycle II. ABSTRAKPendidikan Agama Hindu dan Budipekerti memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang perkembangan ilmu-ilmu yang lainnya. Oleh karena itu Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti sangat penting diberikan kepada peserta didik dimulai dari tingkat sekolah dasar sampai Perguruan Tinggi. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SD Negeri Model Terpadu Madani diperoleh informasi bahwa hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti belum mencapai hasil sesuai dengan harapan. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa nilai rata-rata kelas Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti kelas IV mencapai 67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar peserta diidik kurang dari 75% yang artinya hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti masih tergolong rendah. Solusi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Discivery Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budipekerti siswa kelas IV SD Negeri Model Terpadu Madani dengan ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 58% menjadi 83% pada siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA KELAS III DI UPT SD NEGERI 7 TANRUTEDONG SUDARMIN, SUDARMIN
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2550

Abstract

The aim of this research is to improve the Hindu religious learning achievement of class III students at UPT SD Negeri 7 Tanrutedong. This research is classroom action research. Data collection methods used in this research are observation, interviews and reflection. Meanwhile, based on this research method, the results of the analysis in this research are: (1) The application of the CTL learning model can create Hindu Religion learning that is in accordance with Creative, Effective and Interesting Learning (PaKEM) in class 3 at UPT SD Negeri 7 Tanrutedong, (2) The application of the CTL learning model can improve the Hindu Religion learning achievement of grade 3 students at UPT SD Negeri 7 Tanrutedong, (3) the application of the CTL learning model can improve the ethics or character of grade 3 students at UPT SD Negeri 7 Tanrutedong. This can at least be observed from changes in students' attitudes in the school environment. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk meningkatkan prestasi belajar agama hindu siswa kelas III di UPT SD Negeri 7 Tanrutedong. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Metode Pengumpulan Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan refleksi. Sedangkan berdasarkan metode penelitian tersebut hasil analisis dalam penelitian ini adalah: (1) Penerapan model pembelajaran CTL dapat menciptakan pembelajaran Agama Hindu yang sesuai dengan Pembelajaran Kreatif, Efektif, dan Menarik (PaKEM) di kelas 3 di UPT SD Negeri 7 Tanrutedong, (2) Penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan prestasi belajar Agama Hindu siswa kelas 3 di UPT SD Negeri 7 Tanrutedong, (3) penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan etika atau budi pekerti siswa kelas 3 di UPT SD Negeri 7 Tanrutedong. Hal ini setidaknya dapat diamati dari perubahan sikap para siswa dilingkungan sekolah.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KARTU BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 4 TEMBUKU ARSINIASIH, NI KOMANG
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2551

Abstract

This classroom action research aims to increase student learning activities through the use of the Problem Based Learning Model assisted by Picture Cards for class VIII E students at SMP Negeri 4 Tembuku for the 2023/2024 academic year on Hindu religious education subjects. The research location is at SMP Negeri 4 Tembuku, with a total of 25 students consisting of 13 female students and 12 male students. The results of problem based learning research in the first cycle showed that the percentage of success obtained was 96.32%, in the second cycle the percentage of success obtained was 100%. If you look at the two results obtained in the implementation of learning, it can be categorized as very good. Students' responses to the application of the problem based learning model assisted by Picture Cards at SMP Negeri 4 Tembuku class VIII E were in the very positive category with an average score of 41.33 with a standard deviation of 1.94 in cycle I, while in cycle II the average score was 43.72 with a standard deviation of 1.32. These gains can be categorized as very positive. which means that students can accommodate learning by implementing problem based learning using picture cards well. Students stated that they enjoyed learning by studying the problems that occur around them, looking for the causes, and finding a solution process and finding the right solution to these problems so that they do not happen again and with picture card games that increase students' enthusiasm and enthusiasm for learning. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Kartu Bergambar pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 4 Tembuku tahun pembelajaran 2023/2024 pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu. Lokasi penelitian di SMP Negeri 4 Tembuku, dengan jumlah siswa 25 siswa yang terdiri dari 13 siswa putri dan 12 siswa putra. Hasil penelitian pembelajaran problem based learning pada siklus I menunjukkan bahwa prosentase keberhasilan yang diperoleh adalah 96.32%, pada siklus yang ke II memperoleh prosentase keberhasilan adalah sebesar 100% Jika melihat kedua hasil perolehan dalam keterlaksanaan pembelajaran maka dapat dikatagorikan sangat baik. Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran problem based learning berbantukan Kartu Bergambar di SMP Negeri 4 Tembuku kelas VIII E berada pada kategori sangat positif dengan nilai rata-rata 41.33 dengan standar deviasi sebesar 1.94 pada siklus I, sementara pada siklus II menjadi nilai rata-rata 43.72 dengan standar deviasi 1.32. Dari perolehan tersebut dapat dikatagorikan katagori sangat positif. yang berarti bahwa siswa dapat mengakomodasi pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran problem based learning berbantukan Kartu Bergambar dengan baik. Siswa menyatakan senang belajar dengan mengkaji pemasalahan-permasalahan yang terjadi disekitarnya, mencari penyebabnya, serta mencarikan proses penyelesaiannya serta mencarikan solusi yang tepat dari permasalahan tersebut agar tidak terulang kembali serta degan game kartu bergambar yang menambah semangat dan antusias siswa dalam pembelajaran.
PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU PADA SISWA KELAS IV UPT SP SD NEGERI 152 KALAENA KIRI II GUNA, I MADE MERTA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2552

