cover
Contact Name
Ahmad Fitra Ritonga
Contact Email
fitra@binawan.ac.id
Phone
+6285278953478
Journal Mail Official
bsj@binawan.ac.id
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No.25-30, kalibata, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Binawan Student Journal
Published by Universitas Binawan
ISSN : 26565285     EISSN : 27151824     DOI : http://dx.doi.org/10.54771/bsj
The journal publishes research papers in four fields, such as: Health Applied sciences Social sciences Psychology Management Business
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022)" : 7 Documents clear
PERBANDINGAN TABEL MORTALITA TASPEN 2012 (TMT 2012) DAN TABEL MORTALITA INDONESIA 2011 (TMI 2011) MENGGUNAKAN UJI MANN-WHITNEY Tiara Yulita Lita
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.188

Abstract

Tabel Mortalita Indonesia digunakan sebagai referensi perusahaan asuransi di Indonesia dalam menentukan premi. Tabel Mortalita Indonesia menggunakan data yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia. Namun, terdapat kemungkinan perbedaan distribusi agen pada setiap asuransi jiwa di Indonesia yang mengakibatkan perbedaan karakteristik nasabah asuransi jiwa di Indonesia. Oleh sebab itu, setiap perusahaan asuransi jiwa di Indonesia diharapkan memiliki tabel mortalitas yang menggambarkan karakteristik dari nasabah perusahaan asuransi jiwa itu sendiri. Tabel Mortalita Taspen 2012 adalah tabel mortalita yang dibuat oleh PT. Taspen (Persero). Paper ini menguji apakah TMT 2012  dengan TMI 2011 menunjukkan perbedaan yang nyata pada rata-rata tingkat kematian. Data tingkat kematian pada TMT 2012 dan TMI 2011 tidak mengikuti distribusi normal dan distribusi lainnya sehingga lebih tepat menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney dan diperoleh kesimpulan kedua tabel mortalita tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada rata-rata tingkat kematian.
PEMERIKSAAN KADAR SGOT-SGPT PADA LANSIA PENDERITA TUBERKULOSIS Tiara Putri Syalia; Nicolaus Sri Widada; Ahmad Fitra Ritonga
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.215

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TB ini sebagian besar menyerang organ paru (TB paru), tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar SGOT dan SGPT pada pasien lansia penderita tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan tahap 4-6 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 30 data pasien TB Paru yang menjalani pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) 4-6 bulan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto, Jakarta Timur. penelitian menemukan terjadinya peningkatan kadar SGOT 73.3% dari total responden yang menjalani pengobatan OAT di kelompok usia 60-69 tahun (n=21) dan 70-80 tahun (n=9). Sementara itu 66.7% dari total responden mengalami peningkatan kadar SGPT. Peningkatan kadar SGOT atau SGPT karena adanya perubahan permeabilitas atau kerusakan dinding sel hati sehingga dijadikan sebagai penanda gangguan integritas di hati.
PROFIL MUTU EKSTRAK DAN FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga L.) Kartika Sari; Teti Indrawati; Dhanella Cristy Haryanto
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.352

Abstract

Keaneka ragaman hayati di Indonesia dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah yang digunakan sebagai obat tradisional, tanaman yang sering digunakan di masyarakat adalah kencur (Kaempferia galanga L.). Kencur banyak digunakan sebagai bahan baku jamu, fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, bahan campuran saus. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu ekstrak kencur dan evaluasi sediaan salep yang mengandung ekstrak kencur. Ekstrak kencur dibuat secara maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 40oC dan ditimbang hasil maseratnya dan dibuat sediaan salep dengan metode peleburan dan pencampuran, serta dilakukan uji mutu ekstrak dan evaluasi sediaan salep. Ekstrak kencur yang dihasilkan berwarna coklat, berbau khas aromatik dan rasa pedas. Uji mutu ekstrak kencur memiliki rendemen 10%, kadar air 6,49±0,231, kadar abu total 6,54±0,499, kadar abu tak larut asam 0,23±0,0335, sisa pelarut 0,06±0,005, hasil penapisan fitokimia mengandung Alkaloid, glikosida, minyak atsiri, saponin, tannin dan flavonoid. Salep yang dihasilkan bewarna putih agak kuning muda sampai kuning muda, berbau khas aromatik, homogen, pH 5,07-6,11, mudah menyebar dengan kemampuan menyebar 1.508,04-1.975,87 mm2 dan memiliki viskositas antara 10.000-340.000 cP.
ANALISIS PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DI LABORATORIUM RS BHAYANGKARA TK.I RADEN SAID SUKANTO TAHUN 2021 Fenny Anggraini; Enny Khotimah; Sari Sekar Ningrum
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.320

