cover
Contact Name
Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa
Contact Email
syadzadhiya.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6285262444345
Journal Mail Official
envirous@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Rungkut Madya No.1, Kel. Gunung Anyar, Kec. Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirous
ISSN : 27771040     EISSN : 27771032     DOI : https://doi.org/10.33005/envirous.v2i1
EnviroUS gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting to analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: environmental planning and management; protected areas development, planning, and management; community-based resources management; environmental chemistry and toxicology; environmental restoration; social theory and environment; and environmental security and management. Other relevant fields EnviroUS Journal published research results or application technology from an academic, consultant, or professional field.
Articles 248 Documents
PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK DI LINGKUNGAN ECORESORT DAN WISATA BAHARI Kusuma, Rian Mei; Putro, Raden Kokoh Haryo
Envirous Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i2.188

Abstract

Aktivitas ecoresort dan wisata bahari tidak hanya menyediakan tempat untuk bersantai tetapi juga terdapat kegiatan dari aktivitas karyawan dan pengunjung. Aktivitas karyawan dan pengunjung menghasilkan limbah domestik yang harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutunan Republik Indonesia Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum I/8/2016 tentang Baku Mutu Limbah Domestik. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui Instalasi Pengolahan Limbah Domestik yang dapat digunakan agar limbah domestik dari aktivitas karyawan dan pengunjung ecoresort dan wisata bahari memenuhi baku mutu air limbah domestik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah yang tediri dari bak ekualisasi, settling tank, ABR, aerobic-clarifier, dan wetland mampu menurunkan kadar parameter pencemar hingga memenuhi baku mutu. aerobic-clarifier dapat menurunkan kadar BOD, COD, TSS, dan NH3-N hingga 70% dan minyak lemak sebesar 50%. Wetland dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan limbah domestik yang dapat digunakan karen ammeliki nilai removal yang cukup tinggi dan menambah estetika wilayah tersebut karena fungsi tanaman yang dipakai. The activities of an ecoresort and marine tourism not only provide a place for relaxation but also involve various activities from both employees and visitors. The activities generate domestic waste that needs to be treated to meet the quality standards set by the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number P.68/Menlhk/Setjen/Kum I/8/2016 regarding Domestic Wastewater Quality Standards. The purpose of this writing is to determine a domestic wastewater treatment plant that can be utilized to ensure that domestic waste from the activities of employees and visitors at the ecoresort and marine tourism meets the standards for domestic wastewater. The research method employed is a literature review or literature study. The results indicate that a domestic wastewater treatment plant consisting of an equalization tank, settling tank, anaerobic baffled reactor (ABR), aerobic clarifier, and wetland can reduce the levels of pollutant parameters to meet quality standards. The aerobic clarifier can reduce the levels of BOD, COD, TSS, and NH3-N by up to 70% and fats and oils by 50%. Wetland can serve as an alternative domestic wastewater treatment method due to its high removal efficiency and also contribute to the aesthetics of the area due to the functions of the plants used.
Analisis Sistem Pengelolaan Sampah dan Faktor Yang Berkontribusi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bestari Kota Probolinggo PUTRI AZMI ANNIDYA; Ardisty , Praditya S.
Envirous Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i2.200

Abstract

Kota Probolinggo telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu arah perkembangan yang terlihat yaitu pengelolaan sampah dengan metode dinamis. Kota Probolinggo telah menggunakan metode dinamis dalam pengelolaan persampahan, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan reduksi timbunan sampah. Sistem persampahan Kota Probolinggo bermuara pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di TPA Bestari di kelurahan Mayangan, Probolinggo dan mempunyai luas ± 4 ha. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode dokumenter berupaya mendeskripsikan, menguraikan dan menginterpretasikan permasalahan mengenai pengelolaan sampah dan faktor-faktor yang berkontribusi di TPA Bestari Kota Probolinggo. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data sekunder. Data yang dikumpulkan meliputi data generasi sampah, komposisi sampah, serta infrastruktur pengelolaan sampah. Analisis tren timbulan sampah di Kota Probolinggo menunjukkan bahwa volume sampah Kota Probolinggo mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Analisis tren timbulan sampah di Kota Probolinggo juga menunjukkan bahwa pasar Kota Probolinggo terdiri dari sampah organik (61%) dan sampah anorganik (39%).
Perencanaan Pengembangan Tempat Pengolahan Sampah 3R di Desa Pranti, Kabupaten Sidoarjo Suhada, Aisyah Ramadhanti; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i2.201