Abstract

This research was motivated by the low learning outcomes of Hindu Religious Education for class IV UPT SP students at SD Negeri 152 Kalaena Kiri II. Most students have not achieved minimum completeness in Hindu religious education lessons. This research aims to improve the learning outcomes of Hindu Religious Education for class IV students at UPT SP SD Negeri 152 Kalaena Kiri II by applying the peer tutoring method. This research is Classroom Action Research (PTK) , which was carried out in 2 cycles. The subjects in this research were 7 class IV students at UPT SP SD Negeri 152 Kalaena Kiri II for the 2023/2024 school year. Data analysis in this research used quantitative descriptive. The results of the research showed that student learning outcomes in cycle I had an average score of learning outcomes in the low category. The average value of student learning outcomes in cycle I was 71.42% classical completeness, 76.42% absorption capacity. Then in cycle II there was an increase, the average learning outcome for classical completeness became 85.7% and absorption capacity became 81.85%. The results of the analysis of the first cycle of students' interest in learning were high. And the results of the analysis of the learning outcomes of cycles I and II experienced an increase in the average value of learning outcomes by %, classical completeness was 4%, the absorption capacity was 14.28% with the use of the tutor method peer. Based on the results of this research, it can be concluded that the use of peer tutors can improve learning outcomes in Hindu Religious Education. Suggestions are made to related parties as follows (1) Hindu Religious Education Teachers should try to implement the use of peer tutors (2) Other researchers are expected to conduct further research related to the application of innovative learning models. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas IV UPT SP SD Negeri 152 Kalaena Kiri II. Sebagian besar siswa belum mencapai ketuntasan minimal pada pelajaran pendidikan agama Hindu.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa kelas IV di UPT SP SD Negeri 152 Kalaena Kiri II dengan penerapan metode tutor sebaya.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK),yang dilaksanakan dalam 2 siklus.Subyek dalam penelitian ini siswa kelas IV di UPT SP SD Negeri 152 Kalaena Kiri II tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 7 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriftif kuantitatif .Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada siklus I skor rata-rata hasil belajar dengan kategori rendah. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu dengan ketuntasan klasikal 71,42 %,daya serap 76,42 %.Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan ,rata-rata hasil belajar menjadi ketuntasan klasikal menjadi 85,7 % dan daya serap menjadi 81,85%.Hasil analisis siklus I minat belajar siswa tinggi .Dan hasil analisis hasil belajar siklus I dan II mengalami peningkatan nilai rata-rata hasil belajar sebesar %,ketuntasan klasikal sebesar 4 % daya serap sebesar 14,28% dengan penggunaan metode tutor sebaya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan penggunaan tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu. Diajukan saran kepada pihak terkait sebagai berikut (1)Guru Pendidikan Agama Hindu agar mencoba menerapkan penggunaan tutor sebaya(2)Peneliti lain diharapkan mengadakan penelitian lanjutan terkait dengan penerapan model pembelajaran yang inovatif.
PENERAPAN MODEL DISCOVERI LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI KELAS X MP 1 SMK NEGERI 1 SIDRAP IROKI, IROKI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2553

