cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
madegautamajayadiningrat@uhnsugriwa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
madegautamajayadiningrat@uhnsugriwa.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesian Gender and Society Journal
ISSN : 26154676     EISSN : 2615692X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/igsj.v2i2
Core Subject : Education, Social,
Indonesian Gender & Society Journal, the official journal of Sociologists for Women in Society. Articles analyze gender and gendered processes in interactions, organizations, societies, and global and transnational spaces. The journal publishes empirical articles, along with reviews of books.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023): October" : 6 Documents clear
Persepsi Mahasiswa Mengenai Feminisme Pada Mahasiswa Fisipol Universitas Tanjungpura Martin Mikael Evan Tampubolon; Selvi Yani, Shafira; Fadia, Uray Fujha; T.h Musa, Dahniar; Alamri, Annisa Rizqa
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i2.62933

Abstract

Di masa lalu, ketidaksetaraan gender menjadi budaya di masyarakat sehingga melahirkan patriarki. Dengan adanya gerakan ini, banyak perempuan yang merasakan pengaruh positif feminisme dalam kehidupannya. Dahulu, perempuan masih harus menunjukkan eksistensinya untuk mencapai kedudukan setara dengan laki-laki dalam pelayanan publik. Berbeda dengan saat ini, di mana wanita bisa meraih berbagai posisi di berbagai bidang berkat feminisme, wanita saat ini hanya perlu meningkatkan harga dirinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis menggunakan pendekatan interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan validasi inferensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiswa terhadap feminisme, seperti latar belakang budaya, pendidikan, dan pengalaman pribadi. Subyek pada penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi pada salah satu Universitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskrptif. Hasil penelitian ini berdasarkan apa yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang diwawancarai memahami konsep feminisme meskipun mereka tidak mempelajari feminisme secara akademis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa memiliki persepsi yang baik mengenai gerakan feminisme berdasarkan pengalaman dan keyakinan mereka. Beberapa mahasiswa menganggap feminisme penting dan relevan dalam memperjuangkan kesetaraan gender serta mengatasi ketidakadilan terhadap perempuan. Implikasi penelitian ini adalah dapat membantu institusi pendidikan memahami sejauh mana konsep feminisme dipahami oleh mahasiswa, serta bagaimana pandangan tersebut mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.
The Rule And Status of Women in the Indigenous Igala Religion Okala Yunusa Yusufu; Amodu Salisu Ameh; Muraina Kamilu Olanrewaju
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i2.78198

Abstract

This research discusses the issue of the role and status of women in the Igala tribe's traditional religions. This research aims to deeply analyze the beliefs, practices, and norms that shape the rules and status of women in the Igala tribe's indigenous religions by using a qualitative descriptive approach. The research design used is a case study. The subjects of this study were Igala women involved in religious practices, with a test subject of 30 women’s who acted as priests, fortune tellers, and community leaders. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, with the research instruments being interview guidelines and observation notes. Data analysis was conducted using the thematic analysis method. The results showed that Igala women are essential in religious practices and have significant spiritual authority. This study concludes that Igala women have complex and diverse roles in their indigenous religion, reflecting the interconnectedness between humans, nature and spirituality. The implications of this study show the importance of empowering women in their religious roles to preserve the cultural and spiritual heritage of the Igala people.
Tinjauan Kritis Kurikulum Merdeka: Perspektif Beragam dan Solusi Implementatif Desak Putu Reza Maylita
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i2.79880

Abstract

Kurikulum Merdeka, sebagai terobosan terbaru dalam pendidikan Indonesia, menjanjikan pendekatan pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Namun, dalam implementasinya, kurikulum ini dihadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dari semua pemangku kepentingan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa meskipun ada pandangan positif dari pendidik terkait dengan potensi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, kesiapan guru dalam mengadopsi pendekatan baru menjadi kendala utama yang perlu diatasi. Di sisi lain, pandangan siswa dan orang tua juga berperan penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum ini. Kendala teknis dan infrastruktur menjadi hambatan serius, terutama di daerah pedesaan, menghambat pencapaian tujuan kurikulum secara menyeluruh. Solusi implementatif yang diperlukan meliputi peningkatan investasi dalam infrastruktur pendidikan, pelatihan guru, serta kerja sama erat antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa sementara Kurikulum Merdeka menjanjikan perubahan positif dalam pendidikan Indonesia, upaya bersama dari semua pihak diperlukan untuk mengatasi tantangan dan mewujudkan visi Kurikulum Merdeka yang inklusif, inovatif, dan merdeka.
Parental Socioeconomic Status, Locus of Control, Social Media, and Peer Pressure as Determining Factors of Risky Sexual Behavior in College Students Bamidele Joke Fowowe-ogunmilugba
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i2.81464

