cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
june_30ops@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Health Reproductive
ISSN : 25281585     EISSN : 25281585     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Health Reproductive merupakan salah satu wadah bagi peneliti, dosen dan mahasiswa untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian. Jurnal ini berisikan artikel terkait tentang kesehatan reproduksi perempuan sepanjang siklus kehidupan dengan kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Ruang Lingkup 1. kesehatan ibu dimulai sejak prakonsepsi, kehamilan, persalinan dan nifas 2. kesehatan anak dimulai dari bayi baru lahir, neonatus, balita dan prasekolah 3. keluarga berencana 4. pencegahan dan penanganan infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS 5. kesehatan reproduksi remaja 6. pencegahan dan penanganan komplikasi aborsi 7. pencegahan dan penangann infertilitas 8. kesehatan reproduksi usia lanjut 9. deteksi dini kanker saluran reproduksi 10. kesehatan reproduksi lainnya seperti kekerasan seksual, kekerasan pada anak dan kekerasan dalam rumah tangga
Arjuna Subject : -
Articles 261 Documents
HUBUNGAN KOMUNIKASI BIDAN DENGAN KEPUASAN IBU HAMIL PADA PELAYANAN ANC DI PUSKESMAS SIMANGARIMBUN KOTA PEMATANG SIANTAR Friani, Sri Rahma; Saragih, Tati Adriana; Pasaribu, Enrika T
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i1.6313

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan upaya pencegahan risiko kehamilan melalui pelayanan kesehatan bagi ibu hamil sesuai standar kebidanan. Di Sumatera Utara, cakupan ANC K-1 sebesar 90% dan K-4 sebesar 85,9% masih di bawah target nasional 95%. Rendahnya lingkup ini dipengaruhi oleh kurangnya komunikasi antara bidan dan ibu hamil, sehingga kepuasan dan minat kunjungan ulang menurun. Tetapi, komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepuasan dan mendorong ibu hamil untuk kembali memeriksakan kehamilan. Tujuan: untuk meningkatkan hubungan komunikasi antara bidan dengan tingkat kepuasan ibu hamil pada pelayanan ANC di Puskesmas Simangarimbun pada bulan April sampai Juni 2024. Hasil: pada pelayanan ANC mayoritas puas yaitu 65,8%, kepuasan ibu mayoritas puas yaitu 57,9%, hubungan antara komunikasi bidan dengan tingkat kepuasan ibu dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Diharapkan ibu hamil sering memeriksakan kehamilannya minimal 6 kali selama kehamilan dan bidan diharapkan memberikan komunikasi yang baik pada ibu hamil saat melakukan pemeriksaan kehamilan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENYUSUI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN M. GINTING, SIANTAR MARTOBA Saragih, Astri Ulina; Pakpahan, Romauli; Kristina, May Linda
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i1.6314

Abstract

Ibu menyusui memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup bayi, terutama melalui pemberian ASI awal. Menurut WHO, menyusui adalah proses alami yang tak tergantikan, karena ASI merupakan makanan paling sempurna bagi pertumbuhan jasmani, emosi, dan spiritual bayi. Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, yang berdampak pada sikap dan tindakan dalam menyusui. Faktor lain termasuk minimnya dukungan dari orang terdekat, kurangnya edukasi dari petugas kesehatan, terbatasnya tenaga konselor ASI, serta rendahnya dukungan keluarga dan lingkungan. Jenis penelitian ini analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Bidan Praktek Mandiri M Ginting Jalan Sidomulyo Nagapitu Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematang Siantar pada bulan Maret sampai Juli 2024 dengan populasi dan sampel berjumlah 35 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan responden dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada hubungan sikap dengan pemberian ASI ekkslusif dengan nilai p value 0,002 (p<0,05). Pada responden disarankan tetap memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya sebagai makanan tunggal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI IBU HAMIL DALAM KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SINGOSARI, KECAMATAN SIANTAR BARAT, KOTA PEMATANG SIANTAR Marbun, Meyana; Br Barus, Rovina; Purba, Yeni Trisna; Febriani, Winda
Jurnal Reproductive Health Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v7i2.6315

