cover
Contact Name
Ani Hairani
Contact Email
bce@umy.ac.id
Phone
+62274387656
Journal Mail Official
bce@umy.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, G5 Building 1st floor, Brawijaya Street, Tamantirto, Kasihan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bulletin of Civil Engineering
ISSN : 27971104     EISSN : 27756351     DOI : https://doi.org/10.18196/bce
Core Subject : Engineering,
Bulletin of Civil Engineering (BCE) is an international journal of civil engineering. This journal publishes original papers on interdisciplinary theoretical and practical research related to the broad spectrum of civil engineering, encompassing all related sub-topics. The journal provides a forum for the international civil engineering community to present and discuss matters of major interest, including new developments in civil regulations. Coverage includes Structures; Geotechnics; Transportation; Environment; Earthquakes; Water Resources; Hydraulic and Hydraulic Structures; Construction Management and Materials.
Articles 63 Documents
Penilaian Keandalan Bangunan dengan Pendekatan Bangunan Sehat Prayuda, Hakas
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas suatu bangunan ditentukan oleh bagaimana bangunan tersebut dirancang, dibangun, dan dikelola agar mampu mendukung kesehatan, kenyamanan, serta keselamatan penggunanya. Mutu bangunan dapat dijaga melalui pengendalian teknik dengan mengatur ventilasi dan kondisi ruang serta melakukan evaluasi ketahanan struktur agar bangunan tetap berfungsi dengan baik dan memenuhi standar kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan bagunan dalam memenuhi kriteria sebagai bangunan sehat sekaligus mengevaluasi kekuatan strukturnya dalam menghadapi potensi gempa melalui pemeriksaan visual yang sistematis. Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan untuk menilai kondisi bangunan sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. 829/Menkes/SK/VII/1999 serta melakukan evaluasi kerentanan bangunan terhadap gempa melalui pemeriksaan visual. Penelitian dilakukan pada beberapa gedung yang berada dilingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Yani, dan Universitas Alma Ata. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa semua gedung memenuhi standar bangunan sehat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan struktur terhadap gempa dengan visual menunjukkan nilai S = 2,3-3,4 dengan potensi kerentanan yang kecil yaitu sekitar 0,04%-0,50% sehingga gedung secara struktural diniai aman. Secara keseluruhan gedung yang dianalsis memenuhi kriteria bangunan sehat serta memliki tingkat kerentanan terhadap gempa yang rendah sehingga dinilai aman secara struktural untuk mendukung terciptanya fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman.
Pengaruh Peningkatan Produksi dan Penambahan Fasilitas Crusher terhadap Efisiensi Coal Hauling Rahmawati, Anita; Muda, Nadio Dinata; Soebandono, Bagus
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas adalah kapasitas suatu alat untuk memproduksi barang dalam periode waktu tertentu, dan alat menjadi elemen krusial dalam pelaksanaan proyek besar. Produktivitas alat ditentukan oleh kapasitas, waktu siklus, efisiensi alat, dan kondisi pengoperasian pemuatan di depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas alat berat dan kegiatan hauling akibat adanya New Crusher . Penelitian ini diambil dengan cara melakukan pengamatan menggunakan data CCTV, berupa data arus lalu lintas, waktu tunggu, dan geometri jalan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan , dapat disimpulkan bahwa cycle time memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas alat angkut Adanya arus lalu lintas yang tinggi menyebabkan terjadinya waktu tunggu dengan rata-rata 1,07 menit yang mempengaruhi kelancaran aktivitas hauling. Adanya New Crusher mampu mengurangi hambatan lalu lintas sehingga waktu tunggu dapat diminimalkan. Keberadaan New Crusher terbukti mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi aktivitas hauling, mengurangi waktu edar alat angkut, serta mendukung pencapaian target produksi batubara secara optimal.   Productivity is the capacity of equipment to produce goods within a certain period of time, and equipment is a crucial element in the implementation of large-scale projects. Equipment productivity is determined by capacity, cycle time, equipment efficiency, and the operating conditions. This study aims to evaluate the productivity of heavy equipment and hauling activities due to the presence of New Crusher. This study was conducted by observing using CCTV data, in the form of traffic flow data, waiting time, and road geometry. Based on the results of the study, it can be concluded that cycle time has a significant influence on the productivity of hauling equipment. The presence of high traffic flow causes an average waiting time of 1.07 minutes which affects the smoothness of hauling activities. The presence of New Crusher is able to reduce traffic congestion so that waiting time can be minimized. The presence of New Crusher is proven to be able to increase the effectiveness and efficiency of hauling activities, reduce the circulation time of hauling equipment, and support the achievement of coal production targets optimally.
