cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
june_30ops@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Health Reproductive
ISSN : 25281585     EISSN : 25281585     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Health Reproductive merupakan salah satu wadah bagi peneliti, dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian. Jurnal ini berisikan artikel terkait tentang kesehatan reproduksi perempuan sepanjang siklus kehidupan dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Ruang Lingkup 1. kesehatan ibu dimulai sejak prakonsepsi, kehamilan, persalinan dan nifas 2. kesehatan anak dimulai dari bayi baru lahir, neonatus, balita dan prasekolah 3. keluarga berencana 4. pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS 5. kesehatan reproduksi remaja 6. pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi 7. pencegahan dan penangann infertilitas 8. kesehatan reproduksi usia lanjut 9. deteksi dini kanker saluran reproduksi 10. kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, kekerasan pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN TERHADAP TANDA – TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI DESA PASIR MULYA KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2015 Ni Nyoman Sri Artina Dewi; Neneng Yelis Br. Sitepu; Lola Lola; Theresia Samosir
Jurnal Reproductive Health Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu di ASEAN tergolong paling tinggi di dunia. WHO memperkirakan sementara total AKI dan AKB di ASEAN sekitar 170.000 dan 1,3 juta per tahun. Sebanyak 98% dari seluruh AKI danAKB di kawasan ini terjadi di Indonesia, Bangladesh, dan Myanmar. Data menurut Kementrian Kesehatan pada 2013 menunjukkan jumlah Ibu yang meninggal karena kehamilan dan persalinansebanyak 5019. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang dimaksud untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap tanda – tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Pasirmulia kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan November 2015 – Februari 2016. Populasi yangdigunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Desa Pasirmulia kecamatan banjaran kabupaten Bandung selama penelitian berlangsung dan desain penelitian menggunakan total sampling berjumlah 48 orang. Analisis yang digunakan menggunakan uji Chi-Square test. Dari hasil penenlitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap tanda – tanda bahaya kehamilan antara lain pendidikan (p-value= 0.00) dan dan pekerjaan (p-value=0.00) sedangkan faktor – faktor yang tidak mempengaruhi pengetahuan ibu hamil terhadap tanda – tanda bahaya kehamilan adalah dari aspek umur (p-value = 0.232) dan paritas (p-value=0.35). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan kepada para masyarakat di Desa Pasir Mulya kecamatan Banjaran kabupaten bandung dalam upaya meningkatkan pengetahuan terhadapat tanda- tanda bahaya kehamilan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN BIDAN TERHADAP PROSES INVOLUSIO UTERI PADA IBU NIFAS DI KLINIK HAMIDAH Febriani Nasution; Lely Lely
Jurnal Reproductive Health Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of health development plays an important role in improving the quality of human resources in every country. One indicator to assess the success of health development is from the high and low maternal mortality rate (MMR) in each country. According to the World Organization Helath (WHO) every minute a woman dies because of complications related to pregnancy, childbirth and childbirth. In other words 1400 women die every day or more than 500,000 women die every year due to pregnancy, childbirth and childbirth. This study aims to Analyze the Relationship of Knowledge and Actions of Midwives Against Uterine Involution Processes in Nifas Mothers at Hamidah Clinic in 2017. This study uses analytical research using a cross sectional time approach method that is a method of data retrieval carried out at a momentary time or a measurement with The population in this study were 35 midwives at the Hamidah Clinic using a questionnaire. From the results of the study obtained the majority of respondents aged 30-35 years as many as 18 respondents (51.4%), the majority of respondents D-III as many as 24 respondents (68.6%), the majority of working long respondents> 5 years as many as 22 respondents (62.9%), knowledgeable good as many as 27 respondents (77.1%), the majority of respondents performed 32 respondents (91.4%), while the p-value in the table was above 0.003 then (p) <0.05 then H0 was rejected so that there was a relationship between knowledge and actions of the Midwives on the Involvement Process Uteri on Mother Nifas at the Hamidah Clinic in 2017. It is expected to be able to improve the quality of health services by midwives the quality of health services for postpartum mothers towards involuntary uterine processes in the prevention of labor during IV IV bleeding.
