cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
PENERAPAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN SISWA SMPN 18 MALANG ANNA JARROTUL KHOIRIYAH
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i1.926

Abstract

The purpose of this research is to improve the knowledge and skills of students in science learning with the inquiry learning model. This paper uses the best practice method. Skill's data is obtained from the average practicum activities score and knowledge is obtained from the average of learning outcomes. The findings in this research are when the students try to design and find their own concepts learned through the inquiry stage, the students become more skilled and more understanding. Another important part of this research is teachers must have the skills to open lessons, design lessons and facilitate students in learning. An important skill to open learning is to provide a stimulus in the form of pictures, videos, phenomena, and questions that can motivate and raise students' thinking levels. The results showed there is an improvement of skills by 32% for scores, 108% for completeness and knowledge of 13% for scores and 52% for completeness. ABSTRAKTujuan dari best practice ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa pada pembelajaran IPA dengan model pembelajran inkuiri. Tulisan ini menggunakan metode best practice. Data keterampilan diproleh dari rata-rata skor kegiatan praktikum dan pengetahuan diperoleh dari rata-rata hasil belajar. Temuan pada best practice ini adalah ketika siswa mendesain percobaan sendiri, melakukan praktik dari hasil desain, menemukan sendiri konsep yang dipelajari melalui tahapan inkuiri, siswa menjadi lebih terampil dan lebih paham. Bagian penting lain dari penelitian ini adalah pentingnya guru memiliki keterampilan membuka pembelajaran, mendesain pembelajaran, dan memfasilitasi siswa belajar. Keterampilan membuka pembelajaran yang penting adalah dengan memberikan stimulus yang berupa gambar, video, fenomena, dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi dan membangkitkan tingkat berpikir siswa. Hasil best practice menunjukkan, terdapat peningkatan keterampilan sebesar 32% untuk skor, 108% untuk ketuntasan dan pengetahuan sebesar13% untuk skor, 52% untuk ketuntasan.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN GRADIEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI 2 KOTA SEMARANG WAHYU SULISTYANINGRUM
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i1.944

Abstract

This research was carried out because the authors saw that the results of the participants' test results were still low in Mathematics for Class VIIIC in the first semester of 2021/2022 with Basic Competencies: Finding gradients (slopes of lines) in straight-line equations, and students getting scores less than the Minimum Completeness Criteria. (KKM) is 73.00. With this background, the authors (teachers) conducted research with the aim that students could improve their understanding of gradients in straight-line equations in class VIIIC MTs Negeri 2 Semarang City by using the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model. The author chose this learning model because CTL learning is more effective because it increases students' understanding by linking learning materials to the context of everyday life. This CTL learning model also trains students to be able to concentrate on understanding gradients in straight line equations. The research was conducted in class VIIIC of MTs Negeri 2 Semarang City, by applying 3 cycles. Based on the results of observations showed an increase in student activity followed by student learning outcomes. This shows that the contextual approach is feasible to be used as a learning resource for students. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan karena penulis melihat hasil ulangan peserta yang masih rendah di bidang pelajaran Matematika Kelas VIIIC pada semester satu tahun 2021/2022 dengan Kompetensi Dasar : Menemukan gradien (kemiringan garis) pada persamaan garis lurus, serta peserta didik mendapatkan nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 73,00. Dengan latar belakang tersebut, penulis (guru) mengadakan penelitian dengan tujuan supaya siswa dapat meningkatkan pemahaman gradien dalam persamaan garis lurus di kelas VIIIC MTs Negeri 2 Kota Semarang dengan menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Penulis memilih model pembelajaran ini karena mpembelajaran CTL lebih efektif karena meningkatkan pemahaman siswa dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran CTL ini juga melatih siswa untuk mampu berkonsentrasi dalam memahami gradien dalam persamaan garis lurus. Penelitian diadakan di kelas VIIIC MTs Negeri 2 Kota Semarang, dengan menerapkan 3 siklus. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan peningkatan keaktifan siswa diikuti dengan hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual layak untuk digunakan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS VII SMP NEGERI 202 JAKARTA MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA MATERI KALOR EVY ALDIYAH
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i1.945

