cover
Contact Name
yaumal arbi
Contact Email
ejurnal@sttind.ac.id
Phone
+6282386758367
Journal Mail Official
ejurnal@sttind.ac.id
Editorial Address
Jln Hamka No.121 Tabing Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Aerasi
ISSN : -     EISSN : 26866692     DOI : http://dx.doi.org/10.36275/jaerasi
Core Subject : Engineering,
JURNAL AERASI merupakan sarana publikasi ilmiah di bidang Teknik Lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan STTIND PADANG. Jurnal Aerasi menerima artikel yang berhubungan dengan Pengeloahan Air Bersih, Air Limbah, Persampahan, Konservasi Lingkungan, Permodelan Lingkungan, Energi Terbarukan, Kesehatan dan keselamatan kerja dan Teknologi Tepat Guna.
Articles 22 Documents
STABILITAS KAPAL JUKUNG DENGAN JENIS LAMBUNG PELAT DATAR Aulia zulkarnaen Nasty; Syahril Syahril; Rahmat Aziz Nabawi
JURNAL AERASI Vol 1, No 2 (2019): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.801 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v1i2.214

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan desain kapal Jukung dengan lambung kapal pelat datar yang memiliki stabilitas yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis numerik menggunakan software maxsurf-stability. Data yang akan diambil adalah data ukuran kapal pembanding dan data hasil analisis yang sesuai dengan standar criteria IMO. Hasil penelitian yang diperoleh berupa grafik dan tabel yang menunjukan nilai kriteria dan kondisi dari kapal tersebut. Kapal dengan criteria stabilitas terbaik berdasarkan nilai GZ terbesar dimiliki oleh kapal model III dengan bentuk midship  model Akatsuki. Sedangkan kapal yang memiliki kriteria  stabilitas ideal ditunjukan oleh kapal Model 1. Hal ini didasarkan pada luasan area dibawah kurva yang paling tinggi diantara ketiga kapal tersebut dan juga pada nilai GZ kapal yang positif.
ANALISIS KUALITAS PUPUK CAIR DARI AMPAS KOPI DAN TEH Maftukhoh Cergia; Hendri Sawir
JURNAL AERASI Vol 1, No 2 (2019): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.679 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v1i2.328

Abstract

Semakin meningkatnya cafe kopi dan teh di Kota Padang dari tahun ke tahun akan berbanding lurus dengan produktivitas dari ampas kopi dan teh ini. Salah satu upaya terbaik untuk pengolahan ampas-ampas tersebut adalah dengan cara menjadikan pupuk organik/kompos. Untuk proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos serta pupuk cair, diperlukan bahan dekomposer. Bahan dekomposer yang umum digunakan adalah Effective Mikroorganisme (EM-4). Proses pengomposan dilakukan dengan metode anaerob. Komposter yang digunakan ada 8 macam (P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8) dengan volume yang sama, komposisi berbeda. Dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penggunaan ampas kopi dan teh sebagai pupuk cair yang optimum dan menunjukkan bahwa campuran antara ampas kopi dan teh (P2) lebih efektif menjadi pupuk cair daripada komposter lain, yakni dengan komposisi ampas kopi 375 gram + teh 125 gram + 250 larutan EM-4. Analisa yang dilakukan meliputi Nitrogen (N), Timbal (Pb), pH, C-Organik (Bahan Organik), dan Jumlah Total Koloni (Mikroba). Dari hasil uji laboratorium didapatkan pengaruh signifikan dan didapatkan komposisi optimum. Dari hasil tersebut didapatkan nilai kandungan Nitrogen (N) 1,12%; Timbal (Pb) 0,089 ppm; pH 5,67; C-Organik (Bahan Organik) 21,80%; dan Jumlah total koloni 154x103 cfu/ml, sehingga dari hasil tersebut jika dibandingkan dengan standart SNI 19-7030-2004 hasil dari pengomposan dan pupuk cair sudah memenuhi standart. 
ANALISIS SISTEM PROPULSI KAPAL WISATA TENAGA SURYA Syahril Syahril; Rahmat Azis Nabawi; Yaumal Arbi; Febri Prasetya; Khairuni Delfi Anisa
JURNAL AERASI Vol 2, No 1 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.627 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i1.329

