cover
Contact Name
Cresensius Hanny Kurniawan
Contact Email
jurnalamreta@sttsati.ac.id
Phone
+6287859937095
Journal Mail Official
jurnalamreta@sttsati.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Karanglo 94-103, Banjararum, Singosari, Malang
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teologi Amreta
ISSN : -     EISSN : 25993100     DOI : 10.54345
Amreta Theology Journal is a bilingual semi scientific journal aimed at developing and advancing written works in the fields of Theology
Articles 107 Documents
Konflik dan Rekonsiliasi dalam Jemaat Mula-Mula: Pasca Yesus dan Perjuangan Antar Para Rasul Novi Novi
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 6 No. 2 (2023): Pentakostalisme di abad ke-21
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v6i2.116

Abstract

This journal explores the conflicts that occurred among the apostles in the early church after the departure of Jesus and the reconciliation efforts made to maintain the unity and integrity of the church. In this paper, we present an in-depth analysis of the sources of the conflict, its impact on the congregation, and the steps taken by the apostles to overcome differences and achieve reconciliation. This research is based on an analysis of literature and relevant historical sources, such as the New Testament books and early church historical records. Qualitative Research: The research methods used may vary depending on the focus of the research, availability of data sources, and preferences of the researcher. The combination of several research methods above can also be used to gain a more comprehensive understanding of conflict and reconciliation in the early church.
Komparasi Metode Hermeneutik Pentakosta dan Metode Hermeneutik Gereja Masehi Adven Hari Ketujuh Mesrin Rumaijuk
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 6 No. 2 (2023): Pentakostalisme di abad ke-21
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v6i2.108

Abstract

Komparasi Metode Hermeneutik Pentakosta dan Metode Hermeneutik Gereja Masehi Adven Hari Ketujuh. Hermeneutik, terkait dengan Alkitab, secara umum dipahami sebagai usaha memahami maksud semula dari teks, selanjutnya maksud tersebut dimanifestasikan dalam sebuah bentuk tindakan yang disesuaikan dengan konteks. Metode yang digunakan dalam hermeneutik tidak selalu sama antara denominasi gereja yang ada. Begitu pula yang terlihat antara hermeneutik Pentakosta dan hermeneutik gereja Masehi Adven Hari Ketujuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi literatur. Penulis menggambarkan beberapa detail terkait metode hermeneutik Pentakosta dan metode hermeneutik gereja Masehi Adven Hari Ketujuh. Selanjutnya melihat adanya kemungkinan persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Hasil yang diperoleh, sekalipun gereja Masehi Adven Hari Ketujuh bercorak Injili yang berbeda dengan Pentakosta, namun diperoleh adanya kesamaan metode hermeneutik yang digunakan oleh keduanya. Selain kesamaan, tentu saja terdapat perbedaan. Dalam hal ini, persamaan harus dijadikan sebagai tali pengikat yang mempererat antara kaum Pentakosta dan Adven, selanjutnya perbedaan tidak boleh dipahami sebagai pertentangan namun lebih kepada keberagaman spektrum dalam dunia hermeneutik.
JUSTIFICATION BY FAITH ENABLES US TO REJOICE IN TIMES OF SUFFERING Agustinus Dermawan
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 6 No. 2 (2023): Pentakostalisme di abad ke-21
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v6i2.117