Abstract

Departing from the problem of learning the Heat material where there are still students having difficulty understanding it and the lack of student learning activities, then through this classroom action research the author tries to find a solution by changing the learning method. It is expected that there will be an increase in student activity during the learning process of the material and student learning outcomes will increase. The application of the Problem Best Learning learning model with the experimental method is considered appropriate in the process of learning the Heat material in Basic Competencies 3.4. Heat and Its Displacement. The purpose of this classroom action research is to describe an increase in the process skills of class VII students of SMP Negeri 202 Jakarta through the application of the Problem Based Learning learning model with the experimental method on the heat material. The sample of this study were students of class VII-A, learning was carried out during a limited face-to-face learning period in 2 cycles. The application of the Problem Based Learning learning model with the experimental method on heat material can improve the process skills of class VII-A students, as can be seen from the percentage of the final results of group performance. Of the 8 groups of students, only 2 groups with a percentage of performance results of 75% in the good category, the rest there are 6 groups in the very good category with a percentage of 95%. In addition, the application of the Problem Based Learning learning model with the experimental method on heat material can also increase the learning activities of class VII-A students, it can be seen from the significant increase in the percentage of learning activities from 62.50% in the first cycle to 93.06% in the first cycle. II with very good category. In addition to improving students' process skills and student learning activities, the application of the Problem Based Learning learning model with the experimental method on the Heat material also makes students feel happy about learning science, thereby increasing student learning motivation. ABSTRAKBerangkat dari permasalahan pembelajaran materi Kalor dimana masih ada siswa mengalami kesulitan untuk memahaminya serta kurangnya aktivitas belajar siswa, maka melalui penelitian tindakan kelas ini penulis mencoba mencari solusi dengan melakukan perubahan metode pembelajaran. Diharapkan terjadi peningkatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran materi tersebut dan hasil belajar siswapun meningkat. Penerapan model pembelajaran Problem Best Learning dengan metode eksperimen dianggap sesuai dalam proses pembelajaran materi Kalor pada Kompetensi Dasar 3.4. Kalor dan Perpindahannya. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah mendeskripsikan adanya peningkatan keterampilan proses siswa kelas VII SMP Negeri 202 Jakarta melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan metode eksperimen pada materi Kalor. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII-A, pembelajaran dilakukan pada masa pembelajaran tatap muka terbatas dalam 2 siklus. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan metode eksperimen pada materi Kalor dapat meningkatkan keterampilan proses siswa kelas VII-A, terlihat dari persentase hasil akhir kinerja kelompok. Dari 8 kelompok siswa, hanya 2 kelompok dengan persentase hasil kinerja 75% dalam katagori baik, selebihnya ada 6 kelompok dalam katagori sangat baik dengan persentase 95%. Selain itu, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan metode eksperimen pada materi Kalor juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII-A, terlihat dari peningkatan persentase aktivitas belajar yang cukup signifikan dari 62,50% pada siklus I menjadi 93,06% pada siklus II dengan katagori sangat baik. Selain meningkatkan keterampilan proses siswa dan aktivitas belajar siswa, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan metode eksperimen pada materi Kalor ini juga membuat siswa merasa senang belajar IPA sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KALOR MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MATA PELAJARAN IPA SISWA MTs BEKTI NURHAMIDA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i1.946

Abstract

This study aims to: determine the increase in science learning outcomes by using the Discovery learning model. This research is an experimental study using an experimental group and a control group. The research population includes all students of class VII MTs Negeri 2 Sleman and a sample of class VIIE students. The research instrument used included science learning achievement tests, namely pretest and posttest. Data analysis to determine the increase in learning with the Discovery learning model was carried out by looking at the increase in the average value and classical completeness value. The application of the Discovery learning learning model improves student learning outcomes. This is evidenced by the increase in classical completeness and the average student learning outcomes. The classical mastery of students increased by 53.12%, from 28.12% to 81.25%. While the average student learning outcomes increased by 9 points, namely from 67 to 76 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan model Discovery learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas VII MTs Negeri 2 Sleman dan sampel peserta didik kelas VIIE. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes prestasi belajar IPA yaitu pretest dan postest. Analisis data untuk mengetahui peningkatan pembelajaran dengan model Discovery learning dilakukan dengan melihat peningkatan nilai rata-rata dan nilai ketuntasan klasikal. Penerapan model pembelajaran Discovery learning meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari peningkatan ketuntasan klasikal dan rata-rata hasil belajar siswa. Ketuntasan klasikal siswa, meningkat sebesar 53,12%, yaitu dari 28,12% menjadi 81,25%. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa meningkat sebesar 9 poin yaitu dari 67 menjadi 76
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) PADA MATERI MATRIKS ENDANG WIJAYANTI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i1.947

