cover
Contact Name
Bambang kasatriyanto
Contact Email
bkborobudur@kemdikbud.go.id
Phone
+62293-788225
Journal Mail Official
bkborobudur@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 200 Documents
Permasalahan Pendaftaran dan Penetapan Cagar Budaya di Tingkat Pemerintah Daerah; Kinerja Program Pendukungan Pendaftaran dan Penetapan Cagar Budaya Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Hingga September 2016 Yosua Adrian Pasaribu
Borobudur Vol. 10 No. 1 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i1.148

Abstract

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya mengamanatkan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan pendaftaran dan penetapan cagar budaya. Dalam rangka implementasi peraturan tersebut, Pemerintah Pusat melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan program pendukungan pendaftaran dan penetapan cagar budaya kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi sejak tahun 2013 September 2016. Program tersebut telah menghasilkan 274 Tim Pendaftaran Cagar Budaya (50%), 39 orang kandidat Tim Ahli Cagar Budaya (7%), dan 33 orang Tim Ahli Cagar Budaya yang bersertifikat (6%). Artikel ini melihat pencapaian pendaftaran dan penetapan cagar budaya, permasalahan, dan usulan solusi pemecahan masalah tersebut.
Cyber Arkeologi Dalam Komunikasi Arkeologi Kepada Publik Sebagai Sarana Pelestarian Cagar Budaya Fauzan Amril
Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i2.149

Abstract

Masalah yang dibahas dalam tulisan ini adalah mengenai penyebaran informasi mengenai arkeologi yang masih sangat terbatas. Untuk itu diperlukan saluran-saluran atau media-media komunikasi yang dapat menjangkau kepada seluas mungkin lapisan masyarakat. Dengan mempelajari bentuk-bentuk komunikasi yang telah dilakukan, dalam tulisan ini bermaksud untuk memberikan alternatif terhadap model komunikasi, dalam hal ini berupa cyber-arkeologi yaitu berkomunikasi melalui dunia maya. Penyebaran informasi atau berkomunikasi melalui dunia maya diharapkan dapat menjangkau lebih luas lagi publik yang membacanya sehingga masyarakat pun memahami tentang nilai penting yang terkandung di dalam kebudayaan yang mereka miliki, yang pada akhirnya pula dapat membawa masyarakat terlibat dalam upaya pengelolaan dan pelestariannya.
Survey dan Pemodelan 3D (Tiga Dimensi) untuk Dokumentasi Digital Candi Borobudur Deni Suwardhi; Muhammad Mukhlisin; Dendy Darmawan; Shafarina Wahyu Trisyanti; Brahmantara Brahmantara; Yudi Suhartono
Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i2.150

Abstract

Candi Borobudur merupakan salah satu warisan budaya masa lampau yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia. Upaya pelestarian Candi Borobudur sebagai salah satu Warisan Dunia (World Heritage) terus dilakukan oleh para pelestari, salah satunya adalah dengan melakukan perekaman secara digital dalam bentuk model 3D (tiga dimensi). Data - data yang disampaikan dalam kajian ini merupakan hasil survey yang terdiri dari (i) survey pemotretan udara menggunakan WUNA (wahana udara nir-awak), (ii) survey pemotretan terestris, (iii) survey terestris menggunakan sensor aktif laser scanner, dan (iv) survey GPS (Global Positioning System) teliti. Kamera yang digunakan dalam pemotretan udara maupun terestris adalah kamera digital format kecil non-metrik yang mempunyai karakteristik parameter orientasi dalam, seperti panjang fokus dan distorsi lensa, yang tidak stabil, sedangkan untuk pemotretan bagian candi yang sulit diambil dari udara seperti patung, relief dan stupa, digunakan teknik foto terestris rentang dekat yang mempunyai prinsip sama dengan teknik foto udara. Salah satu tantangan dalam pengolahan data hasil kajian ini adalah bagaimana teknik Fotogrametri Digital memungkinkan penggabungan keseluruhan foto yang diambil dengan data hasil survey GPS teliti sebagai titik kontrol dan memberi koordinat global pada model 3D yang dihasilkan. Penggabungan tersebut mempunyai tujuan untuk menghasilkan model 3D dengan ragam tingkat kedetilan (Multilevel of Detail). Beberapa objek dengan tingkat kedetilan tinggi, seperti patung, relief dan stupa, dibandingkan dengan model yang dihasilkan dari sensor aktif laser scanner. Setelah untuk analisis lebih lanjut. Kerangka kerja internasional untuk pemodelan kota 3D khususnya obyek Warisan.
Identifikasi Biodeteriogen Sebagai Langkah Awal Konservasi Benda Cagar Budaya Moh Habibi
Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i2.151