Abstract

St. Paul's Epistle to the Romans holds a significant place in Christian theology, as it introduces essential concepts such as justification, imputation, adoption, and sanctification. While the epistle explores the theory of righteousness bestowed by God through faith in Jesus Christ, it also emphasizes the practical application of this doctrine in the lives of believers. This article aims to conduct a brief exegetical study, focusing on the practical implications of justification by faith and its relevance to the present suffering of believers. The literary and historical context of the epistle supports the authorship of the apostle Paul, as evidenced by the emphasis on justification, the understanding of Jewish  perspectives, and Paul's role as the apostle to the Gentiles. By delving into the depths of this doctrine and its implications, this study aims to shed light on the transformative power of faith and its significance in the face of adversity for believers today.   Abstrak Surat Rasul Paulus kepada orang-orang Roma memiliki tempat yang signifikan dalam teologi Kristen, karena memperkenalkan konsep konsep penting seperti pembenaran, imputasi, adopsi, dan pengudusan. Sementara surat ini mengeksplorasi teori kebenaran yang dianugerahkan oleh Allah melalui iman kepada Yesus Kristus, surat ini juga menekankan penerapan praktis dari doktrin ini dalam kehidupan orang percaya. Artikel ini bertujuan untuk melakukan studi eksegetis singkat, dengan fokus pada implikasi praktis dari pembenaran oleh iman dan relevansinya dengan penderitaan orang beriman saat ini. Konteks sastra dan sejarah dari surat ini mendukung kepenulisan rasul Paulus, sebagaimana dibuktikan dengan penekanan pada pembenaran, pemahaman perspektif Yahudi, dan peran Paulus sebagai rasul bagi bangsa-bangsa lain. Dengan menggali lebih dalam doktrin ini dan implikasinya, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kekuatan transformatif iman dan signifikansinya dalam menghadapi kesulitan bagi orang beriman saat ini.
Keharmonisan dalam Keluarga : Bahan seminar sehari Agus Triyanto
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 6 No. 2 (2023): Pentakostalisme di abad ke-21
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v6i2.119

Abstract

Bahan seminar sehari
Resensi: Paul as Missionary: Identity, Activity, Theology Simon Simon
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 6 No. 2 (2023): Pentakostalisme di abad ke-21
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v6i2.120

Abstract

Resensi: Paul as Missionary: Identity, Activity, Theology
TEOSENTRIS ATAU KRISTOSENTRIS? TINJAUAN KRISTOLOGIS TERHADAP PAHAM PLURALITAS ALOYSIUS PIERIS, RAIMON PANIKKAR, DAN JACQUES DUPUIS Christian Arisandi Kiding Allo
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 7 No. 1 (2023): Praying and Living in the Holy Spirit
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v7i1.115

Abstract

Abad keduapuluh, adalah masa ketika Gereja dihadapkan oleh pelbagai situasi krisis yang membuatnya tidak hanya semata-mata merevisi gagasan tradisional tetapi juga sekaligus merenungkan jawaban terhadap perkembangan zaman di tengah pluralisme. Mempertimbangkan runtuhnya dominasi Barat terhadap teologi Kristen di dunia, berbagai teolog kontekstual dari bagian bumi selatan yakni dari negara-negara dunia ketiga muncul demi memberikan gagasan Kristen yang memadai bagi mereka di dalam konteks dunia ketiga yang dikenal baik dengan kemajemukan, kemiskinan, dan dehumanisasi. Tentu saja hal ini diperlukan agar kekristenan dapat menjadi jawaban yang selalu relevan di sepanjang zaman, namun jawaban yang ditawarkan disertai dengan kekeliruan dogmatis yang bahkan telah diwariskan sejak Gereja mula-mula. Artikel ini memaparkan pokok ajaran dari Aloysius Pieris, Raimon Panikkar, dan Jacques Dupuis dalam rangka menunjukkan identitas Kristus dalam gagasan mereka. Kemudian dengan mendeskripsikan ketiganya, pada bagian berikutnya akan ditelaah berdasarkan dogmatika Kristen dan hermeneutika terhadap teks Kitab Suci.
Memaknai Kerja melalui Lensa Teologis Rasul Paulus: Suatu Upaya Peleburan Dikotomis "Sekular dan Rohani" demi Memenuhi Panggilan Allah ODORICO DAPUTRA
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 7 No. 1 (2023): Praying and Living in the Holy Spirit
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v7i1.121

