cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 12 Documents clear
KONSEP DIRI, KEMATANGAN EMOSI, DAN PENYESUAIAN DIRI PADA INDIVIDU YANG MENIKAH DI USIA MUDA MARWAN, MAULIDA SALSABILA ALMIRA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2754

Abstract

Getting married at a young age is a phenomenon that is often encountered in Indonesia. This is an important concern for many researchers, especially regarding the adjustment of individuals who marry at a young age. This study aims to determine the influence of self-concept and emotional maturity on self-adjustment in individuals who marry at a young age. This study involved 105 people who married at a young age. The sampling technique was determined using a purposive sampling, with criteria, namely men who married at the age of less than 25 years and women who married at the age of less than 21 years. Data collection for this study used a questionnaire method. This study uses data analysis techniques with multiple linear regression tests using the Statistical Product and Service Solutions (SPSS) computer program version 24.0 for Windows. The results of this study show that there is an influence between self-concept and emotional maturity on self-adjustment by 0.668 (p<0.05). This study shows that self-concept has a stronger influence than emotional maturity. ABSTRAKMenikah di usia muda menjadi salah satu fenomena yang seringkali dijumpai di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian penting bagi banyak peneliti, terutama mengenai penyesuaian diri pada individu yang menikah di usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri pada individu yang menikah di usia muda. Penelitian ini melibatkan 105 orang yang menikah di usia muda. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan purposive sampling, dengan kriteria laki-laki yang menikah di usia kurang dari 25 tahun dan perempuan yang menikah di usia kurang dari 21 tahun. Pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan uji regresi linear berganda dengan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 24.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri sebesar 0.668 (p<0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan kematangan emosi.
PENGARUH HARGA DIRI DAN KEPUASAN HIDUP TERHADAP KESEPIAN PADA DEWASA AWAL LAJANG TAUFIQAH, HASNA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2755

Abstract

Loneliness is one of the frequently encountered phenomena in early adulthood among singles. This has become a significant concern for many researchers, particularly regarding high levels of loneliness. This study aims to investigate the influence of self-esteem and life satisfaction on loneliness. The study involved 178 single young adults. Data collection was done using a questionnaire. The analytical technique used in this study was multiple regression analysis. The results of this study indicate that there is an influence of self-esteem and life satisfaction on loneliness, accounting for 36%. This research shows that there is no influence of self-esteem on loneliness, as loneliness can persist even if someone has high self-esteem if they feel they lack deep social connections or emotional support. However, there is an influence of life satisfaction on loneliness in early single adulthood, because if someone is not satisfied with their life or cannot establish meaningful relationships with others, loneliness can become a more significant problem. ABSTRAKKesepian menjadi salah satu fenomena yang seringkali dijumpai pada dewasa awal yang lajang. Hal ini menjadi perhatian penting bagi banyak peneliti, terutama mengenai rasa kesepian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga diri dan kepuasan hidup terhadap kesepian. Penelitian ini melibatkan 178 orang dewasa awal lajang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara harga diri dan kepuasan hidup terhadap kesepian sebanyak 36%. Riset ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara harga diri terhadap kesepian, dikarenakan rasa kesepian bisa tetap ada bahkan jika harga diri seseorang tinggi jika mereka merasa tidak memiliki hubungan sosial yang mendalam atau dukungan emosional. Namun, terdapat pengaruh kepuasan hidup terhadap kesepian pada dewasa awal lajang, dikarenakan seseorang tidak merasa puas dengan hidupnya atau tidak dapat membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain, maka rasa kesepian dapat menjadi masalah yang lebih besar.
EMPATI, KUALITAS PERTEMANAN DAN CYBERBULLYING PADA REMAJA AKHIR PENGGUNA TIKTOK YUSTININGSIH, FATIMA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2756

Abstract

The increasingly rapid development of information and communication technology has had both positive and negative impacts, one of which is the emergence of the phenomenon of cyberbullying as a negative impact of this development. This study aims to determine the influence of empathy and friendship quality on cyberbullying in late adolescent TikTok users. This research involved 103 late teenage TikTok users. The sampling technique was determined using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling, with the criteria of late teens using TikTok. Data collection in this research used a questionnaire method. The results of this study show that there is an influence between empathy and friendship quality on cyberbullying of 0.349 (p<0.05). This research shows that empathy has a greater influence than the quality of friendship. ABSTRAKBerkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, memberikan dampak positif dan negatif, salah satunya muncul fenomena cyberbullying sebagai dampak negatif dari perkembangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh empati dan kualitas pertemanan terhadap cyberbullying pada remaja akhir pengguna TikTok. Penelitian ini melibatkan 103 orang remaja akhir pengguna TikTok. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling, dengan kriteria remaja akhir yang menggunakan TikTok. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara empati dan kualitas pertemanan terhadap cyberbullying sebesar 0,349 (p<0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa empati memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan kualitas pertemanan.
PERILAKU ALTRUISME PADA RELAWAN: PERAN GRATITUDE DAN EMPATI SAKINAH, INVIA DWI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2757