Pengaruh Tension Crack pada Stabilitas Lereng Limestone di Bali Selatan Basoka, I Wayan Ariyana; Hidayat, Muhammad Nurjati
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Bali Selatan, khususnya Uluwatu, Pecatu, dan Nusa Dua, dikenal dengan tebing-tebing batu gamping yang indah namun rentan terhadap ketidakstabilan lereng. Salah satu pemicunya adalah terbentuknya tension crack di bagian puncak tebing, yang meskipun sulit diamati, memiliki pengaruh besar terhadap penurunan faktor keamanan, terutama saat air hujan mengisi retakan tersebut. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi kedalaman tension crack terhadap stabilitas lereng batu gamping menggunakan pemodelan numerik berbasis metode keseimbangan batas. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin dalam retakan, semakin rendah nilai faktor keamanan lereng. Pada kondisi kering, faktor keamanan menurun dari 1,471 (tanpa crack) menjadi 1,307 pada kedalaman retakan 5 m. Kondisi menjadi jauh lebih kritis ketika tension crack terisi air. Pada kedalaman 3 m, faktor keamanan turun hingga 0,921, dan pada kedalaman 4–5 m nilai FS berada pada kondisi sangat kritis (FS < 0,30). Hal ini menegaskan bahwa infiltrasi air ke dalam retakan memperburuk kestabilan lereng secara signifikan. Dengan demikian, kedalaman retakan dan keberadaan air merupakan parameter utama yang mengontrol potensi longsor pada tebing batu gamping di Bali Selatan, terutama pada musim penghujan.   The southern region of Bali, particularly Uluwatu, Pecatu, and Nusa Dua, is known for its beautiful limestone cliffs that are, however, prone to slope instability. One of the contributing factors is the formation of tension cracks at the cliff crest, which, although difficult to observe, greatly influence the reduction of slope safety, especially when rainfall infiltrates and fills these cracks. This study analyzes the effect of varying tension crack depths on the stability of limestone slopes using numerical modeling based on the Limit Equilibrium Method. The results indicate that deeper cracks correspond to lower slope safety factors. Under dry conditions, the safety factor decreases from 1.471 (without crack) to 1.307 at a crack depth of 5 m. The condition becomes much more critical when the tension crack is filled with water. At a depth of 3 m, the safety factor drops to 0.921, and at 4–5 m the FS reaches a very critical level (FS < 0.30). These findings demonstrate that water infiltration into the crack significantly worsens slope stability. Therefore, crack depth and the presence of water are the main controlling parameters for landslide potential along the limestone cliffs of South Bali, particularly during the rainy season.
