cover
Contact Name
Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa
Contact Email
syadzadhiya.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6285262444345
Journal Mail Official
envirous@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Rungkut Madya No.1, Kel. Gunung Anyar, Kec. Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirous
ISSN : 27771040     EISSN : 27771032     DOI : https://doi.org/10.33005/envirous.v2i1
EnviroUS gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting to analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: environmental planning and management; protected areas development, planning, and management; community-based resources management; environmental chemistry and toxicology; environmental restoration; social theory and environment; and environmental security and management. Other relevant fields EnviroUS Journal published research results or application technology from an academic, consultant, or professional field.
Articles 248 Documents
Pengaruh Kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap PT X Terhadap Emisi Gas SO2 dan NOx Mukharomah, Nur Laili Alfiatin; Ningrum, Dwi Mulyati; Claudya, Agnes Lidya
Envirous Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i2.346

Abstract

Climate change is a global phenomenon that triggers social and ecological crises. Indonesia has committed to the Sustainable Development Goals (SDGs) to reduce greenhouse gas (GHG) emissions as stated in the Nationally Determined Contribution (NDC). The NDC targets lowering emissions by 41% by 2030 with independent efforts and international assistance. This study aims to analyze SO2 and NOx emissions from the Gas and Steam Power Plant (PLTGU) at X Company, with reference to the applicable air quality standards, namely the Regulation of the Director General of Pollution Control and Environmental Damage Number P.17/PPKL/PPU/KUM.1/10/2022. The methods used in the analysis process are USEPA Method 6C: 2017 in determining Sulfur Dioxide (SO2) gas and USEPA Method 7E: 2020 in determining Nitrogen Oxide (NOx) gas. Field measurements were conducted at several sampling points in HRSG Blocks II.1, II.2, and II.3. The analysis results show that the SO2 and NOx emission concentrations are still below the maximum permissible limits with the highest SO2 and NOx emission concentrations of 291 Mg/Nm³ and 6 Mg/Nm³, respectively
Penilaian Kinerja AKNOP Saluran Terbuka Drainase di Jalan Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto: Performance Assessment of Open Channel Drainage AKNOP on Modongan Road, Sooko Subdistrict, Mojokerto Regency Aqilla, Rosyida
Envirous Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i1.349

Abstract

Drainase perkotaan berperan penting dalam mengelola aliran air dan mengurangi risiko banjir. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa banjir, tiga desa di Kecamatan Sooko mengalami genangan parah akibat meluapnya sungai di Desa Modongan yang meluas hingga ke jalan. Untuk mengevaluasi kinerja saluran drainase terbuka di Jalan Modongan, Kabupaten Mojokerto, yang sering mengalami genangan air saat musim hujan, dilakukan studi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menghitung biaya operasional serta pemeliharaan berdasarkan Analisis Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP). Metode penelitian dilakukan dengan observasi lapangan, penilaian kondisi eksisting, inventarisasi, serta evaluasi kondisi fisik saluran dan bangunan pelengkap seperti gorong-gorong dan jalan inspeksi. Penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12/PRT/M/2014. Nilai indeks saluran sebesar 3,0625 yang menunjukkan bahwa fungsi saluran berada pada kisaran 51%–75%, sehingga memerlukan pemeliharaan rutin. Total biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan rutin saluran terbuka sepanjang 80 meter diperkirakan sebesar Rp 67.426.806. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah memprioritaskan pemeliharaan jalan inspeksi, pemangkasan rumput di sekitar tanggul, serta pengerukan sedimen secara rutin guna meningkatkan kinerja drainase di sepanjang Jalan Modongan dan mengurangi risiko genangan Urban drainage an important role in managing water flow and reducing the risk of flooding. This research is motivated by recent flooding events reported, where three villages in Sooko District experienced significant inundation were affected due to the overflow of the river in Modongan Village, which extended to the roadways. To evaluate performance of open drainage channels on Modongan Street, Mojokerto Regency, which often experiences waterlogging during the rainy season. This study was used to evaluate and calculate the operating and maintenance costs of the Operation and Maintenance Real Needs (AKNOP). The research method is by conducting field observations, existing conditions, inventory, physical conditions of channels and building conditions such as culverts and inspection roads. By referring to the regulation of the Ministry of Public Works No.12/PRT/M/2014. In calculation results, the channel index value of 3.0625 indicates the functioning of the channel 51%-75%, then needs to be routine maintenance. The total maintenance cost required for routine maintenance of an 80 meter open channel is estimated at IDR 67.426.806 The main recommendations are to prioritize maintenance of inspection roads, grass trimming around the embankment and regular dredging of sediment to improve drainage performance along Modongan Road and reduce flood risk
Analisis Pengolahan Limbah Cair Industri Kayu Lapis PT. X di Provinsi Jawa Timur : Analysis of Liquid Waste Treatment in the Plywood Industry at PT. X in East Java Province Siti Nur Hidayah; Dienullah, R Mohammad Alghaf
Envirous Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i1.354