Abstract

The experimental-based research carried out has several objectives including: (1) Seeing the correlation between learning outcomes/achievements of students who in the learning process use the Active, Creative, Effective and Fun PAKEM Learning Method and without using PAKEM on matrix material subjects, (2) Knowing the effectiveness of using PAKEM on student learning outcomes/achievements. In this study, the population of SMA Negeri 1 Comal is the student population for the 2021/2022 academic year. The sample used in the study was taken randomly. And the sample in this study were students there were 2 classes and one experimental class. The initial process of this research has a series of initial tests which are tests of reliability, validity, level of difficulty, and discriminating power of questions. After the treatment of two classes/groups with different treatments was carried out, statistical tests were carried out. From the results of testing the research data, it shows that there are differences in the level of achievement through the learning process using PAKEM and without using PAKEM. And obtained the test results in the experimental group of 76.84 and the test results of the control class group of 61.75 then after statistical calculations obtained t_count = 6.22 while t_table = 2.68 from the results obtained it can be concluded that in this study that students who go through the learning process using PAKEM get better abilities/achievements than students who go through the learning process without PAKEM. ABSTRAKPenelitian berbasis eksperimen yang dilaksanakan memiliki beberapa tujuan diantaranya : (1) Melihat adanya korelasi antara hasil belajar/prestasi siswa yang pada proses pembelajaranya menggunakan Metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan PAKEM dan tanpa menggunakan PAKEM pada mata pelajaran Materi matriks, (2) Mengetahui efektifitas penggunaan PAKEM terhadap hasil belajar/prestasi siswa. Pada penelitian memiliki Populasi Siswa SMA Negeri 1 Comal Tahun Pelajaran 2021/2022. Sampel yang digunakan pada penelitian diambil secara acak. Dan Sampel pada penelitian ini adalah siswa ada 2 kelas dan satu kelas eksperimen. Proses awal penelitian ini memiliki rangkaian uji awal yang merupakan uji coba reliabilitas, validitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal. Setelah diadakan treatment terhadap dua kelas/kelompok dengan perlakuan berbeda maka dilakukan uji statistik. Dari hasil pengujian data penelitian memperlihatkan adanya perbedaan pada tingkat prestasi yang melalui proses pembelajaran menggunakan PAKEM dan tanpa menggunakan PAKEM. Dan diperoleh hasil tes pada kelompok eksperimen sebesar 76,84 dan hasil tes kelompok kelas control sebesar 61,75 kemudian setelah dilakukan perhitungan statistik diperoleh sedangkan dari hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini bahwa siswa yang melalui proses pembelajaran menggunakan PAKEM PAKEM memperoleh kemampuan/hasil prestasi yang lebih baik daripada siswa melalui proses pemebelajaran tanpa PAKEM.
MEWUJUDKAN SEKOLAH RELIGIUS MELALUI PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DI SMP NEGERI 1 JOGOROGO KABUPATEN NGAWI GUNAWAN WIBISANA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i1.1016

