cover
Contact Name
Mujahidah Basarang
Contact Email
mujahidahbasarang@yahoo.com
Phone
+6285255011014
Journal Mail Official
jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 101 / Jl. Tupai No. 112 Makassar Email: jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 25407910     EISSN : 27971260     DOI : https://doi.org/10.53861/jmed
Core Subject : Health, Science,
Media Ilmiah Analis Kesehatan merupakan terbitan berkala untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di bidang Analis Kesehatan (Laboratorium Medis) yang terbit 2 (dua) nomor dalam satu tahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Media Ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pISSN; 2540-7910, eISSN; 2797-1260, menerima artikel hasil penelitian bidang teknologi laboratorium medis dengan fokus dan ruang lingkup yaitu; kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, toksikologi klinik, hematologi, dan sitohistoteknologi.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018)" : 9 Documents clear
PEMANFAATAN MEDIA BEKATUL DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata) UNTUK PERTUMBUHAN Aspergillus sp Anita Anita; Rahmatia Arifin
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.94 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.149

Abstract

Jamur Aspergillus Sp memerlukan nutrisi, sumber energi dan kondisi lingkungan tertentu untuk pertumbuhannya.Sabaroud Dektrosa Agar adalah media yang umum untuk pertumbuhan jamur. Mahalnya biaya media Sabaroud Dektrosa Agar mendorong peneliti untuk menemukan biaya alternative dari bahan baku yang murah dan mudah didapat. Bekatul adalah bahan alam yang merupakan limbah halus yang di peroleh dari hasil proses penggilingan padi yang mengandung karbohidrat sebanyak 83,36%, kalsium, magnesium, mangan, zat besi, kalium dan natrium yang merupakan salah satu sumber energi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kesuburan pertumbuhan jamurAspergillus sp dengan penambahan sukrosa pada media bekatul dan penambahan kulit pisang kepok (Musa acuminata) pada media bekatul. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorik dengan metode single dot, diameter koloni dan sporulasi diukur setiap 1x 24 jam selama 5 hari di inkubasi pada temperature kamar (250c). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan jamur Aspergillus sp pada media bekatul dengan penambahan kulit pisang kepok (Musa acuminata) rata-rata mempunyai diameter lebih besar dan misellium yang lebat serta koloni kompak berwarna putih di bandingan dengan media bekatul dengan penambahan sukrosa mempunyai diameter yang lebih kecil, misellium tidak lebat serta koloni kompak berwarna putih. Dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa media bekatul dengan penambahan kulit pisang kepok (Musa acuminata) lebih baik untuk pertumbuhan jamur Aspergillus sp.
IDENTIFIKASI ZAT METHYL PARABEN PADA PENCUCI ORGAN WANITA Wa Ode Rustiah; Ani Kartini; Novi Astrid
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.909 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.150

Abstract

Pencuci organ wanita adalah salah satu produk kosmetik yang banyak beredar di pasaran saat ini. Didalam kosmetik terdapat zat tambahan yang digunakan untuk mengawetkan kosmetik. Zat methyl paraben merupakan salah satu zat pengawet yang paling sering digunakan sebagai pengawet kosmetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya zat methyl paraben pada pencuci organ wanita, penelitian ini bersifat observasi laboratorik, dengan tekhnik pengambilan sampel secara accidental sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan jumlah sampel 5 sampel pencuci organ wanita. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada 3 sampel mengandung zat methyl paraben dan 2 sampel tidak mengandung zat methyl paraben dengan nilai Rf pada sampel yang positif adalah sampel A (Hb) 0,458; sampel B (Mj) 0,5; dan sampel C (RV) 0,458.
ANALISIS KADAR SENYAWA FLUORIDE PADA PASTA GIGI ANAK Nur Qadri Rasyid
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.696 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.151

