cover
Contact Name
Ns,Yulia Irvani Dewi, M.Kep,Sp.Mat
Contact Email
jni@ejournal.unri.ac.id
Phone
+62761-31162
Journal Mail Official
jni@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keperawatan Universitas Riau, Jl. Pattimura No. 09 Gedung G Pekanbaru-Riau, Kode Pos 28131, Telp : 0761-31162, Fax : 0761-855928
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 20872763     EISSN : 26853116     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ners Indonesia berisikan artikel tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil penelitian dan non penelitian, kajian analisis, aplikasi dan review tentang bidang ilmu keperawatan, masalah-masalah keperawatan, aplikasi dan penanganan keperawatan. Jurnal Ners Indonesia diterbitkan sejak September 2010 oleh Program Studi Ilmu Keperawatan dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Pekanbaru. Terbit dua kali dalam setahun yaitu September dan Maret.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP TENAYAN RAYA Fera Firmanila; Yulia Irvani Dewi; Dara Kristiani
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.957 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.9-18

Abstract

Wanita memiliki banyak masalah pada area vagina, kebanyakan kasus yang terjadi adalah keputihan. Risikoterjadinya keputihan dapat dialami oleh berbagai umur, terutama Wanita Usia Subur (WUS). Keputihan yangberlebihan dan tidak normal bisa merupakan gejala awal dari kanker serviks yang dapat berujung kematianpada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air rebusan daun sirih merahterhadap keputihan pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Tenayan Raya. Metode penelitianmenggunakan quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sebanyak 30 sampeldiambil secara cluster sampling dari seluruh populasi yang ada di RW. 15 Kelurahan Kulim KecamatanTenayan Raya yang terdiri dari 15 responden sebagai kelompok eksperimen dan 15 responden sebagaikelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji Wilcoxondan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air rebusan daun sirih merah berpengaruh dalammenurunkan keputihan pada wanita dengan nilai p = 0.001 (< α 0.05). Dari hasil penelitian ini diharapkanwanita yang mengalami keputihan dapat mengaplikasikan air rebusan daun sirih merah sebagai obat nonfarmakologis dan menjadikan tanaman sirih merah sebagai tanaman obat keluarga.Kata Kunci : Keputihan, Sirih Merah, Wanita Usia Subur (WUS)
HUBUNGAN KELUHAN PERNAPASAN : SESAK NAPAS, KELETIHAN ( FATIQUE ) DAN BATUK DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN PENYAKIT PARU Ulfa hasanah; Amira Permatasari; Evi Karota
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.445 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.45-49

Abstract

Penyakit Paru merupakan salah satu penyebab kematian dimasyarakat. Lima penyakit paru utama yangmenjadi penyebab kematian adalah infeksi paru, Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK), TB Paru, KankerParu dan Asma. Penyakit pernapasan tersebut umumnya mempengaruhi tidur. Kualitas tidur yang burukpada klien dengan PPOK disebabkan karena sesak napas, batuk dan produksi secret yang berlebihan. PenderitaAsma karena adanya batuk, sesak napas dan mengi pada malam hari sehingga mengakibatkan kualitastidur menurun. Tidur yang tidak adekuat dapat mengakibatkan gangguan fisik dan psikologi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan keluhan pernapasan sesak napas, keletihan (fatique), batukdengan kualitas tidur pasien penyakit Paru di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitianini merupakan penelitian analitik correlation dengan desain cross sectional dengan jumlah sampelsebanyak 56 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakteristik responden, keluhanpernapasan meliputi sesak napas, keletihan (fatique), dan batuk.Mayoritas klien mempunyai kualitas tidur yang buruk (66%). Hasil analisis menunjukkan hubungan sesaknapas dengan kualitas tidur menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai korelasi r = 0,652 dan nilai signifikansi0.000 (<0,005). Hubungan keletihan (fatique) dengan kualitas tidur menunjukkan hubungan yangsedang dengan nilai korelasi r = 0,447 dan nilai signifikan 0,001. Hubungan batuk dengan kualitas tidurmenunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai korelasi r = 0,686 dan nilai signifikan 0,000.Hasil penelitian ini menunjukkan batuk mempunyai hubungan yang kuat dengan kualitas tidur. Perawatperlu memberikan perhatian khusus kepada klien dengan sesak napas, keletihan (fatique) dan batuk sehinggadapat memberikan tindakan keperawatan yang tepat untuk mengeliminasi faktor- faktor tersebut.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Desi Putri; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.501 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.19-26

