cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF PADA SEKOLAH DASAR JUHRI JUHRI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v2i4.1916

Abstract

This research was conducted to evaluate and analyze inclusive education programs in elementary schools in the city of Mataram. This study is focused on: 1). The aims, objectives and needs of the community for inclusive education, 2). Plans and strategies for inclusive education programs which include; human resources, curriculum, and facilities at the provincial education office, 3). program implementation; capacity building, technical assistance and program monitoring and 4) Inclusive school performance results. This research uses mixed methods; quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were collected through simple questionnaires and qualitative through FGDs, in-depth interviews, and observations. Data were analyzed using the CIPP approach to summarize and determine recommendations. The program evaluation criteria are divided into 4 criteria, namely: 1). Context, consisting of community goals and needs for inclusive education programs, 2). Inputs; plans and strategies for human resources, curriculum and school facilities, 3). Process; implementation of capacity building, technical assistance, and monitoring, 4). Outer; school performance. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menganalisis program pendidikan inklusi pada sekolah dasar di Kota Mataram. Kajian ini difokuskan pada: 1). Maksud, tujuan, dan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan inklusif, 2). Rencana dan strategi program pendidikan inklusif yang meliputi; sumber daya manusia, kurikulum, dan fasilitas di dinas pendidikan provinsi, 3). pelaksanaan program; peningkatan kapasitas, pendampingan teknis dan monitoring program dan 4) Hasil kinerja sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan metode campuran; pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner sederhana dan kualitatif melalui FGD, wawancara mendalam, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan CIPP untuk merangkum dan menentukan rekomendasi. Kriteria evaluasi program dibagi menjadi 4 kriteria yaitu: 1). Konteks, terdiri dari tujuan dan kebutuhan masyarakat akan program pendidikan inklusif, 2). Input; rencana dan strategi sumber daya manusia, kurikulum dan fasilitas sekolah,3). Proses; pelaksanaan peningkatan kapasitas, pendampingan teknis, dan pemantauan, 4). Luaran; kinerja sekolah.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DENGAN MENERAPKAN MODEL KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH PADA MIN 4 BATANG HARI SUHARDIMAN SUHARDIMAN
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2047

Abstract

In relation to the leadership of the principal who wants to move his subordinates (teachers) to do their job, they must be able to motivate the teacher so that the teacher will focus all his energy and attention on achieving the results that have been set. The principal must really establish active communication and at any time evaluate the teaching assignments that have been carried out by the teacher. This can be reflected in the pattern of leadership shown by the principal to his subordinates. Positive leader behavior can encourage groups or subordinates to direct and motivate individuals to work together in groups in order to realize educational goals. Leadership psychology states that the main function of a leader is to develop an effective motivation system, so that followers (subordinates) want to work according to what is ordered by the leader concerned. In this case a leader must be able to stimulate or stimulate his followers or subordinates in such a way as to make a positive contribution to organizational goals, besides satisfying his personal needs. In the implementation of rewards for teachers, a positive influence was found on creating teacher motivation in teaching and learning activities. This was indicated by a significant increase in each cycle, cycle I was 60% and cycle II was 100%. This shows the success of the teacher reward program on teacher motivation in teaching. ABSTRAKDalam kaitannya dengan kepemimpinan kepala sekolah yang ingin menggerakkan bawahannya (guru) untuk mengerjakan tugasnya haruslah mampu memotivasi guru tersebut sehingga guru akan memusatkan seluruh tenaga dan perhatiannya untuk mencapai hasil yang telah ditetapkan. Kepala sekolah harus benar-benar menjalin komunikasi aktif dan setiap saat mengadakan evaluasi terhadap tugas pengajaran yang telah dilakukan oleh guru. Hal ini dapat tercermin dari pola kepemimpinan yang ditunjukkan oleh kepala sekolah kepada bawahannya. Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok atau bawahannya dalam mengarahkan dan memotivasi individu untuk bekerja sama dalam kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan Pendidikan. Psikologi kepemimpinan menyatakan bahwa fungsi utama seorang pemimpin adalah mengembangkan sistem motivasi yang efektif, agar para pengikut (bawahan) mau bekerja sesuai dengan yang diperintahkan oleh pimpinan yang bersangkutan. Dalam hal ini seorang pemimpin haruslah mampu melakukan stimulasi atau rangsangan terhadap pengikut atau bawahannya sedemikian rupa agar dapat memberikan sumbangan positif bagi tujuan organisasi, disamping memuaskan kebutuhan-kebutuhan pribadinya. Dalam Implementasi reward pada guru ini, didapati pengaruh yang positif terhadap terciptanya motivasi guru dalam kegiatan belajar mengajar, Hal ini ditandai dengan adanya kenaikan signifikan pada tiap siklusnya, siklus I sebesar 60% dan siklus II sebesar 100%. Hal ini menunjukkan keberhasilan program reward guru terhadap motivasi dalam mengajar guru.
MELALUI SUPERVISI MANAJERIAL DAPAT MENINGKATKAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN RENCANA KERJA TAHUNAN BAIQ SUMARNI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2048

