Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2021): Mei"
:
8 Documents
clear
PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN KELAMBU CELUP UNTUK MENEKAN KASUS MALARIA DI KABUPATEN MADIUN
Ngadino Ngadino;
Setiawan Setiawan;
Pratiwi Hermiyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (683.161 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.696
Profil Kesehatan Kabupaten Madiun tahun 2017 menerangkan Provinsi Jawa Timur mendapatkan sertifikat eliminasi malaria sejak tahun 2014 bagi 34 kabupaten/kota dari total 200 kabupaten/ kota di Indonesia, termasuk Kabupaten Madiun. Untuk mendukung program eliminasi malaria tersebut, diperlukan peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam penatalaksanaan kasus malaria termasuk ketrampilan membuat kelambu celup. Metode yang digunakan berupa penyuluhan bionomik vektor dan upaya pengendalian penyakit malaria serta praktik pembuatan kelambu celup berinsektisida. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat sejumlah 21 orang yang merupakan perwakilan dari 7 desa di Kecamatan Gemarang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap bionomik dan upaya pengendaliannya sebesar 11.2%. Praktik pembuatan kelambu celup berinsektisida diikuti dan dipahami oleh seluruh peserta pengabdian masyarakat. Evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan mengunjungi beberapa rumah masyarakat yang mendapat bantuan kelambu berinsektisida dan masyarakat sudah mengerti cara mencuci dan merawat kelambu celup berinsektisida. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, baik pemerintah Kecamatan Gemarang maupun Puskesmas mendukung penuh tujuan pendampingan pembuatan kelambu celup berinsektisida untuk menekan terjadinya malaria di Kecamatan Gemarang. Program yang sudah terlaksana di Puskesmas Gemarang yaitu Durlambu (Tidur memakai kelambu) ditunjang dengan kegiatan pendampingan pembuatan kelambu celup berinsektisida yang Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya.
PENGELOLAAN KERIPIK BELIMBING SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA TERHADAP PERAWATAN TEKANAN DARAH DI JEMBER
Murtaqib Murtaqib;
Kushariyadi Kushariyadi;
Didik Pudji Restanto;
Arnis Budi Santoso
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (882.568 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.632
Permasalahan yang ada di mitra Desa Rowosari yaitu banyak tanaman belimbing yang tumbuh di tiap lahan pekarangan masyarakat yang buahnya masih belum dioptimalkan secara maksimal. Belimbing masih menjadi buah biasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat mulai dari usia anak-anak sampai dengan lansia. Masyarakat masih belum banyak mengetahui manfaat buah belimbing terutama untuk kesehatan. Belimbing masih belum dikreasikan menjadi produk olahan yang berkualitas dan bermanfaat secara maksimal terutama terhadap kesehatan yaitu untuk menurunkan tekanan darah terutama pada masyarakat lansia. Desa Rowosari merupakan daerah agraris dan masyarakatnya bekerja sebagai petani karena secara geografis terletak di dataran tinggi. Pekerjaan petani dilakukan oleh laki-laki dan perempuan untuk mendukung keadaan ekonomi, sehingga pendapatan yang diperoleh masih terbatas. Pemberdayaan terhadap perempuan di Desa Rowosari masih belum ada. Banyak masyarakat petani perempuan setelah selesai bekerja di sawah tidak melakukan aktivitas lain yang dapat menunjang tambahan penghasilan perekonomian. Metode yang digunakan focus group discussion (FGD). Hasil pengabdian meliputi pembentukan kelompok social peduli hipertensi; penyuluhan tentang hipertensi, pelatihan pengembangan ekonomi lokal desa (membuat keripik belimbing), kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan perempuan; pendampingan kelompok perempuan sebagai kelompok utama dalam menyelesaikan masalah mitra; evaluasi program dan keberlanjutannya. Kesimpulan yaitu terbentuknya peningkatan peran serta masyarakat dalam mengatasi hipertensi, terbentuknya kepedulian masyarakat dalam pelayanan social.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA BAWAH GARIS MERAH DENGAN MODUL PARENTING EDUCATION
Linda Meilati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (869.184 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.721
Perkembangan serta pertumbuhan anak pada masa bayi adalah masa yang berarti, perkembangan serta pertumbuhan anak balita pada masa ini mempengaruhi serta memastikan pertumbuhan anak berikutnya. Anak Balita yang terletak di Bawah Garis Merah (BGM) pada KMS bisa jadi penanda dini kalau anak tersebut menghadapi permasalahan gizi ialah gizi kurang ataupun gizi kurang baik sehingga membutuhkan perhatian khusus. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para ibu yang mempunyai balita yang berada di Bawah Garis Merah (BGM) melalui modul parenting education tentang tumbuh kembangnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sesela I dan Sesela II di Puskesmas Gunungsari dengan jumlah peserta 20 orang. Konseling dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan menggunakan modul parenting education. Penilaian kegiatan dilakukan dengan melakukan analisis dari hasil angket serta nilai dari tes dari jawaban ibu balita. Metode analisis yang digunakan merupakan analisis deskriptif. Penilaian dari ibu balita adalah sebagian besar balita berada pada kategori abnormal berdasarkan berat badannya dibawah Garis Merah (BGM) yang tertera pada KMS-nya, keterbatasan informasi dan pengetahuan, namun setelah mendapatkan materi penyuluhan dengan modul parenting education, ada peningkatan tes pada semua ibu. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Sesela I dan Sesela II