Value Engineering Implementation in an Integrated Arts Laboratory Project Triswandana, I Wayan Gde Erick; Agus Arya Pramana Maharat , Fortunata
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastructure development projects often face design changes that affect specifications, volumes, and resource allocation, thereby requiring adjustments to cost estimates. Conventional cost-cutting practices frequently compromise quality, underscoring the need for systematic approaches such as Value Engineering (VE). This study applies VE in conjunction with the Pareto Distribution Principle to optimize cost efficiency and functional performance in the construction of an integrated arts laboratory building. A descriptive quantitative method was employed, encompassing the phases of information gathering, functional analysis using the Function Analysis System Technique (FAST), creative brainstorming, evaluation, and presentation. Pareto analysis revealed that 78.99% of project costs were concentrated in architectural, structural, and roofing works, which became the focus of VE. Functional analysis identified opportunities to substitute lower-order functions, particularly in formwork, door and window installations, and ceiling work. Comparative evaluation of alternative designs demonstrated significant improvements: composite slabs enhanced installation efficiency despite slightly higher initial costs; aluminium frames for doors and windows reduced life cycle costs by 30.8 million IDR while improving durability; and PVC ceilings achieved savings of 148.9 million IDR with superior performance indicators. Overall, VE implementation yielded cost savings, reduced material waste, and improved technological innovation without compromising quality. The integration of VE and Pareto analysis thus provides a comprehensive framework for achieving optimal value in construction projects, balancing cost efficiency, functionality, and sustainability.
Comparative Stability Assessment of Dual Versus Single Reinforcement Configurations in Mechanically Stabilized Earth (MSE) Walls Hartono, Edi; Diana, Willis; Afifah Anis Tsamara , Ghina
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanically stabilized earth (MSE) walls are widely used in transportation infrastructure due to their cost efficiency, constructability, and adaptability. However, the performance implications of different reinforcement configurations under combined static and seismic loads remain insufficiently quantified. This study examines a 7.2 m MSE wall reinforced with either dual 30 kN strips or a single 50 kN strip, analyzing internal, external, and global stability using both manual calculations and Limit Equilibrium Method (LEM) with Geo5. Geotechnical properties, reinforcement reduction factors, traffic surcharges, and seismic coefficients were incorporated following national design standards. Manual methods applied Rankine and Coulomb formulations, while Geo5 captured soil–strip interface behavior. Results indicate that the dual 30 kN configuration achieved higher tensile and external stability factors, offering enhanced load distribution and redundancy, particularly advantageous under seismic or high-surcharge conditions. The single 50 kN configuration exhibited higher breakage resistance and construction simplicity, suitable for static or cost-driven scenarios. Manual and numerical results were closely matched, with differences typically below 10%, supporting the validity of LEM for design verification. These findings underscore the need to tailor reinforcement strategies to site-specific conditions and performance objectives. Future research should explore hybrid configurations and long-term monitoring to optimize cost-performance trade-offs in MSE wall design.
Prediksi Kuat Tekan Beton Menggunakan Spesimen Kubus Berdasarkan Data Hammer Test Partama, I Gusti Ngurah Eka
Bulletin of Civil Engineering Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi kuat tekan pada saat pelaksanaan harus diketahui sedini mungkin untuk mengevaluasi mutu beton. Tuntutan hasil yang cepat dalam penentuan kuat tekan (f'ck) berbasis Compression Testing Machine sulit dipenuhi, apabila benda uji berada jauh dari laboratorium. Hammer Test yang dapat memprediksi kuat tekan dengan cepat untuk beton yang berumur minimal 14 hari perlu diadaptasi agar dapat digunakan untuk beton yang lebih muda. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan nilai pantul Hammer Test untuk memprediksi f'ck pada benda uji kubus yang berumur kurang dari 14 hari. Data f'ck dan nilai pantulan palu (Rn) diambil berdasarkan 15 spesimen kubus 15x15x15cm3. Rn dan f'ck disusun berdasarkan uji tekan dan pantulan palu pada umur beton 3-28 hari. Rn diambil dari 16 titik pantul pada 3 sisi kubus dengan sumbu yang berbeda, kemudian Rn divariasikan dari rata-rata 16, 10, 8, 5, 4, dan 1 titik pantul. Korelasi yang paling tepat antara Rn dan f'ck ditentukan berdasarkan analisis regresi dengan faktor determinasi tertinggi (r²). Persamaan regresi tersebut, dikombinasikan dengan hasil eksperimen dan grafik ASTM serta penelitian dari 10 tahun terakhir, menunjukkan bahwa f'ck dapat diprediksi menggunakan Rn dari rata-rata 10 nilai pantul, α=-90° dari tiga sisi sumbu yang berbeda, dengan