cover
Contact Name
Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa
Contact Email
syadzadhiya.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6285262444345
Journal Mail Official
envirous@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Rungkut Madya No.1, Kel. Gunung Anyar, Kec. Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirous
ISSN : 27771040     EISSN : 27771032     DOI : https://doi.org/10.33005/envirous.v2i1
EnviroUS gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting to analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: environmental planning and management; protected areas development, planning, and management; community-based resources management; environmental chemistry and toxicology; environmental restoration; social theory and environment; and environmental security and management. Other relevant fields EnviroUS Journal published research results or application technology from an academic, consultant, or professional field.
Articles 248 Documents
KOMBINASI ELEKTROKOAGULASI DAN OKSIDASI LANJUT BERBASIS O3/GAC DALAM MENGOLAH LIMBAH INDUSTRI BATIK Tampubolon, Debora Rousyella Saulina; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.29

Abstract

Penggunaan pewarna kimia pada proses pembuatan batik menyebabkan limbah industri batik mengandung polutan yang sukar diuraikan. Selain itu, kadar COD dan TSS limbah industri batik juga tinggi. Kombinasi elektrokoagulasi dan oksidasi lanjut berbasis O3/GAC secara batch maupun kontinyu bertujuan sebagai salah satu teknologi alternatif serta mengetahui pengaruh jarak elektroda, waktu detensi, dosis ozon, dan waktu sampling terhadap efisiensi penyisihan COD, TSS, dan warna limbah industri batik. Dengan variasi jarak elektroda 2 cm, 4 cm, 6 cm ; waktu detensi 20 menit, 40 menit, 60 menit, 80 menit, 100 menit ; dosis ozon 0,25 gr O3/L ; 0,5 gr O3/L ; 0,75 gr O3/L ; dan waktu sampling 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit didapatkan hasil terbaik untuk COD, TSS, dan warna masing-masing 110,4 mg/L ; 40 mg/L ; 30 PtCo pada sistem batch dan 552 mg/L ; 360 mg/L ; 374 PtCo pada sistem kontinyu.
PENGARUH PEMBERIAN SLUDGE INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT TERHADAP PERKEMBANGAN TANAMAN PUCUK MERAH (SYZYGIUM OLEANA) Nababan, Dorti Jouba; Ali, Munawar
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.28

Abstract

Kandungan hara yang tinggi pada sludge industri penyamakan kulit menjadikan dasar untuk mengeksploitasi sludge tersebut sebagai campuran media tanam pada pucuk merah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman pucuk merah terhadap pemberian sludge IPAL industri penyamakan kulit dan mengetahui konsentrasi yang dapat digunakan sebagai campuran media tanam pada tanaman pucuk merah. Variasi komposisi sludge:tanah, yaitu 5%:95%, 10%:90%, 15%:85%, 20%:80%, 0%:100%. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 3 minggu dengan frekuensi pengamatan 3 hari sekali terhadap tinggi dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syzygium oleana dapat bertahan hidup dari awal sampai akhir penelitian dengan pemberian konsentrasi sludge yang sesuai karena kandungan unsur hara yang tinggi sehingga mempengaruhi kesuburan tanaman baik dalam pertumbuhan tinggi dan perkembangan diameter tanaman yang meningkat dibandingkan dengan tanaman kontrol. Konsentrasi sludge yang dapat digunakan sebagai campuran media tanam pada tanaman pucuk merah berada pada konsentrasi di bawah 50%.
ANALISA TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP PEKERJA PADA PROSES PRODUKSI INDUSTRI SEMEN Andini, Riswanda Putri; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.31

Abstract

Industri semen dalam penelitian ini baru mendirikan pabrik ± 5 tahun. Adanya pendirian ini tentu memiliki dampak negatif, salah satunya dihasilkannya suara berintensitas tinggi/bising. Kebisingan pada industri semen berasal dari proses produksi semen dimana material bahan baku diolah menjadi produk jadi yaitu semen yang akan didistribusikan ke konsumen. Kebisingan tersebut tentu akan berdampak pada pekerja disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar intensitas kebisingan pada proses produksi industri semen dan mengetahui hubungan antara kebisingan yang terjadi terhadap komunikasi, psikologi, dan fisiologi pekerja. Kebisingan tertinggi yang terjadi pada area raw mill dengan jarak 5 meter dari alat dimana intensitasnya sebesar 93,23 dB. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No 5 tahun 2018, hal tersebut melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan yaitu 85 dB dengan waktu pajanan 8 jam. Dan respon dari pekerja merasa terganggu dengan kebisingan yang terjadi.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK PASAR TRADISIONAL DENGAN PENAMBAHAN KOTORAN SAPI DAN KOTORAN AYAM SEBAGAI BAHAN ENERGI ALTERNATIF BIOGAS Praptiwi, Ratna Dwi; Mirwan, Mohammad
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.32

