cover
Contact Name
Irma
Contact Email
irmankedtrop15@gmail.com
Phone
+6282395050404
Journal Mail Official
endemisjournal@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Jln. H.E.A. Mokodompit Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Endemis Journal
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27230139     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/ej
Core Subject : Health,
Endemis Journal merupakan jurnal yang dikelola oleh Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari 2020. Endemis Journal merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dengan e-ISSN 2723-0139 Berdasarkan SK SK no. 0005.27230139/JI.3.1/SK.ISSN/2020.07 - 13 Juli 2020 (mulai edisi Vol.1 No.1, April 2020) dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang Epidemiologi. Endemis Journal terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL" : 8 Documents clear
Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Masyarakat Usia Produktif (15-44 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Unaaha Kabupaten Konawe Tahun 2021 Anita Jernivita Sari; Jumakil Jumakil; Asnia Zainuddin
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42401

Abstract

Diabetes melitus merupakan keadaan atau kondisi kronis yang terjadi dikarenakan bila ada peningkatan kadar glukosa dalam darah karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau menggunakan insulin secara efektif. Kurangnya insulin atau ketidakmampuan sel untuk merespon insulin menyebabkan hiperglikemia dan kadar glukosa darah tinggi yang merupakan ciri khas penyakit tersebut. Untuk tanda dan gejala untuk diabetes melitus tipe II adalah poliuria, polidipsia, polifagia, pruritus, infeksi kulit, vaginitis, kelemahan, rasa lelah dan pusing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko riwayat keluarga, stress, dan aktivitas fisik terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat usia produktif (15-44 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Unaaha Tahun 2021. Penelitian ini kuantitatif dengan desain studi case control yaitu rancangan penelitian jenis analitik observasional yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh pasien usia 15-44 tahun yang datang berobat di poli umum Puskesmas Unaaha pada bulan Januari-Desember di tahun 2021 sebanyak 80 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang yang terdiri dari 40 kasus dan 40 kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan unit populasi diambil secara keseluruhan dari total populasi (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat keluarga diperoleh nilai OR= 6, 321 (CI ; 2,351 -16,513), stress nilai OR=3,857 (CI ; 1,526-9,750), dan aktivitas fisik nilai OR yaitu 5,211(CI; 1,870-14,520). Dari 80 sampel penelitian yang digunakan dapat disimpulkan bahwa variabel riwayat keluarga, stress, dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko terhadap kejadian diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Unaaha tahun 2021. Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Riwayat Keluarga, Stress, Aktivitas Fisik.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Lama Merokok, Jenis Rokok, Dengan Kualitas Urine Pada Remaja Yang Merokok Di Smkn X Kabupaten Konawe Selatan Sitti Farida; Jafriati Jafriati; Nurmaladewi Nurmaladewi
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42408

Abstract

Sampai saat ini rokok masih menjadi ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat umum serta Merokok merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkann dataa BadannPusattStatistikk (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kabupaten Konawe Selatan terbilang tinggi yakni 22.64% mengenai persentase penduduk yang berusia 5 tahun keatas yang merokok tembakau selama sebulan terakhir dengan kategori setiap hari pada tahun 2021. Salah satu bukti bahwa remaja saat ini telah menjadi pengguna rokok tertinggi yakni ada pada remaja di SMK Negeri X Konawe Selatan dengan total 64 populasi remaja laki-laki setelah diobservasi ditemukan ada 31 remaja yang diketahui merokok atau ½ remaja laki-laki sudah mengenal dunia rokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, lama merokok, jenis rokok yang digunakan, dengan kualitas urine pada remaja yang merokok di SMKN X konawe selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah keseluruhan pelajar laki-laki yang merokok di SMK Negeri X Konawe Selatan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Analisis yang digunakan ialah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian pada uji statistik dengan tingkat siginifikasi α = 0,05 menunjukkan bahwa pengetahuan (p-value = 0,595), sikap (p-value = 1,000), lama merokok (p-value = 0,000) dan jenis rokok (p-value = 0). Kesimpulan dalam penelitian ini variabel pengetahuan dan sikap tidak ada hubungan, variabel lama merokok ada hubungan dengan kualitas urine remaja yang merokok. Sedangkan untuk variabel jenis rokok semua responden menggunakan jenis rokok filter dengan merek esse, tabaco, surya, dan sempurna. Dari 30 responden terdapat 9 remaja yang memiliki kualitas urine normal dan 11 remaja yang memiliki kualitas urine abnormal. Kata kunci : Pengetahuan, sikap, lama merokok, jenis rokok, dan kualitas urine
Analisis Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Usia 12-18 Tahun Di Kelurahan Sambuli Kota Kendari Tahun 2022 Devi Takin; Asnia Zainuddin; Jafriati Jafriati
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42403

