cover
Contact Name
Tri Sunarsih
Contact Email
jice.unjaya@gmail.com
Phone
+6282123521525
Journal Mail Official
jice.unjaya@gmail.com
Editorial Address
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA Kampus 1: Jl. Siliwangi, Ringroad Barat, Banyuraden, Gamping, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55293 Telp. (0274) 552489, Email. jice.unjaya@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
ISSN : 27163490     EISSN : 27163504     DOI : https://doi.org/10.30989/jice.v3i2
Core Subject : Health, Social,
Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Jurnal JICE merupakan jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang membahas praktik dan proses pelibatan masyarakat. Jurnal JICE menyediakan forum bagi para akademisi, praktisi dan perwakilan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan merefleksikan praktik-praktik yang berkaitan dengan berbagai kegiatan yang dilibatkan. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE) adalah Jurnal Ilmu Pengetahuan Terapan. Jurnal ilmu terapan didasarkan pada penelitian asli yang terkait dengan program pelibatan masyarakat. Jenis penelitian tergantung pada bidang Anda atau topik pelibatan masyarakat (program yang telah dilakukan, percobaan, dampak program, survei, wawancara, kuesioner, dll.). Jurnal penelitian akan didasarkan pada analisis dan interpretasi antara teori dan program pelibatan masyarakat dan Anda perlu menjelaskan masalah yang dihadapi oleh masyarakat setempat di mana program ini dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2021): JICE" : 7 Documents clear
Peningkatan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Yang Mengalami Neuropati Diabetikum Melalui Latihan Senam Ergonomik SELANO, MARIA; Suhadi; Maria Theresia Priyastuti
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.572 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.624

Abstract

Latar belakang :Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, prevalensi DM berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umum ≥ 15 tahun hasil Riskesdas 2018 meningkat menjadi 2 %. Hiperglikemia dapat berdampak buruk pada berbagai macam organ tubuh seperti neuropati diabetik, ulkus kaki, retinopati diabetik, nefropati diabetik dan gangguan pembuluh darah. Senam ergonomik adalah salah satu dari berbagai macam aktivitas fisik yang paling efektif diberikan kepada penderita diabetes dengan keluhan kurangnya tingkat sensitivitas kaki karena aktivitas senam ergonomik mempunyai manfaat meningkatkan sensitivitas kaki, memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot – otot kecil, mengatasi keterbatasan gerak sendi, mencegah terjadinya kelainan kaki dan meningkatkan kebugaran. Tujuan : Tujuan dari pemberian senam ergonomik ini adalah untuk meningkatkan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus yang mengalami neuropati diabetikum sebanyak 20 pasien pada tanggal 06 Juli – 19 Juli 2019. Metode : Prosedur pelaksanaan yaitu pertama menjelaskan kepada pasien mengenai tujuan dalam pemberian latihan fisik senam ergonomik yaitu untuk meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita neuropati diabetikum, menjelaskan cara kerja, melakukan pemeriksaan sensitivitas kaki dengan menggunakan monofilament test sebelum dilakukan senam ergonomik, melakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari dan pada hari terakhir melakukan test sensitivitas kaki dengan menggunakan monofilament test. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan sensitifitas kaki pada pasien diabetes mellitus yang mengalami neuropati diabetikum dengan hasil rata – rata peningkatan sensitivitas kaki kiri setelah dilakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari sebesar 8,55 dan rata – rata peningkatan sensitivitas kaki kanan setelah dilakukan senam ergonomik 1 kali sehari selama 14 hari sebesar 8,5.
Peningkatan Kemampuan Kader Remaja Dalam Pengendalian Hipertensi Melalui Posyandu Remaja Parikesit Ratna Lestari; Miftafu Darussalam; Fajriyati Nur Azizah; Ferianto; Sipora, Sriyati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.545 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.625

