cover
Contact Name
Mahbub Ghozali
Contact Email
mahbubghozali@gmail.com
Phone
+6281215517805
Journal Mail Official
mukaddimahjsi@gmail.com
Editorial Address
jl. Laksda Adisucipto, Sleman, D. I. Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25794957     EISSN : 23386924     DOI : 10.14421/mjsi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam is a multidisciplinary academic journal published by Kopertais Region 3 Yogyakarta. The article published include Islamic studies that are reviewed from various perspectives, ranging from communication, anthropology, education, economics, sociology, philology, education, philosophy, ets.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2023)" : 8 Documents clear
Hikmah Pendidikan Islam pada Silsilah Keluarga Upin dan Ipin Robi, Robingun Suyud El Syam; Sofan Rizqi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3051

Abstract

Memahami silsilah keluarga menjadikan mawas diri dalam kehidupan, namun ada sebagian orang justru sombong dengan ketinggian nasabnya. Penelitian merupakan kajian kualitatif dengan pendekatan kajian fenomenologi. Pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna atau temuan dari fenomena tersebut. Penelitian menyimpulkan bahwa silsilah keluarga Upin dan Ipin dipetakan sebagai berikut: Silsilah merupakan bagan keturunan yang menampilkan semua keturunan dari satu individu memiliki bagian yang paling sempit di bagian atas. Dari jalur ayah, Upin dan Ipin putra Abdul Salam merupakan tentara yang gugur di medan perang. Abdul Salam adalah anak tunggal dari Yusuf dan ibunya berdarah Perancis. Ibu angkat Abdul Salam bernama Marie Antoinette seorang bangsawan Prancis kaya-raya di zaman Dinasti Carolinga, keturunan bangsawan ke 36 sebagai pewaris harta. Ibu Upin dan Ipin suka menolong, lembut dan penyayang. Dia juga memiliki tahi lalat seperti neneknya bernama Sarimah Johari, putri semata wayang Opah yang memiliki nama Ainon Ariff dengan Abdul Ghani. Walau hanya hidup pas-pasan keluarga kecil Upin dan Ipin dihidupkan dengan nuansa agamis. Hikmah pendidikan yang bisa diambil, bahwa silsilah keluarga memang penting demi menjaga marwah kebaikan, tetapi bukan untuk disombongkan. Anak yang lahir dalam keluarga dalam silsilah tidak lengkap atau yatim piatu seperti halnya Upin dan Ipin, janganlah berkecil hati apalagi minder, seperti halnya Rasulullah Saw dibesarkan dalam keadaan yatim piatu, tetapi terus berusaha mengasah diri menjadi manusia mulia.
Konsep Anti-Kekerasan pada Agama Islam dalam Membentuk Sikap Toleransi Arina Alfiani; Ernah Dwi Cahyati; Sulaiman
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3130

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang konsep anti kekerasan pada agama Islam dalam membentuk sikap toleransi, sebab bukan hal yang baru bahwa kekerasan yang mengatas namakan agama, padahal setiap agama mengajarkan tentang perdamaian serta saling menghargai. Maka dari itu penelitian ini untuk mengimformasikan tentang konsep serta pandangan agama Islam terhadap anti kekerasan. Penelitian ini termasuk dalam Klaster kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka yang mendapat data dari kajian terdalu serta hukum Al-Qur’an dan Hadis sebagai landasan hukum umat Islam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep anti-kekerasan pada agama Islam dalam membentuk sikap toleransi bersumber dari Al-Qur’an dan hadis yang melihat agama sebagai sektor yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat beragama. Maka dari itu hal ini menjadi upaya umat Islam dalam menjaga kerukunan umat beragama. Konsep Islam dalam menyikapi kekerasan yang ada dalam agama merupakan bentuk ajaran agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Konstruksi ini menjadikan umat Islam sadar atas dampak kekerasan atas nama agama yang akan di hasilkan dari pemahaman agama yang ektrim dan fanatik. Maka Konsep agama memberikan pemahaman terhadap masyarakat terkait anti kekerasan agama dalam menciptakan sikap toleransi. Upaya ini merupakan bentuk pemahaman masyarakat yang bersumber dari ajaran agama berbentuk gerakan seperti dialog lintas agama, pendidikan toleransi serta membangun kesadaran dalam beragama. Hal ini akan berpengaruh pada anti kekerasan terhadap agama sehingga agama menjadi plantara dalam perdamaian. Kata Kunci: Anti Kekerasan, Agama dan Toleransi
Kisah Nabi Adam Di Dalam Al-Qur’an Dan Alkitab (Studi Analisis Komparatif Nurhalimah, Nur; Erba Putra Diansyah; Parhatunniza; Al Amirul Fitriana Dewi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3133

