cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6221231170
Journal Mail Official
jurnal.abdikom@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa
ISSN : -     EISSN : 27764737     DOI : https://doi.org/10.31294/abdikom
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang pertama kali publikasi tahun 2021 dengan ISSN (Elektronik) No 2776-4737 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa merupakan jurnal hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dengan bidang keilmuan Komunikasi dan Bahasa yang mempunyai syarat artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa diterbitkan dalam versi online dengan jadwal publikasi pada bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Articles 66 Documents
Transformasi Digital Majelis Ta’lim Melalui Pelatihan Pembuatan Konten Produk Digital Berbasis Kecerdasan Buatan Ernawati, Siti; Asri Utami, Lilyani; Rini Yulia, Eka
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v5i2.11093

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untuk beradaptasi dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi kreatif dan keagamaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital di lingkungan Majelis Ta’lim Az Zahra melalui pelatihan pembuatan konten produk digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai literasi digital, praktik penggunaan aplikasi AI untuk pembuatan desain, teks promosi, serta editing gambar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 59% peserta menilai tema kegiatan “Update”, 55% menilai narasumber “Bagus”, dan 64% menyatakan “Setuju” bahwa kegiatan memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat konten digital yang menarik dan profesional serta menumbuhkan kesadaran pentingnya pemanfaatan teknologi dalam promosi produk lokal. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan literasi digital dan pemberdayaan ekonomi anggota majelis ta’lim di era transformasi digital.   The rapid development of digital technology has opened new opportunities for communities to adapt in various sectors, including creative economy and religious education. This community service activity aims to support the digital transformation of Majelis Ta’lim Az Zahra through a training program on creating digital product content using Artificial Intelligence (AI). The implementation method consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. Participants received training on digital literacy, practical use of AI-based applications for design creation, promotional text generation, and image editing. The results showed that 59% of participants rated the activity theme as “Updated,” 55% rated the speakers as “Good,” and 64% agreed that the program provided real benefits. The activity successfully enhanced participants’ skills in creating engaging and professional digital content while raising awareness of the importance of technology utilization in product promotion. Therefore, this training contributes to improving digital literacy and empowering the economic potential of Majelis Ta’lim members in the era of digital transformation.
Penguatan Digital Marketing UMKM Keripik Opak di Sokaraja Tengah Rakhmawati, Desty; Rohmah, Afiatur
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v5i2.11223

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan penguatan starategi pemasaran bagi pembuat keripik opak di Sokaraja Tengah melalui sosialisasi strategi digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi Mitra adalah rendahnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan kurangnya pemahaman mengenai teknik pemasaran digital. Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan langsung, tim pelaksana memberikan materi mengenai pemasaran digital melalui penggunaan platform media sosial (Instagram, Facebook, dan Tik tok serta WhatsApp Business). Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, contoh pembuatan konten promosi dan evaluasi tingkat pemahaman peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 8 peserta, dengan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 8 Jam. Intrumen yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan wawancara dan juga lembar observasi atau penilaian untuk mengukur adanya peningkatan dari kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusias dari Mitra, yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan Mitra Pengabdian. Selain itu juga terlihat dari nilai pre-test dan post-test. Dengan menggunakan butir pertanyaan yang sama antara pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata- rata pretest adalah 60,36 sedangkan nilai rata-rata post-test sebesar 83,03. Hal ini menunjukkan adnya peningkatan pemahaman dari kegiatan pengabdian ini. Dengan demikian, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan pemahaman terkait dengan penggunaan digital marketing sebagai strategi pemasaran UMKM keripik opak.  This community service activity aims to introduce and strengthen marketing strategies for opak chip makers in Central Sokaraja through the socialization of digital marketing strategies. The main problem faced by the partners was the low utilization of social media as a promotional tool and the limited understanding of digital marketing techniques. Through socialization activities and direct mentoring, the implementation team provided materials on digital marketing using social media platforms such as Instagram, Facebook, TikTok, and WhatsApp Business. The implementation methods included the delivery of materials, demonstrations of promotional content creation, and evaluation of participants level of understanding. The activity was attended by eight participants and was conducted over a total duration of eight hours. The instruments used in this community service activity included interviews and observation or assessment sheets to measure improvements resulting from the activity. The results of the activity showed a high level of enthusiasm from the partners, as indicated by the number of questions raised during the sessions. In addition, improvements were observed in the pre-test and post-test scores. Using the same set of questions for both the pre-test and post-test, the average pre-test score was 60.36, while the average post-test score increased to 83.03. These results indicate an improvement in participants understanding following the community service activity. Therefore, this activity was able to contribute strengthening participants understanding of the use of digital marketing as a marketing strategy for opak chips MSMEs.
Pendampingan Pengelolaan Media Sosial untuk Promosi pada Biro Jasa Legalitas Usaha Siti Nur Annisa Rahmaniyah; Airlangga Cipta Juliananta Putra; Ainur Rochmaniah
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v5i2.11318