Abstract

Kehamilan adalah momen yang dinantikan setiap wanita sebagai awal peran menjadi seorang ibu. Namun, kehamilan juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kegelisahan, dan kehati-hatian dalam beraktivitas karena kondisi kandungan yang harus dijaga. Menurut UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya peningkatan kesehatan ibu bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak serta mengurangi angka kematian ibu. Salah satu bentuk pelayanan kebidanan adalah kelas ibu hamil, di mana para ibu belajar bersama, berdiskusi, dan berbagi pengalaman seputar kesehatan ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh, terjadwal, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singosari pada bulan Oktober s/d Desember. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang memeriksakan kehamilan di UPTD Puskesmas Singosari dan seluruh populasi menjadi sampel (total populasi) yaitu 38 responden. Hasil penelitian bahwa ada pengaruh pengetahuan ibu terhadap pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000, ada pengaruh dukungan suami dengan pelaksanaan senam hamil dengan nilai p 0,000. Rekomendasi agar suami terus mendampingi istri dalam melakukan pemeriksaan kehamilan dan rutin mengikuti senam hamil sehingga persalinan ibu lancar dan ibu merasa nyaman dengan kehamilannya.
HUBUNGAN KONSELING DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DI PMB MARIA SILALAHI, TANJUNG PINGGIR, SIANTAR MARTOBA, PEMATANG SIANTAR Purba, Yeni Trisna; Putri, Riska Wani Eka; Sidabutar, Sondang; Erhan, Keysha Iszmi
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i1.6319

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana oleh individu atau pasangan suami istri untuk mengatur kehamilan, demi mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan program KB adalah konseling, yaitu pendekatan komunikasi interpersonal dalam pendidikan kesehatan yang bertujuan membantu individu memahami informasi, mengeksplorasi perasaan dan kebutuhan, serta mengambil keputusan yang tepat. Melalui konseling, petugas kesehatan membantu klien memahami fakta-fakta tentang kontrasepsi, mengidentifikasi harapan dan kebutuhan mereka, serta mendukung mereka dalam membuat pilihan yang sesuai dengan kondisi dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konseling dengan pengambilan keputusan menggunakan alat kontrasepsi di Praktek Mandiri Bidan Maria Silalahi. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dengan 40 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara konseling tentang kontrasepsi dengan pengambilan keputusan menggunakan kontrasepsi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pengetahuan pasangan ibu usia subur tentang alat kontrasepi sehingga dapat menentukan kontrasepsi apa yang cocok dipakainya. Bagi petugas kesehatan agar memberikan konseling bagi ibu (wanita usia subur) sebelum menggunakan kontrasepsi dan membantu ibu dalam menentukan kontrasepsi apa yang cocok.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI PMB R. GIRSANG, RAMBUNG MERAH, KOTA PEMATANG SIANTAR Sefentina, Sefentina; Purba, Santi Widya; Erhan, Keysha Iszmi
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i1.6320

Abstract

Program pembatasan jumlah anak bertujuan membatasi kelahiran hingga dua anak per keluarga dan mengurangi angka kesakitan serta kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan yang berulang. Salah satu alat kontrasepsi yang paling sering digunakan adalah suntikan, karena sederhana, efektif, cocok untuk wanita usia subur, dan aman digunakan saat menyusui. Amenorea adalah kondisi tidak menstruasi selama tiga bulan berturut-turut dan sering terjadi pada penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh atrofi endometrium, karena penurunan pengaruh estrogen terhadap endometrium akibat pemberian kontrasepsi yang rutin setiap 3 bulan. Peneliti memakai metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di PMB R Girsang Rambung Merah, Kota Pematang Siantar, yaitu sebanyak pada bulan Maret sampai Juni 2023. Hasil penelitian adalah distribusi frekuensi lama penggunaan kontrasepsi suntikan KB 3 bulan mayoritas lebih dari 1 tahun yaitu 46 responden (66,7%), distribusi frekuensi mayoritas responden mengalami gangguan menstruasi yaitu 45 responden (65,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntikan KB 3 bulan dengan gangguan menstruasi dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Pada responden disarankan untuk memperhatikan lama penggunaan suntikan KB dengan adanya efek samping selama penggunaan kontrasepsi tersebut.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP IBU TERHADAP ASI EKSKLUSIF DAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDAMANIK, KECAMATAN SIDAMANIK, KABUPATEN SIMALUNGUN Utami, Ria Lusi; Purba, Yeni Trisna; Br. Ginting, Isa Harfika; Febriani, Winda
Jurnal Reproductive Health Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v9i2.6321