Abstract

Artikel ini merupakan kajian komparatif terhadap kisah Adam as. dalam al-Qur’an, Torah, dan Injil. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis. Dengan pendekatan inilah penulis membandingkan pemaparan kisah Adam as. dalam tiga kitab samawi tersebut, khususnya tentang tempat yang disinggahi Adam yang mana al-Qur’an menyebutnya surga, sedangkan Torah dan Injil menyebutnya sebagai taman eden. Penulis menemukan banyak kesamaan dalam pemaparan kisah Adam tersebut, seperti halnya unsur penciptaan, penempatan Adam di surga, serta larangan memakan buah dari sebuah pohon terlarang. Selain persamaan, penulis juga menemukan beberapa perbedaan, juga ada sebagian kisah yang diceritakan dalam Torah dan Injil, namun tidak diceritakan didalam al-Qur’an, begitu pula sebaliknya.
Perbandingan Pendidikan Indonesia dan India Tinjauan Kebijakan Terbaru Siti Khodijah
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3150

Abstract

Laporan indeks pembangunan manusia UNDP 2021-22 menempatkan Indonesia lebih tinggi dibanding India, sementara di bidang Pendidikan India lebih maju dibanding Indonesia. Berangkat dari data tersebut kajian ini bertujuan menganalisa perbandingan Pendidikan Indonesia dan India dalam sudut pandang kebijakan Pendidikan terbaru. Analisa dalam artikel ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kebijakan publik perbandingan melalui studi atas dokumen publikasi rancangan kebijakan Pendidikan Indonesia bertajuk Peta jalan Pendidikan Indonesia 2020-35 dan publikasi kebijakan pendidikan India bertajuk National Education Policy 2020. Hasil Analisa menunjukkan perbedaan pada beberapa aspek prinsip kebijakan pendidikan, desain penjenjangan sekolah, kurikulum dan implementasinya, penguatan bahasa asing, penerapan teknologi di sekolah sebagai bentuk prestige India di mata internasional. Persamaan nampak pada visi pendidikan meskipun ada perbedaan redaksi namun rumusan visi berangkat dari budaya bangsa dan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masing-masing negara, jika India mempercayai Jnan, Pragyaa, dan Satya maka di Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai filosofis Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pada rumusan visi keduanya juga tidak mencantumkan frasa agama sebagai bagian dari pijakan. India dan Indonesia juga sama-sama memperkuat pendidikan preschool dan penguatan literasi dan numerasi pada anak-anak usia sekolah dasar. Kata kuci: ipm Indonesia; kebijakan pendidikan; roadmap pendidikan
Relevansi Perayaan Tahun Baru dalam Perspektif Moderasi Beragama sukron azhari, sukron; Azis Ependi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3166

Abstract

Tahun baru merupakan bentuk perayaan hari besar agama Konghucu, namun banyak agama lain yang ikut dalam merayakannya terutama kalangan anak muda di Indonesia. Tahun baru menjadi ajang kemunculan toleransi anak muda terhadap perbedaan yang dimiliki, terutama dalam melihat anak muda yang merayakan tahun baru di Lombok dan di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode autoetnografi, dengan mengunakan metode tersebut akan dapat menunjukkan toleransi yang dimiliki anak muda terhadap perbedaan yang dimiliki pada saat perayaan tahun baru di Lombok dan Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan toleransi yang dimiliki anak muda di Lombok dan Yogyakarta dalam memandang perbedaan yang dimiliki terutama saat perayaan tahun baru mempunyai perbedaan yang signifikan. Pertama, toleransi yang dimiliki anak muda di Lombok dalam merayakan tahun baru terlihat sangat minim jika berdasarkan pendidikannya. Dikarenakan tingkat pendidikan anak muda di Lombok masih memiliki kondisi yang minim, sehingga berdampak pada tingkat toleransi dalam memandang perbedaan yang dimilikinya. Kedua, toleransi yang dimiliki anak muda di Yogyakarta terhadap perbedaan, jika dilihat berdasarkan realitas yang terjadi mempunyai toleransi yang sangat tinggi. Kondisi itu dilatarbelakangi oleh tingkat pendidikan anak muda di Yogyakarta yang rata-rata mengecam pendidikan ditingkat perguruan tinggi, dengan mengecam pendidikan diperguruan tinggi akan menjadi sebuah modal awal dalam mendapatkan pemahaman tentang toleransi dalam memandang perbedaan dimilikinya. Dengan demikian untuk penerapan moderansi beragama yang berdampak pada tingkat toleransi khususnya terhadap perbedaan yang dimiliki anak muda dalam merayakan tahun baru, yang menjadi tolak ukurnya dalam penerapannya adalah dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya.
Dinamika Penutupan Patung Bunda Maria di Yogyakarta sukron azhari, sukron
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3170