Abstract

Manusia adalah makhluk yang diciptakan untuk bekerja. Sebagai makhluk yang senantiasa bekerja, tindakan tersebut telah begitu melekat pada dirinya yang utuh. Melalui pekerjaannya, manusia berupaya untuk mewujudkan sikap dan otoritas Allah di dalam dunia ini yang dilandaskan oleh karakter-Nya sebagai Sang Pekerja. Sementara itu, di dalam rentangan waktu perjalanan gereja, Kekristenan telah jauh mengalami perkembangan semenjak periode abad pertengahan dengan melekatnya praktik-praktik kaum monastik. Di sinilah istilah pekerjaan dan kerja mengalami reduksi melalui gagasan-gagasan dalam praktik monastik oleh para klerikal yang senantiasa hidup melayani Allah di dalam biara dan gereja. Berdasarkan hal tersebut, pekerjaan dan pelayanan telah terdikotomisasi laiknya dua kubu yang berbeda bahkan berseberangan. Karya tulis ini berfokus kepada analisis terhadap surat-surat kiriman Rasul Paulus dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif bukan eksperimental yang bertujuan menganalisis literatur-literatur teologis demi berupaya menunjukkan bahwa pekerjaan adalah pengabdian diri seutuhnya kepada Allah yang melaluinya, setiap manusia sebagai ciptaan menurut gambar-Nya, dipanggil untuk menjalankan mandat Allah pada Kejadian 1:26-28 beserta seluruh aspek yang dilakukan dalam hidupnya.
Menjumpai Allah dalam Keseharian: Spiritualitas Sehari-hari dari Sudut Pandang Penciptaan dan Inkarnasi Josua Aritonang
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 7 No. 1 (2023): Praying and Living in the Holy Spirit
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v7i1.122

Abstract

Dalam perjalanan iman orang percaya, sebagian individu memilih untuk mengedepankan pengalaman dengan Tuhan yang Mahatinggi melalui peristiwa-peristiwa yang menakjubkan (dikotomis). Mereka cenderung meyakini bahwa hanya melalui peristiwa yang tidak umum, Tuhan bisa dialami. Melalui pandangan ini, terlihat seolah-olah Tuhan tidak dapat ditemui dalam aktivitas-aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bertemu dengan sesama, makan, dan lain sebagainya yang dilakukan setiap hari.  Dalam konteks permasalahan ini, peneliti berupaya memberikan solusi dengan tujuan memperluas pemahaman tentang pengalaman dan perjumpaan iman dengan Tuhan.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu studi kepustakaan.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa  spiritualitas sehari-hari muncul sebagai sebuah model spiritualitas yang menawarkan solusi bagi permasalahan pemikiran dikotomis tentang pengalaman iman dengan Tuhan.  Spiritualitas sehari-hari memahami bahwa Tuhan dapat dialami dan hadir lewat kejadian-kejadian sederhana dari hari ke hari ketika menjalani aktivitas harian.  Selain itu, penelitian ini juga menyatakan bahwa teologi penciptaan dan inkarnasi dapat menjadi landasan yang kokoh bagi spiritualitas sehari-hari.  Kedua teologi ini relevan dengan spiritualitas sehari-hari karena sama-sama menekankan pentingnya menjalani aktivitas keseharian dengan setia, melihat kebaikan dalam setiap ciptaan, dan meyakini bahwa ciptaan itu sendiri menceritakan tentang Sang Pencipta. 
The Role of Pentecostal Worship in Virtues Development Agustinus Dermawan
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 7 No. 1 (2023): Praying and Living in the Holy Spirit
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v7i1.126

Abstract

As the readers may already knew, this author grew up in Pentecostal tradition, and I know that one of the primary characteristics of Pentecostalism is worship. I agree with what Robert Mapes Anderson said, "The heart of Pentecostalism is the worship service." In the same sense, Daniel Albrecht strongly believes too that the Pentecostal service lies at the heart of the Pentecostal/Charismatic spirituality. The fact that how important is worship in Pentecostal tradition draws my attention. It makes me to raise a question, "How significant is worship in the Pentecostal community?" or let me put it in more active question, "What is the role of Pentecostal worship in community?"
Cartledge, Mark J. Encountering the Spirit: The Charismatic Tradition: Traditions of Christian spirituality series Welko Marpaung
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 7 No. 1 (2023): Praying and Living in the Holy Spirit
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v7i1.127

Abstract

Pentakostalisme mengalami perkembangan jumlah pengikut yang signifikan di berbagai belahan dunia, secara khusus di benua Asia, Afrika, dan Amerika. Sebagai sebuah gerakan yang relatif masih muda, perkembangan kuantitatif penganut Pentakostalisme tidak berjalan paralel dengan pengartikulasian spiritualitas dan teologi Pentakostal.

Page 8 of 11 | Total Record : 107