Abstract

Indonesia mempunyai Benda Cagar Budaya (BCB) yang berlimpah. BCB tersebut dapat mengalami degradasi disebabkan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai teknik molecular yang digunakan untuk deteksi biodeteriogen pada benda cagar budaya. Teknik Molekuler yang dapat digunakan adalah Fingerprinting, meliputi DGGE (Denaturing Temperature Gradient Gel Electrophoresis), SSCP (Single Strand Conformation Polymorphism), ARDRA (Amplified Ribosomal DNA Restriction Analysis), dan Clone Library. Teknik ini mempunyai beberapa kelebihan, seperti tingkat presisi yang tinggi, lebih cepat digunakan, dapat digunakan untuk mengetahui peran biodeteriogen pada lingkungan.
Analisis Kandungan Unsur dan Tingkat Kekerasan Pada Senjata Logam Koleksi Museum Tosan Aji Purworejo R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa
Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i2.152

Abstract

Tulisan ini membahas tentang teknologi senjata logam pada masa lampau. Penelitian ini menggunakan metode analisis kandungan unsur (x-ray fluroscence) dan tingkat kekerasan (skala Mohs) pada 11 senjata logam dari Museum Tosan Aji. Senjata-senjata tersebut berupa keris, pedang, dan mata tombak. Hasil analisis unsur memperlihatkan bahwa dari 11 senjata yang dianalisis tidak terdapat senjata dengan kandungan unsur dan trace element yang sama. Selain itu, tidak ditemukan hubungan antara hiasan pamor pada senjata dengan kandungan unsur. Sementara pengukuran tingkat kekerasan menunjukkan adanya perbedaan tingkat kekerasan pada jenis dan tipe senjata tertentu, serta adanya hubungan antara tingkat kekerasan dengan proses pembuatan pada senjata keris.
Isolasi Jamur dari Batuan Penutup Drainase Pada Sisi Selatan Lantai II Bidang H Candi Borobudur Nabiilah Ardini Fauziyyah; Dina Aurum Sari Putri
Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur dari batuan penutup drainase Candi Borobudur pada penutup drainase disampling dengan metode kerik dan swab, kemudian dilakukan isolasi mikroba hasil sampling dengan metode spread, streak, dan tabur pada medium Nutrient Agar dan Potato Dextrose Agar. Inkubasi dilakukan pada suhu 280C dengan kelembaban 80% selama 24-48 jam. Isolat yang berbeda disubkultur pada medium baru dan diinkubasi kembali selama 48-72 jam dengan suhu dan kelembaban yang sama. Setelah isolat diinkubasi, dilakukan karakterisasi morfologi makroskopis berupa bentuk dan warna koloni isolat jamur, dan mikroskopis berupa keberadaan septa pada hifa, spora, dan kantung spora dengan mikroskop. Didapatkan empat isolat jamur yaitu J1, J2, J6, dan J7. Berdasarkan morfologi makroskopis dan mikroskopis, Isolat J1, J6, dan J7 termasuk jenis jamur dari filum Ascomycota atau Deutromycota sedangkan Isolat J2 termasuk jenis jamur dari filum Zygomycota.
Meninjau Kembali Tujuan Pendirian dan Fungsi Museum-museum di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur Isni Wahyuningsih
Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i2.155

Abstract

Sumberdaya budaya tidak akan dirasakan manfaatkan oleh masyarakat apabila informasi tentang sumberdaya budaya tersebut tidak disajikan atau dipresentasikan secara luas. Ada berbagai cara untuk menyajikan sumberdaya tersebut, antara lain melalui museum. Salah satu sumberdaya budaya terpenting di Indonesia yang memiliki museum adalah Candi Borobudur, yang telah masuk dalam Warisan Dunia nomor C592 tahun 1991. Keberadaan Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia selalu dimonitor oleh UNESCO, termasuk juga isu yang terkait dengan pengalaman pengunjung serta keberadaan museum-museum di Kompleks Candi Borobudur. Penelitian ini untuk meninjau kembali keberadaan museum-museum di kompleks Candi Borobudur terkait dengan fungsi dan tujuan pendiriannya. Untuk itu langkah yang dilakukan adalah dengan menelusuri terlebih dahulu tujuan dan fungsi pendirian museum situs. Selanjutnya pengumpulan data kenyataan yang ada dihimpun melaui pengamatan atau observasi, wawancara serta penyebaran kuesioner terhadap responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi dan tujuan pendirian museum-museum situs di kompleks Candi Borobudur belum optimal.
Pengembangan Kompleks Masjid-Makam Mantingan Kabupaten Jepara Jawa Tengah Mubarak Andi Pampang
Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v10i2.156