Abstract

Volunteers are people or groups of individuals who help and involve a commitment to spontaneously help individuals, families, communities in solving social problems without expecting profit. The behavior of helping other people sincerely and sincerely without expecting anything in return is called altruism. Actions in a positive direction such as helping others can arise when the individual has positive emotions such as gratitude and empathy. This research aims to empirically test the role of gratitude and empathy on altruism behavior in volunteers. There were 107 research participants. The research design used was cross sectional and non-experimental. The research results show that each variable such as gratitude and empathy contributes to altruistic behavior in volunteers. Data analysis in this study used simple regression techniques. The results prove that the hypothesis in this study is accepted, namely that there is a role of gratitude and empathy in altruistic behavior in volunteers, as evidenced by a significance value of 0.000 (p<0.05) and an R Square value of 0.221, which means that there is a contribution of gratitude to the positive affect dimension of 22 .1% and the other 77.9% were caused by other factors outside the research. ABSTRAKRelawan adalah orang atau sekelompok individu yang menolong dan melibatkan komitmen untuk membantu secara spontan individu, keluarga, masyarakat dalam memecahkan permasalahan sosial tanpa mengharapkan keuntungan. Perilaku menolong orang lain dengan ikhlas dan tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun disebut dengan altruisme. Tindakan ke arah yang positif seperti menolong orang lain dapat muncul ketika dalam diri individu terdapat emosi positif seperti gratitude dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran gratitude dan empati terhadap perilaku altruism pada relawan. Partisipan penelitian berjumlah 107 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan non-eksperimental. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa masing-masing variable seperti gratitude dan empati memiliki sumbangan terhadap perilaku altruisme pada relawan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik regresi sederhana. Hasil membuktikan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima, yaitu ada peran gratitude dan empati terhadap perilaku altruisme pada relawan, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) serta nilai R Square sebesar 0,221 yang artinya terdapat kontribusi gratitude terhadap dimensi afek positif sebesar 22,1% dan 77,9% lainnya disebabkan oleh faktor lain di luar penelitian.
PREVALENSI TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP PROF.DR. I.G.N.G NGOERAH TAHUN 2023 ARIANI, NI KETUT PUTRI; LESMANA, COKORDA BAGUS JAYA; SITANGGANG, AMITA ROULI PURNAMA; SILAEN, REBECCA MUTIA AGUSTINA; YOSEF, HERMAN
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2758

Abstract

The level of anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy poses a risk of unfavorable outcomes. Based on data collected in 2019 from three electronic databases (PubMed, Web of Science, and Scopus), a total of 36 studies covering 16,298 breast cancer patients between 2000 and 2018 were included in the research. The prevalence of anxiety among breast cancer patients was 41.9% (CI: 95%), highlighting the significance of both psychological and physical factors in breast cancer patients. The objective of this study was to determine the prevalence of anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Hospital. This was an observational descriptive study with a cross-sectional design to assess the level of anxiety in breast cancer patients receiving chemotherapy in the hospital. Anxiety was measured using the Beck Anxiety Inventory (BAI). Out of the 42 participants in the study, it was found that 54.8% experienced minimal anxiety, 31.0% had mild anxiety, 9.5% had moderate anxiety, and 4.8% had severe anxiety. Patients with severe anxiety were mostly in the age range of 0-30 years (50%), had completed junior high school education (20%), were unemployed (5.6%), unmarried (20%), had comorbidities (5.6%), and received chemotherapy more than 10 times (20%). ABSTRAKTingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang sedang melakukan kemoterapi berisiko pada terjadinya peningkatan kondisi yang tidak mengutungkan. Prevalensi kecemasan pada pasien kanker payudara berdasarkan data yang dikumpulkan pada tahun 2019 dari tiga database elektronik (PubMed, Web of Science, dan Scopus) sebanyak 36 penelitian yang mencakup 16.298 pasien kanker payudara antara tahun 2000 dan 2018 terdaftar dalam penelitian tersebut, prevalensi kecemasan di antara pasien kanker payudara adalah 41,9% (CI: 95%) menunjukkan pentingnya faktor psikologis serta fisik pada pasien kanker payudara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kecemasan pada pasien kanker payudara yang sedang melakukan kemoterapi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang melakukan kemoterapi di rumah sakit. Kecemasan diukur dengan pengukuran tingkat kecemasan menurut Beck Anxiety Inventory (BAI). Sebanyak 42 sampel yang mengikuti penelitian, didapatkan sebanyak 54,8% mengalami cemas minimal, 31,0% mengalami kecemasan ringan, 9,5% mengalami kecemasan sedang, dan 4,8% mengalami kecemasan berat. Pasien yang memiliki tingkat kecemasan berat sebagian besar adalah pada rentang umur 0-30 tahun (50%), tingkat pendidikan SMP (20%), tidak bekerja sebesar (5,6%), belum menikah (20%), dengan penyakit penyerta (5,6%), dan frekuensi kemoterapi >10 kali (20%)
ANALISIS KARAKTERISTIK DEPRESI PADA BEBAN CAREGIVER SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK JIWA RSUP PROF DR I.G.N.G NGOERAH DENPASAR WARDANI, IDA AJU KUSUMA; KURNIAWAN, LELY SETYAWATI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2759