Abstract

This study aims to determine the increase in annual performance based on school unit report cards carried out by school principals through managerial supervision at target schools in West Lombok Regency. This research is an action research head of supervision or PTKp. The subjects in this study were the principals of public and private schools in West Lombok Regency who were supervised by supervisors (researchers) for the 2022-2023 school year. Based on the analysis of the results of the research and discussion, it can be concluded that supervising supervisors through effective managerial supervision can improve the performance of school principals in preparing RKTs based on school unit reports in the 2022-2023 school year in the assisted junior high schools of West Lombok Regency. This can be seen by the increase in the results of the questionnaire for each cycle, namely cycle I 56%, cycle II 76% and cycle III 88%. Not only that, this can be seen with the predicted value in the first cycle of 2.8 (almost enough), the second cycle is 3.8 (almost good) and the third cycle is 4.4 (good). ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja kepala sekolah dalam menyusun rencana kerja tahunan berdasarkan rapor satuan pendidikan yang dilakukan oleh pengwas sekolah melalui supervisi manajarial pada sekolah binaan di Kab Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kepengawasan atau PTKp. Subyek dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Lombok BaratĀ  yang menjadi Binaan Pengawas (Peneliti) tahun pelajaran 2022-2023. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan diskusi dapat disimpulkan bahwa pembinaan pengawas melalui supervisi manajerial efektif dapat meningkatkan kinerja kepala sekolah dalam menyusun RKT berdasarkan rapor satuan pendidikan pada tahun pelajaran 2022-2023 di SMP binaan Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya hasil angket tiap-tiap siklus yaitu siklus I 56%, siklus II 76% dan siklus III 88%. Tidak hanya itu hal tersebut dapat dilihat dengan nilai prediksi pada siklus pertama sebesar 2,8 (hampir cukup), siklus kedua 3,8 (hampir baik) dan siklus ketiga 4,4 (baik).
SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATKAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BATANG HARI ALI PERMADI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2049

Abstract

Paedagogic competence includes the teacher's understanding of students, planning the implementation of learning, evaluating learning outcomes, and developing students to actualize their various potentials. Personal competence is a personal ability that reflects a solid, stable, mature, wise and authoritative personality, being a role model for students and having noble character. While the objectives of this study are (a): To determine the Role of the Principal as a Supervisor in Improving Teacher's Paedagodic Competence. (b). Knowing the steps to creating Teacher Paedagodic Competence by implementing the school principal supervisor. The role of the Principal as a Supervisor, found a positive influence on the creation of Paedagodic Teacher Competence. This was indicated by a significant increase in each cycle, cycle I was 63% and cycle II was 90%. This shows the success of the Principal's Role as a Supervisor in Improving Teacher's Paedagodic Competence. ABSTRAKKompetensi paedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perencanaan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah (a): Untuk mengetahui Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Kompetensi Paedagodik Guru. (b). Mengetahui langkah-langkah terciptanya Kompetensi Paedagodik Guru dengan diterapkannya supervisor kepala sekolah. Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor, didapati pengaruh yang positif terhadap terciptanya Kompetensi Paedagodik Guru, Hal ini ditandai dengan adanya kenaikan signifikan pada tiap siklusnya, siklus I sebesar 63% dan siklus II sebesar 90%. Hal ini menunjukkan keberhasilan Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Meningkatkan Kompetensi Paedagodik Guru.
PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL DAN MOTIVASI KERJA KEPALA SEKOLAH TERHADAP KUALITAS PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI KABUPATEN SINJAI BAHTIAR B
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2050

