cover
Contact Name
M. Thonthowi Jauhar
Contact Email
gizi@universitasbumigora.ac.id
Phone
+6283867442143
Journal Mail Official
gizi@universitasbumigora.ac.id
Editorial Address
Universitas bumigora, Jl. Ismail Marzuki No.22, Cilinaya, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83127 Cakranegara
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan
Published by Universitas Bumigora
ISSN : -     EISSN : 27220419     DOI : https://doi.org/10.30812/nutriology
Core Subject : Health,
Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan, merupakan salah satu media publikasi jurnal ilmiah yang dikelola oleh program studi Gizi, Universitas Bumigora. Nutriology Jurnal ini menerima naskah ilmiah di bidang pangan, gizi, dan kesehatan. Jurnal ini fokus pada bidang gizi klinik, gizi masyarakat, Food science and Food Service serta gizi olahraga. Nutrilogy jurnal terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. ISSN (Online): 2722-0419
Articles 132 Documents
Hubungan Asupan Protein dan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Keluarga Nelayan Salsabila, Salsabila; Ingtyas, Fatma Tresno; Rosmiati, Risti; Emilia, Esi; Haryana, Nila Reswari
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4002

Abstract

Anak usia sekolah mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa namun kelompok ini merupakan salah satu kelompok rentan masalah gizi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di desa Bagan Asahan Pekan, status gizi kurang pada anak sekolah dasar sebesar 11% dan diatas rata-rata nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan protein dan pola makan dengan status gizi anak keluarga nelayan. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dan dilakukan di Desa Bagan Asahan Pekan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sampel sebanyak 73 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Semi Quantitativ Food Frequency Questionnaire, status gizi dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji rank spearman dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan asupan protein siswa baik sebesar 31.5%. Pola makan yang terbentuk adalah pola makan prudent dan western. Status gizi baik sebesar 79.5%. Uji rank spearman menunjukkan ada hubungan signikan antara asupan protein, pola makan prudent, dan pola makan western dengan status gizi. Analisis uji regresi linear berganda terdapat hubungan signikan antara asupan protein dan pola makan dengan status gizi anak sekolah. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,639 menunjukkan asupan protein dan pola makan mempengaruhi status gizi sebesar 63.9%.
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Daya Terima Dan Kadar Serat Cookies Rekhajanani, Alfi; Jaelani, Mohammad; Ismawanti, Zuhria; Prihatin, Setyo; Ambarwati, Ria; Rahmawati, Enny
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4259

Abstract

Asupan serat yang rendah di Indonesia merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif. Perlu upaya meningkatkan asupan serat dengan menambahkan bahan pangan tinggi serat pada makanan, yaitu substitusi tepung biji alpukat dalam cookies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji alpukat (Persea Americana Mill.) terhadap daya terima dan kadar serat cookies. Metode penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji daya terima panelis menggunakan uji hedonik dengan 5 skala (sangat tidak suka, tidak suka, agak suka, suka, dan sangat suka), kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman. Uji kadar serat menggunakan metode multienzim, dianalisis dengan uji beda One Way ANOVA, dan uji lanjut Tuckey. Hasil uji Friedman menunjukan adanya perbedaan signifikan pada uji hedonik pada warna, aroma dan rasa, sedangkan tekstur tidak menunjukan perbedaan signifikan. Ada perbedaan kadar serat (p=0,000) pada cookies substitusi tepung biji alpukat, dengan kadar serat tertinggi pada F5 (50%) dan terendah pada F0 (0%), semakin tinggi substitusi tepung biji alpukat, semakin tinggi kadar seratnya. Cookies dengan daya terima tertinggi adalah cookies substitusi 30% tepung biji alpukat, unggul dalam aspek warna dan tekstur. Reformulasi cookies diperlukan untuk meningkatkan kualitas dalam segi rasa.
The Analisis Asupan Kalori Konsumsi Makan Pagi dengan Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar Listianasari, Yanita; Listiyaningsih, Hayu
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4286

Abstract

Anak sehat adalah harapan bangsa sehingga perlu dipersiapkan supaya menjadi sumber daya manusia berkualitas, sehat dan berguna bagi masyarakat. Dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan fisik dibutuhkan zat gizi yang diperlukan dalam jumlah cukup karena peran gizi menentuan kesehatan anak. Keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar, keadaan jasmani yang lelah akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang tidak lelah. Zat gizi harus cukup karena kekurangan kadar zat gizi mengakibatkan kurangnya tonus jasmani, yang pengaruhnya dapat berupa kelesuan, lekas mengantuk dan lekas lelah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan kalori konsumsi makan pagi dengan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar. Rancangan penelitian ini berupa metode cross sectional. Subjek penelitian adalah semua siswa kelas I, II dan III SD Negeri 1 Bugisan dengan kriteria berumur 6 – 9 tahun, sehat, melakukan makan pagi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian menggunakan formulir food recall konsumsi makan pagi dan Harvard Step UP Test. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan (P: 0,002) dengan (r: 0,503). Kesimpulannya ada hubungan positif antara asupan kalori konsumsi makan pagi dengan kebugaran jasmani pada siswa sekolah dasar.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Remaja Rahma, Siti; Haryana, Nila Reswari; Juliarti, Juliarti; Sandy, Yatty Destani; Firmansyah, Hardi
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4298

