cover
Contact Name
Brina Oktafiana
Contact Email
brina@itats.ac.id
Phone
+6282257006656
Journal Mail Official
tekstur.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Tekstur (Jurnal Arsitektur)
ISSN : -     EISSN : 27222756     DOI : -
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): Tekstur" : 11 Documents clear
Konsep Integrated Pada Tatanan Lahan Pabrik Dan Galeri Es Krim Dengan Pendekatan Desain Ekologi Nur Insani Safa'a; Siti Azizah; Amir Mukmin Rachim
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4331

Abstract

Bangunan industri dapat memaksimalkan potensi lahannya dengan menggunakan pola sirkulasi grid. Dengan penggunaan pola seperti ini dapat menghasilkan pola jalan yang lurus serta memudahkan sirkulasi pekerja dan kendaraan produksi yang berlalu lalang. Selain penataan masa bangunan yang efektif dan efisien, pabrik es krim ini mengaplikasikan beberapa komponen ekologi seperti pemanfaatan kembali limbah industri, pengolahan air hujan untuk irigasi, menggunakan vegetasi anti polutan, dan penggunaan material yang ramah lingkungan.
Fasad Galeri Seni dan Budaya Osing dengan Nilai – Nilai Arsitektur Neo-Vernakular Karina Putri Lestari; Dian P. E Laksmiyanti; Amir Mukmin Rachim
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4351

Abstract

Indonesia memiliki berbagai macam suku yang menetap dan memiliki kesenian dan kebudayaan sendiri salah satunya adalah suku asli Banyuwangi yaitu suku Osing. Suku osing memiliki kesenian serta kebudayaan sendiri dan setiap tahunnya diadakan festival untuk melestarikan serta mengenalkan kepada masyarakat. Semakin berkembangnya teknologi dikhawatirkan mampu menghapus nilai-nilai local karena masyarakat lebih tertarik pada teknologi. Karena hal itu dibutuhkan sebuah wadah atau tempat untuk menampung informasi mengenai kebudayaan seperti galeri seni yang dikemas lebih modern untuk menarik minat masyarakat serta menjadi upaya pelestarian budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah design research dengan menggunakan studi kasus. Tujuan bangunan ini diciptakan untuk menjadi wadah bagi para seniman dan budayawan serta untuk memasukkan nilai – nilai arsitektur neo vernacular pada fasad bangunan sehingga mampu menjadikan upaya pengenalan seni dan budaya osing serta sebagai upaya pelestarian seni dan budaya lokal. Galeri seni dan budaya osing ini terletak di Jl. Jember-Banyuwangi, Kabat dengan area ± 7 ha. Penerapan nilai arsitektur neo vernacular pada fasad galeri seni terletak pada bentuk atap yg menggunakan bentuk tikel balungan, lalu pada area depan terdapat corak batik kopi pecah yang merupakan batik khas Banyuwangi. Galeri seni dan budaya ini dinilai sebagai upaya pelestarian serta mampu menarik perhatian public.
Konsep Working with Climate pada Rancangan Bangunan Pasar Keputran Utara di Surabaya Sukma Ayu Wardatul Firdausi; Firdha Ayu Atika; Ika Ratniarsih
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4354

Abstract

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Surabaya memiliki fasilitas yang memadai untuk penduduknya, salah satunya yaitu Pasar Tradisional. Pada tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya memiliki program Revitalisasi Pasar Tradisional, salah satunya Pasar Keputran Utara Surabaya. Sehingga dalam perencanaan ini, Pasar Keputran Utara Surabaya ini mengusung konsep Working with Climate, dimana dapat mewujudkan pasar tradisional yang ramah lingkungan dan dapat menyelesaikan permasalahan seperti bangunan yang terlihat kumuh, dan kurangnya sirkulasi penghawaan dan pencahayaan alami pada bangunan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang dianalisis dan dikaji sesuai dengan permasalahan yang ada. Teknik analisis menggunakan Teknik analisis deskriptif kualitatif yang memuat Teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dan untuk pengumpulan data yang digunakan menggunakan 2 metode diantaranya observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa revitalisasi pada pasar menerapkan konsep Working with Climate dengan bangunan yang bisa menangkap penghawaan alami dan pencahayaan alami seperti menggunakan secondary skin, skylight, dan panel surya.
Penerapan Tema Arsitektur Eco-Industrial pada Rancangan Bandai Hobby Center di kota Sidoarjo Zulfikar Maulana Hafiz; Randy Pratama Salisnanda; Sigit Hadi Laksono
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4358