Abstract

This study aims to determine the effect of managerial ability and work motivation of school principals on the quality of implementing school-based management in Sinjai district. This type of research is a correlational descriptive research. Data was collected using a questionnaire technique for school principals as well as interviews with teachers and documentation with a sample of 37 school principals and 9 teachers representing each district. The data were analyzed using descriptive and inferential analysis. The results of the analysis show that: (1) the managerial ability and work motivation of school principals and the quality of the implementation of School Based Management in Sinjai district are in the moderate category as a result of questionnaires from school principals and interviews with teachers. (2) The managerial ability of school principals has a significant effect on the quality of implementing School Based Management in Sinjai Regency, (3) Work motivation of school principals has a significant effect on the quality of implementing School Based Management in Sinjai Regency, (4) managerial abilities and work motivation of school principals collectively affect the quality of the implementation of School Based Management in Sinjai District. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial dan motivasi kerja kepala sekolah terhadap kualitas penerapan manajemen berbasis sekolah di kabupaten Sinjai. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik angket untuk kepala sekolah serta wawancara terhadap guru dan dokumentasi dengan jumlah sampel 37 orang kepala sekolah dan 9 orang guru mewakili setiap kecamatan. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) kemampuam manajerial dan motivasi kerja kepala sekolah serta kualitas penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di kabupaten Sinjai berada pada kategori sedang baik hasil angket dari kepala sekolah dan wawancara dengan guru. (2) Kemampuan manajerial kepala sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Sinjai, (3) motivasi Kerja kepala sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Sinjai, (4) kemampuan manajerial dan motivasi kerja kepala sekolah secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Sinjai.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SMKN 5 SUNGAI PENUH FAISAL FAISAL
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2099

Abstract

The purpose of this study was to describe and obtain information about efforts to improve teacher competence in preparing lesson plans through the academic supervision of school principals at SMK Negeri 5 Sungaipuh. This research is a school action research. The research procedures in this study include planning, action, observation and reflection. This study consisted of two cycles with four meetings. The research subjects consisted of 29 teachers at State Vocational School 5 Sungaipuh who were teachers assisted by researchers. Research data was collected using observation sheets. Data were analyzed using percentages. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the school principal's academic supervision can improve teacher competence in preparing a Learning Implementation Plan at SMK Negeri 5 Sungai Full. This is seen from the readiness of the teacher in the implementation of learning. Besides that, based on the results of the research conducted, the average value of lesson plans made by the teacher also experienced an increase, namely in cycle one the average value was 50.19 and in cycle two 80.75 (good). ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mendapatkan informasi tentang upaya meningkatkan Kompetensi Guru dalam menyusun RPP melalui Supervisi akademik kepala sekolah di SMK Negeri 5 Sungai Penuh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah. Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, obeservasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 29 orang guru di SMK Negeri 5 Sungai Penuh yang merupakan guru binaan peneliti. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembaran obeservasi. Data dianalisis dengan menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan Kompetensi Guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaa Pembelajaran di SMK Negeri 5 Sungai Penuh. Hal ini dilihat dari kesiapan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Disamping itu berdasarkan hasil penilitian yang dilakukan nilai rata-rata RPP yang dibuat oleh guru juga mengalamin peningkatan yaitu pada siklus satu rata-rata nilai 50,19 dan pada siklus dua 80,75 (baik).
PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DENGAN PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK PADA SD NEGERI 8 SIMPANG KEURAMAT
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2100