Abstract

Initial test interest observation data shows that there are still many students in class , supporting capacity and complexity of the school. This can be seen from the interest in the test obtained by students. The average test score obtained by students is: 70 with the lowest variation in scores being: 50 and the highest being: 90 from the total number of students, namely: 14 students. From the background of this problem, the author is interested in applying the Discoveri Learning model in learning Hinduism in class X MP 1 Even Semester 2022/2023 academic year. The research results showed that the average value of learning outcomes (cognitive aspects) of students in cycle I was 76.67, the absorption capacity was 76.67 with a standard deviation of 13.28, with students' classical completeness of 66.67%, the average value of learning achievement (cognitive aspects) students in cycle II was 88.89, absorption capacity was 88.89 with a standard deviation of 9.00 and classical completeness was 94.44%. In terms of quantity, there was an increase in cognitive aspects from cycle I and cycle II, an average of 15.93%, absorption capacity was 15.93%, while learning completeness was 41.65%. ABSTRAKData observasi minat tes awal menunjukkan bahwa masih banyak Peserta didik kelas X MP 1 Semester genap di SMK Negeri 1 Sidrap yang masih menunjukkan minat yang kurang mengembirakan yakni masih banyak yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal sebagaimana yang ditetapkan oleh sekolah sebesar 80 dengan mempertimbangkan intake, daya dukung dan kompleksitas yang dimiliki oleh sekolah. Hal ini bisa dilihat dari minat tes yang diperoleh peserta didik. Rata-rata nilai test yang diperoleh peserta didik yaitu: 70 dengan variasi nilai yang terendah yaitu: 50 dan yang tertinggi yaitu : 90 dari jumlah keseluruhan peserta didik yaitu : 14 peserta didik. Dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk menerapkan model Discoveri Learning dalam pembelajaran Agama Hindu di kelas X MP 1 Semester Genap tahun pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar (aspek kognitif) peserta didik pada siklus I sebesar 76,67, daya serap sebesar 76.67 dengan standar deviasi 13.28, dengan ketuntasan klasikal siswa sebesar 66.67%, nilai rata-rata prestasi belajar (aspek kognitif) siswa pada siklus II sebesar 88,89, daya serap 88,89 dengan standar deviasi 9,00 dan ketuntasan klasikalnya sebesar 94.44%. Secara kuantitas terjadi peningkatan aspek kognitif dari siklus I dan siklus II rata-rata sebesar 15.93 %, Daya serap 15.93 % %, sedangkan ketuntasan belajar 41.65 %.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL CATUR ASRAMA PADA SISWA KELAS V SD TAMANSISWA BATAM DARYANTI, ENDANG
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2554

Abstract

This research aims to improve student learning achievement in Hindu religious education subjects through the application of the Hindu Cooperative learning strategy (Catur Dormitory model) for fifth grade students at SD Tamansiswa Batam. To achieve this goal, this research was conducted using classroom action research. The results of the research show that the use of Chess Dormitory as a cooperative learning strategy can improve student learning achievement (achievement of concepts, attitudes and presentation skills) in fifth grade Hindu religious education subjects at Tamansiswa Elementary School, Batam. The implication of this research is the need for elementary school teachers to continue to develop and examine the possibility of using Boarding House Chess as a cooperative learning strategy to improve elementary school student achievement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Hindu melalui penerapan strategi pembelajaran Kooperatif Hindu (model Catur Asrama) pada siswa kelas V SD Tamansiswa Batam. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Catur Asrama sebagai strategi pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (pencapaian konsep, sikap, dan keterampilan presentasi) pada mata pelajaran pendidikan Agama Hindu kelas V SD Tamansiswa Batam. Implikasi dari penelitian ini perlunya guru sekolah dasar terus mengembangkan dan mengkaji kemungkinan penggunaan Catur Asrama sebagai strategi pembelajaran kooperatif guna meningkatkan prestasi siswa sekolah dasar.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VIII J SMP NEGERI 1 KINTAMANI SUNINGSIH, NI WAYAN
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2555