Abstract

Fluoride merupakan komponen pasta gigi yang memiliki sifat antikariogenik sehingga dapat mencegah inisiasi perkembangan karies dengan membentuk kompleks. Penggunaan pasta gigi berfluoride ini ternyata memiliki resiko bila dicerna dalam kadar yang tinggi. Salah satu gejala masalah kesehatan ini adalah perubahan warna pada gigi, dimana gigi berubah warna dari putih menjadi kuning, cokelat, lalu akhirnya hitam. Bila terjadi berkepanjangan, fluorosis bisa berujung pada masalah kesehatan lain yang lebih serius selain menyebabkan fluorosis juga menyebabkan manifestasi skeletal seperti osteoporosis dan osteosklerosis. Resiko tambahan dari peningkatan oleh paparan fluoride yang paling signifikan adalah efek pada sel-sel tulang (osteoblas dan osteoklas) yang dapat menyebabkan perkembangan fluorosis tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar senyawa fluoride pada pasta gigi anak yang diperjualbelikan di Kota Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar fluoride pada sampel A yaitu 387.63 ppm, sampel B yaitu 1788.20 ppm, sampel C yaitu 2080.80 ppm, sampel D yaitu 2120.25 ppm dan sampel E yaitu 2129.85 ppm. Dari 5 sampel yang diperiksa, 4 sampel diantaranya memiliki kandungan fluoride yang cukup tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel tersebut tidak memenuhi persyaratan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.
PERBANDINGAN KADAR KARBOHIDRAT PADA UBI KAYU (Manihot esculenta) GORENG DENGAN UBI KAYU REBUS Rahmawati Rahmawati; Muh Rifo Rianto; Aswindah Aswindah
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.424 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.152

Abstract

Ubi kayu merupakan salah satu sumber karbohidrat yang berasal dari umbi. Ubi kayu bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan selain beras, yang lazimnya yaitu dengan cara digoreng maupun direbus. Pemanasan menyebabkan terjadinya perubahan sifat fisik kimia pada bahan dan minyak goreng, sehingga dapat menyebabkan penurunan kadar karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar karbohidrat pada ubi kayu goreng dan ubi kayu rebus. Jenis penelitian secara observasi laboratorik dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Objek dalam penelitian ini adalah 4 sampel ubi kayu goreng dan 4 sampel ubi kayu rebus yang diperiksa di Laboratorium Kimia Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar, menggunakan analisis kuantitatif dengan metode luff schoorl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar karbohidrat pada sampel ubi kayu goreng yaitu 5,14%, 5,11%, 4,95%, 5,11% dan pada ubi kayu rebus yaitu 14,78%, 14,66%, 14,73%, dan 14,19%. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak Ha diterima artinya terdapat perbedaan antara kadar karbohidrat ubi kayu goreng dengan ubi kayu rebus.
GAMBARAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PENGGUNA KB SUNTIK DI PUSKESMAS SOMBA OPU KABUPATEN GOWA TAHUN 2018 Dewi Arisanti; Ani Kartini; Fian Adriansyah
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.282 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.153

Abstract

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai organ dalam tubuh. Dari sudut ilmu kimia trigliserida merupakan substansi yang terdiri dari gliserol yang mengikat gugus asam lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar trigliserida pada pengguna KB suntik 3 bulan dengan jenis penelitian yang dilakukan adalah observasi laboratorik dan metode penelitian adalah Gliserofosfooksidase-Peroksidase (GPO-PAP). Adapun besarnya sampel pada penelitian ini yakni 20 sampel pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan kadar trigliserida tertinggi 292,4mg/dl dan terendah 69,8 mg/dl dengan nilai rata-rata 216,12 mg/dl. Kadar trigliserida dari sampel penelitian umumnya meningkat dan terdapat 14 (70%) penguna KB suntik dengan trigliserida yang tinggi mengalami obesitas dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) > 24,9.
KARAKTERISTIK BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus sp) BIJI KAKAO (Theobroma cacao L) YANG TELAH DIFERMENTASI Andi Fatmawati
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.226 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.154

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Isolasi Dan Identifikasi bakteri asam laktat (Lactobacillus sp) Dari Biji Kakao (Theobroma cacao L) Yang Telah Difermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri asam laktat Lactobacillus sp dari biji kakao yang telah difermentasi. Metode penelitian meliputi sampel biji kakao yang di encerkan dengan pengenceran 10-1 sampai dengan 10-5 dengan menggunakan medium MRS Broth, lalu di inkubasikan pada suhu 37o C selama 1 x 24 jam, kemudian di ambil 1 ml dari masing-masing pengenceran dan dilakukan penanaman pada medium MRS Agar (De Man Rogosa and Sharpe Agar) dan di inkubasi pada suhu 37o C selama 2 x 24 jam. Dari hasil penelitian, sampel 10-1 di dapatkan koloni bakteri yang memiliki bentuk koloni yaitu bundar, bentuk tepian yang licin, bentuk elevasinya timbul dan memiliki warna koloni bakteri yaitu krem. Pada pengecatan gram, sampel 10-1 bersifat gram positif yang memiliki bentuk sel batang dengan warna keunguan.
Aspergillus sp PADA PISANG SALE YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOTA MAKASSAR Mujahidah Basarang; Erna Adriana Zainuddin
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.486 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.155