Abstract

The success of a school as a formal educational institution is not only measured by the learning outcomes of students in the classroom, but also the extent to which the school is able to provide experience for its students. The purpose of this study was to describe the tahfidz Al-Qur'an program at SMP Negeri 1 Jogorogo to create a religious school. Because at this time, what is in great demand by the community is schools that not only excel in the field of general knowledge, but also excel in the development of their religious fields. One of the programs that is thriving in educational institutions is the Al-Qur'an memorization program. The Tahfidz Al-Qur'an program was implemented at SMP Negeri 1 Jogorogo and became one of the supporters to realize a religious school. To realize a religious school, of course, activities that lead to strengthening religious characters are needed, such as the tahfidz program. For parents, sending their children to educational institutions that implement the Tahfidz Al-Qur'an program is a matter of pride. Parents of students want their children to become hafidz of the Qur'an whose position is noble before Allah SWT. Based on the results of the study, it can be seen that at SMP Negeri 1 Jogorogo, the Qur'an tahfidz activities are carried out in two models. First, those who take tahfidz extracurricular activities can take part in a cycle at Pondok Tahfidz in collaboration with the school for two months, then continue coaching at school by the extracurricular coach. Second, all students who are Muslim carry out the habit of reading and memorizing Al-Qur'an Juz 30 for 30 minutes before starting learning accompanied by the teacher in the 1st hour lesson. This research is expected to increase knowledge about the Tahfidz Al-Qur'an program in schools and increase understanding of the importance of memorizing the Qur'an. ABSTRAKKeberhasilan suatu sekolah sebagai lembaga pendidikan formal tidak hanya diukur dari hasil pembelajaran anak didik di kelas saja, akan tetapi juga sejauh mana sekolah itu mampu memberikan pengalaman bagi anak didiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan program tahfidz Al-Qur’an di SMP Negeri 1 Jogorogo untuk mewujudkan sekolah yang religius. Karena pada masa sekarang ini, yang banyak diminati masyarakat yaitu sekolah yang tidak hanya unggul di bidang pengetahuan umum saja, akan tetapi juga unggul dalam pengembangan bidang keagamaannya. Salah satu program yang sedang tumbuh subur di lembaga-lembaga pendidikan yaitu program menghafal Al-Qur’an. Program Tahfidz Al-Qur’an dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jogorogo dan menjadi salah satu pendukung untuk mewujudkan sekolah yang religius. Untuk mewujudkan sekolah religius tentunya diperlukan kegiatan yang mengarah pada penguatan karakter religius, seperti program tahfidz. Bagi orang tua siswa, menyekolahkan anak pada lembaga pendidikan yang melaksanakan program Tahfidz Al-Qur’an adalah sebuah kebanggaan. Orang tua siswa menginginkan kelak anak-anak mereka bisa menjadi hafidz Al-Qur’an yang kedudukannya mulia dihadapan Allah Swt. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bawah di SMP Negeri 1 Jogorogo, kegiatan tahfidz Qur’an dilaksanakan menjadi dua model. Pertama, bagi yang mengikuti ekstrakurikuler tahfidz dapat mengikuti dauroh di Pondok Tahfidz yang bekerjasama dengan sekolah selama dua bulan, kemudian dilanjutkan pembinaan di sekolah oleh Pembina Ekstrakurikuler. Kedua, bagi semua siswa yang beragama Islam melaksanakan pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an Juz 30 selama 30 menit sebelum mulai pembelajaran dengan didampingi oleh Guru di pembelajaran jam ke-1. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang program Tahfidz Al-Qur’an di sekolah serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menghafal Al-Qur’an.
PEMBELAJARAN PROBLEM PASING STRATEGIS CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL RAB KELAS XII DPIB SMK NEGERI 1 CALANG DEWI RINA MOULIANA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i2.1132

Abstract

The results showed that from the results of the questionnaire regarding students' interest in learning, there was an increase in learning interest from cycle I to cycle II. This can be seen from the student's interest in learning in the first cycle there are 1 student (2.85%) for the high interest criteria there are 25 students (71.42%) for the moderate interest criteria, while in the second cycle there are 31 students (88.57%) with high interest criteria, based on the assessment criteria, namely 76% - 100% said to be of high interest. While the results of the tests carried out, there was an increase in student learning outcomes, from 35 students only 25 students (71.42%) who finished studying in the first cycle to 33 students (94.28%) in the second cycle. This shows that the second cycle has reached the classical KKM standard, which is 70% of students must get a score of 70. And there is a significant difference between cycle I and cycle II with the obtained value of tcount 10,8 > ttable 2,0322. Based on the above analysis, it can be concluded that the application of the Problem Posing learning model with the Card Sort learning strategy can increase students' interest and learning outcomes in the Budget Plan for the competency standard to understand the project management cycle in class XI of Building Drawing Engineering at SMKN.1 Calang in the 2021/2022 academic year. ABSTRAKHasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil angket mengenai minat belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan minat belajar dari siklus I ke siklus II. Hal ini terlihat dari minat belajar siswa pada siklus I terdapat 1 siswa (2,85%) untuk kriteria minat tinggi ada 25 siswa (71,42%) untuk kriteria minat sedang , sedangkan pada siklus II terdapat 31 siswa (88,57%) dengan kriteria minat tinggi, berdasarkan kriteria penilaian yaitu 76% - 100% dikatakan minat tinggi. Sedangkan hasiltes yang dilaksanakan, terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitu dari 35 siswa hanya 25 siswa (71,42%) yang tuntas belajar pada siklus I menjadi 33 siswa (94,28%) pada siklus II. Hal ini menunjukan siklus II sudah mencapai standar KKM secara klasikal yaitu 70% siswa harus memperoleh nilai ? 70. Dan adanya perbedaan yang signifikan antara siklus I dan siklus II dengan diperoleh nilai thitung10,8 > ttabel 2,0322. Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan Model pembelajaran Problem Posing dengan strategi pembelajaran Card Sort dapat meningkatkan minat dan hasil belajar Rencana Anggaran Biaya siswa pada standar kompetensi memahami siklus managemant proyek di kelas XI Teknik Gambar Bangunan SMKN.1 Calang Tahun Pembelajaran 2021/2022.
DAMPAK PEMETAAN KONSEP TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS RATNAWATI RATNAWATI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i2.1133