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, seperti anemia, gizi kurang dan gizi lebih. Hal ini dikarenakan pada usia remaja tahap pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga membutuhkan asupan zat gizi yang optimal, guna menjaga status gizi yanag baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik sampel menggunakan purposive sampling, dan diperoleh sebanyak 91 sampel remaja. Data asupan zat gizi makro diperoleh menggunakan kuesioner food Recall 2x24 jam, data status gizi di ukur berdasarkan z-score (IMT/U). Analisa data menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi baik (68,1%), kategori energi kurang sebanyak 86,8%, kategori asupan protein sangat kurang sebanyak 72,5%, kategori asupan karbohidrat baik sebanyak 44%, dan kategori asupan lemak baik sebanyak 44%. Hasil analisis hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi menunjukkan nilai p value energi (0.107 > 0.05), asupan protein (0.144 > 0.05), asupan karbohidrat (0.051 > 0.05), asupan lemak (0292 > 0.05). Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi remaja.
Pendugaan Umur Simpan Menggunakan Metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) Model Arrhenius pada Cookies Biji Nangka Sari, Silvia Rahma Devita; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Purwani, Eni
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5473

Abstract

Cookies berbahan biji nangka sebagai modifikasi bahan pada pembuatan Cookies untuk memanfaatkan biji buah yang dapat diolah menjadi bahan yang layak untuk dikonsumsi. Namun, seperti produk pangan lainnya, cookies juga mengalami penurunan mutu selama penyimpanan akibat berbagai faktor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi kemasan dan suhu penyimpanan terhadap umur simpan cookies tepung biji nangka. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental design Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan perlakuan berdasarkan persentase perbandingan tepung (tepung biji nangka 30%, tepung terigu 70%) perlakuan diulang sebanyak 2 kali ulangan. Penentuan umur simpan menggunakan Accelerated Shelf Life Testing model Arrhenius dengan parameter uji sensoris. Analisis uji statistik menggunakan uji ANOVA two-way. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur simpan cookies dengan parameter warna diperoleh dari kemasan aluminium foil dengan suhu 35 diperoleh umur simpan 22 hari. Sedangkan untuk umur simpan cookies dengan parameter tekstur pada kemasan HDPE dengan suhu 35 diperoleh umur simpan 121 hari. Uji statistik menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh secara signifikan (p>0,05) antara uji daya terima warna dan tekstur dengan umur simpan. Kesimpulan, tidak terdapat perubahan dan perbedaan yang signifikan terhadap warna dan tekstur cookies selama umur simpan. 
Sifat Organoleptik dan Kandungan Gizi Cookies Mocaf Substitusi Tepung Jangkrik sebagai Snack Sumber Protein Sumarto, Sumarto; Nurul Ghiffari, Haliza; Hadiningsih, Naning; Fatamorgana, Pijar Beyna
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5557

Abstract

Stunting ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai umurnya. Penyebab stunting yaitu kurangnya asupan protein, zat besi dan seng dalam jangka waktu lama. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi stunting yaitu melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan pemanfaatan pangan lokal. Alternatif pangan lokal yang bisa dijadikan PMT adalah tepung mocaf dan tepung jangkrik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat organoleptik dan kandungan zat gizi cookies tepung mocaf substitusi tepung jangkrik. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan 3 formulasiperbandingan tepung terigu sebagai kontrol, tepung mocaf dan tepung jangkrik yaitu Formulasi A (20%:60%:20%), B (18,75%:56,25%:25%), dan C (17,5%:52,5%:30%). Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat kesukaan paling tinggi yaitu formula C untuk warna (3,8), aroma (3,6), rasa (3,7), dan tekstur (3,8) pada skala 1-5. Kandungan gizi per 100 gram formula C yaitu protein 5,2 gram. Kadar air cookies 2,4%, sudah sesuai SNI dengan menggunakan metode termogravimetri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cookies tepung mocaf substitusi tepung jangkrik telah memenuhi syarat dengan hasil 5,2 gram sebagai pangan olahan sumber protein.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Micro dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Siswa Putra SMK Pelayaran Yusuf, Jamaludin; Widiyanto, Wahyu Eko; Wijaya, Febri; Panggraita, Gilang Nuari; Putri, Mega Widya
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5622