Abstract

Sampah organik merupakan sisa dari suatu bahan yang telah dibuang, tetapi masih dapat dimanfaatkan keberadaannya. Nutrisi yang terkandung pada sampah pasar tradisional dapat dipadukan dengan kotoran ternak yaitu kotoran sapi dan kotoran ayam sehingga dilakukan penelitian yang menghasilkan energi alternatif biogas agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penguraian bahan organik dilakukan dengan proses fermentasi oleh mikroorganisme pada bahan yang berlangsung secara anaerobik untuk menghasilkan gas metan. Adapun variasi rasio yang digunakan yakni pada campuran bahan sampah organik pasar tradisional dengan kotoran sapi (90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50) juga pada campuran bahan sampah organik pasar tradisional dengan kotoran ayam (90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50) masing-masing pada volume reaktor 6 liter dengan waktu proses fermentasi selama 7 dan 14 hari. Parameter yang dianalisa terdiri dari kadar air, suhu, pH, dan C/N rasio. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan biogas terbaik diperoleh pada waktu fermentasi selama 14 hari pada variasi campuran bahan sampah organik dengan kotoran sapi pada perbandingan 80:20 dengan kadar air sebesar 90,7%, rasio C/N sebesar 146,4%, ditandai dengan kenaikan suhu mencapai 320C juga dengan nyala api paling lama yaitu selama 2,10 menit dan indikator nyala api berwarna biru.
UJI EFEKTIFITAS SAMPAH PANGAN DAN NON PANGAN DALAM MENGHASILKAN BIOETANOL GENERASI KEDUA Anugrah, Mohammad Rio Panca; Hendrasarie, Novirina
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.33

Abstract

Pengolahan sampah khususnya sampah hasil perkebunan atau pertanian yang hanya menjadi pupuk maupun kompos akan sangat disayangkan. Sampah berbahan selulosa sebenarnya mampu digunakan untuk menciptakan bioetanol generasi kedua. Dengan proses pendahuluan seperti delignifikasi ditujukan agar kandungan lignin pada bahan dapat rusak dan selulosa dapat diolah menjadi glukosa. Kombinasi perlakuan serta bahan seperti tongkol jagung, kulit biji kluwek, hvs bekas, dan koran bekas ; larutan NaOH pada proses delignifkasi selama 4 jam pada suhu 50 °C; larutan selulosa pada proses hidrolisis selama 4 jam pada suhu 50 °C; penambahan larutan sebanyak 10 ml v/v, & 20 ml v/v; lama waktu fermentasi 5, 10, 15 hari; dan proses destilasi atau penyulingan nantinya dimaksudkan agar peneliti mendapat kadar alkohol tertinggi pada bahan maupun proses yang dilakukan. Hasil terbaik didapat dari bahan kertas hvs yang dilakukan proses delignifikasi, dan dengan penambahan larutan starter 20 ml v/v; waktu fermentasi 10 hari dengan kadar alkohol 23,78%.
ANALISA KEBERADAAN SISA KLOR BEBAS PADA JARINGAN DISTRIBUSI PDAM KABUPATEN BANTUL DENGAN EPANET 2.0 Ramadhan, Agfian Ijlal; Ratni, Naniek
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.35

Abstract

Kualitas air bersih adalah standar bagi perusahaan air minum pada saat air didistribusikan dari Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA). Langkah pengolahan yang penting untuk mendapatkan air yang bersih yaitu menghilangkan partikel, seperti bakteri pathogen dari air baku tersebut supaya layak untuk dikonsumsi. Untuk menghilangkan bakteri patogen tersebut dilakukan desinfeksi. Desinfiktan yang sering digunakan yaitu klor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisas keberadaan sisa klor bebas dalam jaringan distribusi PDAM Kabupaten Bantul dengan EPANET 2.0. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi, sedangkan tabel dan grafik merupakan penjelasan dari analisis deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sebanyak 80 sampel. Menurut Permenkes RI 492/MENKES/PER/VI/2010 rata-rata sisa klor pada pipa distribusi untuk pagi dan siang hari masih memenuhi baku mutu. Serta syarat rata-rata suhu ±3°C dan pH rentang 6,5 - 8,5 sudah terpenuhi. Terdapat hubungan semakin menurun konsentrasi sisa klor maka semakin tinggi nilai pH namun tidak terdapat korelasi antara suhu dan sisa klor.
PEMANFAATAN FERMENTASI AMPAS TEBU UNTUK PENGEMBANGAN ENERGI ALTERNATIF NON FOSIL DALAM BENTUK BIOETHANOL PADAT Dyani, Olla Kemala; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.36