Abstract

Analisis Pemantapan Mutu Internal (PMI) adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan di laboratorium agar tidak terjadi error sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan glukosa darah di laboratorium RS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian 12 Ahli Teknologi Laboratorium Medis dengan teknik quota sampling. Penelitian dilakukan dengan observasi kepada 12 ATLM dari tahap pra-analitik,analitik,dan pasca-analitik. Instrumen yang digunakan untuk penelitian adalah observasi dengan skala Guttman dan hasil analisis data QC dengan grafik Levey-Jennings. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil 95 % pra-analitik, 95 % analitik, dan 75% pasca-analitik. PMI pemeriksaan glukosa darah dalam kategori baik. Hasil pemeriksaan dengan tingkat koevisien variasi sebesar 2,41%, recovery 96,3% nilai tersebut mendekati 100%. Disimpulkan bahwa PMI pemeriksaan glukosa darah di laboratorium RS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto baik,tingkat akurasi dan presisi yang baik.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PADA PEMERIKSAAN URIN RUTIN DI LABORATORIUM RSUD KOTA DEPOK Hani Nur Wijayanti; Aturut Yansen; Ois Nurcahyanti
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.325

Abstract

Pemantapan Mutu internal merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara rutin agar tidak terjadi atau mengurangi error/penyimpangan sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Hasil penelitian dengan jumlah responden sebanyak 15 orang dan jumlah sampel urin sebanyak 40 sampel, didapatkan nilai rata-rata dari masing-masing kriteria pemantapan mutu internal, pada kriteria Sumber Daya Manusia dengan skor 97,91 yang berarti sangat baik. Kriteria kedua terhadap quality control dengan skor 60,6 yang berarti kurang baik, yang ketiga kriteria terhadap fasilitas sarana dan prasarana dengan  skor 100 yang berarti sangat baik, dan yang terakhir kriteria SOP dengan skor 58,3 yang berarti kurang baik.
HUBUNGAN KADAR FERRITIN DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN TALASEMIA USIA 4-13 TAHUN Rifka Humaida; Waras Budiman; Almatin Puspa Dewi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.334

Abstract

Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi dengan baik. Talasemia merupakan penyakit keturunan yang paling banyak ditemui di Indonesia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Pasien Talasemia dapat mengalami kelebihan zat besi berupa peningkatan kadar ferritin. Zat besi bebas akan mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal. Pemeriksaan untuk mengetahui fungsi ginjal adalah kadar kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar ferritin dengan kadar kreatinin pada pasien Talasemia. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden memiliki kadar Ferritin yang tinggi (>1000 µg/L) yaitu 63 responden (68,5%),sebagian besar responden memiliki kadar Kreatinin tinggi (>20 mg/dL) yaitu sebanyak 58 responden (63,0%), paling banyak responden memiliki kategori kadar Ferritin tinggi (>1000 µg/L) dan memiliki kategori kadar Kreatinin tinggi (> 20 mg/dL) yaitu sebanyak 57 responden (62,0%). Hasil perhitungan menggunakan rumus uji Chi-Squaremenunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < α (0,05), karena nilai p-value< 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya adalah ada hubungan kadar Ferritin dengan kadar Kreatinin pada pasien Talasemia usia 4-13 tahun di RS Anna Medika tahun 2021.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF Ade Widaningsih; Siswani Marianna; Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.502

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilasi mekanik baik pada endotracheal tube atau tracheostomy yang merupakan penyebab penting mortalitas dan morbiditas di ruang perawatan intensif. World Health Organization pada tahun 2016 mencatat 53,9 juta kematian orang di seluruh dunia akibat menderita penyakit Ventilator Associated Pneumonia. Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menyebutkan prevalensi pneumonia mencapai angka 2.2 %. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku perawat dalam tindakan pencegahan Ventilator Associated Pneumonia di ruang perawatan intensif RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan total sampling 44 responden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebesar 93.2% responden berjenis kelamin perempuan, berdasarkan usia sebesar 65.9% dalam rentang 20-40 tahun, dengan 81.8% mayoritas pendidikan DIII Keperawatan, mayoritas lama kerja lebih dari 10 tahun sebesar 79.5% dan mayoritas tingkat pengetahuan ba ik 79.5% dan mayoritas perilaku kurang baik 52.3%.  Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0.006 dapat diartikan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku perawat dalam tindakan pencegahan Ventilator Associated Pneumonia. Dengan nilai OR 1,09. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang hubungan pengetahuan maupun faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku pencegahan Ventilator Associated Pneumonia terhadap kejadian Ventilator Associated Pneumonia di ruang intensif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7