Abstract

Hipertensi dikenal dengan silent killer karena merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tanpa disadari. Kemenkes RI (2018) melalui Riskesdas melaporkan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,11% pada usia penduduk >18 tahun. Persentase ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 sebesar 25,8%. Riskesdas menyebutkan penyumbang kasus tertinggi terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44.13%, sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki peringkat ke 12 dengan jumlah prevalensi 32,86%. Berdasarkan Data Profil Kesehatan Provinsi Yogyakarta (2017) menyebutkan bahwa kasus hipertensi paling banyak terdapat di Kabupaten Sleman yaitu 12,10%. Dinkes Kabupaten Sleman (2020) melaporkan bahwa Kecamatan Kalasan merupakan penyumbang terbesar penderita hipertensi dibandingkan kecamatan lain. Hipertensi yang tidak dikelola dengan baik akan berlanjut pada penyakit kardio maupun vaskuler lainnya yang memberikan dampak pada kematian. Dibutuhkan pengendalian hipertensi melalui partisipasi aktif masyarakat atau pemberdayaan kader kesehatan. Pemberdayaan ini dilakukan dalam Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Posyandu Remaja Parikesit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih kader remaja agar mempunyai pengetahuan dan keterampilan tentang hipertensi. Kegiatan pemberdayaan ini dilakukan dengan memberikan edukasi tentang hipertensi kepada kader remaja atau dikenal dengan parikesit, melatih kader menggunakan spigmometer digital agar dapat mengukur tekanan darah, dan mengajarkan cara mengisi buku raport hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari diskusi interaktif dan demonstrasi. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan kader didapatkan data tidak ada satupun kader remaja dengan hasil pengetahuan setelah edukasi lebih rendah daripada sebelum edukasi (0%), 3 kader remaja berpengetahuan sama/ tetap (17,7%), dan 14 kader remaja mempunyai pengetahuan yang lebih baik dari sebelum edukasi hipertensi (82,3%). Nilai p menunjukkan 0,001 yang berarti pelatihan kader remaja memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tentang hipertensi. Selain itu keterampilan kader remaja mengalami peningkatan setelah diberikan pelatihan sebesar 70,5% dengan nilai p 0,000.
Pendidikan Kesehatan Tentang Jajanan dan Makanan Sehat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di TPQ Warisatul Muslimin Tuntang wina, winarsih; Hidriyawati, Wiwin
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.897 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.626

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak, menurunnya daya kerja fisik serta terganggunya perkembangan mental adalah akibat langsung atau tidak langsung dari masalah gizi kurang di Indonesia., metode, hasil, dan kesimpulan. Anak merupakan suatu kelompok generasi penerus bangsa yang mempunyai potensi dalam memajukan pembangunan di masa yang akan datang, pembentukan sumber daya manusia (SDM) di mulai sejak pada masa sekolah merupakan generasi penerus bangsa salah satu hal penting yang menjadi perhatian serius saat ini adalah jajan anak 2 sekolah, menunjukkan terdapat 1500 juta kejadian penyakit bawaan makanan dengan jumlah penderita meninggal sebanyak 3 juta (WHO, 2013). Menurut FAO Makanan jajanan berkontribusi terhadap asupan energi dan zat gizi seseorang, dengan kisaran 10%-25% dari total konsumsi setiap hari (Safriana, 2012).Makanan ringan ini sering kita jumpai di toko-toko, ataupun di supermarket terdekat. Metode : yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui penyuluhan dengan tema Pendidikan Kesehatan Jajanan dan Maknaan Sehat setelah diberikan penyuluhan. Hasil : Saat proses mengerjakan soal pre maupun post peserta dilarang menggunakan HP untuk mencari jawaban di Google. Soal yang diberikan baik pre maupun post berjumlah 10 soal berupa Multhipel Choice dapat disimpulkan Bahwa terjadi kenaikan rata – rata 30 % s/d 40 % dari semua peserta. Selanjutnya dari hasil penyuluhan tentang Jajanan dan Makanan Sehatpada masa pendemi, seluruh peserta sangat antusias diskusi berjalan lancar. Alhamdulilah proses penyuluhan berjalan dengan lancer dan semua peserta dan penyuluh mengikuti protkol COVID - 19. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan; Jajanan Sehat; Pandemi Covid-19
Ceramah Interaktif Menghadapi Menopause pada Ibu-Ibu Anggota Pengajian Iqro’ RT 14 Maguwo Desa Banguntapan Nining, Nining Tunggal Sri Sunarti; -, Winarsih
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.078 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.628