Abstract

Gangguan tidur yang sering terjadi salah satunya adalah insomnia, yaitu ketidakmampuan individu untuk tidurdengan jumlah dan kualitas yang cukup. Terapi relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi alternatifyang bisa dilakukan untuk penderita insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapirelaksasi otot progresif terhadap insomnia pada mahasiswa keperawatan di STIKes Hang Tuah Pekanbaru.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimental. Sampelnya adalah mahasiswakeperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru angkatan 2014 sebanyak 30 orang dengan menggunakan tekniksimple random sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dengan distribusi frekuensi serta bivariatdengan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil uji wilcoxonpre test dan post test kelompok eksperimen yaitu(p = 0,001) dan kelompok kontrol (p = 0,002), sedangkan uji mann whitneypost test kelompok eksperimendan kelompok kontrol yaitu (p = 0,007). Hasil ini menunjukkan ada perbedaan skor insomnia sebelum dansesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif. Penderita insomnia dapat menggunakan terapi relaksasiotot progresif ini sebagai salah satu cara untuk mengurangi keluhan insomnia.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD PANDAN KABUPATEN TAPANULI TENGAH Junita Butar-butar; Roymond H Simamora
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.093 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.50-63

Abstract

Mutu pelayanan keperawatan merupakan penampilan/kinerja yang menunjuk pada tingkat kesempurnaanpelayanan keperawatan yang disatu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengantingkat kepuasan rata-rata penduduk serta dipihak lain dan tata cara penyelenggaraannya sesuai denganstandar kode etik profesi yang telah ditetapkan, sedangkan kepuasan pasien merupakan suatu tingkatperasaan yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan keperawatan yang diperolehnya setelah pasienmembandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Jadi mutu pelayanan keperawatan yang diterima olehpasien akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutupelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD Pandan Kabupaten TapanuliTengah. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlahsampel yang ditemukan 72 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik quota sampling. Datadianalisis dengan menggunakan chi square dengan derajat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkanada hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD PandanKabupaten Tapanuli Tengah dengan p-Value 0,000. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan semakin tingginilai mutu pelayanan keperawatan maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien yang dirasakan dan sebaliknyasemakin rendah mutu pelayanan keperawatan maka semakin rendah tingkat kepuasan pasien yang dirasakan.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK INSTRUMENT TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Laily, Eka Isranil; Juanita, Juanita; Siregar, Cholina Trisa
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.805 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.27-32