persamaan f'ck=2,449e0,0959Rn, r²=0,9997. Compressive strength information during implementation must be known as early as possible to evaluate the quality of concrete. The demand for fast results in determining compressive strength (f'ck) based on Compression Testing Machine is difficult to meet, if the test object is far from the laboratory. Hammer Test which can predict compressive strength quickly for concrete that is at least 14 days old needs to be adapted so that it can be used for younger concrete. This study was conducted using an experimental method that aims to adapt it so that it can be used to predict f'ck on cube test objects that are less than 14 days old. The f'ck data and hammer rebound values ​​(Rn) were taken based on 15 cube specimens of 15x15x15cm3. Rn and f'ck were compiled based on the hammer compression and rebound tests at the age of concrete 3-28 days. Rn was taken from 16 rebound points on 3 sides of the cube with different axes, then Rn was varied from an average of 16, 10, 8, 5, 4, and 1 rebound point. The most appropriate correlation between Rn and f'ck was determined based on a regression analysis with the highest determination factor (r²). This regression equation, combined with experimental results and ASTM graphs and research from the last 10 years, shows that f'ck can be predicted using Rn from the average of 10 reflectance values, α=90° from three different axis sides, with the equation f'ck=2.449e0.0959Rn, r²=0.9997
Fuzzy AHP Method Utilization in Public-Private Partnership Infrastructure Research: A Review Sunandar, Ali; Andriyanti, Fitri; Abd Karim, Saipol Bari; Zolkafli @Zulkifly, Umi Kalsum
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus (Progress)
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v6i2.31705

Abstract

This study aims to  to review the utilization of the Fuzzy AHP method in PPP infrastructure research. A qualitative research design was adopted, employing a systematic literature review of articles indexed in Scopus and Web of Science and published between 2016 and 2025. The selected studies were examined using thematic analysis. The findings indicate that Fuzzy AHP is primarily applied in four major areas: risk assessment, partner and investment selection, sustainability and performance evaluation, and methodological development. The results also demonstrate a growing application of Fuzzy AHP in hybrid decision models that integrate complementary multi-criteria techniques and advanced fuzzy approaches. These developments reflect a methodological transition from standalone applications toward more integrated analytical frameworks. The novelty of this study lies in its comprehensive knowledge review of Fuzzy AHP applications within the PPP infrastructure domain and the development of a synthesized conceptual framework. The study contributes to the literature by clarifying research trajectories, identifying dominant thematic areas, and highlighting methodological evolution. The main limitations relate to the restricted database coverage and the specified time frame. Future research should conduct comparative studies with other decision-making methods to further examine methodological advancements in PPP research.
Assessment of the Irrigation System Performance in Gamping Irrigation Area, Special Region of Yogyakarta, Indonesia Rosnenda, Ema Amalia; Hairani, Ani; Harsanto, Puji; Prasetyo, Agus Budi
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus (Progress)
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v6i2.32774

Abstract

The performance of irrigation networks serves as an indicator of management that encourages the optimization of water use in an effective and efficient manner to meet increasing demands. However, in practice, several problems are still encountered, such as uneven water distribution, suboptimal infrastructure conditions, and institutional management that has not functioned optimally. Therefore, assessing the Irrigation System Performance Index (IKSI) is important, one of which is through collecting IKSI form data for each irrigation area in the Special Region of Yogyakarta (DIY) to obtain a quantitative value of irrigation system performance. This study aims to assess the IKSI in one of the irrigation areas in the Special Region of Yogyakarta, namely the Gamping Irrigation Area. The method used in this study includes data collection through field observations, interviews with related stakeholders, and data processing based on IKSI parameters, which consist of physical infrastructure, crop productivity, supporting facilities, personnel organization, documentation, and the institutional condition of Water User Associations (P3A). The results indicate that the performance of the irrigation system in the Gamping Irrigation Area falls into the good category, with several parameters such as physical infrastructure and crop productivity in optimal condition. However, some parameters show relatively low values, such as documentation and institutional aspects, which require improvement. Therefore, improvement efforts can be carried out through enhancing documentation, strengthening P3A institutions, as well as maintaining and rehabilitating irrigation networks to improve overall system performance.