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi di bidang maritim sudah sangat maju terutama banyak teknologi yang sudah memanfaatkan energi matahari sebagai bahan bakar. Indonesia, 2/3 wilayahnya merupakan perairan, oleh karena itu banyak terdapat wisata alam yang salah satunya Sumatera Barat. Sebagai bentuk upaya melestarikan dan memajukan sektor wisata alam perairan Sumatera Barat dibuatlah sebuah kapal wisata tenaga surya. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk menghasilkan rancangan sistem propulsi kapal wisata tenaga surya untuk danau Maninjau. Metode yang dilakukan antara lain pengumpulan data, analisis data dan pembahasan hasil. Hasil pengujian yang didapat antara lain kecepatan data untuk daya yang dibutuhkan kapal sebesar 9 Kw. Berdasarkan hal ini maka motor listrik yang digunakan membutuhkan 2 buah motor listrik  dengan daya 4.5 Kw. Dari perhitungan pelayaran kapal per hari maka membutuhkan 13 buah baterai dengan kapasitas 1000 Ah dan membutuhkan solar sel sebanyak 6 buah dengan daya 250 WP.
PEMBUATAN DAN ANALISIS PUPUK CAIR DARI LUMPUR TELAGA KOTO BARU Fajrin Al Hamid; Andi Irawan
JURNAL AERASI Vol 2, No 1 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.135 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i1.330

Abstract

Telaga Koto Baru merupakan semacam danau kecil yang terletak di Desa Koto Baru Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini didasari oleh kondisi yang dapat dilihat secara visual pada Telaga Kotobaru terdapat indikasi terjadinya eutrofikasi.Kandungan lumpur pada telaga Koto Baru yakni N= 6,93% P=1,79%, K=1,52%, C=15,50%.pengukuran parameter-parameter yaitu: N, P, K, C, pH, dan Fe. Hasil analisis pupuk cair akan dibandingkan dengan SNI kualitas pupuk. Hasil analisis yang di dapatkan pada hari ke-14 kadar N 0,00008 % dan 0,00013%, kadar P 0,000012% dan 0,000014%, kadar K 0,00005% dan 0,000072%, kadar C 0,00012% dan 0,00016%, pH 6,9 dan 7,39, kadar Fe 0,000005% dan 0,000009%, sedangkan pada hari ke-21 kadar N 0,0001% dan 0,00009%, kadar P 0,000015% dan 0,000011%, kadar K 0,00006% dan 0,00007%, kadar C 0,00009% dan 0,00013%, pH 6,8 dan 7,39, kadar Fe 0,000006% dan 0,000008%. hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan SNI kualitas pupuk. Rendahnya kandungan dalam pupuk cair disebabkan bahan yang digunakan untuk membuat pupuk berpengaruh pada hasil pupuk serta pada saat pembuatan pupuk tidak menggunakan bahan organik lain seperti molases atau sampah pasar. Sehingga bakteri yang bertugas menguraikan senyaw dalam pupuk cair tidak bekerja dengan semestinya dikarenakan tidak adanya bahan organik lain untuk dijadikan makanan bakteri.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT PADA HUTAN KONSERVASI DI KOTA PADANG Azizan Azizan; Nofriya Nofriya
JURNAL AERASI Vol 2, No 1 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.068 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i1.331