EDUKASI PADA IBU BALITA TENTANG PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI KUDAPAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING
Retno Wahyuningsih;
Joyeti Darni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (793.889 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.687
Stunting sering dijumpai pada anak usia 12-36 bulan, anak yang mengalami stunting pada masa ini cenderung akan sulit mencapai tinggi badan yang optimal pada periode selanjutnya. Untuk mencegah terjadinya stunting pada anak, ibu perlu mengonsumsi asupan gizi yang layak, dan memiliki pengetahuan gizi yang baik. Upaya perbaikan stunting dapat dilakukan dengan peningkatan pengetahuan sehingga dapat memperbaiki perilaku pemberian makan pada anak. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pemanfaatan daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai kudapan untuk mencegah masalah stunting. Metode melalui penyuluhan (pemaparan melalui ceramah secara langsung) dan pengisian kuesioner pre-post test untuk mengetahui dan menilai tingkat keberhasilan penyuluhan yang dilakukan. Didapatkan hasil rata-rata skor pengetahuan sebelum penyuluhan termasuk dalam kategori baik (nilai ≥80) sebanyak 13,5%, dan pengetahuan kurang sebanyak 86,5%. Setelah penyuluhan didapatkan skor pengetahuan baik sebanyak 54,1% dan kurang sebanyak 45,9%. Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan tentang stunting dan kudapan dari daun kelor.
SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19
Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (762.652 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.739
Corona virus (SARS-CoV-2) merupakan virus jenis baru yang menggemparkan dunia. Diketahui, asal mula virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Ditemukan pada akhir Desember tahun 2019. (PDPI, 2020). Pada awalnya data epidemiologi menunjukkan 66% pasien berkaitan atau terpajan dengan satu pasar seafood atau live market di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok. Upaya pencegahan pemutusan penyebaran covid-19 ini terus diupayakan oleh Kementerian Kesehatan, Namun masih banyak masyarakata yang abai dalam penyebaran virus covid-19 ini, maka dari latar belakang diatas diadakan sosialisasi pentingnya gerakan 3M : Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan protokol covid 3M. Hasil dari kegiatan ini adalah diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk berperilaku sesuai dengan protokol covid-19.
EDUKASI GIZI PENANGANAN KESULITAN MAKAN ANAK USIA 3- 6 TAHUN DI KELURAHAN DASAN CERMEN
Reni Sofiyatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (770.336 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.688
Anak usia prasekolah (3-6 tahun) adalah masa untuk memperkenalkan dan mendorong anak untuk mengkonsumsi beragam makanan bergizi. Anak Usia 3-6 tahun sering menolak makanan dan memilih makanan yang disukai,sehingga perlu diperkenalkan makanan yang beranekaragam. Edukasi gizi yang diberikan kepada ibu diharapkan dapat merubah pengetahuan gizi ibu terkait penanganan kesulitan makan pada anak . Tujuan Pengabdian masyarakat untuk memberikan edukasi gizi pada ibu dalam penanganan kesulitan makan pada anak sebagai upaya penangulangan masalah gizi khususnya stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan respondneya ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun di Kelurahan Dasan Cermen Sandubaya Mataram . Hasil : 22 responden yang mendapatkan edukasi gizi sebagian besar berumur 31-40 tahun (50 %) dengan tingkat pendidikan sebagian besar SMP ( 41 %) serta 55 % merupakan ibu rumah tangga. dan sebanyak 18 anak ( 81,8 %) masuk dalam kategori mengalami kesulitan makan. Kesimpulan Pemberian edukasi gizi meningkatkan pengetahuan gizi ibu dalam kategori baik dari 12,55 % menjadi 15,68 %.
PEMBINAAN KELUARGA BALITA MENGENAI STUNTING
Lely Firrahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.771
Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai stunting. Kegiatan ini dilakukan di Desa Pucangsawit Kecamatan Jebres Kabupaten Surakarta dengan peserta berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi dan pelaksanaan dengan ceramah dan tanya jawab dengan bantuan power point. Penilaian kegiatan dilakukan dengan melakukan analisis hasil angket dan nilai tes dari jawaban ibu balita yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Penilaian dari ibu balita adalah sebagian besar peserta kelas ibu balita mengalami peningkatan tes. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu balita di Desa Pucangsawit Kecamatan Jebres Kabupaten Surakarta
OPTIMALISASI PERAN DOKTER CILIK DI SD MUHAMMADIYAH KARANGKAJEN YOGYAKARTA
Esitra Herfanda;
Evi Wahyuntari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.772
Program Dokter Kecil merupakan upaya pendekatan edukatif dalam rangka mewujudkan perilaku sehat diantaranya perilaku kebersihan perorangan, dimana anak didik dilibataktifkan sebagai pelaksananya. Dokter Kecil merupakan kegiatan yang mana melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Oleh karena itu peran dan pelaksana program dokter kecil sangat penting karena dengan adanya program dokter kecil ini kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi lebih hidup dan partisipasi peserta didik dalam peningkatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) lebih meningkat