cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Seser Komplek Citra Mulia Residence Blok D. 14 Medan – 20229
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
ALACRITY : Journal Of Education
ISSN : -     EISSN : 27754138     DOI : https://doi.org/10.52121/alacrity.v1i3
Core Subject : Education,
ALACRITY : Journal Of Education is an interdisciplinary publication of original research and writings on education that publishes articles in journal form to an international audience of educational researchers. This journal aims to provide a forum for scientific understanding of the fields of education, social and management and play an important role in promoting the accumulation of knowledge, values, and skills that are transmitted from one generation to another; and to make the methods and content of evaluation and research in education available to teachers, administrators, students, faculty and research workers. This journal covers a wide range of topics,Learning, including, social, curriculum, management science, educational philosophy and educational approaches.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Issue 1 Februari 2024" : 44 Documents clear
Memahami Dan Menguasai Hakikat IPS Hutagalung, Siti Nur'ibni Aulia; Nurjannah, Nurjannah
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 1 Februari 2024
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v4i1.266

Abstract

Studi literatur ini menginvestigasi berbagai aspek yang terkait dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dengan fokus pada pendidikan IPS. Melalui peninjauan terhadap berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli dalam bidang ini, studi ini membahas pengertian, istilah, pendidikan, dan fungsi pendidikan IPS. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa IPS bukan sekadar serangkaian mata pelajaran, tetapi sebuah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial untuk memperoleh pemahaman yang holistik tentang masyarakat dan lingkungan. Penelitian-penelitian yang disertakan dalam studi ini menggunakan berbagai metode penelitian, seperti analisis konten, wawancara, survei, dan studi kasus, untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep IPS dan peran pendidikan IPS dalam pembentukan individu yang berpikiran kritis dan aktif dalam masyarakat. Temuan dari penelitian-penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan interaktif, kontekstual, dan teknologi dalam pembelajaran IPS. Kesimpulannya, studi literatur ini menyediakan landasan yang kuat bagi pengembangan pendidikan IPS yang lebih efektif dan relevan bagi siswa di berbagai tingkat pendidikan.
Konstruksi Pendidikan Islam Abad 21 Hasibuan, Ahmad Ibrahim
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 1 Februari 2024
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v4i3.439

Abstract

Globalisasi mempunyai pengaruh atau dampak yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain termasuk pendidikan. Dalam penyelenggaraan pendidikan, globalisasi berdampak pada tujuan, proses, hubungan guru-murid, etika, metode ataupun yang lainnya. maka dalam hal ini lembaga pendidikan harus mempersiapkan sistem pendidikan memiliki sikap mental dan komitmen dengan berbagai strategi untuk merealisasikan kualitas dirinya. Berdasarkan analisis terhadap artikel ini bahwa dalam dinamika pendidikan islam dalam perspektif sosial masyarakat memposisikan pendidikan Islam pada aspek keberadaan manusia tidak dapat dipisahkan dari pendidikan itu sendiri, proses untuk menyelesaikan masalah dan mewariskan kepada generasi selanjutnya merupakan esensi dari pendidikan itu sendiri. Maka di sinilah peran pendidikan dalam membangun interaksi antar anggotanya dalam berbagai pendekatan baik dalam bentuk ekonomi, politik, dan budaya. Selanjutnya bahwa dengan tuntutan globalisasi tersebut ajaran Islam menyikapinya agar generasi Islam tidak meninggalkan ajaran Islam itu sendiri. Ajaran Islam tidak hanya mengatur persoalan ritual ubudiyah, tetapi juga memberikan pedoman bagi manusia dalam menata kehidupan dunianya. Dasar ini memberikan kesadaran terhadap manusia bahwa dalam menjalani kehidupan di dasari pada aspek pengabdian dan kebudayaannya. Oleh karena itu, ajaran Islam yang bersumber dari wahyu Ilahi dan penafsiran serta pengaplikasian oleh Rasulullah saw. melahirkan transformasi nilai bagi manusia, masyarakat dan dunia pada umumnya. Terintegrasinya nilai-nilai Islam dalam kehidupan manusia yang diterima secara sadar pada dasarnya tidak terlepas dari sistem pendidikan dalam Islam dengan pondasi nilai-nilai humanistik. Selanjutnya bahwa pada abad 21 ini pendidikan Islam ikut berkiprah dan berkontribusi untuk menjadikan generasi Islam sebagai generasi yang siap untuk berkembang. Konsep system pendidikan Islam dalam hal ini sangat penting agar dikonstruk dengan kompleks oleh para ulama dan intelektual Islam dalam menguraikan Alquran dan hadis. Dari sinilah para intelektual Islam mengkonstruk teori-teori dalam pendidikan Islam telah dikembangkan mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata.
Hubungan Religiusitas dan PERAN Teman Sebaya dengan Perilaku Sopan Santun Siswa di MAN Asahan Wijaya, Budi Satria; Daulay, Dahraini Hannum
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 1 Februari 2024
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v4i3.462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan peran teman sebaya dengan perilaku sopan santun siswa MAN Asahan. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Apakah ada hubungan religiusitas dengan perilaku sopan santun siswa di MAN Asahan? 2) Apakah ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku sopan santun siswa di MAN Asahan? 3) Apakah ada hubungan religiusitas dan peran teman sebaya dengan perilaku sopan santun siswa MAN Assahan?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk melihat hubungan antar variabel. Populasi penelitian seluruh siswa MAN Asahan berjumlah 956 siswa, sedangkan sampel diambil dengan cara proporsional menggunakan rumus Slovin. Adapun jumlah sampel sebanyak 108 orang. Data diambil melalui angket dalam bentuk Skala Likert dengan alternative jawaban 1-5. Data dianalisis menggunakan rumus regresi ganda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: 1) Variabel religiusitas memperoleh total skor sebesar 19.076, dengan skor tertinggi 199 dan skor terendah 152, range 47, variasi 126,291, rata-rata 176,63, median 177,00, dan standar deviasi 11,238. Variabel peran teman sebaya diperoleh total skor sebesar 13.608, dengan skor tertinggi 153 dan skor terendah 102, range 51, variasi 123,645, rata-rata 126,00, median 126,00, dan standar deviasi 1,120. Sedangkan untuk variable perilaku sopan santun diperoleh skor total sebesar 16.562, dengan skor tertinggi 180, skor terendah 122, range 58, variasi 160,342, rata-rata 153,35, median 154,50, mode 167, dan standar deviasi 12,663. 2) Ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku sopan santun dengan koefisien sebesar 0,242 pada signifikansi 0,001. 3) Ada hubungan antara peran teman sebaya dengan peilaku sopan santun dengan koefisien sebesar 0,654 pada signifikansi 0,000. 4) Ada hubungan religiusitas dan peran teman sebaya dengan perilaku sopan santun sebesar 0,699 dengan signifikansi 0,000.
Peran Guru Bahasa Indonesia dalam Membentuk Etika Berbahasa Siswa di Era Informasi Suryani, Indra
ALACRITY : Journal of Education Volume 4 Issue 1 Februari 2024
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v4i1.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Bahasa Indonesia dalam membentuk etika berbahasa siswa di era informasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pembina karakter dan etika siswa melalui integrasi nilai-nilai moral dalam materi ajar, keteladanan dalam berbahasa, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran. Namun, tantangan dalam era digital memerlukan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif, termasuk pendidikan literasi digital dan metode pembelajaran interaktif. Dengan demikian, pembentukan etika berbahasa siswa memerlukan sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang santun dan harmonis.