Abstract

Dalam kaitannya dengan ekonomi kreatif, Bandai Hobby Center sebagai wadah dari kegiatan-kegiatan terkait ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif daerah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya didukung dengan minat yang tergolong banyak dan besar dari para penggiat Hobby mainan dan hobby terkait. Pada penerapan desain bangunan serta tema yang diambil, dibutuhkan sebuah analisa tapak hingga transformasi bentuk bangunan yang dapat menonjolkan kegiatan dari bangunan Bandai Hobby Center ini. Dengan melakukan penelitian secara deskriptif dapat diperoleh kumpulan data dari studi kasus bangunan-bangunan serupa yang kemudian bisa diambil kelebihan desainnya sehingga didapati tahap rancangan yang tepat dan sesuai. Setelah melakukan pengumpulan data tersebut, pembuatan konsep rancangan semakin matang dan diperoleh penerapan “Analogi Simbolik” pada Konsep Makro bangunan yang mendukung kegiatan didalam bangunan Bandai Hobby Center dengan membuat bentuk bangunan yang mengibaratkan sebuah mainan Gundam secara tersirat. Lalu pada Konsep Mikro diperoleh tatanan lahan linier yang mengibaratkan sebuah Runner mainan Gundam, pada bentuk bangunan diibaratkan bagian badan dari mainan Gundam yang masing-masing bangunan memiliki bentuk berbeda yang dibagi melalui zonanya masing-masing, serta pada ruang diterapkan konsep ecologically benign yang mendukung tema eco-industrial pada rancangan ini. Dengan Makro dan Mikro konsep yang kuat dan mendukung secara konsep maupun tema, maka tercipta sebuah desain yang menonjolkan kegiatan-kegiatan yang ada pada bangunan Bandai Hobby Center ini yang dapat menarik pengunjung baik itu para penggiat hobby terkait maupun masyarakat secara umum.
Exploratif Desain dengan Teknik Monoline pada Transformasi Tapak Resort Pantai di Pulau Noko Gili Bawean Raja Darma Basa Marpaung; Sigit Hadi Laksono; Brina Oktafiana
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4141

Abstract

Pariwisata yang memiliki nilai wisata berkesan dan sangat menarik membutuhkan suatu proses desain yang matang dan terkonsep dengan baik, mulai dari analisa tapak hingga transformasinya. Transformasi bentuk merupakan proses arsitektur yang bertahap dan menghasilkan perwujudan atau visualisasi. Perkembangan suatu bentukan didasari dari berbagai macam analisa, pertimbangan ide kreatif, dan tanggapan dari variabel lain yang mempengaruhi transformasi tersebut. Proses transformasi memiliki banyak jenis pendekatan agar tercipta ide yang eksploratif dengan didasari oleh prinsip-prinsip desain sehingga menghasilkan transformasi yang kreatif, unik dan dilandaskan oleh pertimbangan yang menyesuaikan kondisi tertentu. Penelitian ini menerapkan peneltian kualitatif dengan metode analisa zona pulau, program konsep arsitektural, dan transformasi tapak teknik monoline. Hasilnya berupa desain eksplorasi rancangan pada transformasi tapak resort pantai di Pulau Noko Gili dengan tema Eko Futuristik yang menghasilkan bentukan atraktf. Diharapkan menghasilkan karya desain yang eksploratif sehingga menjadi poin utama pada ikon destinasi wisata pantai Pulau Noko Gili yang dapat menarik calon pengunjung untuk datang dan berwisata.
Analisis Penerapan Konsep Arsitektur Hijau Pada Gedung Kampus Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan Faisal Akbar; Cut Nuraini; Melly Andriana
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4400