PENGARUH PELATIHAN ASUHAN PERSALINAN NORMAL (APN) TERHADAP KELENGKAPAN PENGISIAN PARTOGRAF OLEH BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) DALAM PERSALINAN KALA I DI KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA Eliza Bestari Sinaga
Jurnal Reproductive Health Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partograf merupakan grafik pemantauan kemajuan persalinan yang dapat menilai kondisi janin selama persalinan kala I. Masih ditemukan bidan yang tidak menerapkan pengisian partograf dengan lengkap dalam pemantauan Kala I persalinan sehingga mengakibatkan meningkatnya kasus persalinan dengan partus terlantar, perdarahan, dan infeksi pada persalinan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) terhadap Kelengkapan Pengisian Partograf oleh Bidan Praktek Swasta (BPS) dalam Persalinan Kala I di Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain Cross Sectional. Populasi adalah semua bidan praktek swasta yang melaksanakan pelayanan kebidanan yang terdaftar di organisasi IBI Kabupaten Asahan Sumatera Utara yaitu sebanyak 225 bidan. Sampel berjumlah 69 dengan uraian Bidan Praktek Swasta yang sudah mengikuti pelatihan asuhan persalinan normal dan sudah memiliki pengalaman praktek lebih dari 1 tahun. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariate dengan menggunakan simpel regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan asuhan persalinan normal terhadap kelengkapan pengisian partograf oleh bidan praktek swasta dengan nilai p<0,001 dan Exp B sebesar 7,75 (95% CI 2,62-22,97). Artinya, bidan yang pelatihan APN kurang baik kemungkinan 7,75 kali lebih besar tidak lengkap pengisian partograf disbanding bidan yang pelatihan APN baik. Disarankan perlu adanya pelatihan APN pada seluruh bidan tanpa memandang status kepegawaian serta perlu adanya review pelatihan APN pada bidan yang telah dilatih APN terutama jika masa pelatihan telah lebih dari 5 tahun dengan tujuan untuk hasil yang lebih baik.
PENGARUH PELATIHAN PENDOKUMENTASIAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN TERHADAP PENDOKUMENTASIAN KOMPLIKASI KEHAMILAN DI WILAYAH PUSKESMAS PIJORKOLING KOTA PADANGSIDIMPUAN Irwan Batubara; Sri Juwarni
Jurnal Reproductive Health Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendokomentasian suatu asuhan kebidanan kehamilan dapat menambah efisiensi asuhan individu kepada klien yang berisi catatan lengkap perkembangan, dan bahan kajian untuk menentukan masalah kesehatan ibu dan janin. Melaui pendokimentasian, komplikasi kehamilan terdiagnosa sedini mungkin, segala prencanaan dan tindakan lebih akurat berdasarkan evaluasi pada setiap tindakan. Jenis Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test post test without control dengan menggunakan uji statistik exact fisher test pada tingkat kepercayaan 95% dalam analisa data., untuk mengetahui pengaruh pelatihan pendokumentasian pemeriksaan kehamilan terhadap komplikasi kehamilan di wilayah Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan. Populasi penelitian ini adalah seluruh bidan yang bertugas di Puskesmas Pijorkoling. Sampel total populasi 26 responden. Hasil penelitian didapati bahwa ada perbedaan yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value = 0,000 (p-value < 0,05); untuk proporsi kelengkapan alat pemeriksaan kehamilan, didapati ada perbedaan yang bermakna terhadap ketersediaan alat sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value = 0,000 (p-value < 0,05); pada proporsi teknik dokumentasi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap teknik dokumentasi sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value = 0,248 (p-value > 0,05); dan proporsi kelengkapan dokumentasi komplikasi kehamilan, menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap kelengkapan dokumen sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value = 0,000 (p-value < 0,05). Pelatihan pendokumentasian pemeriksaan kehamilan mempengaruhi kelengakapan pendokumentasian komplikasi kehamilan memantau kesejahteraan ibu dan janin. Diharapkan kepada bidan aktif memanfaat sumber belajar untuk meningkatkan profesionalisme dan pendokumentasian pemeriksaan kehamilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN SAYURMATINGGI KABUPATEN TAPANULI SELATAN Irwan Batubara; Sri Juwarni