Abstract

ABSTRAK Wanita menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2015 sudah mencapai 3,9 ribu jiwa (10,73%) dari jumlah penduduk DIY. Di Kabupaten Bantul penduduk perempuan mencapai 30,889 juta penduduk. Lama hidup seseorang menggambarkan derajat kesehatan. Seorang perempuan jika memiliki umur panjang pasti mengalami menopause yang sebagian besar disertai dengan berbagai masalah. Pengetahuan sangat penting bagi seorang perempuan dalam mengahadapi menopause. Beberapa hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu usia premenopause tentang menopause dengan kesiapan menghadapi masa menopause. Pengetahuan tentang menopause memiliki hubungan dengan kesiapan ibu dalam menghadapi menopause. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan seorang perempuan dalam menghadapi menopause. Penelitian pada perempuan menopause menunjukkan bahwa sikap perempuan terhadap keluhan masa menopause masih kurang baik (55%). Kelompok pengajian Iqro’ ‘di RT 14 Maguwo sebagian besar merupakan ibu-ibu yang masuk dalam masa pre menopause. Perlu adanya pemberian pengetahuan kepada ibu-ibu ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang menopause, sehingga ibu-ibu siap menghadapinya dengan rasa bahagia. Metode yang digunakan ceramah dan tanya jawab. Sasaran ibu-ibu anggota pengajian Iqro’ RT 14 dilaksanakan di Balai RT dengan sasaran ibu-ibu pre menopause sebanyak 26 orang pada hari sabtu, 12 Desember 2020. eningkatan pengetahuan tentang menopause pada ibu-ibu anggota Pengajian Iqro’ RT 14 Maguwo Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul meningkat setelah mengikuti ceramah hal ini dapat dilihat pada hasil pre tes yang menunjukkan pengetahuan baik sebanyak 19,2% meningkat menjadi 50% pada saat post tes. Selama proses ceramah peserta sangat antusias dan aktif bertanya, sehingga bisa bebagi cerita dan pengalaman.
Gangguan Psikologis pada Pasien Diabetes Melitus Di Masa Pandemi Covid-19 Dusun Kanoman, Pleret, Bantul Hidayati, Rizqi Wahyu; Susilowati, Latifah; Nirmalasari, Novita
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.062 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.632

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan berbagai masalah psikologis, terutama pada pasien dengan penyakit komorbid, salah satunya yaitu diabetes melitus. Hal ini terbukti bahwa sebanyak 65% orang mengalamai masalah tersebut, antara lain depresi, cemas, gangguan tidur, hingga sindrom pasca trauma. Namun, hingga saat ini, gangguan psikologis tersebut masih dianggap sebelah mata. Hal ini juga terjadi di Dusun Kanoman, Pleret, Bantul. Sehingga pengabdian ini bertujuan untuk memeriksa status psikologis masyarakat yang menderita Diabetes Melitus di masa pandemic Covid. Kegiatan pengabdian meliputi pemeriksaan psikologis dengan menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress 21 Scale (DASS 21) dan konsultasi. Kuesioner ini memeriksa depresi, cemas, dan stress yang dialami penderita diabetes melitus. Kemudian, hasil dianalisis menggunakan SPSS 25. Berdasarkan hasil diketahui bahwa 20% penderita mengalami depresi sedang, 13,3% mengalami cemas sedang, dan 6,7% mengalami stress ringan. Setelah pemeriksaan, peserta diarahkan ke meja konsultasi. Di meja tersebut, peserta diajarkan cara-cara untuk manajemen relaksasi seperti nafas dalam dengan disertai afirmasi positif, spiritual relaxation techniques, dan terapi musik. KATA KUNCI: Gangguan Psikologis; Covid-19; Diabetes Melitus ABSTRACT The Covid-19 pandemic caused various psychological problems, especially in patients with comorbid diseases, such as diabetes mellitus. It was proven that as much as 65% of people who experience these problems, including depression, anxiety, sleep disorders, and post-traumatic syndrome. However, until now, this psychological disorder is not still considered. This also happened in Kanoman, Pleret, Bantul. So that this service aimed to examine the psychological status of people suffering from Diabetes Mellitus during the Covid pandemic. Service activities include psychological examinations using the Depression, Anxiety, and Stress 21 Scale (DASS 21) questionnaire and consultation. This questionnaire examines depression, anxiety, and stress experienced by people with diabetes mellitus. Then, the results were analysed using SPSS 25. Based on the results, it was found that 20% of patients had got moderate depression, 13.3% moderate anxiety, and 6.7% mild stress. After the examination, participants were directed to the consultation table. At the table, participants had mental health promotion about relaxation management techniques such as deep breathing accompanied by positive affirmations, spiritual relaxation techniques, and music therapy.
Pendampingan Penilaian Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode DOQ-IT di RS Condong Catur Sleman Praptana; Puspita Ningsih, Kori; Santoso, Sugeng; Sevtiani, Imaniar
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.706 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.634