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang terus meningkat di Indonesia, dengan volume sampah Indonesia yang diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2030. Ditambah dengan volume sampah yang membludak dan keterbatasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), maka program Tempat Pegolahan Sampah (TPS 3R) dicanangkan untuk mengurangi dan mengelola sampah dalam lingkup desa. Namun, seiring bertambahnya laju pertumbuhan penduduk, timbulan sampah yang dihasilkan juga semakin besar. Oleh karena itu, pembangunan TPS 3R pun memerlukan pengembangan luas yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi timbulan sampah dan komposisi sampah di Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS 3R) dalam 10 tahun ke depan, serta menghitung luas bangunan TPS 3R berdasarkan timbulan sampah dalam periode tersebut. Metode pengumpulan data melibatkan data primer dan sekunder, dengan hasil data mencakup perhitungan sampel, timbulan sampah, komposisi sampah, dan perencanaan luas bangunan TPS 3R. Dalam melakukan proyeksi, digunakan metode geometri yang menghasilkan estimasi jumlah penduduk sebesar 3865 jiwa dengan timbulan sampah 2411,32 kg/hari. Berdasarkan timbulan sampah tersebut, pengembangan TPS 3R daerah Kabupaten Sidoarjo Jiwa membutuhkan tambahan lahan seluas 241,23 m².
Peningkatan Efisiensi Pengolahan Sampah Rumah Tangga di TPS 3R Desa Pranti, Kabupaten Sidoarjo Maharani, Cahya Nova Putri; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i2.202

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pembangunan dan jumlah penduduk, permasalahan sampah pun semakin meningkat. Apabila permasalahan sampah yang ada tidak segera diatasi maka dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan berdampak pada nilai estetika lingkungan. TPS 3R adalah tempat pengelolaan sampah yang berasal dari sumber, menggunakan metode penguraian (dekomposisi) dan pengelolaan yang ramah lingkungan dengan tujuan mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA. Tujuan dari penelitian ini ialah guna memberikan rekomendasi pengelolaan sampah yang tepat di TPS 3R tergantung pada jenis sampah yang dihasilkan oleh 215 KK calon penerima manfaat TPS 3R di salah satu desa, Kabupaten Sidoarjo. Analisis yang akan dilakukan mencakup penentuan jumlah sampel, timbulan sampah, komposisi sampah, perhitungan neraca massa, strategi pengolahan sampah, dan potensi daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sampah yang dihasilkan oleh 215 KK calon penerima manfaat TPS 3R adalah 548,40 kg/hari, dengan material sampah terolah saat ini mencapai 294,45 kg/hari dan sampah yang dikirim ke TPA mencapai 253,95 kg/hari. Berdasarkan rencana pengembangan proses pengolahan sampah, jumlah sampah yang diolah sebanyak 366,57 kg/hari dan jumlah sampah yang dikirim ke TPA sebanyak 181,83 kg/hari. Nilai tersebut menunjukkan pengurangan mencapai 72,12 kg/hari atau setara dengan 13,15% dari total sampah harian yang dikelola di TPS 3R desa tersebut.
Evaluasi Kondisi Eksisting dan Perluasan Wilayah Perencanaan Distribusi Air Minum di Desa Barongsawahan, Kabupaten Jombang Shalsabila, Marshanda Afifa; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i1.204

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, menjadikan kebutuhan air minum semakin bertambah dan daerah pelayanan terhadap akses air minum diperluas. Berdasarkan peningkatan jumlah kebutuhan ketersediaan air bersih, pemerintah berupaya untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih dan penurunan derajat kesehatan masyarakat akibat sanitasi yang buruk di pedesaan melalui program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), salah satunya di Desa Barongsawahan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi terhadap pengembangan SPAM Desa Barongsawahan, seperti kebutuhan debit air, dimensi menara air, dan dimensi reservoir melalui perhitungan kebutuhan air dan perhitungan hidrolis. Perencanaan sistem penyediaan air minum (SPAM) dilakukan berdasarkan pengumpulan data pada kondisi eksisting melalui rencana kegiatan masyarakat Desa Barongsawahan. Diketahui 25% penduduk Desa Barongsawahan belum mendapatkan akses air minum layak. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi kondisi eksisting dan perencanaan terhadap ketersediaan air minum pada pengembangan dan perluasan daerah layanan di Desa Barongsawahan agar dapat melayani dan memenuhi kebutuhan air minum untuk 25% penduduk yang belum berakses air minum layak dalam waktu jangka panjang. Pengembangan pada kondisi eksisting diperlukan dengan menambahkan debit pada kapasitas sistem sebesar 0,36 liter/detik, ketinggian menara air yang telah terbangun ditambahkan sebesar 5 meter, serta tinggi reservoir perlu ditambahkan sebesar 4,6 meter.
Perencanaan Distribusi Air Minum Dengan Menggunakan Sumur Bor di Desa Parseh Kabupaten Bangkalan Ramadeandra, Shafa Azzahra; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i1.206