Abstract

Kegiatan operasional Industri kayu lapis menghasilkan limbah cair yang memerlukan pengolahan agar tidak menyebabkan pencemaran yang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan lingkungan serta masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik limbah cair industri kayu lapis, menganalisis proses pengolahan limbah cair Industri kayu lapis, dan menganalisis unit IPAL dalam meremoval kadar pencemar pada limbah cair dari kegiatan operasional Industri kayu lapis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan data sekunder dari Industri kayu lapis terkait. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan operasional Industri kayu lapis menghasilkan limbah cair yang mengandung parameter pencemar tinggi sehingga memerlukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Instalasi pengolahan air limbah yang dapat digunakan meliputi IPAL domestik (STP) dan IPAL Industri WWTP. Limbah cair Industri kayu lapis yang telah terolah dari IPAL telah memenuhi standar baku mutu air limbah yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 Baku Mutu Air Limbah Industri Kayu Lapis dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016 Baku Mutu Air Limbah Domestik. Sehingga, air limbah tersebut aman apabila dibuang ke laut dan menunjukkan bahwa IPAL yang digunakan cukup efektif dalam meremoval kadar pencemar pada air limbah industri kayu lapis.
Penilaian Kinerja dan AKNOP Saluran Tertutup Drainase di Jalan R.A Basuni Kabupaten Mojokerto: Performance Assessment and AKNOP of Closed Drainage Channels on R.A Basuni Road, Mojokerto Regency Rania Nurlita Sari
Envirous Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i2.352

Abstract

Sistem drainase perkotaan berfungsi menampung, meresapkan, dan mengalirkan air hujan menuju badan air penerima sesuai Permen PU No.12/PRT/M/2014. Namun, banjir berulang di Jalan RA Basuni, Desa Jampirogo, Kabupaten Mojokerto menunjukkan kinerja drainase yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja saluran drainase tertutup dan menghitung Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) untuk mendukung perbaikan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, inventarisasi komponen teknis, dan penilaian kinerja berdasarkan kondisi fisik, sedimen, serta bangunan pelengkap. Hasil penilaian menunjukkan indeks kondisi rata-rata 3,125 (kapasitas fungsi 51%–75%), yang memerlukan pemeliharaan rutin. Estimasi total biaya pemeliharaan rutin saluran sepanjang 80 meter adalah Rp 53.746.944. Rekomendasi utama adalah memprioritaskan pemeliharaan bangunan penangkap air dan manhole yang kondisinya di bawah standar untuk meningkatkan kinerja drainase dan mengurangi risiko banjir. Urban drainage systems function to collect, infiltrate, and convey stormwater to receiving water bodies in accordance with Ministry of Public Works Regulation No.12/PRT/M/2014. However, recurring floods along RA Basuni Street, Jampirogo Village, Mojokerto Regency, indicate suboptimal drainage performance. This study aims to evaluate the performance of the closed drainage network and calculate the Actual Operation and Maintenance Needs (AKNOP) to support sustainable improvements. The methodology includes field surveys, technical component inventory, and performance assessment based on physical conditions, sediment accumulation, and ancillary structures. The assessment yielded an average condition index of 3.125, indicating a functional capacity of 51%–75%, which requires routine maintenance. The estimated total maintenance cost for 80 meters of closed drainage is IDR 53,746,944. The main recommendation is to prioritize the maintenance of water catchment structures and manholes below standard conditions to improve drainage performance and reduce flood risks.
Analisis Potensi Pemanfaatan Limbah Cair Industri Ransum Makanan Hewan PT. X di Provinsi Jawa Timur: Analysis of the Potential Utilization of Liquid Waste from PT. X's Animal Feed Industry in East Java Province Salsabila Dwi Latifah; R. Mohammad Alghaf Dienullah
Envirous Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i2.356