Abstract

The lack of students' critical thinking skills has been a persistent problem in religious education. This study aims to determine the effectiveness of Collaborative Concept Mapping (CCM) and Individual Concept Mapping (ICM) in improving students' critical thinking skills in Al-Qur'an Hadith subjects. This study used a quasi-experimental research design involving 57 students from MTs. North Luwu State, South Sulawesi Province. The manipulation variable in this study is a teaching approach that includes Collaborative Concept Mapping (CCM), Individual Concept Mapping (ICM) and Conventional Methods (CM). While the dependent variable is the critical thinking ability of students in the subjects of Al-Qur'an Hadith. Data were collected using a diagnostic test of critical thinking skills and analyzed using a one-way ANOVA test. The results showed that the level of critical thinking skills was significantly higher among students in the CCM group compared to students in the ICM and CM groups while there was no significant difference in the level of critical thinking skills of students in the ICM and CM groups. This study shows that the CCM approach is effective in improving students' critical thinking skills in Al-Qur'an Hadith subjects, and therefore should be integrated into Al-Qur'an Hadith classroom learning at MTs. North Luwu Country. ABSTRAKKurangnya keterampilan berpikir kritis siswa telah menjadi masalah yang terus-menerus dalam pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Collaborative Concept Mapping (CCM) dan Individual Concept Mapping (ICM) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu yang melibatkan 57 siswa dari MTs. Negeri Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Variabel manipulasi dalam penelitian ini adalah pendekatan pengajaran yang meliputi Collaborative Concept Mapping (CCM), Individual Concept Mapping (ICM) dan Conventional Methode (CM). Sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes diagnostik keterampilan berpikir kritis dan dianalisis menggunakan tes ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis secara signifikan lebih tinggi di antara siswa dalam kelompok CCM dibandingkan dengan siswa dalam kelompok ICM dan CM sementara tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat keterampilan berpikir kritis siswa dalam kelompok ICM dan CM. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan CCM efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, dan karenanya harus diintegrasikan ke dalam pembelajaran kelas Al-Qur’an Hadits di MTs. Negeri Luwu Utara.
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP DENGAN PENERAPAN STRATEGI LSQ SRI TULUS WIJAYANTO
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i2.1134