Abstract

This research focuses on identifying factors that influence risky sexual behavior among college students. Risky sexual behavior refers to sexual activities that can increase the risk of transmitting sexually transmitted diseases and unwanted pregnancy. In this context, several factors have been identified as major determinants, including parental socioeconomic status, locus of control, social media use, and peer pressure. The aim of this research is to analyze and understand the influence of several factors on risky sexual behavior among students. This research uses a descriptive survey research design with qualitative research methods. Two hundred forty (240) male and female undergraduate students served as study participants. Data collection was carried out using reliable instruments: The main results of the study are conclusive Primary emphasis should be placed on providing sufficiently informative sex education services to students at universities to equip them with valid facts about safe sexual practices. The implications of this research have a broad impact in both academic and practical contexts, the findings of this research can enrich the academic literature regarding risky sexual behavior, in particular by highlighting the role of factors such as parental socioeconomic status, locus of control, social media use, and pressure. friends of the same age.
Examination Anxiety Among in-School Adolescents: Parental Factors, School Environment and Gender as Determinants Habeeb Omoponle Adewuyi; Moromoke Nimota Raji; Babatunde Adewole Ajani; Sylvester E. Umanhonlen; Ayodeji Solomon Adegoke
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i2.81467

Abstract

This study is motivated by the high level of test anxiety felt by learners in educational institutions, which can hurt their academic achievement and emotional well-being. This study aims to examine (parental factors, school environment, and gender) as determinants of test anxiety among secondary school students. This study used a descriptive survey with a correlational type of design. Secondary school adolescents were the target population of this study. A total of 285 responses were considered sufficient and included in the study, bringing the sample size to 300 respondents. To select the respondents, the researcher used a multi-stage sampling technique. The data collection method used was a questionnaire. Descriptive statistics (frequency counts and percentages) were used to analyze the questionnaire data and determine demographic information. The results stated that girls showed a higher tendency to experience test anxiety. Parental factors and school environment have a relative influence on the prediction of test anxiety. Gender had no significant relative impact on predicting test anxiety. This study underscores the need for cooperation between home and school to keep students focused on their education. They should also encourage, inspire and equip students with adequate motivation to reduce anxiety during exams.
The PROFIL GROWTH MINDSET GURU SEKOLAH PENGGERAK DI KABUPATEN BADUNG DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Sari, Ni Kade Indu Dewi Kumala; Riastini, Putu Nanci; Margunayasa, I Gede
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i2.81958

Abstract

Masalah utama dalam pendidikan saat ini adalah masih terdapat perbedaan signifikan dalam pola pikir perkembangan (growth mindset) di kalangan guru, khususnya dalam Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Badung. Hal ini berimplikasi pada variasi kualitas pembelajaran yang diterima siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan profil growth mindset guru Sekolah Penggerak dengan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif. Subjek yang terlibat dalam penelitian yaitu 16 guru di beberapa Sekolah Dasar Penggerak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sikap perkembangan guru dengan 20 item pertanyaan. Selanjutnya data dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan dalam karakteristik growth mindset guru. Sebagian besar guru menunjukkan pola pikir berkembang dengan beberapa gagasan tetap, sementara yang lain menunjukkan pola pikir tetap dengan berbagai ide berkembang. Analisis data menunjukkan bahwa guru perempuan memiliki skor rata-rata growth mindset yang lebih tinggi dibandingkan dengan guru laki-laki. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya program pelatihan dan pengembangan profesional yang berfokus pada peningkatan growth mindset di kalangan guru, untuk memastikan kualitas pendidikan yang merata dan mendorong inovasi dalam pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 6