Studi Numerik Pengaruh Sistem Lantai Kayu dan Kalsifloor pada Bangunan Struktur Baja Maysandri, Imellia; Prayuda, Hakas; Syamsi, Muhammad Ibnu
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus (Progress)
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v6i2.32784

Abstract

Perkembangan industri meningkatkan kebutuhan akan bangunan pergudangan dengan kinerja struktural yang andal. Bangunan gudang di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) menggunakan rangka baja Wide Flange (WF) dengan lantai mezzanine kayu eksisting yang rentan mengalami degradasi akibat sifat higroskopis material. Penelitian ini mengevaluasi dampak substitusi pelat lantai kayu dengan panel kalsium silikat (Kalsifloor) terhadap respons struktural global melalui simulasi numerik 3D menggunakan SAP2000. Parameter yang dievaluasi meliputi lendutan vertikal, rasio simpangan antar lantai (drift ratio), reaksi perletakan, dan rasio tegangan (stress ratio). Model komputasi divalidasi terhadap perhitungan analitis manual, dengan selisih 0%. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggantian material Kalsifloor meningkatkan massa bangunan sehingga lendutan vertikal naik 5,23% dan reaksi aksial tumpuan naik 0,74%. Namun, karakteristik homogen-isotropik Kalsifloor mengoptimalkan aksi diafragma dengan mereduksi simpangan lateral pada arah X hingga 0,06%. Seluruh parameter keamanan dan batas layanan struktur pasca-modifikasi terbukti memenuhi kriteria SNI 1727:2020, SNI 1726:2019, dan SNI 1729:2020. Disimpulkan bahwa struktur gudang eksisting layak menerima beban lantai baru tanpa memerlukan perkuatan tambahan (retrofitting).
Keterkaitan Penggunaan Lahan terhadap Kinerja Lalu Lintas dan Efisiensi Spasial Jalan Seturan Raya Mey Diana Safitri; Basuki, Imam
Bulletin of Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026): Agustus (Progress)
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v6i2.33040

Abstract

Koridor Jalan Seturan Raya memiliki karakteristik penggunaan lahan yang beragam, meliputi hunian, perdagangan dan jasa, perkantoran, serta pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan proporsi penggunaan lahan, menentukan kinerja lalu lintas, menganalisis keterkaitan penggunaan lahan dengan volume lalu lintas dan derajat kejenuhan, menganalisis efisiensi relatif segmen, serta merumuskan rekomendasi pengelolaan penggunaan lahan dan lalu lintas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode statistik nonparametrik pada 17 segmen. Analisis dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank, Shannon Entropy Index, Data Envelopment Analysis (DEA), dan analisis slack. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor Jalan Seturan Raya memiliki karakteristik mixed use dengan komposisi penggunaan lahan yang berbeda antarsegmen. Proporsi hunian terbesar terdapat pada Segmen 16 sebesar 18,27%, perdagangan dan jasa pada Segmen 6 sebesar 13,85%, sedangkan perkantoran dan pendidikan paling terkonsentrasi pada Segmen 2, masing-masing sebesar 46,19% dan 53,06%. Volume lalu lintas berada pada rentang 1.921–2.285 smp/jam, dengan derajat kejenuhan 0,52–0,90. Sebanyak 13 segmen memiliki tingkat pelayanan D dan 4 segmen C. Hunian dan perdagangan jasa memiliki hubungan positif dan signifikan dengan volume lalu lintas. Heterogenitas penggunaan lahan tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan volume maupun derajat kejenuhan. Hasil DEA menunjukkan lima segmen efisien, yaitu Segmen 7, 8, 11, 14, dan 15. Hasil tersebut menjadi dasar rekomendasi pengelolaan pada setiap segmen.