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas promosi digital pada sebuah biro jasa legalitas usaha melalui pendampingan pengelolaan media sosial. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya konsistensi unggahan, ketiadaan perencanaan konten, serta tampilan visual yang belum mencerminkan citra profesional. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya jangkauan dan keterlibatan audiens sehingga efektivitas promosi belum optimal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi, penyusunan content planning, produksi konten digital, dan evaluasi bersama mentor. Metode pendampingan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan tim abdimas dalam proses analisis, produksi, dan finalisasi konten. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra memperoleh tiga dokumen content plan yang terstruktur, puluhan desain feed Instagram dengan identitas visual yang konsisten, serta beberapa video promosi berdurasi pendek yang siap diunggah. Selain luaran berupa konten digital, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman mitra mengenai pentingnya branding, strategi unggahan, dan pengelolaan media sosial yang berkelanjutan. Meskipun implementasi unggahan oleh mitra belum sepenuhnya optimal, materi yang dihasilkan menjadi fondasi untuk memperkuat citra profesional dan memperluas jangkauan promosi biro jasa di era digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan terarah dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing melalui media sosial.  This community service activity aims to improve the digital promotion capacity of a legal business agency through social media management assistance. The main problems faced by the partners were a lack of consistent posting, a lack of content planning, and visual displays that did not reflect a professional image. These conditions resulted in low audience reach and engagement, resulting in suboptimal promotional effectiveness. To address these issues, the community service activity was implemented through several stages: observation, content planning, digital content production, and evaluation with a mentor. The mentoring method was participatory, involving the community service team in the analysis, production, and finalization of the content. The results showed that the partners obtained three structured content plan documents, 46 Instagram feed designs with a consistent visual identity, and 25 promotional videos ranging from 12 to 30 seconds ready for upload. In addition to the digital content output, this activity also increased the partners' understanding of the importance of branding, posting strategies, and social media management as a means of sustainable promotion. Although the implementation of posting by the partners was not fully optimal, the resulting material serves as a foundation for strengthening the professional image, increasing digital promotion readiness, and expanding the agency's promotional reach in the digital era. This activity proves that targeted mentoring can be an effective strategy to increase visibility and competitiveness through social media.
Pelatihan Public Speaking bagi Guru Project Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 1 Negara Batin Masnia Rahayu
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v6i1.11083

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan public speaking guru Project Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) di SMKN 1 Negara Batin, yang merupakan kompetensi penting dalam mendukung proses pembelajaran kreatif dan kewirausahaan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, role play, simulasi presentasi bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), serta pemberian umpan balik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berbicara dan minat guru sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kategori kemampuan public speaking, di mana guru yang berada pada kategori Mahir meningkat dari 10% menjadi 40%, sedangkan kategori Dasar menurun dari 15% menjadi 5%. Minat guru juga mengalami peningkatan, dengan pergeseran signifikan dari kategori Rendah menuju Tinggi dan Sangat Tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung, disertai umpan balik konstruktif, efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan motivasi guru. Peningkatan ini diharapkan berdampak positif pada kualitas pembelajaran PKK dan kemampuan siswa dalam mempresentasikan ide secara kreatif dan persuasif. This Community Service Program (PKM) aimed to improve the public speaking skills of teachers in the Creative Projects and Entrepreneurship (PKK) subject at SMKN 1 Negara Batin, which is an essential competence to support creative learning and entrepreneurship education. The program was conducted through a combination of lectures, interactive discussions, role play, bilingual presentation simulations (Indonesian and English), and immediate feedback sessions. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure teachers’ speaking abilities and interest before and after the training. The results indicated a significant improvement in public speaking proficiency, with the percentage of teachers in the Advanced category increasing from 10% to 40%, while those in the Basic category decreased from 15% to 5%. Teachers’ interest also showed notable growth, with a considerable shift from the Low category to High and Very High. These findings suggest that practice-based training, combined with constructive feedback, is effective in enhancing teachers’ communication skills and motivation. Such improvement is expected to positively impact PKK learning quality and students’ ability to present ideas creatively and persuasively.  
Pelatihan Mind Mapping Berbasis Canva untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa SMAN 8 Makassar Suci Rahmawati; Lely Novia; Amirullah Amirullah; Maemuna Muhayyang; Alamsyah Alamsyah
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v6i1.12628