Abstract

The implementation of learning at SMP Negeri 1 Kintamani, Kintamani District, Bangli Regency is nothing more than regular learning activities and is still conventional or teacher centered so that it does not touch the students themselves. Apart from that, the learning process only uses material according to curriculum demands. These problems have implications for the results of the evaluation of the Hindu religious education learning process that has been implemented at SMP Negeri 1 Kintamani, namely that student learning outcomes have not been able to meet the predetermined KKM and classical absorption capacity. Seeing that the gap between the expectations that have been conveyed and the reality on the ground is very different, in an effort to improve the quality of education, especially in Hindu religious education subjects, it is very necessary to improve learning methods. One of them is by improving learning using the Problem Based Learning Model assisted by image media, where students learn from problems and are able to solve problems experienced in achieving goals in the learning process effectively and efficiently. The results of the research show that the problem based learning model using image media can improve the learning outcomes of Hindu Agma Education for class VIII J students at SMP Negeri 1 Kintamani in the odd semester of the 2023/2024 academic year. This can be seen from the implementation of problem based learning in the first cycle, showing that the percentage of success obtained was 96.32%. In the second cycle, the percentage of success obtained was 100%. ABSTRAKPelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 1 Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupatem Bangli yang tidak lebih dari kegiatan pembelajaran yang bersifat regular dan masih konvensional atau berpusat pada guru (teacher centered) sehingga belum menyentuh peserta didik itu sendiri. Selain itu proses pembelajaran hanya bersifat menghabiskan materi sesuai dengan tuntutan kurikulum. Permasalahan-permasalahan tersebut berimplikasi pada hasil evaluasi proses pembelajaran pendidikan agama Hindu yang sudah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kintamani yaitu hasil belajar siswa belum mampu memenuhi KKM dan daya serap klasikal yang sudah ditentukan. Melihat kesenjangan antara harapan-harapan yang sudah disampaikan dengan kenyataan lapangan sangat jauh berbeda, dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan utamanya pada mata pelajaran pendidikan agama Hindu, sangat perlu kiranya dilakukan perbaikan cara pembelajaran. Salah satunya dengan perbaikan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media gambar, dimana peserta didik belajar dari masalah dan mampu memecahkan masalah yang dialami dalam pencapain tujuan dalam proses pembelajaran secara efektif dan efesien. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran problem based learning berbantuka media gambar dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agma Hindu siswa kelas VIII J SMP Negeri 1 Kintamani semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Ini dapat dilihat dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran problem based learning pada siklus I menunjukkan bahwa prosentase keberhasilan yang diperoleh adalah 96.32% pada siklus yang ke II memperoleh prosentase keberhasilan adalah sebesar 100%.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI MATERI CATUR WARNA DALAM KEHIDUPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) SISWA KELAS X SMAN 2 KASONGAN YUFITA, ROLINA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i2.2557

Abstract

This research aims to increase the activeness and learning outcomes of Hindu religious education and character in color chess material in the life of the CTL (Contextual Teaching And Learning) learning model for class X SMAN 2 Kasongan students. This research is classroom action research with the application of Contextual Teaching and Learning. The subjects of this research were 6 Hindu students at SMAN-2 Kasongan class X. Data collection techniques use observation sheets, documentation and test results. Based on the actions that have been taken, implementing the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model can increase student activity in learning activities. This can be proven that learning activity has increased from the initial condition of 11 students or 37.93%, in cycle I there were 19 students or 65.52%, and in cycle II there were 27 students or 93.10%. Student learning outcomes in the initial study were only 62.07 to 67.93 and 82.76 in the second cycle, with a learning completeness level of 9 students or 31.03%, in the first cycle there were 14 students or 48.28%, and in the second cycle there were 25 students or 86.21%, although there were still 4 students (13.79%) who had not completed it, but because all the criteria for the success of the learning process had been achieved in the second cycle, it was stated that the learning improvement process was complete and successful in the second cycle. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pendidikan agama hindu dan budi pekerti materi catur warna dalam kehidupan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) siswa kelas X SMAN 2 kasongan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan Contextual Teaching and Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi Agama Hindu SMAN-2 Kasongan kelas X sebanyak 6 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dokumentasi, dan hasil tes. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dapat meningkatkan aktivitas siswa pada kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan bahwa keaktifan belajar mengalami peningkatan dari kondisi awal sebanyak 11 siswa atau 37,93%, siklus I ada 19 siswa atau 65,52%, dan pada siklus II ada 27 siswa atau 93,10%. Hasil belajar siswa pada studi awal hanya 62,07 menjadi 67,93 dan 82,76 pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 9 siswa atau 31,03%, siklus I ada 14 siswa atau 48,28%, dan pada siklus II ada 25 siswa atau 86,21%, walaupun masih ada 4 siswa (13,79%) yang belum tuntas namun karena semua kriteria keberhasilan proses pembelajaran telah tercapai pada siklus kedua maka dinyatakan bahwa proses perbaikan pembelajaran selesai dan berhasil pada siklus kedua.

Page 1 of 2 | Total Record : 11