Abstract

Tulisan ini berangkat dari permasalahan pengelolaan Situs Masjid dan Makam Mantingan di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah yang belum komprehensif dan berkelanjutan. Secara konseptual, pengelolaan sumberdaya budaya menekankan pentingnya pengelolaan yang berwawasan pelestarian. Strategi pengelolaan berkelanjutan melalui pembentukan badan pengelola, pelibatan pihak-pihak terkait, penataan kawasan, dan penataan pengunjung, dapat menjadi salah satu solusi permasalahan yang terjadi pada Situs Masjid dan Makam Mantingan.
Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara Asyhadi Mufsi Batubara
Borobudur Vol. 9 No. 1 (2015): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v9i1.158

Abstract

Modernisasi menjadi hal yang sulit dihindari suatu bangsa yang tergolong sedang berkembang, terlebih Indonesia yang masyarakatnya sangat terbuka. Semangat modernisasi cenderung diterjemahkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang secara sadar atau tidak telah banyak mengorbankan Cagar Budaya di Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara. Ditinjau dari sudut arkeologis, Provinsi Sulawesi Tenggara tergolong sebagai wilayah berkembang dengan budaya material berbentuk cagar budaya dalam jumlah yang banyak dan beragam. Berdasarkan data terakhir pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Makassar, tercatat sebanyak ±137 cagar budaya, dimana hanya ±14 cagar budaya yang ber-SK. Cagar budaya yang belum di-SK-kan ini tentu rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif modernisme yang cenderung merusak cagar budaya demi beragam kepentingan. Kondisi ini memunculkan tiga pertanyaan penting mengenai kondisi pelestarian cagar budaya di wilayah Sulawesi Tenggara, yakni mengenai persoalan pelestarian, tantangan dan harapan pelestarian, serta pencarian konsep modernisasi infrastruktur yang sejalan dengan pelestarian cagar budaya di Sulawesi Tenggara. Jawaban atas ketiga pertanyaan yang bersifat mendasar tersebut dapat menjadi cerminan dan bahan pemikiran untuk wilayah lain yang juga mengalami persoalan yang hampir sama.
Pelestarian Kawasan Konservasi di Kota Semarang Eko Punto Hendro
Borobudur Vol. 9 No. 1 (2015): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v9i1.159

Abstract

Kota Semarang memiliki beberapa kawasan yang strategis untuk dijadikan kawasan konservasi. Kota Lama, daerah Pecinan, Pasar Johar, dan Kampung Sekayu merupakan kawasan bersejarah yang harus dikonservasi. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan pengembangan model konservasi. Konservasi kawasan diperlukan untuk memberikan perlindungan kawasan-kawasan tersebut dari gencarnya pembangunan kota, termasuk mengendalikan perkembangan kawasan tersebut agar tidak hilang identitas kesejarahaan dan kebudayaannya. Kawasan konservasi ini juga merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi dan atraksi wisata.

Page 11 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2007 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Vol. 17 No. 2 (2023): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 17 No. 1 (2023): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 16 No. 2 (2022): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 16 No. 1 (2022): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 15 No. 2 (2021): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 15 No. 1 (2021): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 14 No. 1 (2020): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 13 No. 2 (2019): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 13 No. 1 (2019): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 12 No. 2 (2018): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 12 No. 1 (2018): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 11 No. 2 (2017): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 11 No. 1 (2017): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 10 No. 2 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 10 No. 1 (2016): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 9 No. 2 (2015): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 9 No. 1 (2015): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 8 No. 2 (2014): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 8 No. 1 (2014): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 7 No. 2 (2013): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 7 No. 1 (2013): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 6 No. 1 (2012): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 5 No. 1 (2011): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 4 No. 1 (2010): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 3 No. 1 (2009): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 2 No. 1 (2008): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur Vol. 1 No. 1 (2007): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur More Issue