Abstract

Didasari kesadaran masyarakat terhadap Isu kesehatan lingkungan yang mulai mengkhawatirkan, menjadikan kiblat dari sistem pembangunan di Indonesia menuju ke arah pembangunan yang berkelanjutan atau lebih tepatnya arsitektur hijau. Penerapan arsitektur hijau di Indonesia baik dari rumah tinggal hingga ke bangunan pendidikan mulai marak dilakukan. Terbukti dari banyaknya riset yg pernah dilakukan terkait penerapan konsep arsitektur hijau pada bangunan kampus baru maupun yang sudah berdiri. Seperti halnya Universitas Pembangunan Panca Budi Medan yang merupakan salah satu universitas yang menjadikan isu kesehatan lingkungan menjadi concern utama dalam pembelajaran. Dapat dilihat dari semboyan Budaya Hidup Bersih (Budabsih) dan Budaya Hemat Energi (Budabhe). Semboyan tersebut tentu sangat erat kaitannya dengan prinsip-prinsip arsitektur hijau. Hanya saja belum pernah dilakukan penelitian lebih lanjut tentang prinsip-prinsip arsitektur hijau yang sudah diterapkan terkhususnya pada gedung kampus. Oleh karna itu perlu dilakukan penelitian prinsip arsitektur hijau pada gedung kampus Universitas Pembangunan Panca Budi Medan. Indikator-indikator yang digunakan pada penelitian ini adalah hasil riset dari beberapa penelitian sejenis dan indikator yang telah di susun oleh Green Building Council Indonesia (GBCI)
Inovasi Bangunan Perpustakaan dengan Konsep Sustainability Green Building sebagai Destinasi Wisata Novi Irawati; Zahrotun Satriawati; Hendi Prasetyo
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4399

Abstract

Isu global warming pada beberapa tahun terakhir ini mendorong semakin banyak negara yang mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dari proses pembangunan dan mulai memperhatikan pertumbuhan pemikiran yang berkelanjutan. Konsep arsitektur hijau yang juga dikenal sebagai arsitektur berkelanjutan merupakan teori, ilmu pengetahuan dan gaya bangunan yang dirancang dan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip bertanggung jawab terhadap lingkungan. Parameter bangunan hijau yang digunakan antara lain: Tepat Guna Lahan (Appropriate Site Development/ASD), Efisiensi Energi & Refrigeran (Energy Efficiency & Refrigerant/EER), Konservasi Air (Water Conservation/WAC), Sumber & Siklus Material (Material Resources & Cycle/MRC), Kualitas Udara & Kenyamanan Udara (Indoor Air Health & Comfort/IHC), dan Manajemen Lingkungan Bangunan (Building & Enviroment Management). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi bangunan perpustakaan berkonsep sustainability green building sebagai destinasi wisata. Metode yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dan pengumpulan data studi literatur, penelitian menunjukkan bahwa bangunan perpustakaan dengan konsep sustainability green building merupakan solusi penting dalam menciptakan perpustakaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat. Penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, teknologi energi terbarukan, dan pengolahan limbah dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan mempromosikan keberlanjutan. Desain bangunan perpustakaan yang ramah lingkungan juga dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengguna, sehingga menjadi destinasi wisata menarik bagi pengunjung yang ingin merasakan kehidupan dan budaya lokal. Biaya yang lebih tinggi dan kurangnya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan keberlanjutan menjadi tantangan utama, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang inovasi bangunan perpustakaan dengan konsep sustainability green building dalam pengembangan perpustakaan di masa depan. Implementasi inovasi ini diharapkan memberikan dampak positif pada lingkungan dan kualitas perpustakaan.
Penerapan Tema Green Architecture Pada Pasar Ikan di Karanggeneng Lamongan David Sony Setyawan; Wiwik Widyo Widjajanti; Siti Azizah
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4360