Abstract

This study aims to determine the description of depression in schizophrenia caregiver burden and provide an analysis of the characteristics of schizophrenia caregivers who drive control to a psychiatric clinic. This study used an analytic descriptive design, cross-sectional using demographic questionnaires, Beck Depression Inventory (BDI) and caregiver burden (The Zarit Burden Interview). A total of 159 caregivers were included in this study. Most research subjects were from the age group 41-50 years (34%), male gender (58%), relationship with patients in the form of children (46%), income below Rp. 2,700,000.00 (51%), long duration of being a caregiver for 2-5 years (34%), normal BDI results (58%) and mild ZBI (63%). From the bivariate test, it was found that there was a significant relationship between gender, age, income, duration of being a caregiver and BDI with ZBI (p < 0.05), while there was no significant relationship between the relationship with ODS with ZBI (p = 0.132). From this study it can be concluded that there is a significant relationship between gender, age, income, length of time as a caregiver and BDI with ZBI (p < 0.05). Caregiver welfare needs attention so that ODS gets optimal care. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran depresi pada beban caregiver skizofrenia serta memberikan analisa karakteristik caregiver skizofrenia yang mengantar kontrol ke poliklinik jiwa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik, potong lintang menggunakan kuesioner demografis, Beck Depression Inventory (BDI) dan beban Caregiver (The Zarit Burden Interview). Sebanyak 159 orang caregiver diikutsertakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian terbanyak berasal dari kelompok usia 41-50 tahun (34%), berjenis kelamin laki laki (58%), hubungan dengan pasien berupa anak (46%), berpenghasilan dibawah Rp. 2.700.000,00 (51%), durasi lama menjadi caregiver sebanyak 2-5 tahun (34%), hasil BDI normal (58%) dan ZBI ringan (63%). Dari uji bivariat didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, penghasilan, lama menjadi caregiver dan BDI dengan ZBI (p < 0.05), sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara hubungan dengan ODS dengan ZBI (p = 0.132). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, penghasilan, lama menjadi caregiver dan BDI dengan ZBI (p < 0.05). Kesejahteraan caregiver perlu mendapat perhatian agar ODS mendapat perawatan yang optimal.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS VIIC SMP NEGERI 1 SUKAWATI RAHADI, I WAYAN SELAMET; SUGIHANTARI, NI KETUT; PURWATI, NI KADEK RINI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2780

Abstract

The purpose of this study is to provide a learning process that can show student learning outcomes with maximum results. The problem that students often find is that they tend to lack learning outcomes in mathematics subjects. So to overcome these problems, the use of the Numbered Heads Together (NHT) type cooperative method can be used because this learning allows students to focus on cooperation in small groups. This type of research is classroom action research with a quantitative approach. Data sources obtained from student learning outcomes are in the form of pre-test and post-test. The population used was grade VII C students. The study was carried out 2 cycles as an evaluation process to show the expected results. The results of this study are showing that in cycle 1 students can well follow the learning process, but still with less learning outcomes. While in cycle 2 with improvements in providing reinforcement from teachers, so that students can be more active and show excellent learning results. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah memberikan sebuah proses pembelajaran yang dapat menunjukan hasil belajar siswa dengan hasil yang maksimal. Permasalahan yang sering temukan oleh siswa yaitu cenderung kurang dalam hasil belajarnya pada mata pelajaran matematika. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan metode kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat digunakan karena pembelajaran ini memungkinkan siswa dapat berfokus pada kerja sama dalam kelompok kecil. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang diperoleh dari hasil belajar siswa berupa pre-test dan post-test. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VII C. Penelitian dilakukan 2 siklus sebagai proses evaluasi untuk menunjukan hasil yang diharapkan. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa pada siklus 1 siswa dapat dengan baik mengikuti proses pembelajaran, tetapi masih dengan hasil belajar yang kurang. Sedangkan pada siklus 2 dengan perbaikan pada pemberian penguatan dari guru, sehingga siswa dapat lebih aktif dan menunjukan hasil belajar yang sangat baik.
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KESADARAN BERPERILAKU JUJUR SAAT UJIAN MELALUI TEKNIK SOSIODRAMA LESTARI, SRI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2781