Abstract

Latar belakang: ASI adalah makanan terbaik untuk bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang mudah dicerna. Pemberian makanan bayi harus memperhatikan waktu, frekuensi, jenis, jumlah, dan cara pengolahan. Salah satu kebiasaan yang kurang tepat adalah pemberian makanan padat atau tambahan terlalu dini, yang dapat mengganggu ASI eksklusif dan meningkatkan risiko penyakit pada bayi karena sistem pencernaan bayi belum matang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan sikap ibu terhadap ASI Eksklusif dan pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Sidamanik Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun. Metode: Studi ini menggunakan deskriptif korelasi dengan desain cross sectional dengan populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sejumlah 120 orang. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling berjumlah 70 responden. Hasil: Di kelompok intervensi, 54,8% responden tidak menjumpai mual muntah sesudah mengonsumsi permen jahe, sedangkan pada kelompok kontrol 74,2% masih mengalami emesis ringan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p value=0,000). yang didapat adalah berdasarkan dukungan keluarga mayoritas tidak mendukung (61,4%), sikap mayoritas cukup (65,7%), hubungan tidak mendapat dukungan tetapi tetap memberikan ASI (37,1), mendapat dukungan dan memberikan ASI (32,9%), hubungan sikap responden mayoritas cukup (40%) dan sikap baik (30%). Pada responden disarankan tidak memberikan MP-ASI terlalu dini pada bayi dan sebaiknya berikan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan tanpa makanan atau minuman lain.
PENGARUH ELANA (EDUKASI LAKTASI ANTENATAL) TERHADAP PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI MENYUSUI IBU HAMIL Maulida, Luluk Fajria; Nurhidayati, Siti; Maulina, Rufidah; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam; Wahidah, Nurul Jannatul
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6531

Abstract

Latar Belakang : Memberikan ASI bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga perjalanan emosional yang membutuhkan keyakinan diri serta pemahaman yang baik sejak masa kehamilan. Beberapa ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif karena merasa ragu dan kurang memahami cara menyusui dengan benar. Untuk itu, memberikan informasi tentang menyusui selama kehamilan bisa membantu ibu mempersiapkan diri menghadapi proses ini. Tujuan: untuk menilai pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap pengetahuan dan efikasi diri ibu dalam menyusui. Metode : Quasi-Experimental Design: One-Group Pretest–Posttest yaitu satu kelompok mengikuti ELANA. Penilaian dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah intervensi (post-test) dengan kuesioner yang menilai pengetahuan menyusui dan juga untuk mengukur seberapa percaya diri ibu bisa menyusui (BSES-SF). Responden sejumlah 50 ibu hamil di wilayah Sidomukti, yang sehat dan bersedia mengikuti edukasi ini. Uji analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan ibu setelah intervensi, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Selain itu, efikasi diri juga mengalami peningkatan bermakna, dengan p-value = 0,006 (p < 0,05). Hasil ini menerangkan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan dan efikasi diri pada pretest dan posttest. Kesimpulan: ada pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Menyusui Ibu Hamil.
PENGARUH EDUKASI MEDIA AUDIO VISUAL AIDS (AVA) TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING PADA BALITA DI PMB RONNI SIREGAR Siregar, Ronni Naudur; Barus, Ernawati; Siahaan, Tantri Sufina
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6704