Abstract

PT. X merupakan industri yang bergerak di bidang ransum makanan hewan. Dalam kegiatan operasionalnya PT. X menghasilkan air limbah domestik dan air limbah industri. Air limbah industri akan diolah menggunakan unit pre-treatment sebelum diolah bersama di IPAL domestik bersama air limbah domestik. Limbah cair yang dihasilkan PT. X sebanyak 11,18 m3/hari dan akan dimanfaatkan untuk penyiraman RTH sebesar 10,68 m3/hari serta pencucian kendaraan operasional sebesar 0,5 m3/hari, sehingga efisiensi pemanfaatan sebesar 100%. Limbah cair yang dihasilkan mengandung parameter pencemar berupa BOD5, COD, TSS, NH3-N, Minyak Lemak, Total Coliform, TDS, Fenol, (Cu), dan (Fe), sehingga diperlukan pengolahan melalui IPAL domestik agar memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Teknologi yang digunakan pada IPAL PT. X yaitu Anaerobic Baffled Reactor (ABR). Setelah dilakukan pengolahan, effluent yang dihasilkan dimanfaatkan untuk penyiraman RTH dengan dosis penyiraman sebanyak 0,35 L/m2/hari. PT. X is a company engaged in the animal feed industry. In its operations, PT. X generates both domestic and industrial wastewater. The industrial wastewater undergoes pre-treatment before being combined with domestic wastewater for treatment in the domestic wastewater treatment plant (WWTP). The total liquid waste produced by PT. X amounts to 11.18 m³/day, which is fully utilized for irrigation of green open spaces (10.68 m³/day) and washing operational vehicles (0.5 m³/day), achieving 100% utilization efficiency. The wastewater contains pollutant parameters including BOD5, COD, TSS, NH3-N, oils and fats, total coliform, TDS, phenol, copper (Cu), and iron (Fe), necessitating treatment through the domestic WWTP to meet the required quality standards. The technology employed in PT. X’s WWTP is the Anaerobic Baffled Reactor (ABR). After treatment, the effluent is used for irrigation of green open spaces at a dosage of 0.35 L/m²/day.
Redesign Planning of B3 Waste Temporary Storage Site (TPS) of PT X Located in Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER): Redesain Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 PT X di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Yudhistira, Ahmad Baihaqi; Jawwad, Muhammad Abdus Salam
Envirous Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i1.357

Abstract

PT X is a company that runs in the business of industry and trade in pharmaceutical products, as well as laboratory testing services in the animal feed sector. In the future, PT X plans to open laboratory testing services in the animal feed sector, so the condition of PT X's B3 Waste Temporary Storage Site (TPS) needs to be redesigned to comply with applicable regulations. Therefore, it is necessary to redesign the company's B3 Waste TPS building to comply with PP No. 22 of 2021 and PermenLHK No. 6 of 2021. This journal is aimed at redesigning PT X’s B3 waste temporary storage site so that it meets the established regulations and improves B3 waste storage activities at PT X. This research journal begins with collecting data, type, and characteristics of hazardous waste. Based on data on the amount of B3 Waste output, the storage capacity of the B3 Waste TPS at PT X can be said to still not be in accordance with applicable regulations. The results of the journal, PT X’s TPS able to store the planned waste and in accordance with established regulations.
Evaluasi Kinerja Primary Clarifier di IPAL PT.X dalam Pengolahan Limbah Cair Kertas : Analisis Masalah Sludge Fedora Talitha Octa Purnamasari; Jawwad, Muhammad Abdus Salam
Envirous Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i1.358

