cover
Contact Name
M. Thonthowi Jauhar
Contact Email
gizi@universitasbumigora.ac.id
Phone
+6283867442143
Journal Mail Official
gizi@universitasbumigora.ac.id
Editorial Address
Universitas bumigora, Jl. Ismail Marzuki No.22, Cilinaya, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83127 Cakranegara
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan
Published by Universitas Bumigora
ISSN : -     EISSN : 27220419     DOI : https://doi.org/10.30812/nutriology
Core Subject : Health,
Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan, merupakan salah satu media publikasi jurnal ilmiah yang dikelola oleh program studi Gizi, Universitas Bumigora. Nutriology Jurnal ini menerima naskah ilmiah di bidang pangan, gizi, dan kesehatan. Jurnal ini fokus pada bidang gizi klinik, gizi masyarakat, Food science and Food Service serta gizi olahraga. Nutrilogy jurnal terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. ISSN (Online): 2722-0419
Articles 132 Documents
Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Uang Saku dengan Status Gizi Remaja Putri, Anisa Ananda; Firmansyah, Firmansyah; Puspitasari, Dyah Intan
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5837

Abstract

Masalah gizi yang biasanya terjadi pada usia remaja berkaitan erat dengan gaya hidup dan kebiasaan makan.Faktor yang mempengaruhi status gizi secara langsung yaitu dengan sarapan dan faktor yang mempengaruhistatus gizi secara tidak langsung yaitu uang saku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan dan uang saku dengan status gizi pada remaja di Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Proses pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data kebiasaan sarapan diperoleh menggunakan formulir food record selama 7 hari. Data uang saku diperoleh menggunakan kuesioner uang saku. Data status gizi diperoleh dari IMT/U. Analisis datahubungan antarvariabel menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas respondentidak terbiasa sarapan (67,7%), uang saku yang cukup (62,6%), dan memiliki status gizi normal (72,3%). Hasiluji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value kebiasaan sarapan dengan status gizi sebesar 0,008 (<0,05) artinyasemakin baik kebiasaan sarapan maka semakin baik pula status gizi responden, nilai p-value uang saku denganstatus gizi sebesar 0,686 (≥0,05) artinya besar kecilnya uang saku tidak berpengaruh kuat terhadap status gizi.Kesimpulan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi, namun tidak terdapat hubunganantara uang saku dengan status gizi.
Faktor yang Berhubungan dengan Gizi Lebih pada Remaja di Asrama dan Non Asrama Khansa, Jihan Tri Faradillah; M.Sakung, Jamaludin; Dewi, Nikmah Utami
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.6033

Abstract

Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup, psikologis, serta lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi lebih pada remaja di MAN Insan Cendekia Kota Palu (asrama) dan MAN 1 Kota Palu (non-asrama). Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 130 siswa yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner meliputi asupan protein, lemak, karbohidrat, aktivitas fisik, stres, dan Emotional Eating. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada MAN Insan Cendekia Kota Palu terdapat hubungan signifikan antara asupan protein, asupan lemak, aktivitas fisik, stres, dan Emotional Eating dengan gizi lebih (p<0.05). Sedangkan pada MAN 1 Kota Palu, variabel yang berhubungan signifikan adalah asupan protein, asupan lemak, dan aktivitas fisik (p<0.05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan lemak merupakan faktor paling dominan yang berhubungan terhadap risiko gizi lebih, diikuti oleh aktivitas fisik dan stres. Kesimpulan dari penelitian ini ialah remaja dengan asupan lemak tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mengalami gizi lebih dibandingkan mereka yang memiliki asupan lemak rendah.