Abstract

This research was conducted to increase understanding and awareness of honest behavior during exams among class IX students at SMP Negeri 2 Mlati by providing services using sociodrama techniques. This type of research is Classroom Action Research with the research subjects being class IX students at SMP Negeri 2 Mlati, totaling 39 students. This research was carried out in 2 cycles starting from February to April 2023. Each cycle was carried out in 3 meetings. The data collection methods are attitude scales, observation and documentation. The instruments used are the Likert Scale (understanding and awareness of honest behavior during exams), observation guidelines and document analysis. The actions carried out in cycle 1 are: providing services using sociodrama techniques which is preceded by delivering material about behaving honestly during exams using power point slides and students carrying out sociodrama with a script made by the researcher, while in cycle II students carry out sociodrama in groups with a self-made script, which is preceded by providing material reinforcement through pictures/posters that are presented. The increase in understanding of honest behavior during exams is proven by the results obtained in cycle I of 85%, and cycle II of 94% in the very high understanding category. Then an increase was also seen in awareness of behaving honestly during exams as evidenced by the results obtained in cycle I of 59%, and cycle II of 91% in the very high awareness category. Based on the criteria created, namely that 90% of students have an understanding and awareness of behaving honestly during exams in the very high category, the results of this research indicate that understanding and awareness of behaving honestly during exams can be increased through providing services using sociodrama techniques. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Mlati melalui pemberian layanan dengan teknik sosiodrama. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Mlati yang berjumlah 39 peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang dimulai pada bulan Februari sampai April 2023. Masing-masing siklus dilakukan dalam 3 pertemuan. Metode pengumpulan datanya adalah skala sikap, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah skala Likert (pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian), pedoman observasi dan analisis dokumen. Tindakan yang dilakukan di siklus 1 yaitu: pemberian layanan dengan teknik sosiodrama yang didahului dengan penyampaian materi tentang berperilaku jujur saat ujian dengan media slide power point dan peserta didik melaksanakan sosiodrama dengan naskah yang dibuatkan oleh Peneliti, sedangkan pada siklus II peserta didik melaksanakan sosiodrama secara berkelompok dengan naskah yang dibuat sendiri, yang didahului dengan pemberian penguatan materi melalui gambar/poster yang dipresentasikan.  Peningkatan pemahaman berperilaku jujur saat ujian dibuktikan dengan perolehan hasil siklus I sebesar 85%, dan siklus II sebesar 94% pada kategori pemahaman sangat tinggi. Kemudian peningkatan juga terlihat pada kesadaran berperilaku jujur saat ujian yang dibuktikan dengan perolehan hasil siklus I sebesar 59%, dan siklus II sebesar 91% pada kategori kesadaran sangat tinggi. Berdasarkan kriteria yang dibuat yaitu 90% peserta didik mempunyai pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian pada kategori sangat tinggi, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan kesadaran berperilaku jujur saat ujian dapat ditingkatkan melalui pemberian layanan dengan teknik sosiodrama.
PENDIDIKAN MORAL DALAM NOVEL KUNCUP BERSERI KARYA N.H. DINI: PERSPEKTIF SOSIOLOGI SASTRA DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN FAUZIAH, QODARIANA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2782