Abstract

Saat ini ketersediaan air minum menjadi masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia seiring dengan makin bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan hal tersebut, upaya pemerintah dalam mengatasi adalah dengan mengadakan program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), salah satunya adalah desa Parseh yang dimana akses air minum masih belum mencukupi kebutuhan penduduknya. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk, perencanaan sistem jaringan pipa, mengethaui dimensi reservoir serta kebutuhan pompa yang mampu melayani kebutuhan air minum penduduk. Data perencanaan sistem distribusi air minum didapatkan berdasarkan hasil observasi dokumen dan Epanet 2.0. Jumlah proyeksi penduduk desa Parseh untuk 15 tahun kedepan dihitung menggunakan metode geometri sebanyak 867 jiwa dengan total kebutuhan air rata-rata 0,99 liter/detik. Perencanaan distribusi air minum desa Parseh dilakukan menggnakan pompa submersible dengan head 85,1 meter dan flow 3,6 liter/detik yang  membawa air dari sumur bor menuju reservoir. Total kapasitas reservoir yang digunakan berdasarkan kebutuhan air adalah 18,89 m3 dengan dimensi reservoir untuk memenuhi kapasitas tersebut sebesar 2,75 x 2,75 x 2,50 M’.
Man Management Household Food Waste : Processing and Characteristic Compost: Pengelolaan Sampah Makanan Rumah Tangga: Pengolahan dan Karakteristik Kompos Shalihat Afifah Dhaningtyas; Amin, Zulfa Kamalia; Tetelepta, Mark Leynard J; Putra, Ezi Dwi Arwindo; Triyani, Nunik
Envirous Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i1.209

Abstract

Nasi yang tidak dikonsumsi menjadikannya limbah rumah tangga, tapi dapat dimanfaatkan kembali. Salah satunya dengan menjadikan limbah nasi sebagai kompos. Nasi merupakan material organik yang mengandung unsur karbohidrat dan dapat digunakan sebagai bahan utama kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kompos cair yang dihasilkan dari limbah nasi. Desain penelitian bersifat pra eksperimen dengan post test only design. Metode dalam pengomposan ini yaitu semi anaerobik. Jumlah kompos cair yang dihasilkan yaitu 11 liter dari 38 kg nasi. Untuk nilai C/N rasio melebihi nilai maksimum, sedangkan parameter yang lain seperti nilai tembaga, nitrogen, seng, fecal coliform, karbon organik, fosfor, kalium kurang dari nilai maksimum dan minimum, nilai Salmonella sp negatif/25 ml, pH 3 termasuk asam. Untuk nilai BOD yaitu >3000 mg/l dan COD yaitu >1500 mg/l. Hasil BOD dan COD dibandingkan dengan baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan yang belum memiliki baku mutu air limbah yang ditetapkan. Untuk nilai BOD, lebih dari standar golongan I dan golongan II begitupula dengan nilai COD. Kompos cair dari limbah nasi memiliki karakteristik yang melebihi nilai maksimum serta kurang dari nilai maksimum dan minimum.
The Pollutant Index (IP) Method for Determining Water Quality Status in the Tambak Oso River Gunung Anyar Akmal Karami, Abdillah; Aji, Ahmad Abiyu; Auvaria, Shinfi Wazna; Nengse, Sulistiya; Auliansyah, Yanfa Dzulfiqar
Envirous Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i2.339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Tambak Oso saat ini dan mengusulkan rencana pengelolaan pencemaran. Dengan menggunakan purposive sampling, sampel air diambil dari empat lokasi, dan metode Indeks Pencemaran (IP) diterapkan, mengikuti Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115/2003. Enam parameter dianalisis: suhu, Total Suspended Solids (TSS), pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Total Dissolved Solids (TDS) untuk menilai kualitas air. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa kualitas air di stasiun pengambilan sampel dikategorikan terkontaminasi ringan, dengan nilai Indeks Pencemaran sebesar 3,3. Studi ini menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sungai dan peningkatan operasi instalasi pengolahan air limbah. Pemantauan rutin dan mengidentifikasi sumber pencemaran sangat penting untuk pengendalian pencemaran yang efektif dan menjaga kesehatan sungai.
Life Cycle Assessment (LCA) Proses Pengolahan Air Limbah Domestik di Perusahaan Galangan Kapal Pratiwi, Safitri Wahyu; Syadzadhiya Qotrunada Zakiyayasin Nisa
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.154