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dapat menghasilkan ikan, dari ikan laut maupun ikan tambak. pasar ikan merupakan akses masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli beraneka ragam jenis ikan. pada umumnya pada pasar ikan lebih identik dengan lingkungan yang kotor dan kumuh. untuk itu pada perancangan pasar ikan ini akan menerapkan tema Green Architecture yang dimana tema ini akan memunculkan pasar ikan dengan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Pada perancangan ini terdapat beberapa metode yang dimana adanya tema green architectur ini bisa menarik pengunjung dengan metode pengumpulan data – data yang didapat dari objek yang dipilih tentang pasar ikan. Sesuai dengan tema yang diambil yaitu Pada perancangan pasar ikan ini diantaranya menggunakan material yang ramah lingkungan dan salah satunya dapat diselesaikan dengan adanya banyak bukaan pada bangunan sehingga bisa mengatur penghawaan dan pencahayaan pada bangunan pasar ikan. Dan juga pengolahan air limbah yang terkonsep pada pasar ikan agar tercipta pasar ikan yang bersih dan sehat
Implementasi Konsep Ruang Ekspresif pada Komplek Rehabilitasi Gangguan Jiwa untuk mengoptimalkan Terapi seni bagi penderita di Kabupaten Malang Ahmad Mahfudz; Siti Azizah; Dian P.E. Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4353

Abstract

Abstrak. Dalam konteks masyarakat yang terus berkembang, kebutuhan yang meningkat, serta gaya hidup yang semakin kompleks, tingkat stres dan depresi pada masyarakat, termasuk di Provinsi Jawa Timur yang menempati posisi kedua di Indonesia. Terapi seni diakui sebagai alternatif yang efektif dalam membantu pemulihan penderita gangguan jiwa, meningkatkan kesadaran diri, kepercayaan diri, dan keterampilan sosial. Tujuan penelitian ini adalah memberikan usulan desain ruang ekspresif bagi penderita gangguan jiwa dengan memanfaatkan konsep ruang ekspresif dengan media Mural dan menyediakan fasilitas terapi seni untuk berkegiatan seni secara komunal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Data diperoleh melalui observasi langsung pada beberapa tempat terapi seni di Kabupaten Malang dan wawancara dengan praktisi terapi seni. Penelitian ini menghasilkan implementasi konsep Ruang Ekspresif dengan media Mural dan kegiatan seni secara komunal dapat membantu penderita gangguan jiwa dalam mengekspresikan diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengurangi tingkat stres dan depresi. Dalam usulan desain ruang, orientasi ruang ke arah pemandangan alam sekitar dapat membantu menciptakan suasana relaksasi yang lebih baik bagi penderita gangguan jiwa. Oleh karena itu, perhatian khusus diperlukan dalam merancang ruang terapi seni yang ekspresif bagi penderita gangguan jiwa dengan mempertimbangkan konsep Ruang Ekspresif, media Mural, dan kegiatan seni secara komunal. Kata kunci: Rehabilitasi gangguan jiwa, Terapi seni , Ruang ekspresif
Penerapan Sustainable Architecture Pada Fasilitas Urban Farming Di Kota Surabaya Gagas Purwo Adi; Nareswarananindya Nareswarananindya; Dian Pramita Eka Laksmiyanti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4359

Abstract

Abstrak Pandemi covid-19 telah memunculkan beberapa domino effect baru dikalangan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia sendiri.Dalam hal ini, domino effect yang begitu terasa adalah dengan berhentinya beberapa kegiatan perekonomian hingga berujung pada menganggurnya sejumlah besar pekerja di negeri ini.Hal ini tentu juga berujung pada kurang mampunya sebagian besar keluarga di negeri ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terutama pada kebutuhan dasar.Maka dari itu diperlukan sebuah upaya untuk memberikan sebuah ruang atau fasilitas dimana dapat tersedianya kebutuhan dasar bagi warga disekitar area fasilitas tersebut.Oleh karena itu diperlukannya perancangan ruang komunal dan fasilitas perkebunan dengan pengolahan limbah rumah tangga serta efisiensi memaksimalkan sumber daya sekitar sebagai sebuah wadah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Dengan menggunakan metode kombinasi dari metode kualitatif dan metode kuantitatif yang bisa saling mendukung untuk memberikan analisa dan data yang efektif untuk pengembangan perancangan ini menggunakan Sustainable Architecture yang dapat mendukung konsep perancangan ini,dengan fasilitas perkebunan indoor dengan arah ruang yang searah dengan arah matahari yang intensitasnya cukup tinggi di area ini. Dengan bentuk bangunan slab building yang didesain sesuai dengan arah matahari di area ini. Serta ditunjang dengan fasilitas seperti solar panel dan area tadah hujan untuk lebih menunjang konsep sustainable architecture yang digunakan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11