Abstract

Kejadian anemia pada remaja menjadi salah satu perhatian pemerintah saat ini terutama remaja putri yang masuk dalam salah satu kelompok rawan menderita anemia. Hal ini dibuktikan dengan tingginya prevalensi anemia pada remaja putri hingga mencapai 53,7% di negara berkembang pada tahun 2019. Anemia dikalangan remaja putri memilki resiko yang besar untuk menderita anemia pada saat kehamilan dan mempunyai resiko tinggi untuk sehingga beresiko menyebabkan kematian ibu. Tidak hanya itu, dampak dari anemia juga beresiko pada sang anak yang dapat menyebabkan calon ibu melahirkan bayi prematur, atau bayi yang lahir dengan berat badan dibawah normal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kejadian anemia pada remaja putri khususnya remaja putri usia 12-18 tahun di Kelurahan Sambuli Kecamatan Nambo Kota Kendari yang merupakan salah satu wilayah pesisir di Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan yakni kuantitatif yang bersifat observasional dengan desain penelitian yang dipilih yaitu cross-sectional. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara proportionate stratified random sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 74 orang usia 12-18 tahun. Analisis yang digunakan yakni analisis bivariat melaui uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 25. Penelitian ini memperoleh hasil remaja putri menderita anemia sebanyak 16% dan 58% remaja putri tidak anemia dengan nilai yang diperoleh pengetahuan (p-value = 0,030), pola makan (p-value = 0,000),siklus menstruasi (p-value = 0,000), riwayat penyakit (p-value = 0,202) dan konsumsi tablet tambah darah (p-value = 0,238). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan, pola makan dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia, sedangkan tidak terdapat hubungan antara riwayat penyakit dan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kata Kunci: Anemia, Hemoglobin, Remaja Putri 12-18 Usia Tahun
Pemetaan Kejadian Malaria Di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017-2021 Muliawaty Muliawaty; Irma Irma; Yasnani Yasnani
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42409

Abstract

Malaria adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung Plasmodium di dalamnya. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang masih memiliki daerah yang endemis malaria meskipun beberapa daerah kabupaten/kota lainnya sudah mampu melakukakan eliminasi malaria. Dari 17 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggra sebanyak 12 daerah kabupaten/kota yang sudah eliminasi malaria, namun demikian masih terdapat 5 daerah/kabupaten kota yang belum eliminasi dan masih menjadi masalah kesehatan, Penyebaran penyakit malaria di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Host (Pejamu), Agent (Plasmodium) dan Environment (lingkungan). Penyebaran malaria terjadi karena ketiga komponen tersebut saling mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan kejadian malaria di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017-2021 dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan spasial temporal untuk memberikan gambaran pemetaan kasus terkonfirmasi positif malaria. Data penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemetaan kasus positif malaria di Sulawesi Tenggara dari tahun 2017-2021 secara temporal mengalami perubahan. Dari 17 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara wilayah yang termasuk dalam kasus positif Malaria kategori rendah adalah Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Wakatobi, Buton, Buton Utara, Muna Barat dan Kota Bau-Bau. Sedangkan wilayah yang termasuk dalam kasus positif Malaria kategori sedang adalah Kabupaten Buton Tengah, Buton Selatan, Konawe Selatan dan Kota Kendari. Sedangkan wilayah yang termasuk dalam kasus positif Malaria kategori Tinggi adalah Kabupaten Muna. Kata Kunci : Pemetaan, Malaria, Spasial Temporal, Sulawesi Tenggara
Analisis Spasial Kasus Suspek Campak-Rubella Di Kabupaten Kolaka Tahun 2019-2022 Yusti Andini; Jumakil Jumakil; Irma Irma
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42404

Abstract

Suspek campak atau rubella adalah setiap kasus dengan gejala minimal demam dan ruam makulopapular, kecuali terbukti secara laboratorium disebabkan oleh penyebab lain. Pemetaan penyakit yang dihasilkan dari analisis spasial dalam bentuk peta digital dapat menjadi salah satu alternatif dalam investigasi epidemiologi dengan menggunakan sistem informasi geografis untuk meningkatkan pemahaman dan membantu pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran kasus suspek campak-rubella di Kabupaten Kolaka pada tahun 2019-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis spasial. Populasi penelitian ini adalah seluruh kasus suspek campak-rubella selama tahun 2019-2022 sebanyak 134 kasus yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang selalu terdapat kasus suspek campak-rubella selama empat tahun terakhir adalah Kecamatan Watubangga. Sebaran spasial suspek campakrubella berdasarkan cakupan imunisasi MR menunjukkan bahwa pada tahun 2019 terdapat 37 suspek dan pada tahun 2020 terdapat 45 suspek yang ditemukan di wilayah dengan cakupan rendah, yaitu Kecamatan Watubangga dan Polinggona. Pada tahun 2021 terdapat 16 kasus suspek dan pada tahun 2022 terdapat 36 kasus suspek pada wilayah dengan cakupan imunisasi MR yang baik, namun status imunisasi setiap suspek tidak lengkap bahkan ada yang tidak melakukan imunisasi yaitu Kecamatan Watubangga dan Polinggona. Persebaran kasus suspek campak-rubella berdasarkan kepadatan penduduk Kabupaten Kolaka pada tahun 2019-2021 cenderung tidak mengikuti kepadatan penduduk karena terjadi pada wilayah kecematan yang kurang padat. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa informasi mengenai wilayah yang selalu ditemukan kasus suspek campak-rubella dan menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan setempat untuk mengambil keputusan intervensi terhadap penyakit tersebut. Kata Kunci : Spasial, Campak, Rubella, Cakupan Imunisasi, Kepadatan Penduduk
Hubungan Jenis Kelamin, Bblr, Status Imunisasi, Dan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Penyakit Ispa Pada Balita Usia 1-4 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Tahun 2022 Widiarni Widiniarni; Febriana Muchtar; Siti Nurfadillah H
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42410