Abstract

Bioethanol yaitu bahan bakar alternatif yang potensial karena memiliki sumber yang dapat diperbarui. Bioethanol memiliki sifat fisik yang berwujud cairan, tidak berwarna, mudah menguap, mudah terbakar. Dari sifat fisik bioethanol yang kurang praktis maka dilakukan perubahan menjadi bioethanol padat agar aman dalam penyimpanan dan lebih luas pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ampas tebu sebagai alternatif pada pembuatan bioethanol padat, mengetahui kecenderungan hubungan antara waktu fermentasi dengan kadar etanol pada proses fermentasi, Mengetahui pengaruh berat zat pemadat dengan rasio bioethanol terhadap laju pembakaran. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ampas tebu dapat dijadikan bahan bakar alternatif (bioethanol) karena dalam proses fermentasi di hari ke-6 kadar etanol yang dihasilkan sebesar 96,8% sehingga mencapai SNI 7390:2008 dan pengaruh zat pemadat sebesar 200 gr dalam etanol 100 gr juga berpengaruh dalam memperlambat lama waktu pembakaran sehingga laju pembakaran yang dihasilkan lebih kecil senilai 74.44 gr/menit.
PENGOLAHAN LINDI (LEACHEATE) DENGAN METODE MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) DENGAN PROSES AEROBIK-ANOKSIK UNTUK MENURUNKAN KONSENTRASI COD, TSS, DAN AMONIA Nurrahma, Anisa; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.37

Abstract

Lindi mempunyai kandungan bahan organik, TSS, dan ammonia yang tinggi. Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) merupakan salah satu pengolahan biologi yang dapat menurunkan konsentrasi yang terkandung di air lindi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan MBBR dalam menurunkan kandungan bahan organik, TSS, dan ammonia, dengan menggunakan variasi waktu detensi proses aerobik-anoksik dan media lekat. Reaktor di operasikan secara batch. Variasi media yang digunakan adalah kaldness K1 dan K3, sedangkan waktu detensi aerobik 14,5 jam - anoksik 10 jam dan aerobik 10 jam - anoksik 7 jam. Hasil yang didapatkan menunujukkan bahwa MBBR dapat digunakan untuk mengolah lindi. Penurunan konsentrasi COD, TSS, dan Ammonia paling baik terjadi pada media K1 waktu detensi aerobik 14,5- anoksik 10 jam dengan penyisihan mencapai 74,8%, 93,14%, dan 83,72%.
LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) PENGOLAHAN SAMPAH PROSES TERMAL PADA TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) SUPIT URANG KOTA MALANG Budiono, Dewa Indra Luqmana; Ratni, Naniek
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.38

Abstract

Kota Malang memiliki jumlah penduduk yang ditiap tahun meningkat, menyebabkan jumlah timbulan sampah dihasilkan oleh penduduk maupun fasilitas umum meningkat. Sampah diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Supit Urang berlokasi di Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat ini pengolahan masih menggunakan metode Controlled landfill sehingga dibutuhkan lahan luas untuk proses penimbunan. Pengambilan data timbulan sampah TPA dengan metode load count analysis. Analisis aspek lingkungan dilakukan dengan metode Life Cycle Assessment, input dan output proses digunakan software SimaPro v.9.0.0.47. Pada tahap analisis dibutuhkan proyeksi sampah masuk pada TPA Supit Urang yaitu 189.989 ton/tahun pada tahun 2030. Dari hasil analisa aspek teknis dihasilkan, yaitu pengolahan insinerasi sampah tercampur adalah paling baik karena hanya butuhan lahan sedikit sebesar 1.385m2, menggunakan 1 reaktor dan 14 orang pekerja. Untuk jenis sampah yang menghasilkan emisi paling rendah adalah organik biowaste. Hasil analisis dampak lingkungan dari pengolahan gasifikasi sampah organik biowaste adalah Global Warming 4,51E8 kg CO2 eq, Ozone layer depletion 1,74E3 CFC-11 eq, Photochemical oxidation 1,11E5 C2H4 eq, Asidifikasi 2,21E6 kg SO2 eq, Eutrofikasi 3,03E6 PO4 eq.
PENURUNAN KADAR DETERGEN (LAS) DAN FOSFAT DENGAN METODE BIOFILTER AEROB-ANAEROB DAN ANAEROB-AEROB Mirandri, Syafiyyah Dzikra; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.39

Abstract

Limbah laundry identik dengan pencemar bahan organik berupa detergen (LAS) dan fosfat, apabila bahan tersebut dibuang langsung ke lingkungan dan terakumulasi akan menimbulkan fenomena eutrofikasi. Biofilter merupakan pengolahan biologis dengan bakteri biakan melekat, dalam prosesnya media adalah tempat melekat dan tumbuhnya bakteri. Biofilter kombinasi merupakan kombinasi proses pengolahan anaerob dengan aerob atau pun sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dan optimalisasi pengolahan limbah laundry dalam menurunkan kadar detergen (LAS), dan fosfat dengan metode Biofilter kombinasi. Variabel yang diperlakukan dalam penelitian ini yaitu kombinasi sistem biofilter aerob-anaerob dengan biofilter anaerob-aerob dan waktu sampling (2, 4, 6, 8, dan 10 jam). Variasi kombinasi sistem biofilter aerob-anaerob dapat menurunkan kadar detergen (LAS) sebesar 97,08% dan fosfat sebesar 85,39%, sistem biofilter anaerob-aerob dapat menurunkan kadar detergen (LAS) sebesar 97,19% dan fosfat sebesar 82,51%. Variabel waktu sampling menghasilkan efisiensi penurunan kadar detergen (LAS) sebesar 88,95 – 98,83%, dan fosfat sebesar 84,82 – 86,96% secara stabil.