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan yang berkembang pesat. Pasien denganhemodialisis memiliki masalah gangguan tidur yang berefek terhadap kualitas hidup pasien hemodialisis.Gangguan tidur memiliki dampak negatif pada respon imun dan dapat menyebabkan perkembangankardiovaskuler yang merupakan penyebab kematian pada pasien gagal ginjal. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengidentifikasi efektifitas pemberian terapi musik instrument terhadap kualitas tidur pasien gagalginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan preand post test with control dengan sampel 73 orang dengan menggunakan tabel power analysis 38 responden.Hasil penelitian menunjukkan adanya efek pemberian terapi musik instrument terhadap kualitas tidur pasiengagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan hasil uji independent t test yaitu p=0,001 (p<0,005).Perbandingan kualitas tidur sebelum dan sesudah pemberian terapi musik instrument menggunakan analisadata paired t-test dengan p=0,000. Kualitas tidur responden setelah dilakukan pemberian terapi musikinstrument menunjukkan peningkatan.
PENGGUNAAN NESTING DENGAN FIKSASI MAMPU MENJAGA STABILITAS SATURASI OKSIGEN, FREKUENSI PERNAFASAN, NADI DAN SUHU PADA BAYI PREMATUR DENGAN GAWAT NAPAS: STUDI KASUS Murniati Noor; Oswati Hasanah; Rumina Ginting
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.62 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.64-75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan nesting dengan fiksasi pada developmentcare terhadap stabilitas saturasi oksigen, frekuensi pernafasan, nadi dan suhu pada bayi prematur dengangawat napas. Metode yang di gunakan adalah case study dengan menggunakan 3 responden yang di rawatdi ruangan NICU perinatologi RSUD Arifin Ahmad Propinsi Riau yang dipilih dengan menggunakan teknikpurposive sampling. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah bayi premature (<37 minggu), mengalamigawat nafas (down score 4 – 7), berat badan lahir rendah (< 2500 gram), dan memakai alat bantu pernafasan.Hasil pengamatan setelah dilakukan penerapan penggunaan nesting dengan fiksasi menunjukkan rata-ratasaturasi oksigen dari ketiga responden tidak terdapat perbedaan dan masih dalam batas normal, berkisarantara (90-100%). Hasil pengamatan frekuensi nadi, pernafasan dan pemakaian alat bantu pernafasan sertadampak terhadap berat badan di dapatkan bahwa penggunaan nesting dengan fiksasi membantu peningkatanberat badan dengan stabilnya frekuensi nadi dan pernafasan, serta lama pemakaian alat bantu pernafasanmenjadi lebih singkat. Hasil ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menerapkan pemakaiannesting dengan fiksasi pada perawatan bayi dengan gawat nafas di ruangan NICU perinatologi RSUD ArifinAchmad Propinsi Riau.
STUDI KASUS : PENGARUH POSISI PRONASI TERHADAP PENURUNAN RESIDU LAMBUNG DAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DIRUANGAN INSTALASI NEONATUS RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Dwiniesti Riqyah Putri; Oswati Hasanah; Rumina Ginting
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.79 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.33-39

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpamemandang usia kehamilan/ usia gestasi, dimana sistem pencernaan makanan pada BBLR yang kurang bulanbelum terbentuk secara matang, sehingga belum berfungsi dengan sempurna dalam penyerapan makanan,dan pengosongan lambung berkurang. Tujuan dilakukan studi kasus ini untuk mengidentifikasi pengaruhposisi pronasi terhadap penurunan residu lambung dan peningkatan berat badan pada BBLR diruang InstalasiNeonatus RSUD Arifin Achmad pekanbaru. Sampel yang digunakan dalam studi kasus ini sebanyak 6orang neonatus. Kelompok bayi yang dilakukan posisi pronasi sebanyak 3 neonatus dibandingkan dengankelompok bayi yang tidak dilakukan posisi pronasi sebanyak 3 neonatus, kemudian dilakukan observasi dandicatat setiap 2-3 jam sekali. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan residu lambungpada bayi yang dilakukan posisi pronasi dengan yang tidak dilakukan posisi pronasi, begitu juga denganberat badan pada BBLR.
ANALISIS TEKANAN DARAH LANSIA YANG MELAKUKAN KEGIATAN OLAHRAGA JALAN PAGI Gamya Tri Utami; Wasisto Utomo; Mustika Riolita
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.94 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.76-84