Jurnal Reproductive Health Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan status gizi balita di Sumatera Utara berdasarkan berat badan menurut umur pada tahun 2010 menunjukkan berat kurang pada balita juga masih tinggi dibanding angka nasional yaitu mencapai 21,3 % terdiri dari gizi buruk 7,8% dan gizi kurang 13,5% dan prevalensi stunting mencapai 41,3. Stunting disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor individu yang meliputi asupan makanan, berat badan lahir, dan keadaan kesehatan; faktor rumah tangga yang meliputi kualitas dan kuantitas makanan, sumber daya, jumlah dan struktur keluarga, pola asuh, perawatan kesehatan, dan pelayanan; serta faktor lingkungan yang meliputi infrastruktur sosial ekonomi, layanan pendidikan dan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12 – 60 bulan di Kecamatan Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adah ibu yang mempunyai balita usia 12- 60 bulan terdaftar dalam catatan Puskesmas Sayurmatinggi Kecamatan Sayurmatinggi sejumlah 26 orang. Teknik proporsional, stunting 26 responden. Hasil penelitian menggunakan uji regresi logistik. Uji statistik menunjukkan setiap terjadi peningkatan 1 point pada faktor pemberian ASI maka akan terjadi peningkatan kejadian stunting sebesar 1,286 point dan setiap terjadi peningkatan 1 point pada faktor asupan protein maka akan terjadi peningkatan kejadian stunting sebesar 2,186, dan apabila perubahan itu terjadi secara bersama-sama (simultan) maka akan meningkatkan kejadian stunting sebesar 3,472. Pemberian ASI yang tidak eksklusif dan asupan protein cukup menjadi aspek yang cukup penting terhadap kejadia stunting pada balita usia 12 – 60 bulan di wilayah Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan.Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor lain yang berpengaruh terhadap stunting. Promosi asupan gizi pada ibu hamil, bayi, balita perlu dilaksanakan evaluasi pada setiap tapan kegiatan agar ibu.keluarga lebih kooperatif dalam upaya pencegahan stunting
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA MASYARAKAT MISKIN DI RSUD KABUPATEN NIAS TAHUN 2019 Hadirat Candra Laoli
Jurnal Reproductive Health Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of hospital services in Indonesia, especially for the poor is still not optimal, this is due to several factors that do not allow the public to utilize health services in hospitals. This study aims to determine the effect of knowledge, information, cost, transportation, service availability, speed and personnel services and family support on health services utilization in hospitals.This type of this study was survey quantitative methods used cross-sectional approach. The number of samples of 92 respondents who used reference had been taken proportionally and then selected using simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire that has been tested for validity and reliability with a total of 66 question questions. Statistical test of each variable with the use of health used chi-square with a significant level of 95% while the most influential variables are tested with logistic regression with a significant level of 95%.The results showed that there were people who did not utilize health services in hospitals. Based on the results of statistical tests found that there are two factors that most influence of health services utilization in hospitals, namely knowledge (p=.03) and family support (p=.00).It is recommended to the Nias District Government to monitor health programs aimed in increasing family and community knowledge in efforts to utilize health services. It is recommended for the Nias District Health Office to be more active in providing health education by collaborating with hospitals and puskesmas in the Nias District area
IMPLEMENTASI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN TERHADAP KEBERHASILAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICES(IUD) PADA PASANGAN USIA SUBUR DI PUSKESMAS PABATU KOTA TEBING TINGGI TAHUN 2019 Jusmauli Simanjuntak; Arifah Devi; Yuniati Yuniati
Jurnal Reproductive Health Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah umumnya di pengaruhi oleh 3 (tiga) unsur yaitu angka kelahiran (fertilitas), angka kematian (mortalitas) dan angka perpindahan penduduk (morbilitas) yang ketiganya merupakan unsur yang saling terkait.Tujuan penelitian : untuk menganalisis implementasi Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat terhadap keberhasilan penggunaan kontrasepsi intra uterine devices (IUD) pada pasangan usia subur di wilayah kerja puskesmas pabatu kecamatan padang hulu tebing tinggi tahun 2019.Metode Penelitian : ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan telaah analisis kualitatif. Jumlah informan sebanyak 7 informan. Hasil Penelitian : analisis Implementasi Strategi Promosi Kesehatan (Advokasi) menyatakan advokasi dilakukan dengan lurah dan camat sebagai pemegang keputusan berjalan dengan baik, Bina suasana dilakukan dengan melibatkan kader-kader Kb berjalan kurang baik, dan gerakan masyarakat berupa mobil pelayanan dan kader-kader KBberjalan kurang baik terhadap keberhasilanpenggunaan kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) Padapasangan usia suburdi Wilayah Kerja Puskesmas Pabatu Tebing Tinggi Tahun 2019.Kesimpulan :penelitian strategi promosi kesehatan yaitu advokasi dilakukan dengan lurah, bina suasana dengan melibatkan kader-kader Kb dan gerakan masyarakat berupa mobil pelayanan dan kader-kader KB. Saran :kepada petugas kesehatan agar melakukan pendekatan ke masyarakat, memberikan penyuluhan bukan hanya dalam posyandu tetapi dengan sasaran yang tepat yaitu pasangan usia subur .