Abstract

Gizi seimbang berkaitan erat dengan kecukupan asupan energi dan zat gizi, meliputi karbohidrat, protein, lemak,vitamin, dan mineral. Pemenuhan gizi yang optimal penting untuk mendukung pertumbuhan serta mencegahmasalah malnutrisi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat kecukupan zat gizi makro dan mikroserta asupan energi pada siswa SMK Pelayaran Baruna Pemalang, serta menganalisis hubungan antara asupanenergi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengansampel 26 siswa putra yang dipilih berdasarkan kesediaan, status kesehatan, dan kriteria inklusi lainnya. Dataasupan zat gizi dikumpulkan menggunakan metode food record selama tiga hari dalam satu minggu dan kemu-dian di olah menggunakan NutriSurvey, sedangkan data IMT diperoleh melalui pengukuran antropometri (beratbadan dan tinggi badan siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji regresi linier sederhana. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa 25 dari 26 siswa memiliki asupan zat gizi di bawah Angka Kecukupan Gizi(AKG). Uji statistik menunjukkan nilai p<0.05, Artinya terdapat hubungan signikan antara asupan energi danstatus gizi siswa.
Analisis Kadar Lemak dan Serat Pangan Kulit Dimsum Substitusi Tepung Ubi Jalar Ungu bagi Penderita Diabetes Mellitus Yusuf, Rizky Ayu Awalia; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Mustikaningrum, Fitriana
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5754

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Dimsum merupakan salah satu makanan populer di Indonesia, yang terdiri dari kulit dari tepung terigu dan isian. Substitusi tepung ubi jalar ungu pada kulit dimsum untuk menambah nilai gizi berupa serat pangan dan menurunkan kadar lemak. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu terhadap kadar lemak dan kadar serat pangan kulit dimsum. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan yakni 0%, 15%, 20%, dan 25% dengan dua kali pengulangan. Kadar lemak diukur dengan metode Soxhlet, sedangkan kadar serat pangan dengan metode enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan, substitusi tepung ubi jalar ungu 25% berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar lemak (p<0,05) dengan rata-rata 4,54, serta meningkatkan kadar serat pangan (p<0,05) dengan rata-rata 6,33. Seiring peningkatan persentase substitusi, kadar lemak menurun dan serat pangan meningkat. Disimpulkan bahwa tepung ubi jalar ungu berpotensi sebagai bahan substitusi kulit dimsum yang kaya serat dan dapat menurunkan kadar lemak.
Analisis Daya Terima dan Antosianin Kulit Dimsum Berbahan Tepung Ubi Jalar Ungu bagi Penderita Diabetes Azzahra, Mala
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5755

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pola makan rendah indeks glikemik. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var. Ayumurasaki) tinggi antosianin dan berpotensi menjadi bahan pangan fungsional bagi penderita diabetes. Antosianin berperan sebagai antidiabetes dengan melindungi sel-sel pancreas dari kerusakan akibat stres oksidatif yang dipicu oleh kadar glukosa tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu tethadap daya terima dan kadar antosianin kulit dimsum. Metode menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat formulasi (0%, 15%, 20%, 25%) dan 2 kali pengulangan. Kadar antosianin diuji dengan metode pH- differensial, sedangkan uji organoleptic dilakukan oleh 30 panelis tidak terlatih. Hasil menunjukan susbtitusi tepung ubi jalar ungu berpengaruh signifikan terhadap kadar antosianin berdasrkan uji OneWay Anova dilanjutkan Duncan (p<0,05). Namun, uji Kruskal Wallis dilanjutkan Dunnet T3 menunjukan tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap daya terima (->0,05). Secara deskriptif, panelis cenderung menyukai formulasi 20% (5,94) dan 25% (5,51). Kesimpulan, substitusi tepung ubi jalar ungu meningkatkan kadar antosianin tanpa menurunkan daya terima, sehingga formulasi 20-25% berpotensi sebagai pangan fungsional bagi penderita diabetes.
Analisis Kerjasama Lintas Sektor dalam Program Pemberian Makanan Tambahan Lokal pada Balita Gizi Kurang di Puskesmas Lukitasari, Putri Emyta
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5804

Abstract

Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 melaporkan prevalensi balita gizi buruk sebesar 13,8%. Sebagai upaya penanggulangan, pemerintah mengembangkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal. Data posyandu Kecamatan Kunjang pada Juni 2024 menunjukkan terdapat 79 balita dengan status gizi kurang. Pelaksanaan PMT tahun 2024 dilakukan secara kolaboratif lintas sektor, melibatkan puskesmas (ahli gizi dan bidan desa), pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, kader posyandu, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kendala yang dihadapi serta merumuskan solusi perbaikan program. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan analisis triangulasi data. Hasil menunjukkan adanya perbaikan status gizi pada 59 dari 79 balita. Meskipun koordinasi lintas sektor berjalan baik, masih ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan. Rekomendasi dari hasil diskusi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program PMT pada tahun berikutnya.