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang masih banyak dialami oleh balita di seluruh dunia akibat kekurangan gizi, terutama pada masa awal pertumbuhan dan perkembangan. Upaya pencegahan stunting sangat dipengaruhi oleh keberhasilan edukasi gizi. Keberhasilan edukasi tersebut sangat bergantung pada media yang digunakan. Pendidikan kesehatan tidak cukup hanya melalui informasi tertulis atau ceramah, tetapi memerlukan metode dan media yang tepat agar pengetahuan masyarakat dapat meningkat secara optimal. Tujuan: menganalisis efektifitas edukasi stunting menggunakan audia visual aids terhadap pengetahuan ibu tentang stunting di PMB Ronni Siregar. Metode: penelitian kuantitatif dalam desain Quasi Experiment. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita 0-59 bulan tidak stunting di PMB Ronni Siregar sebanyak 56 ibu yang tidak memiliki balita stunting sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan menggunakan uji Mc. Nemar. Hasil: menunjukkan p-value 0,00 terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi stunting menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan ibu tentang stunting. Kesimpulan: Di harapkan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di PMB Ronni Siregar memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna pelayanan kebidanan khususnya dalam memberikan promosi kesehatan/ informasi yang berhubungan stunting dengan media yang menarik yang meliputi pencegahan, deteksi dini hingga pada penanganan kasus stunting sehingga kasus stunting dapat dicegah dan ditangani.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER DALAM PENGURANGAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN PADA PRIMIGRAVIDA DI PMB NUNUNG ROSLINA Friska Margareth Parapat; Eva Hotmaria Simanjuntak; Suci Nanda Resti Tarigan; Sarumaha, Yusnidar
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6713

Abstract

Latar belakang: persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi yang disertai dengan nyeri. Dengan adanya nyeri, terjadilah pembukaan dan penipisan mulut rahim serta iskemia uterus. sehingga menyebabkan nyeri alami pada arteri uterina. Saat serviks membuka, otot rahim berkontraksi, mendorong kepala janin ke bawah panggul selama Persalinan di Kala 1(satu). Upaya yang dapat dilakukan supaya intensitas nyeri yang dirasakan berkurang yaitu dengan menggunakan aromaterapi lavender. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh aroamterapi lavender dalam pengurangan intensitas nyeri persalinan pada primigravida di PMB Nunung Roslina tahun 2025. Metode: Pre experimental dengan desain one group pre test and post test design dengan melibatkan 15 ibu primigravida di PMB  Nunung Roslina, dengan menggunakan teknik total sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Metode analisis data dengan uji wilcoxon Hasil: Pada pengujian statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa nilai sebelum dilakukan pemberian aromaterapi lavender pada ibu primigravida kala I fase aktif diperoleh nilai mean 4,47, setelah diberikan aromaterapi lavender nilainya berkurang menjadi 1,47. Penelitian menunjukan bahwa uji statistik didapatkan nilai p value = 0,000 (α < (kurang) 0,005). Kesimpulan: Terdapat pengaruh aromaterapi lavender dalam pengurangan intensitas nyeri persalinan pada primigravida di PMB Nunung Roslina.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIANAANEMIA GRAVIDARUM DI PUSKESMAS KECAMATAN KALIDERES Dewi, Ni Nyoman Sri Artina; W, Lorensia Panselina; Kusmiyanti, Margaretha
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6736

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia pada ibu hamil di DKI Jakarta masih tinggi (43,5%). Anemia kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, jarak kehamilan, asupan zat besi, KEK, status gizi, infeksi, usia, kepatuhan konsumsi tablet Fe, serta tingkat pengetahuan dan sosial ekonomi. Kurangnya pengetahuan dan sumber informasi turut berperan dalam tingginya kejadian anemia. Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui perbaikan pola makan, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan Tujuan: untuk melihat faktor – faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres. Metode: menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menilai pengetahuan dan sumber informasi ibu hamil tentang anemia gravidarum. Jenis data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambil data, langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari.   Hasil: 95 ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia (74,7%), sedangkan 25,3% mengalami anemia. Mayoritas ibu hamil berada pada usia reproduktif (83,2%), berstatus nullipara (46,3%), tidak bekerja (69,5%), dan memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia gravidarum (91,6%). Kesimpulan: adanya hubungan antara umur, paritas, pengetahuan, kepatuhan konsumsi tabet Fe dan sikap pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kalideres terhadap anemia gravidarum dan Faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian anemia gravidarum di Puskesmas Kecamatan Kalideres adalah dengan Odds Ratio terbesar, yaitu variabel sikap dengan nilai p value 0.006 (< 0. 05) dan OR 5.071