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP GANGGUAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA flora sijabat
Jurnal Reproductive Health Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia membutuhkan waktu tidur 6-7 jam perhari, walaupun mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur tetapi lanjut usia sering mengeluh mengalami gangguan tidur (insomnia), mengeluh terbangun pada malam hari memiliki waktu tidur kurang total dan kebanyakan tidur hanya 3-4 jam saja oleh karena itu salah satu bentuk intervensi gangguan kualitas tidur adalah terapi relaksasi benson. Terapi Relaksasi Benson merupakan upaya untuk memusatkan perhatian pada suatu fokus dengan menyebut berulang-ulang kalimat yang diyakini dan menghilangkan berbagai pikiran yang mengganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson terhadap gangguan kualitas tidur (insomnia) pada lansia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Quasi Eksperimen one group pre test- post test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Tehnikpengambilan sampel dalam penelitian menggunakan tehnik total sampling. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon sign rank test dengan taraf kesalahan (a)=0,05 diperoleh nilai p=0,000 (p<a) yang berarti Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan terapi relaksasi Benson terhadap gangguan kualitas tidur (insomnia) pada lansia. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan agar terapirelaksasi Benson dijadikan salah satuterapi non farmakologis untuk mengurangi gangguan kualitas tidur (insomnia) pada lansia dalam sistem pelayanan kesehatan di panti werda dan juga di berbagai instansi seperti pukesmas atau rumah sakit
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS HELVETIA TAHUN 2018 johansen hutajulu
Jurnal Reproductive Health Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Paru adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang secara khas di tandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosi jaringan. Kepatuhan adalah tingkat pasien melaksanakan cara pengobatan yang di sarankan oleh dokter atau tenaga kesehatan. Perilaku adalah respon individu terhadap stimulus yang berkaitan dengan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, serta lingkungan. Perilaku meliputi pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru di Puskesmas Helvetia Medan. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan desain retrosfektif. Populasi dalam penelitian ini 195 orang dengan sampel sebanyak 48 responden, pengambilan sampel tehnik purposive sampling. Pengetahuan penderita TB Paru adalah (58,3 %), sikap penderita TB Paru (50,0%), dan kepatuhan minum obat penderita TB Paru adalah (89,6%). Hasil penelitian dengan uji statistik spearmen menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita TB Paru dengan nilai p = 0,000 dan ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan kepatuhan minum obat penderita TB Paru dengan nilai p = 0,011. Disarankan kepada penderita untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam kepatuhan minum obat.
PENGARUH BABY SPA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 3-6 BULAN DI RUMAH BERSALIN BUNDA RIANI MARTUBUNG KECAMATAN MEDAN DELI TAHUN 2017 Lolita Nugraeny
Jurnal Reproductive Health Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baby Spa memiliki 2 treatment yaitu massage (pijat) dan juga hidrotherapy. Spa berasal dari singkatan Solus Per Aqua, yaitu sebuah metode perawatan tubuh yang menggunakan media air. Kemampuan motorik bayi akan berkembang lebih pesat daripada jika ia hanya bermain di lantai, karena pada saat berenang di dalam air, efek gravitasi sangat rendah. Kemampuan motorik bayi akan berkembang lebih pesat daripada jika ia hanya bermain di lantai, karena pada saat berenang di dalam air, efek gravitasi sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Baby Spa terhadap perkembangan motorik pada Bayi di usia 3-6 bulan di Klinik Bersalin Bunda Riani Martubung Medan Deli. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan pra-experimental design. Desain penelitian ini menggunakan pengukuran (observasi) atau posttes yaitu One Group Pretest Postest. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Perposive Sampling yaitu yaitu pengambilan data berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumya.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi dengan usia 3-6 bulan di Klinik Bersalin Bunda Riani pada bulan Oktober - Desember tahun 2017 berjumlah 10 bayi. Teknik pengambilam sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Analisa data menggunakan uji-T sampel berpasangan ( paired t- test ). Hasil penelitian perkembangan menunjukkan mean 2,20, p = 0,000 (<0,005) dengan nilai t=-7,571. Diharapkan petugas kesehatan mengembangkan promosi dan edukasi tentang Baby Spa kepada masyarakat khususnya orang tua bayi untuk meningkatkan perkembangan motorik baik kasar dan halus terhadap bayi