Abstract

Kawasan hutan konservasi memiliki peran dan fungsi yang sangat penting secara ekologis  sebagai sumber  perlindungan  plasma  nutfah  untuk keanekaragaman   hayati  dan ekosistem yang ada. Meningkatnya  populasi akan mempengaruhi  meningkatnya  perubahan lahan untuk mendukung   kebutuhan  dan kegiatan  manusia.  Mempertimbangkan  peran dan fungsi  penting  hutan  konservasi  di Padang sehingga  pengelolaannya  perlu didukung  oleh data dan informasi yang lengkap, valid dan aktual. Metode penelitian ini merupakan  metode kuantitatif,   dimana   data  citra  satelit   dianalisa   dengan  menggunakan   metode  klasifikas i terbimbing  (supervised classification) dan algoritma  klasifikasi  kemungkinan  maksimum (maximum  likelihood  classification)  yang   ada pada QGIS.  Hasil  analisis   menunjukka n selama  10 tahun (2008-2018) telah terjadi perubahan tutupan lahan hutan konservasi  di Kota Padang menjadi  8 tipe klasifikasi  tutupan lahan  yaitu  air,  jalan,  pemukiman,  hutan primer, hutan  sekunder,  sawah, lahan terbuka  dan awan.  Hasil pengkategorian  perubahan  tutupan lahan  hutan  konservasi  di Kota  Padang pada 5 tahun  pertama (2008-2013)  menunjukka n telah terjadi peningkatan laju kerusakan kawasan hutan yang ditandai dengan ketegori turun (sebanyak 2.788 piksel  atau 1,03% dari luas  kawasan). Begitu  pula  pada waktu  5 tahun  II (2013-2018), terjadi  peningkatan   laju   kerusakan  kawasan  hutan  yang   ditandai  dengan ketegori turun (sebanyak 6.287 piksel atau 2,32% dari luas kawasan). Sehingga  dalam kurun waktu  10 tahun  telah  terjadi  peningkatan  laju  kerusakan  kawasan  hutan  yang  ditandai dengan ketegori  turun (sebanyak 6.513 piksel  atau 2,40% dari luas kawasan).
PEMANFAATAN PUPUK CAIR DARI AMPAS KOPI DAN TEH PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L) DENGAN METODE HIDROPONIK Anisa Fitri
JURNAL AERASI Vol 2, No 1 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.665 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i1.332

Abstract

Sumatera Barat merupakan daerah menghasilkan kopi, sehingga kopi merupakan komoditi penyegar bagi penduduk. Selain kopi, teh juga bagian yang banyak diminati untuk di konsumsi oleh masyarakat. Cara menanggulangi dari ampas - ampas tersebut adalah dengan memanfaatkan ampas untuk dijadikan sebagai pupuk cair yang akan di uji langsung ke tanaman. Tanaman yang dipilih dalam penelitian ini adalah tanaman sawi (Brassica juncea L.). Untuk pembuatan pupuk cair ke media tanaman ini adalah dengan menggunakan metode hidroponik. Media yang digunakan dengan memilih tiga perlakuan, yakni dengan komposisi tanpa pupuk cair; pupuk AB Mix, dan pupuk cair dari ampas kopi dan teh. Dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penggunaan pupuk cair dan menunjukkan bahwa perlakuan yang dilakukan oleh perlakuan III lebih memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan sawi (Brassica juncea L), yakni dengan komposisi pupuk cair 10 ml dan air 1000 ml. Analisa yang dilakukan meliputi tinggi batang, jumlah daun, dan panjang daun. Dari hasil uji yang didapatkan pengaruh signifikan dan didapatkan komposi sioptimum. Dari hasil tersebut didapatkan pada hari ke 14 tinggi batang sawi 1,8 cm; jumlah daun 6 helai; dan panjang daun rata - rata 1 cm yang memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan sawi (Brassica juncea L).
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR KAPASITAS 50 LITER PER DETIK DI IPA LUBUK PARAKU PDAM KOTA PADANG Ahmad Rizki; Sri Yanti Lisha
JURNAL AERASI Vol 2, No 1 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2004.963 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i1.333

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar bagi manusia karena diperlukan secara terus menerus dalam kegiatan sehari-hari untuk bertahan hidup.  Sepanjang aliran sungai Lubuk Paraku yang digunakan sebagai air baku IPA Lubuk Paraku terdapat aktifitas industri dan aktifitas penduduk sehingga perlu dilakukan pengawasan terhadap kualitas air. Terdapat kapasitas sebanyak 50 liter per detik yang belum digunakan untuk produksi di IPA Lubuk paraku. Perencanaan instalasi pengolahan air ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air baku sungai lubuk Paraku dan membuat perencanaan Instalasi pengolahan Air dengan kapasitas 50 liter per detik, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan di area pelayanan selatan PDAM kota Padang. Analisa air baku yang dilakukan diantaranya parameter fisika, kimia dan biologi. Dari hasil analisa didapatkan kualitas air baku tidak memenuhi baku mutu air minum karena terdapat Bakteri E.Coli dan Kekeruhan yang melebihi batas persyaratan. Instalasi pengolahan air yang direncanakan sesuai dengan SNI 6774:2008 tentang tata cara perencanaan paket unit IPA dan dibuat tipikal dengan IPA 50 liter per detik eksisting yaitu berupa bangunan struktur baja yang terdiri dari: unit koagulasi, unit flokulasi, unit sedimentasi, unit filtrasi (saringan pasir cepat), dan unit desinfeksi.
PEMANFAATAN LIMBAH DAUN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR Marlina Yasmi; Hendri Sawir
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.793 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.334