Abstract

ABSTRAK Primary clarifier merupakan salah satu unit penting dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi untuk memisahkan padatan tersuspensi dari limbah cair sebelum memasuki tahap pengolahan lanjutan. Pada IPAL PT.X, yang bergerak di sektor industri kertas, ditemukan permasalahan berupa sludge yang tidak mengendap secara sempurna dan terbawa ke aliran overflow. Kondisi ini menyebabkan peningkatan beban organik dan padatan pada unit berikutnya, serta menurunkan efisiensi keseluruhan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja primary clarifier berdasarkan parameter waktu tinggal, total suspended solids (TSS), dan kecepatan pengendapan. Metode yang digunakan meliputi pengambilan data debit limbah, uji laboratorium TSS pada inlet dan outlet clarifier, serta analisis hubungan antara kecepatan pengendapan dan efisiensi reduksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa efisiensi penurunan TSS masih dapat ditingkatkan dengan pengaturan debit aliran, optimasi dosis flokulan, dan perbaikan desain hidraulik. Rekomendasi perbaikan teknis diberikan untuk meningkatkan performa clarifier dan mendukung sistem pengolahan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan. ABSTRACT The primary clarifier plays a crucial role in wastewater treatment systems, serving to separate suspended solids from effluent prior to biological processing. At the wastewater treatment plant (WWTP) of PT.X, a paper manufacturing company, operational issues were identified in the form of incomplete sludge settling, resulting in sludge carry-over through the overflow outlet. This condition contributes to increased organic and solid loads on subsequent treatment units and reduces overall process efficiency. This study aims to evaluate the performance of the primary clarifier by analyzing detention time, total suspended solids (TSS), and sedimentation velocity. The methods include flow rate measurement, laboratory testing of TSS at both inlet and outlet points, and graphical analysis of the relationship between settling velocity and removal efficiency. Results indicate that TSS reduction efficiency can be improved by adjusting influent flow rates, optimizing the use of flocculants, and refining hydraulic design parameters. Technical recommendations are proposed to enhance clarifier performance and support a more effective and sustainable wastewater treatment process.
Evaluasi Pengolahan Air Limbah Berdasarkan Kualitas Effluent pada IPAL Industri AMDK dan Minuman Isotonik di Jawa Timur Firmansyah, Muhammad Gilang; Dienullah, R. Mohammad Alghaf
Envirous Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i1.360

Abstract

Industri air minum dalam kemasan (AMDK) dan minuman isotonik di Jawa Timur menghasilkan limbah cair dengan kandungan organik, padatan tersuspensi, dan senyawa nutrien yang perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Pengelolaan air limbah yang efektif menjadi aspek krusial untuk memastikan kepatuhan terhadap baku mutu serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan pada industri tersebut, berdasarkan pengukuran parameter kualitas effluent. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan analisis laboratorium. Parameter yang diuji meliputi COD, TSS, Total Nitrogen, Total Phosphorus, dan pH, menggunakan metode uji standar seperti spektrofotometri, gravimetri, serta pengukuran pH in situ. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem IPAL memiliki efektivitas pengolahan yang tinggi terhadap sebagian besar parameter. Rata-rata efisiensi penyisihan COD mencapai 94,88%, TSS 99,88%, dan Total N 83,25%, sedangkan Total P menunjukkan efisiensi yang rendah sebesar 17,02%. Nilai pH effluent stabil pada rentang 7,94 hingga 8,19, dan seluruh parameter effluent berada dalam ambang baku mutu sesuai Pergub Jatim No. 72 Tahun 2013. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem IPAL telah bekerja efektif, meskipun diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap pengendalian fosfat.