cover
Contact Name
yaumal arbi
Contact Email
ejurnal@sttind.ac.id
Phone
+6282386758367
Journal Mail Official
ejurnal@sttind.ac.id
Editorial Address
Jln Hamka No.121 Tabing Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Aerasi
ISSN : -     EISSN : 26866692     DOI : http://dx.doi.org/10.36275/jaerasi
Core Subject : Engineering,
JURNAL AERASI merupakan sarana publikasi ilmiah di bidang Teknik Lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan STTIND PADANG. Jurnal Aerasi menerima artikel yang berhubungan dengan Pengeloahan Air Bersih, Air Limbah, Persampahan, Konservasi Lingkungan, Permodelan Lingkungan, Energi Terbarukan, Kesehatan dan keselamatan kerja dan Teknologi Tepat Guna.
Articles 22 Documents
PEMANFAATAN BLONDO PADA LIMBAH VCO (VIRGIN COCONUT OIL) MENJADI HAND SANITIZER Rinda Dwi Utari; Yaumal Arbi
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.638 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.337

Abstract

Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) memiliki potensi besar menjadi produk olahan yang bermanfaat. Salah satu tanaman kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Limbah yang dihasilkan tersebut adalah blondo. Salah satu upaya untuk menangani limbah yaitu memanfaatkan limbah menjadi hand sanitizer. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah limbah ini dapat dijadikan hand sanitizer gel dan mencari komposisi yang tepat dengan melakukan perbandingan menggunakan etanol dan tanpa menggunakan etanol. Komposisi yang tepatnya adalah dengan penambahan 15% etanol karena dari data penelitian memenuhi syarat mutu SNI hand sanitizer dengan hasil uji organoleptik yang menggunakan pelarut dengan tingkat kesesuaiannya adalah Sesuai dan tanpa  pelarut dengan hasil uji pada bentuk gel dengan tingkat kesesuaian kurang sesuai. Hasil Uji ph yaitu 6,863 pelarut etanol dan tanpa etanol 6,745 dimana hasil yang didapatkan sesuai dengan SNI 06-2588-1992 yaitu 4,5–8,00. Uji waktu kering pada pelarut etanol 28,83 detik sesuai dengan batas standar 15-30 detik, tanpa pelarut pada waktu 1 menit 54 detik tidak memenuhi standar karena tidak menguap secara sempurna. Dari hasil uji ALT pada pelarut etanol sebelum menggunakan hand sanitizer rata-rata 513,33 koloni sesudah menggunakan hand sanitizer rata-rata 210 koloni. Kemudian tanpa etanol sebelum menggunakan hand sanitizer rata-rata 875 koloni, sesudah menggunakan hand sanitizer rata-rata 625 koloni. Maka hand sanitizer dari limbah vco tersebut layak digunakan yang mengacu pada SNI 06-2588-1992.
PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH PEMUCATAN MINYAK GORENG (SPENT BLEACHING EARTH) DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA Mike Saputri; Vina Lestari Riyandini
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.405 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.338

Abstract

Limbah padat pada proses pemucatan dalam pemurnian CPO sering disebut dengan spent bleaching earth (SBE). Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), SBE dikategorikan dalam jenis limbah B3 yang bersumber dari proses industri oleochemical dan/atau pengolahan minyak hewani atau nabati. SBE masih mengandung 19-20% minyak dan sulit dipisahkan tanpa penangan khusus. Sisa minyak yang tersisa inilah yang sebenarnya masih berpotensi jika dimanfaatkan karena memiliki nilai kalor yang tinggi, dan salah satu alternatif pemanfaatannya menjadi briket. Maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi campuran SBE dan arang tempurung kelapa yang berbeda terhadap nilai kalori, kadar air, kadar abu dan kadar volatil yang dihasilkan. Hasil uji kualitas dari briket tersebut dibandingkan dengan standard briket pada SNI 01-6235-2000 briket arang kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi campuran SBE dan arang tempurung kelapa sangat berpengaruh terhadap  nilai kalori, kadar air, kadar abu dan kadar volatil. Hasil uji semua variasi campuran tidak memenuhi SNI 01-6235-2000. Tetapi ada tiga variasi campuran yang masih bisa digunakan sebagai bahan bakar yaitu variasi campuran 30:70, 20:80, 10:90. Karena penggunaannya diperuntukkan untuk skala industri, maka tiga variasi tersebut layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif di industri semen. Ini mengacu pada standard batubara yang digunakan di industri semen

Page 3 of 3 | Total Record : 22