Abstract

Religion plays an important role in the daily life of Indonesians. This is part of one's personal identity, ethnic identity and also one's political identity, as well as the identity of the nation itself. Indonesia is a multi-religious country, with a wealth of religions and beliefs, even though the majority of its people (about 90 percent) claim to be Muslim. This paper discusses the public's response to the Statue of the Virgin Mary at the Sasana Adhi Rasa Prayer House St. Yacobus in the Degolan Hamlet, Bumirejo Village, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta, using the Social Solidarity Theory by Emil Durkheim and the Peacekeeping Theory by Johan Galtung.
Mitos Tentang Dua Makam Syekh Abdurrauf As-Singkili & Spirit Ekonomi Penziarah saputra, hanif; Soehadha, Moh
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3181

Abstract

A cemetery is a piece of land reserved for graves. Funerals can be public which is everyone can be buried there and some are specialized, for example, funerals according to religion, private funerals belonging to the family, Heroes' Tomb Garden, and so on. Graves can also be defined as a place to live, residence, residing which is the last stopover for humans who have died.The meaning of afad al qubur is the jama of al qabr, which means a place to bury the dead or a human burial place. As for the meaning of a public burial place is an area of land provided for the purposes of funeral of the body for each person regardless of religion and class. Normally a grave only has one for each human being to be buried, but not infrequently we see there are some humans who have several graves, and usually the person is not an ordinary person. Like Sheikh Abdurrauf As-Singkili or usually known as Syiah Kuala which has two tombs in Aceh Province. Here, researchers are interested in seeing further the initial story of how this phenomenon could occur by using a library research approach and qualitative research methods. Researchers feel the need to also find information about how the difference between the two tombs and how it affects the surrounding environment. The findings in this article explain that although the ulema had two tombs, the meaning of the grave itself was different from the tomb which is the linguistic meaning of maqam is rank or degree. Then for the issue of the location of these two graves it is difficult to claim the original but what is certain is that economic turnover in both regions continues to occur. Abstrak Pemakaman atau pekuburan adalah sebidang tanah yang disediakan untuk kuburan. Pemakaman bisa bersifat umum artinya semua orang boleh dimakamkan di sana dan ada juga yang bersifat khusus, misalnya pemakaman menurut agama, pemakaman pribadi milik keluarga, Taman Makam Pahlawan, dan sebagainya. Makam juga bisa didefinisikan sebagai tempat tinggal, kediaman, bersemayam yang merupakan tempat persinggahan terakhir manusia yang sudah meninggal dunia. Afad al qubur merupakan jama dari al qabr, yang bermakna tempat memakamkan orang mati atau tempat pemakaman manusia. Adapun pengertian tempat pemakaman umum (TPU) adalah areal tanah yang disediakan untuk keperluan pemakaman jenazah bagi setiap orang tanpa membedakan agama dan golongan. Normalnya sebuah kuburan hanya dimiliki satu oleh setiap manusia yang akan dimakamkan, tapi tak jarang kita melihat ada beberapa manusia yang memiliki beberapa kuburannya, dan biasanya orang tersebut bukannlah orang biasa. Seperti halnya Syekh Abdurrauf As-Singkili atau biasanya yang dikenal dengan sebutan Syiah Kuala yang memiliki dua makam di Provinsi Aceh. Disini peneliti tertarik melihat lebih jauh cerita awal bagaimana bisa fenomena ini bisa terjadi dengan menggunkan pendekatan library research dan metode penelitian kualitatif, peneliti merasa perlu juga mencari informasi bagaimana perbedaan diantara kedua makam tersebut dan bagaimana pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Temuan pada artikel ini menjelaskan bahwa walaupun ulama tersebut memiliki dua makam tetapi makna makam itu sendiri berbeda dengan kuburan dimana arti maqam secara bahasa adalah pangkat atau derajat. Kemudian untuk persoalan lokasi kedua kuburan ini sulit untuk mengklaim orisinalnya namun yang pasti perputaran ekonomi di kedua wilayah itu terus terjadi.
Liberalisme dan Konservatisme dalam Kajian Islam Indonesia Muhammad Abror Rosyidin
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v8i1.3202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang pemikiran Liberalisme dan Konservatifisme Islam Indonesia, dari sejarah, perkembangan hingga pemikiran tokoh-tokohnya. Perkembangan pemikiran Islam semakin berwarna, maka kedua corak ini selalu menjadi perdebatan Panjang di kalangan umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dengan analsis data deskriptif analitis. Dari penelitian tersebut, dapat dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa Islam Liberal di Indonesia digawangi oleh tokoh-tokoh Jariangan Islam Liberal. Liberalisme Islam di Indonesia mempunya empat corak, yaitu corak progresif, radikal, moderat, dan alternatif. Kaum konservatifisme Indonesia dibagi jadi dua corak umum, yaitu kelompok yang mengalami peningkatan amal ibadah atau ritual sejak dari yang wajib sampai sunah yang merupakan gejala yang diekspresikan mayoritas kaum Muslimin Indonesia. Kedua, kelompok yang mengalami kebangkitan konservatisme di kalangan kaum muslim Indonesia secara lebih ketat. Kelompok yang kedua ini, mempunya subkelompok yang banyak dan berbeda-beda.

Page 1 of 1 | Total Record : 8