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran bahasa, namun pada praktiknya banyak siswa masih menghadapi kendala dalam menyampaikan gagasan secara terstruktur dan dengan tingkat kepercayaan diri yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui pelaksanaan pelatihan pembuatan mind mapping berbasis Canva. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas XI‑1 SMAN 8 Makassar dengan melibatkan 28 peserta. Pelatihan berlangsung selama jam pelajaran dan mencakup pemaparan konsep, demonstrasi, praktik penyusunan peta pikiran digital berbasis Canva, serta presentasi hasil. Metode evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan dan kuesioner daring untuk mengukur persepsi siswa terhadap dampak pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 89,3% siswa menyatakan mind mapping membantu dalam menyusun ide, 85,7% menyatakan kemampuan berbicara menjadi lebih terstruktur, dan 85,7% menunjukkan peningkatan kepercayaan diri. Selain itu, penggunaan Canva memberikan dukungan visual yang menarik dan mendorong kreativitas siswa dalam menyusun peta pikiran digital. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi mind mapping dengan media digital Canva dalam format pelatihan partisipatif yang secara langsung melatih pengorganisasian ide dan keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian, pelatihan mind mapping berbasis Canva dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan keterampilan berbicara siswa di tingkat sekolah menengah. Speaking skill is a fundamental component of language learning; however, many students still experience difficulties in expressing ideas in a structured manner and with sufficient confidence. This community service activity aimed to enhance students’ speaking skills through a Canva‑based mind mapping workshop. The workshop was conducted with 28 students of class XI‑1 at SMAN 8 Makassar during regular school hours. The activities included concept presentation, demonstration, hands‑on practice in developing digital mind maps using Canva, and presentation sessions. A participatory approach was employed by utilizing mind mapping as a strategy to organize ideas prior to speaking. The results indicated that students were able to organize ideas more systematically, deliver messages with clearer structure, and demonstrate improved confidence during speaking activities. In addition, the use of Canva provided engaging visual support and encouraged students’ creativity in developing digital mind maps. Therefore, the Canva‑based mind mapping workshop can be considered an effective supporting strategy for improving students’ speaking skills at the secondary school level.
Transformasi Pembelajaran melalui Modul Digital Berbasis Canva dan Heyzine bagi Guru SMA Negeri 8 Makassar Dea Tonapa; Lely Novia; Legiyo Legiyo; Indrawaty Asfah; A. Patimah Ramarh Apdy
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v6i1.12709

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengharuskan para guru untuk secara kreatif dan efektif mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Meskipun demikian, banyak guru yang masih menghadapi tantangan dalam menciptakan bahan ajar digital yang menarik dan mudah diakses oleh siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang modul digital menggunakan Canva dan Heyzine melalui serangkaian workshop. Metode yang diterapkan adalah pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training), yang meliputi tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program ini melibatkan 25 guru dari berbagai disiplin ilmu di SMA Negeri 8 Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta, di mana 72% guru menyatakan memahami konsep modul digital dan 68% mampu mengikuti alur pengembangan modul secara sistematis. Selain itu, 72% peserta berhasil mengonversi modul menjadi media interaktif berbentuk flipbook menggunakan Heyzine secara mandiri. Kegiatan ini juga berdampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, yang ditunjukkan oleh lebih dari 70% peserta memberikan respons positif terhadap kebermanfaatan pelatihan. Workshop ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung transformasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Digital technology development requires teachers to integrate technology into the learning process in a creative and effective manner. However, many teachers still face challenges in developing engaging and accessible digital teaching materials. This community service activity aimed to enhance teachers’ competence in developing digital modules using Canva and Heyzine through a workshop program. The method applied was hands-on training conducted through preparation, implementation, and evaluation stages. The activity involved 25 teachers from various subject areas at SMA Negeri 8 Makassar. The results indicate that teachers were able to understand the concept of digital modules, design teaching materials using Canva, and convert them into interactive flipbook modules using Heyzine. In addition to improving technical skills, the workshop also had a positive impact on teachers’ motivation, self-confidence, and readiness to implement technology-based learning. This workshop is expected to support learning transformation and contribute to improving educational quality in schools.