Abstract

This research follows a multi-case study model, with a descriptive qualitative approach. Located in SD Negeri 8 Simpang Keuramat. Data collection uses techniques: interviews, documentation, and observation. Testing the validity of the data follows the criteria of credibility, transferability, dependability and confirmability. Data analysis uses techniques: data collection, data reduction, data presentation, and verification. The results showed: (1) Implementation of Academic Supervision includes three activities, namely: (a) program planning (b) Academic Supervision strategy and (c) evaluation using standard assessment instruments (2) Supporting and inhibiting factors and (3) Role Principal as Supervisor. (4) Description of the increase in teacher professional competence after carrying out academic supervision, 6 initial competency class teachers received a fair predicate (C) but the final competence increased to: 3 class teachers received a good predicate (B), and 3 teachers the class at SD Negeri 8 Simpang Keuramat has improved to very good (A) thus the implementation of academic supervision has increased the professional competence of teachers at SD Negeri 8 Simpang Keuramat. ABSTRAKPenelitian ini mengikuti model studi multi kasus, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Berlokasi di SD Negeri 8 Simpang Keuramat.Pengumpulan data menggunakan teknik: wawancara, dokumentasi,dan observasi. Pengujian keabsahan data mengikuti kriteria kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data menggunakan teknik: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Implementasi Supervisi Akademik meliputi tiga kegiatan, yaitu : (a) perencanaan program (b) strategi Supervisi Akademik dan (c) evaluasi menggunakan instrumen penilaian baku (2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat serta (3) Peran Kepala Sekolah sebagai Supervisor.(4) Gambaran peningkatan kompetensi profesional guru setelah melakukan supervisi akademik, 6 orang guru kelas kompetensi awal berpredikat cukup (C) namun kompetensi akhir meningkat menjadi: 3 orang guru kelas menjadi predikat baik (B), dan 3 orang guru kelas di SD Negeri 8 Simpang Keuramat meningkat menjadi baik sekali (A) dengan demikianĀ  pelaksanaan supervisi akademik terjadi peningkatan pada kompetensi professional guru di SD Negeri 8 Simpang Keuramat.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENERAPKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD MELALUI WORKSHOP MGMP DI SMKN 8 TEBO INANG INANG
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2101

Abstract

This study aims to find out the increase in the teacher's ability to apply the STAD type cooperative learning method to class XI learning at assisted schools through the MGMP Workshop. Data collection in this school action research was carried out by means of interviews and observations. Interviews using interview guidelines. While the observation uses an observation guide, namely an academic supervision instrument. After the data was collected, it was then processed and analyzed so that it could be concluded that before the first cycle of school action research, the teacher's academic supervision score in class XI averaged 55 and after the action increased to an average of 67 or an increase of 14%. Thus academic supervision in the first cycle can improve the teacher's ability to apply the STAD type cooperative learning method to learning in class XI by 13%. Furthermore, after the second cycle of action, the grade XI social studies teacher's academic supervision score increased from an average of 68 to an average of 92 or an increase of 24%. Thus academic supervision in the second cycle can improve the teacher's ability to apply the STAD type cooperative learning method to learning in class XI of the Assisted School by 24%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan ingin mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan metode kooperatif learning tipe STAD pada pembelajaran kelas XI Sekolah Binaan melalui Workshop MGMP. Pengumpulan data dalam penelitian tindakan sekolah ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Wawancara menggunakan pedoman wawancara. Sedang observasi menggunakan panduan observasi yaitu instrumen supervisi akademik. Setelah data terkumpul, selanjutnya diolah dan dianalisis sehingga dapat disimpulkan bahwa sebelum tindakan siklus pertama penelitian tindakan sekolah, nilai supervisi akademik guru Di kelas XI rata-rata 55 dan setelah tindakan meningkat menjadi rata-rata 67 atau meningkat sebesar 14%. Dengan demikian supervisi akademik pada siklus pertama dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan metode kooperatif learning tipe STAD pada pembelajaran Di kelas XI sebesar 13%. Selanjutnya setelah tindakan siklus kedua nilai supervisi akademik guru IPS kelas XI mengalami peningkatan dari rata-rata 68 menjadi rata-rata 92 atau meningkat sebesar 24%. Dengan demikian supervisi akademik pada siklus kedua dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan metode kooperatif learning tipe STAD pada pembelajaran Di kelas XI Sekolah Binaan sebesar 24%.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI TEKNIK TRIANGLE (MENYAJIKAN, PRAKTIK, MENYUSUN) BAGI GURU DI SMAN 11 KOTA JAMBI ALASAN POLTAK PARULIAN SITORUS
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2102