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas yang melimpah sepanjang tahun di Indonesia, namun seringkali produksinya tidak mampu diserap oleh pasar. Untuk mengatasi hal tersebut masyarakat secara tradisional mengawetkan pisang dengan mengolahnya melalui cara pengeringan di bawah sinar matahari. Hasil olahan ini dinamakan pisang sale. Proses pembuatan pisang sale dengan teknik pengeringan memiliki banyak faktor resiko kontaminasi mikroorganisme seperti jamur melalui udara yang mengandung spora. Hal ini didukung oleh komposisi pada pisang sale yaitu glukosa, protein dan karbohidrat. Sehingga pisang sale dapat terkontaminasi oleh jamur seperti Aspergillus flavus dan Aspergillus fumigatus. Jamur inimerupakan jamur penghasil aflatoksin terbesar di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Aspergillus flavus dan Aspergillus fumigatus pada pisang sale yang diperjualbelikan di Kota Makassar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Laboratorium Science Building Universitas Hasanuddin Makassar dari 5 sampel pisang sale yang dikumpulkan secara random sampling diidentifikasibeberapa jenis jamur, yaitu ditemukan koloni khamir dan penicilium sp pada sampel A, ditemukan koloni khamir pada sampel B, ditemukan koloni khamir pada sampel C, ditemukan Rhizopus sp pada sampel D, sedangkan sampel E ditemukan Aspergillus fumigatus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 5 sampel pisang sale yang dikumpulkan dari pasar tradisional kota Makassar hanya satu sampel positif Aspergillus fumigatus.
ANALISA KADAR HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) PADA KERUPUK MAWAR YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR TRADISONAL KOTA MAKASSAR Muawanah Muawanah; Nurlia Naim; Fahriawan Fahriawan
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.917 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.156

Abstract

Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening agak lebih kental daripada air. Bahan kimia ini merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang dilarang secara resmi menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 33 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar Hidrogen peroksida (H2O2) pada kerupuk mawar yang diperjualbelikan di pasar tradisional kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasi Laboratorik dengan teknik pengambilan sampel secara Acidental Sampling. Pemeriksaan sampel kerupuk mawar dilakukan di Laboratorium Kimia Kesehatan, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dengan menggunakan metode titrasi permanganometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ke 5 (lima) sampel didapatkan hasil positif (+) mengandung Hidrogen peroksida, dan kadar Hidrogen peroksida yang didapatkan pada sampel kode A sebanyak 18.5936 %, kadar sampel kode B sebanyak 20.1529 %, kadar sampel kode C sebanyak 13.1805 %, kadar sampel kode D sebanyak 11.5480 %, dan kadar sampel kode E sebanyak 21.7801 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa ke 5 (lima) sampel kerupuk mawar yang diperjualbelikan di pasar tradisional kota Makassar mengandung Hidrogen peroksida (H2O2) dengan kadar yang bervariasi.
IDENTIFIKASI NEMATODA USUS SOIL TRANSMITTED HELMINTHES (STH) PADA ANAK-ANAK DI KELURAHAN KARUWISI KOTA MAKASSAR Tuty Widyanti; Anita Anita; Riska Tanani
Jurnal Medika Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.792 KB) | DOI: 10.53861/jmed.v3i2.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangioleh banyaknya kasus kecacingan (Helminthiasis) pada anak-anak yang sering berkontak lansung dengan tanah. Penyakit infeksi Helminthiasis disebabkan oleh parasit yaitu Nematoda usus. Soil transmitted helminthes (STH) merupakan kelompok parasit cacing usus yang memerlukan media tanah untuk perkembangannya. Parasit Nematoda kelompok soil transmitted helminthes (STH) terdiri dari cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing kait (Hookworm). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi soil transmitted helminthes pada feses anak-anak di kelurahan karuwisi kota makassar. Jenis penelitian ini adalah observasi laboratorik. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 10 sampel feses dengan menggunakan metode sentrifugasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 10 sampel feses itu ditemukan 1 sampel feses yang positif mengandung telur cacing Trichuris trichura dengan ciri-ciri telur berbentuk khas seperti tempayan, berwarna coklat, mempunyai dua kutub yang menonjol. Dan 9 sampel feses yang negatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 10% sampel feses anak-anak di kelurahan karuwisi kota makassar mengandung telur cacing Trichuris trichura yang menandakan bahwa kasus infeksi kecacingan masih tergolong rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9