Abstract

The main key in improving the quality of education is that teachers directly influence, guide and develop the ability of students to become intelligent, skilled and highly moral human beings. Improving the quality of education in schools can be done by applying appropriate and varied strategies, methods and media for each learning concept. However, in reality, not all teachers apply appropriate and varied strategies, methods and media. The learning applied by the teacher is dominated by lectures and the teacher does not stimulate students' thinking, resulting in low student enthusiasm for learning. The low enthusiasm for student learning affects the power of student learning activities in learning. Based on the observations of Class VIIIA SMP Negeri 2 Ngaringan located in Kalanglundo village, Ngaringan sub-district, Grobogan district, it shows that learning interaction in the classroom is relatively low. The lack of variation in learning is caused because teachers are less able to choose strategies and methods that can improve student learning activities in science learning. To increase student interest and student activity in asking questions, an appropriate strategy is needed. One strategy that can foster student interest and activity in learning is the LSQ (Learning Start With a Question) strategy. The strategy is expected to increase student learning activities as indicated by the increase in daily test results on the concept of motion systems in animals and humans. By using the LSQ strategy which is assisted by the group discussion method, it can increase students' enthusiasm for learning and student activity in asking questions and students are active in seeking information. ABSTRAKKunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah para Guru secara langsung mempengaruhi, membimbing dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi manusia yang cerdas, terampil dan bermoral tinggi. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat dilakukan dengan menerapkan strategi, metode dan media yang tepat dan bervariasi pada setiap konsep pembelajaran. Namun kenyataannya tidak semua guru menerapkan strategi, metode dan media yang tepat dan bervariasi. Pembelajaran yang diterapkan oleh guru didominasi dengan ceramah dan guru kurang merangsang pemikiran siswa, sehingga mengakibatkan semangat belajar siswa menjadi rendah. Rendahnya semangat belajar siswa mempengaruhi daya aktifitas belajar siswa dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi Kelas VIIIA SMP Negeri 2 Ngaringan berlokasi di desa Kalanglundo kecamatan Ngaringan kabupaten Grobogan, Menunjukkan interaksi pembelajaran di dalam kelas relatif rendah. Kurangnya variasi dalam pembelajaran disebabkan karena guru kurang dapat memilih strategi dan metode yang dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Untuk meningkatkan minat siswa dan keaktifan siswa dalam bertanya diperlukan suatu strategi yang tepat. Salah satu strategi yang dapat menumbuhkan minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut yaitu strategi LSQ (Learning Start With a Question ). Strategi tersebut diharapkan aktifitas belajar siswa akan meningkat sebagaimana ditunjukkan dengan meningkatnya hasil ulangan harian pada konsep sistem gerak pada hewan dan manusia. Dengan menggunakan strategi LSQ yang dibantu dengan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan keaktifan siswa dalam bertanya serta siswa aktif dalam mencari informasi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG LUAS BANGUN DATAR SEGI BANYAK DENGAN MEDIA KENA (KERTAS WARNA) YANI SURYANI
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i2.1135

Abstract

This study starts from the problem of the number of students who feel lazy to learn mathematics because they have difficulty in calculating, especially determining the area of ??a polygon. Through the medium of color paper, calculating the area of ??a polygon becomes very easy and the possibility of experiencing errors is very small. The purpose of this research is to examine the effectiveness of "color paper" and student achievement in determining the area of ??polygons in teaching mathematics. Classroom action research was conducted at MIN 21 Jakarta, class VI, with a total of 29 students. The results showed that students' learning achievement regarding the area of ??polygons with "color paper" increased. This is evident from the average value obtained by students in the first cycle of 70.5 while in the second cycle it became 78.1. So, there is an increase of 10.7, the average value of t in the first cycle is 70.5 and in the second cycle it increases to 78.1. The average value obtained by students is in the very high category. The use of learning media "color paper" is also very useful for improving student learning outcomes, because with this learning media mathematics lessons do not become difficult and boring. ABSTRAKPenelitian ini bertitik tolak dari permasalahan banyaknya siswa yang merasa malas untuk belajar matematika karena mengalami kesulitan dalam penghitungan, terutama menentukan luas bangun segibanyak. Melalui media kertas warna menghitung luas segibanyak menjadi sangat mudah dan kemungkinan mengalami kesalahan sangat kecil. Tujuan dilakukannnya penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas “kertas warna” dan prestasi siswa dalam menentukan luas bangun segibanyak pada pengajaran matematika. Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MIN 21 Jakarta, kelas VI, dengan jumlah siswa 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan prestasi belajar siswa mengenai luas bangun segi banyak dengan “kertas warna” meningkat. Hal ini terbukti dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I 70,5 sedangkan pada siklus II menjadi 78,1. Jadi, terdapat kenaikan sebesar 10.7, nilai rata – rata t siklus I 70,5 dan pada siklus II naik menjadi 78,1. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa termasuk kategori sangat tinggi, Penggunaan media pembelajaran “kertas warna” pun sangat berguna untuk meningkatkan hasil belajar siswa, karena dengan media pembelajaran ini pelajaran matematika tidak menjadi sulit dan membosankan.

Page 5 of 20 | Total Record : 199