Abstract

Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok adalah salah satu daerah penghasil tanaman bawang merah. Produktivitas bawang merah dari tahun ketahun mengalami peningkatan terutama di daerah Alahan Panjang pada tahun 2013 menurut data pusat informasi pertanian 2013 sebesar 28.897,8 ton/tahun. Tingginya produktivitas bawang merah setara dengan besarnya limbah yang dihasilkan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pupuk organik cair dari limbah daun bawang merah dengan komposisi bahan  berfariasi yaitu sampel I sebanyak 250 gr, sampel II 500 gr dan sampel III 750 gr dengan bantuan bioaktivator EM4 masing masing sampel I 150 ml, sampel II 250 ml,dan sampel III 350 ml dan penambahan air masing masing 850 ml, 500 ml, dan 150 ml didapatkan kualitas kandungan N, P dan K tertinggi pada sampel II masing-masing 0,947 %, 0,147 % dan 2,832 % dan beberapa logam fe,Mn dan Zn masing-masing 0,012 %, 0,234 %, 0,028% yang mendekati standar peraturan mentri pertanian no 70 tahun 2011. Daun bawang merah bisa di jadikan pupuk organik cair namun belum layak digunakan sebagai pupuk organik cair karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH SEBAGAI ADSORBEN LOGAM Fe PADA LIMBAH CAIR Fandi Safrul Naldi; Sri Yanti Lisha
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.333 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.335

Abstract

Abu terbang batubara (Fly Ash) telah banyak dimanfaatkan sebagai adsorben pada penyisihan parameter pencemar dalam limbah cair. Pada penelitian ini fly ash dimanfaatkan sebagai adsorben penyisihan logam Fe pada limbah cair dengan studi kasus limbah cair PLTU Teluk Sirih, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan proses adsorbsi yang bertujuan untuk melihat besarnya efektivitas penyisihan logam Fe yang dihasilkan. Limbah cair yang diuji adalah limbah cair pada kolam inlet WWTP PLTU Teluk Sirih dengan konsentrasi Fe awal adalah 3,47 ppm. Setelah dilakukan proses adsorbsi menggunakan adsorben fly ash yang telah diaktivasi dengan NaOH 6 M dan waktu kontak 30 menit, konsentrasi logam Fe pada limbah cair turun hingga 0,02 ppm dengan persentase efektivitas penyerapan adalah 99,42 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adsorben fly ash efektif digunakan sebagai adsorben pada limbah cair.
STATUS TROFIK TELAGA KOTO BARU KABUPATEN TANAH DATAR Mhd Dien Al Anshari; Andi Irawan
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.28 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.336

Abstract

Telaga Koto Baru merupakan danau kecil yang terletak di Desa Koto Baru Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Pada Telaga Koto Baru terindikasi terjadinya eutrofikasi dilihat secara visual terdapat tumbuhan perairan yang menutupi sebagian besar permukaan perairan di Telaga Koto Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status trofik pada Telaga Koto Baru. Metode penelitian yang digunakan dalam menentukan status trofik Telaga Koto Baru dengan pengambilan sampel pada 4 (empat) lokasi yang diharapkan mampu memberi gambaran tentang kondisi Telaga Koto Baru dengan pengukuran parameter-parameter yaitu: pH, DO, suhu, kecerahan, nitrat, orthofosfat, total fosfat, dan klorofil-a. Penentuan status trofik Telaga Koto Baru dihitung dengan perhitungan Trofik Status Indek (TSI) Carlson’s memperlihatkan bahwa kondisi Telaga Koto Baru adalah eutrofik sedang, dengan nilai TSI 63,8 - 67,4 yang artinya kesuburan perairan tinggi, didominasi oleh tumbuhan perairan, dan masalah tumbuhan air yang sudah ekstentif.

Page 2 of 3 | Total Record : 22