Abstract

The purpose of this study was to analyze differences in blood pressure of elderly who do morning sportsactivities in PSTW Khusnul Khatimah Pekanbaru. The research design was quasy experimental design withnon-equivalent control group. The samples were 30 people which divided into experimental group and controlgroup. Sampling method used nonprobability sampling with inclusion criteria. Data were analyzed usingunivariate and bivariate data analysis. Univariate analysis used to see the form of numerical variables,namely blood pressure by looking at the mean, median, standard deviation (SD), minimum and maximumvalues. The bivariate analysis using repeated ANOVA test and independent T test. The results showed thatsystolic blood pressure measurement indicate a difference in the average blood pressure in those who exercisebrisk walking for 3 weeks (3x, 6x, and 9x) with a p value of 0.008. As for the comparison between the elderlywho exercise a morning walk with the group that did not exercise the way morning showed a significantdifference to blood pressure systole with p value 0,010. This study suggests that exercise brisk walking ofthe elderly use as non-pharmacological alternative therapy to prevent the increase in blood pressure andmaintaining blood pressure remains stable.
STUDI KASUS: PENGARUH POSISI DAN PIJAT BAYI DAPAT MENINGKATKAN BERAT BADAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RUANG PERINATOLOGI RSUD ARIFIN ACHMAD PROPINSI RIAU Tri Sasmi Irva; Oswati Hasanah; Rumina Ginting
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.723 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.1-8

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan penggunaan nesting dengan fiksasi yang digabungdengan pijat bayiuntuk pencapaian berat badan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).Metode yangdigunakan adalah studi kasus dengan sampel sebanyak 3 bayi BBLR yang telah stabil di ruang PerinatologiRSUD Arifin Achmad Propinsi Riauyang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Semuasampel dilakukan pijat bayi 2 kali sehari yang disertai dengan pemasangan nesting dengan fiksasi. Dataobservasi peningkatan berat badan bayi per hari dilihat dari catatan perkembangan pasien. Hasil dari studimenunjukkan peningkatan berat badan bayi selama 11 hari pemijatan sebanyak 2 x sehari dan pemberianposisi yaitu sebesar 39 gram perhari.Hasil pengamatan yang dirasakan oleh perawat ruangan Perinatologisetelah dilakukan pemijatan terhadap tidur terjaga neonatus yaitu lebih cepat tertidur dan bangun lebih lamadari neonatus yang tidak dipijat, dan neonatus tampak lebih tenang dan nyaman saat tertidur. Hasil dari studikasus ini dapat dijadikan terapi untuk membantu meningkatkan berat badan dan kenyamanan bayi BBLR.Keyword: position, massage therapy, weight gain
FAKTOR PERAWAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA READMISSION PADA PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME (ACS) DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG Romalina Romalina; M Rasjad Indra; Dian Susmarini
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.077 KB) | DOI: 10.31258/jni.6.1.40-44

Abstract

Acute coronary syndrome (ACS) menjadi masalah masyarakat kesehatan secara global baik di negaramaju atau berkembang.Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) (2010-2011) menunjukkan bahwa penyakitjantung merupakan penyebab terbesar rawat inap. Penanganan awal pasien ACSseharusnya dilakukan sejakserangan terjadi, kemudian dilanjutkan penanganan di rumah sakit.Tidak adekuatnya discharge planningmenyebabkan pasiendirawatkembali di ruanggawatdarurat. Faktor-faktor yang mempengaruhi dischargeplanning, antara lain : faktor pasien, perawatdanmanajemen . Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahuifaktor perawat yang berhubungan dengan angka readmission pada pelaksanaan discharge planning pasien ACSdi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.Rancangan dalam penelitian ini adalah analitik observasional denganpendekatan prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2014 di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.Sampel berjumlah 60 orang perawat pendekatan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakankuesioner dan lembar observasi.Analisa datamultivariatmenggunakanregresilogistikdenganmetodebackward.Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa edukasi pasien (RR 0,063) berpengaruh terhadap angkareadmission pasienACS. Kesimpulanfaktor beban kerja perawat meningkatkan angka readmission pasienACS.Faktor edukasi pasien menurunkan angka readmission pasien ACS. Faktor prediktor angka readmissionpasien ACSadalah edukasi pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 10