cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 14 Documents clear
DETEKSI DINI DEPRESI MAHASISWA BARU JURUSAN KEPERAWATAN LOTULUNG, CHRISTA VIKE; PURNAWINADI, I GEDE
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3042

Abstract

Depression is a significant mental health problem among students, including nursing students. Nursing students face high academic pressure, the demands of clinical practice, and emotional burdens that can increase the risk of depression. This study aims to identify the level of depression in new students majoring in nursing as a first step to support early detection. The research used a quantitative descriptive design with total sampling technique. The number of samples involved in this research were 199 new students in one of the nursing study programs in North Sulawesi. Data were collected using the PHQ-9 and analyzed using descriptive statistical techniques to explain the distribution of depression levels of new students majoring in nursing. The results of the analysis provide an overview of the prevalence of depression and the level of severity experienced by students. Early detection of depression in nursing students is an important step in maintaining mental health. It is hoped that this research can contribute to increasing attention to mental health problems in the academic environment, especially among nursing students. This research has the potential to influence the policies of educational institutions in providing appropriate resources and support for nursing students to overcome the challenges faced during their education. ABSTRAKDepresi merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan mahasiswa, termasuk mahasiswa jurusan keperawatan. Mahasiswa keperawatan menghadapi tekanan akademis yang tinggi, tuntutan praktik klinis, serta beban emosional yang dapat meningkatkan risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat depresi pada mahasiswa baru jurusan keperawatan sebagai langkah awal untuk mendukung deteksi dini. Penelitian menggunakan desain deskriptif jenis kuantitatif dengan teknik total sampling. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah 199 mahasiswa baru di salah satu program studi keperawatan di Sulawesi Utara. Data dikumpulkan mengguanan PHQ-9 dan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menjelaskan distribusi tingkat depresi mahasiswa baru jurusan keperawatan. Hasil analisis memberikan gambaran tentang prevalensi depresi dan tingkat keparahan yag dialamai mahasiswa. Deteksi dini depresi pada mahasiswa keperawatan sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan perhatian terhadap masalah kesehatan mental di lingkungan akademik, khususnya di kalangan mahasiswa jurusan keperawatan. Penelitian ini memiliki potensi untuk mempengaruhi kebijakan institusi pendidikan dalam menyediakan sumber daya dan dukungan yang tepat bagi mahasiswa keperawatan agar dapat mengatasi tantangan yang dihadapi selama masa pendidikan.
EFEKTIVITAS PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID (PFA) DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN KESEHATAN MENTAL PADA RELAWAN KEMANUSIAAN KOTA DEPOK WULANDARI, WENNY; WAHJUNINGTIJAS, RINDANG
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3043

Abstract

Concern for mental health is an important aspect that volunteers must have. Assigned to provide voluntary assistance to the community, opponents need to have insight into maintaining mental health in order to manage emotions and help people in disaster locations who need recovery, especially from the psychological aspect. This research aims to find out the mental health concerns of volunteers by providing Psychological First Aid (PFA) training. The research method used is a quantitative research model with experimental methods. The research design used was Quasi Experimental Design with 30 subjects. In this research plan, the researcher used one experimental group with a control group which began by giving a pre-test to each group. The experimental group was given treatment while the control group was not given treatment. At the end of the research a post test was given to both groups. Based on the normality test, it was stated that the pre-test results obtained a significance value of 0.090 (>0.05), so the data was declared to be normally distributed. Meanwhile, the post test results obtained a significance value of 0.004 (<0.05), so the data was declared not normally distributed. Therefore, hypothesis analysis was carried out using a non-parametric test with the Wilcoxon formula and a significance value of 0.000 (<0.05) was obtained so that PFA training was effective in increasing mental health awareness in volunteers. ABSTRAKKepedulian terhadap kesehatan mental (mental health awareness) menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh para relawan. Bertugas untuk memberikan pertolongan secara sukarela kepada masyarakat, maka relawan perlu mendapatkan wawasan mengenai pemeliharaan kesehatan mental agar dapat mengelola emosi dan membantu masyarakat di lokasi bencana yang membutuhkan pemulihan terutama dari aspek psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepedulian kesehatan mental para relawan dengan memberikan pelatihan Psychological First Aid (PFA). Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan subyek sebanyak 30 orang. Pada rancangan penelitian ini, peneliti menggunakan satu kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol yang diawali dengan pemberian pre test pada setiap kelompok. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Pada akhir penelitian diberikan post test kepada kedua kelompok. Berdasarkan uji normalitas dinyatakan bahwa hasil pre test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.090 (>0.05), maka data dinyatakan berdistribusi normal. Sedangkan pada hasil post test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.004 (<0.05), maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis hipotesis dilakukan menggunakan uji non parametrik dengan formula wilcoxon dan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 (<0.05) sehingga Pelatihan PFA efektif untuk meningkatkan mental health awareness pada relawan.
HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA GENERASI Z PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK MUFARIDA, DINDA AZIZIYAH AL; SANTOSA, RIZKY PUTRA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3077