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kinerja, RS Condong Catur berencana menerapkan aplikasi Sistem Manajemen Informasi Rumah Sakit (SIMRS) berbasis Rekam Medis Elektronik (RME). Melalui SIMRS berbasis RME ini diharapkan mampu menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan lengkap. Kesiapan penerapan rekam medis elektronik penting dilakukan supaya aplikasi dapat berjalan dengan optimal dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) merupakan salah satu metode untuk menganalisis tingkat kesiapan penerapan sistem informasi berbasis rekam medis elektronik. Metode ini sangat tepat digunakan untuk menganalisis kesiapan sebelum sebuah aplikasi berbasis elektronik dioperasikan. Metode DOQ-IT menekankan pada empat komponen utama dalam suatu sistem kerja organisasi yaitu sumberdaya manusia, kepemimpinan tata kelola, budaya organisasi dan infrastruktur. Penerapan rekam medis elektronik tidak dapat berjalan maksimal apabila dari ke empat komponen ini belum siap. Melalui metode ini diharapkan akan mengetahui masalah yang dihadapi sehinga dapat dicari solusi segera untuk menanganinya. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan terkait pendampingan tatacara melakukan penilaian kesiapan penerapan RME mengunakan metode DOQ-IT kepada pimpinan dan staf RS Condong Catur. Kegiatan berjalan lancar. Pada awalnya Pimpinan dan staff RS Condong Catur belum mengetahui pentingnya penilaian kesiapan dalam proses penerapan RME. Setelah pendampingan penilaian menggunakan DOQ-IT melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diketahui bahwa skor kesiapan sebesar 69,38 yang berarti RS Condong Catur cukup siap menerapkan SIMRS berbasis rekam medis elektronik.
Edukasi Manajemen Latihan Pasien Diabetes Melitus Melalui Senam Kaki Diabetikum Pada Warga di Dusun Kanoman, Pungkuran, Pleret, Bantul Ike Wuri Winahyu Sari; Novita Nirmalasari; Rizqi Wahyu Hidayati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 2 (2021): JICE
Publisher : Journal of Innovation in Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.78 KB) | DOI: 10.30989/jice.v3i2.646

Abstract

ABSTRAK Senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita Diabetes Melitus (DM) atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Perawat selain berperan dalam memberikan edukasi kesehatan juga dapat berperan dalam membimbing penderita DM untuk melakukan senam kaki sampai dengan penderita dapat melakukan senam kaki secara mandiri. Menurut hasil wawancara dengan ketua RT 2 Dusun Kanoman, di wilayah tersebut belum pernah diadakan penyuluhan tentang penyakit DM dan warga juga belum pernah diajarkan tentang senam kaki diabetikum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang senam kaki diabetikum dan agar masyarakat mampu mendemonstrasikan gerakan senam kaki diabetikum secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan di RT 1 dan 2 Dusun Kanoman, Pungkuran, Pleret, Bantul yang diawali dengan evaluasi awal pada masyarakat dengan diminta mempraktikkan gerakan senam kaki diabetikum dilanjutkan dengan penyuluhan dan demonstrasi. Selanjutnya evaluasi akhir dari penyuluhan dengan mendemonstrasikan senam kaki diabetikum secara mandiri dan diobservasi oleh penyuluh. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dari Bulan Maret s.d. April 2021. Terdapat peningkatan keterampilan melakukan senam kaki DM dengan peningkatan rata-rata keterampilan sebesar 92%. Dengan kegiatan ini peserta diharapkan dapat memberikan informasi yang telah diberikan oleh tim pengabdi kepada masyarakat lainnya di lingkungan tempat tinggal tentang penyakit DM dan senam kaki DM dan menerapkan hasil penyuluhan pada kehidupan sehari-hari sebagai langkah manajemen diri penyakit DM.

Page 1 of 1 | Total Record : 7