Abstract

This school action research aims to improve teachers' ability to write classroom action research proposals through the use of the Triangle MPM technique (present, practice, compose). The subjects of this study were teachers in Group I, Group II and Group III at SMA Negeri 11 Jambi City, Jambi Province. Data collection was carried out through interviews, documents, observations and test instruments. This research consists of two cycles. The results of cycle 1 stated that the average score of teachers in Group I was 58.75, Group II was 65 and teaching in Group III was 50. An increase of 41.25% compared to the initial value of 17.5. The teacher's average score increased 40% compared to the initial average value of 25. The results of cycle 2 stated that teachers in Group I got 75, Group II got 84.5 and taught in Group III got 80.5. This increased 16.25% for Group I, 19.5 for Group II and 30.5% for Group III. The average size of the subjects studied in writing PTK proposals was 79.61. There is 17.32% compared to the results in cycle 1. Based on these results it can be concluded that the Triangle MPM technique (presenting, practicing, compiling) is significant enough to make Group I, Group II, and Group III teachers at SMA Negeri 11 Jambi City Jambi Province write Proposals easily. ABSTRAKPenelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menulis proposal penelitian tindakan kelas melalui penggunaan teknik Triangle MPM (menyajikan, praktik, menyusun). Subjek penelitian ini adalah guru Kelompok I, Kelompok II dan Kelompok III di SMA Negeri 11 Kota Jambi Provinsi Jambi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumen, observasi dan instrumen tes. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Hasil siklus 1 menyatakan nilai rata-rata guru di Kelompok I adalah 58,75, Kelompok II adalah 65 dan mengajar di Kelompok III adalah 50. Meningkat 41,25% dibandingkan dengan nilai awal 17,5. Nilai rata-rata guru meningkat 40% dibandingkan nilai rata-rata awal 25. Hasil siklus 2 menyatakan guru di Kelompok I mendapatkan 75, Kelompok II mendapatkan 84,5 dan mengajar di Kelompok III mendapatkan 80,5. Ini meningkat 16,25% untuk Kelompok I, 19,5 untuk Kelompok II dan 30,5% untuk Kelompok III. Rata-rata besar subjek yang diteliti dalam penulisan proposal PTK adalah 79,61. Ada 17,32% dibandingkan dengan hasil pada siklus 1. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa teknik Triangle MPM (menyajikan, praktik, menyusun) cukup signifikan untuk membuat guru Kelompok I, Kelompok II, dan Kelompok III SMA Negeri 11 Kota Jambi Provinsi Jambi menulis Proposal dengan mudah.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DAN GOOGLE FORMULIR MELALUI BIMLAT ANWAR ZARKASI
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v3i1.2132

Abstract

This research is a school action research, which consists of 2 cycles and each cycle consists of 4 stages, namely: the planning stage of the action program, the implementation of the action program, program observation, and reflection. This research was conducted by making direct observations of the activities of all teachers, as well as monitoring teachers in online learning at MAN Banjarbaru City. Then document the results of these observations. In the pre-cycle the researcher observed how much teacher competency was in online learning using Google Classroom and Google Forms and the results were very low, with an average score of only 1 or 16.66% of the maximum target score of 6. The research was continued to cycle I and the authors started holding teacher training to improve teacher competence in online learning using google classroom and google forms. The results show that there is an increase in the average score of cycle I to 2.6 or 43.33% of the maximum target score of 6. This means that there is an increase of 26.67% from the pre-cycle score. Furthermore, in cycle II the score increased again to 5.6 or 93.33% of the maximum target score of 6, which means there was a 50% increase from the score in cycle I. Based on the results of this study it was concluded that bimlat can improve teachers' abilities to use Google Classroom learning media and Google Forms at MAN Banjarbaru City. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang terdiri dari 2 siklus dan masing- masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap perencanaan program tindakan, pelaksanaan program tindakan, pengamatan program, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap aktivitas semua guru, disamping juga memantau guru dalam pembelajaran daring di MAN Kota Banjarbaru. Kemudian mendokumentasikan hasil pengamatan tersebut.Pada pra siklus peneliti mengamati seberapa besar kompetensi guru dalam pembelajaran daring menggunakan google classroom dan google formulir dan hasilnya sangat rendah yakni dengan skor rata-rata cuma 1 atau 16,66% dari target skor maksimal yakni 6. Penelitian dilanjutkan ke siklus I dan penulis mulai mengadakan bimlat guru untuk memperbaiki kompetensi guru dalam pembelajaran daring menggunakan google classroom dan google formulir. Hasilnya memperlihatkan ada peningkatan skor rata-rata siklus I hingga mencapai 2,6 atau 43,33% dari target skor maksimal yakni 6, Hal ini berarti ada kenaikan 26,67% dari skor pra siklus. Selanjutnya pada siklus II skor meningkat lagi sampai 5,6 atau 93,33% dari target skor maksimal yakni 6, yang berarti ada kenaikan 50% dari skor siklus I. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa bimlat dapat meningkatkan kemampuan guru menggunakan media pembelajaran Google Classroom dan Google Formulir di MAN Kota Banjarbaru.

Page 9 of 28 | Total Record : 277