Abstract

The rise of TikTok in Indonesia can have several negative impacts on Generation Z, for example, a strong desire to continue following activities carried out by other users on TikTok social media. This causes fear, worry and anxiety when we miss out on various information and trends on TikTok, which is called the fear of missing out. The aim of this research is to determine the relationship between self-control and fear of missing out in Generation Z users of TikTok social media. The method in this research uses quantitative methods. The population is unknown with criteria, namely all TikTok social media users aged 12-24 years, therefore this research uses G*Power 3.1.9.7. to determine the number of samples to be used. The sample used in this research was 160 respondents. The results of the Pearson product moment correlation analysis show that the correlation value = -0.433 and p is 0.000. This shows that there is a negative relationship between self-control and fear of missing out. This means that the higher the self-control, the lower the fear of missing out. Likewise, the lower the self-control, the lower the fear of missing out. ABSTRAKMaraknya TikTok di Indonesia dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi generasi z misal, adanya keinginan kuat untuk terus mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh pengguna lain di media sosial TikTok. Hal ini menimbulkan ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan ketika tertinggal berbagai informasi dan trend yang ada di TikTok yang disebut dengan fear of missing out. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self control dengan fear of missing out pada generasi z pengguna media sosial TikTok. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi tidak diketahui dengan kriteria yaitu seluruh pengguna media sosial TikTok yang berusia 12-24 tahun, maka dari itu penelitian ini menggunakan G*Power 3.1.9.7. untuk mengetahui jumlah sampel yang akan digunakan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 160 responden. Hasil dari analisis korelasi product moment pearson diperoleh bahwa nilai korelasi = -0,433 dan p sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang negatif antara self control dengan fear of missing out. Artinya bahwa semakin tinggi self control semakin rendah fear of missing out. Begitupun sebaliknya semakin rendah self control maka semakin rendah pula fear of missing out.
BAHASA INDONESIA DAN RESILIENSI PSIKOLOGIS: PERAN BAHASA MENINGKATKAN KETAHANAN MENTAL INDIVIDU DALAM MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP ICHSANO, ALGHIFARI; MAYANGSARI, ANISA; NAYLA, NAJLA; CHRISTCANTI, RAFAELA; ZAHRA, SYAFFA FATHIMATUZ; RIZKYANFI, MOCHAMAD WHILKY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3138

Abstract

This article discusses the role of Indonesian in enhancing individuals' mental resilience in facing life's challenges. The background of the problem includes the importance of Indonesian in helping individuals see the positive side of problems, relieve anxiety, and generate enthusiasm to face challenges. The focus of the problem is to explore how Indonesian language influences self-perception, mindset, and response to stress and pressure, and how it can be used as a tool to communicate thoughts, feelings, and strategies to increase resilience. This article utilizes the qualitative literature study method. The findings of this article include an analysis of the relationship between Indonesian language and resilience that affects adolescents' mental resilience in facing life's challenges. Some of the finding points include the function of language as a communication tool, reflecting the image of the mind, and personality, as well as the role of language in bridging resilience in facing life's challenges. The conclusion of this article confirms that Indonesian plays an important role in building individual mental resilience, as well as the importance of bahasa Indonesia secara aktif dan pasif mampu mengungkapkan pemahaman dan keterampilannya secara konsisten, sistematis, logis, dan langsung.increasing understanding of the role of language in building individual mental resilience to improve people's psychological well-being. ABSTRAKArtikel ini membahas peran bahasa Indonesia dalam meningkatkan ketahanan mental individu dalam menghadapi tantangan hidup. Latar belakang masalahnya mencakup pentingnya bahasa Indonesia dalam membantu individu melihat sisi positif dari masalah, meredakan kecemasan, dan membangkitkan semangat untuk menghadapi tantangan. Fokus masalahnya adalah mengeksplorasi bagaimana bahasa Indonesia mempengaruhi persepsi diri, pola pikir, dan respon terhadap stres dan tekanan, serta bagaimana bahasa tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan strategi untuk meningkatkan resiliensi. Artikel ini menggunakan metode penelitian Studi literatur kualitatif. Temuan dari artikel ini mencakup analisis hubungan bahasa Indonesia dengan resiliensi yang mempengaruhi ketahanan mental remaja dalam menghadapi tantangan hidup. Beberapa poin temuan meliputi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, mencerminkan citra pikiran, dan kepribadian, serta peran bahasa menjembatani resiliensi dalam menghadapi tantangan hidup. Simpulan dari artikel ini menegaskan bahwa bahasa Indonesia memainkan peran penting dalam membangun ketahanan mental individu, serta pentingnya meningkatkan pemahaman tentang peran bahasa dalam membangun ketahanan mental individu untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.

Page 2 of 2 | Total Record : 14