Abstract

This research aims to describe: (1) the sociohistorical context of the author of the novel Kuncup Berseri; (2) the moral educational value of the novel; (3) application of research results from the novel Kuncup Berseri as an option for literature teaching materials at MTs. This research is a qualitative descriptive study that uses a literary sociology approach. The data source used comes from the novel Kuncup Berseri written by Nh. Early. The research data includes the sociohistorical background of the author of the novel Kuncup Berseri as well as the moral educational values contained in the work. Information sources involve data obtained directly (primary) and data obtained through other sources (secondary). Data collection was carried out through library techniques, which involved reading the novel being analyzed, recording data related to moral educational values, and classifying the data according to the needs of the analysis. The validity of the data is tested through theoretical triangulation by conducting research on the same topic and collecting several documents or theories that are relevant to the research object. Sample determination was carried out using a purposive sampling method or a determined sample. Data were analyzed by applying the dialectical reading method. The research results show that the novel Kuncup Berseri is one of the works of Nh. Dini, apart from telling personal memories, also explains various events and traditions of the community where she grew up, namely Javanese culture. The story structures in the novel Kuncup Berseri are related to each other. The values of moral education in the form of human relationships with themselves, human relationships with other people, human relationships with God, as well as moral values of Javanese culture are found in this novel. The results of the research can be implemented as an alternative literature teaching material in class IX MTs/SMP in the Basic Competency of finding elements of the fiction books that are read. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: (1) konteks sosiohistoris dari pengarang novel Kuncup Berseri; (2) nilai pendidikan moral novel; (3) penerapan hasil penelitian dari novel Kuncup Berseri sebagai opsi materi pengajaran sastra di MTs. Penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data yang digunakan berasal dari karya novel Kuncup Berseri yang ditulis oleh Nh. Dini. Data penelitian mencakup latar sosiohistori pengarang novel Kuncup Berseri serta nilai-nilai pendidikan moral yang termuat dalam karya tersebut. Sumber informasi melibatkan data yang didapat secara langsung (primer) dan data yang diperoleh melalui sumber lain (sekunder). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pustaka, yang melibatkan membaca novel yang sedang dianalisis, mencatat data yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan moral, dan mengklasifikasikan data sesuai dengan kebutuhan analisis. Validitas data diuji melalui triangulasi teori dengan melakukan penelitian pada topik yang sama dan mengumpulkan beberapa dokumen atau teori yang relevan dengan objek penelitian. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling atau sampel yang ditentukan. Data dianalisi dengan menerapkan metode pembacaan dialektik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kuncup Berseri adalah salah satu karya Nh. Dini yang selain mengisahkan kenangan pribadi, juga membeberkan berbagai kejadian dan tradisi masyarakat tempat dia dibesarkan, yaitu budaya Jawa. Struktur cerita dalam novel Kuncup Berseri saling terkait satu sama lain. Nilai-nilai pendidikan moral yang berupa hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan orang lain, hubungan manusia dengan Tuhan, serta nilai moral budaya Jawa terdapat dalam novel ini. Hasil penelitian dapat diimplemantasikan sebagai alternatif bahan ajar sastra di kelas IX MTs/SMP dalam Kompetensi Dasar menemukan unsur-unsur buku fiksi yang dibaca.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI TEKNIK BIMBINGAN TEMAN SEBAYA PADA SISWA KELAS VIII G SMPN 1 LEMBANG CUMAETI, MAMAY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i1.2783

Abstract

This research began with the results of observations which showed low student motivation to learn, thus encouraging researchers to conduct deeper studies in an effort to solve this problem. The aim of this research is to increase students' learning motivation through peer guidance techniques. The research method used is guidance and counseling action research which is carried out systematically from planning, implementation, observation and assessment. The aim of this research is to improve the quality of guidance and counseling services. This research was carried out in two cycles, each cycle was carried out in two meetings. In the implementation of action research procedures, guidance and counseling consists of planning (plan), implementation (act), observation (observe) and reflection (reflect) components. The research subjects were students in class VIII G of SMP Negeri 1 Lembang for the 2022/2023 academic year, totaling 36 students. The data collection techniques used were observation, questionnaire sheets, interview guides and documentation. Research findings show that peer guidance techniques have proven effective in increasing students' learning motivation. The research results showed an increase from the first cycle to the second cycle. Based on research data in the first and second cycles, there was a significant increase, so it was concluded that peer guidance techniques could increase students' learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini berawal dari hasil observasi yang menunjukan rendahnya motivasi belajar siswa,sehingga mendorong peneliti untuk melakukan kajian lebih dalam sebagai upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui teknik bimbingan teman sebaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang dilakukan secara sistematis dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki kualitas layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Dalam pelaksanaan prosedur penelitian tindakan bimbingan dan konseling terdiri atas komponen perencanaan (plan), pelaksanaan (act), observasi (observe) dan refleksi (reflect). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Lembang tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 36 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, lembar angket, pedoman wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa teknik bimbingan teman sebaya terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Berdasarkan data hasil penelitian pada siklus pertama dan siklus kedua mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga diperoleh kesimpulan teknik bimbingan teman sebaya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 12