Abstract

Penyakit infeksi adalah penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat, salah satunya merupakan penyakit saluran pernafasan akut (ISPA). Berdasarkan data kementerian kesehatan tahun 2021 penyakit ISPA di indonesia sebanyak 4.376.426 jiwa sedangkan kasus balita sebanyak 278.261 jiwa. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan yang menginfeksi saluran Pernapasan bagian dan bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin, berat badan lahir rendah (BBLR), status imunisasi, dan paparan asap rokok dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita usia 1-4 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Mata Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi square. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita usia 1-4 tahun yang tercatat profil Puskesmas Mata pada bulan Januari-Oktober tahun 2022 sebanyak 1.218 Jiwa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 292 balita. Hasil penelitian menunjukkan 198 balita (67,8%) menderita ISPA, ditemukan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin (p value = 0,000 < 0,05) dan paparan asap rokok (p value = 0,000 < 0,05), sebaliknya tidak ada hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) (p value = 0,062 > 0,05) dan status imunisasi (p value = 0,464 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dari 292 responden dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin dan paparan asap rokok berhubungan dengan kejadian ISPA sedangkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan status imunisasi tidak berhubungan. Kata Kunci : ISPA, Jenis kelamin, BBLR, Status imunisasi, Rokok
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Wapunto Kabupaten Muna Tahun 2022 Sitti Fadila; Jafriati Jafriati; Listy Handayani
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42405

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menurut World Health Organization (WHO) merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara berkembang. Tingginya angka kematian pada anak, selain sering disebabkan karena kondisi kesehatan anak secara kongenital dan faktor lingkungan yang tidak sehat serta kurangnya pengetahuan mengenai ISPA. Kejadian ISPA pada anak di Puskesmas Wapunto menduduki peringkat pertama diantara 10 penyakit yang paling menonjol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Wapunto Kabupaten Muna Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini accidental sampling dengan besar sampel sebanyak 229 responden dimana responden adalah ibu anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara berat badan lahir (p=0,000), ventilasi (p=0,008), paparan asap rokok (p=0,005) dan kepadatan hunian rumah (p=0,009) dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-5 tahun sebaliknya tidak ada hubungan status imunisasi (p=0,445) dan status gizi (p=0,445) dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan Puskesmas Wapunto untuk terus melakukan upaya promosi kesehatan dalam bentuk penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang faktor resiko apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya ISPA dan cara pencegahannya. Kata kunci : ISPA, Anak usia 1-5 tahun, Status Imunisasi, Status Gizi, Lingkungan
Hubungan Antara Perilaku Kesehatan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2022 Nur Syawaliyah Zahrah; Fifi Nirmala G; Syawal Kamiluddin Saptaputra
Endemis Journal Vol 4, No 1 (2023): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v4i1.42407

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama masyarakat Indonesia. Peneliti melakukan penelitian ini karena dari beberapa puskesmas yang ada di kota Kendari Sulawesi Tenggara Puskesmas Puuwatu paling tinggi untuk kasus DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah kerja puskesmas Puuwatu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi square pada tingkat kepercayaan 95% menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan menguras TPA dengan kejadian DBD (p value=0,168), terdapat hubungan antara keberadaan barang-barang bekas disekitar rumah dengan kejadian DBD (p value=0,041), tidak terdapat hubungan antara perilaku menggantung pakaian dengan kejadian DBD (p value=1,000), tidak terdapat hubungan antara penggunaan obat/anti nyamuk dengan kejadian DBD (p value=0,344), tidak terdapat hubungan antara kebiasaan menutup TPA dengan kejadian DBD (p value=0,729) dan terdapat hubungan antara kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan dibakar dengan kejadian DBD (p value=0,035). Kesimpulan pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara kebiasaan menguras TPA, perilaku menggantung pakaian, penggunaan obat/anti nyamuk dan kebiasaan menutup TPA dengan kejadian DBD, dan terdapat hubungan antara keberadaan barang-barang bekas disekitar rumah dan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan dibakar dengan kejadian DBD. Kata kunci : Perilaku, Sikap, DB

Page 1 of 1 | Total Record : 8