Abstract

Salah satu perusahaan galangan kapal di Kota Surabaya menghasilkan debit air limbah domestik rata-rata sebesar 0,125 m3 perharinya. Saat ini, perusahaan terkait memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk disesuaikan parameter baku mutunya sebelum dibuang ke badan air. Pengolahan air limbah berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca, baik diperoleh dari proses pengolahan atau dari alat pendukung pengoperasian. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak lingkungan yang ditimbulkan dari tiap proses pengolahan IPAL dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Proses analisis data menggunakan software OpenLCA dengan metode IMPACT 2002+. Dampak yang dianalisis yaitu Global Warming, Respiratory Inorganics, dan, Ozone Layer Depletion. Hasil menunjukkan bahwa dampak global warming terbesar dihasilkan dari proses di tangka anaerob-aerob sebesar 3,60 x 10-4 kg CO2-eq. Dampak lingkungan Respiratory Inorganics terbesar dari proses anaerob-aerob yaitu sebesar 3,02 x 102 kg PM2.5 eq. Dampak lingkungan Ozone Layer Depletion terbesar dihasilkan dari proses bak ekualisasi yaitu sebesar 4,62 x 10-2 kg CFC-11 eq. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan antara lain pengolahan gas metan dengan digesti anaerobik, pemantauan unit secara berkala, dan pembuatan lahan terbuka hijau. One of the shipbuilding companies in the city of Surabaya produces an average domestic wastewater discharge of 0.125 m3 per day. Currently, the relevant company has a Waste Water Treatment Plant (WWTP) to adjust the quality standard parameters before being discharged into water bodies. Wastewater processing has the potential to produce greenhouse gas emissions, whether obtained from the processing process or from operational support equipment. The aim of this research is to analyze the environmental impacts resulting from WWTP process and using the method Life Cycle Assessment (LCA). The data analysis process uses software OpenLCA with the IMPACT 2002+ method. The impacts analyzed are:Global Warming, Respiratory Inorganics, and, Ozone Layer Depletion. The results show that impact globalwarming with the largest score is produced from processes in anaerobic-aerobic tanks of 3.60 x 10-4 kg of CO2-eq. Environmental impact Respiratory Inorganics with the largest score is produced from processes in anaerobic-aerobic of 3.02 x 102 kg PM2.5 eq. Environmental impact Ozone Layer Depletion Inorganics with the largest score produced from the equalization process, namely 4.62 x 10-2 kg CFC-11 eq. Recommendations for improvements that can be made include processing methane gas with anaerobic digestion, regular monitoring of the unit, and creating green open areas.
ANALISIS SEBARAN EMISI NH3 PADA CEROBONG INDUSTRI PUPUK DENGAN PEMODELAN AERMOD Rosydi, Himmatul Aliyah; Rosariawati, Firra
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.156

Abstract

Pada era 4.0 ini industri di seluruh dunia mengalami perkembangan pesat, termasuk Industri Pupuk. Pertumbuhan industri yang cepat ini juga berarti peningkatan produksi limbah dan emisi, baik dari hasil pembakaran maupun reaksi kimia yang menghasilkan gas dan uap. Salah satu Industri Pupuk yang menghadapi masalah ini adalah Industri Pupuk. Tantangan utamanya adalah memastikan agar emisi dari industri ini tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya. Untuk mendapatkan data yang akurat, diperlukan pengolahan data lingkungan sekitar pabrik pupuk, termasuk sebaran emisi dari cerobong asap dan filter di industri tersebut. Data ini akan diolah menggunakan perangkat lunak AERMOD dan AERMET untuk membuat Peta Pemodelan sebaran emisi. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa konsentrasi zat pencemar NH3 cenderung tersebar ke arah timur. Daerah yang terkena dampak (impact radius) dengan paparan tertinggi mencakup jarak hingga 250 meter. Wilayah yang terpengaruh meliputi area pabrik, pemukiman, dan kantor. Oleh karena itu, penting untuk memiliki peta yang mencakup sebaran udara dari emisi industri ini, sehingga kita bisa memprediksi penyebaran emisi dengan menggunakan AERMOD dan AERMET.