Articles
196 Documents
HUBUNGAN KADAR FERRITIN DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN TALASEMIA USIA 4-13 TAHUN
Rifka Humaida;
Waras Budiman;
Almatin Puspa Dewi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i1.334
Talasemia adalah penyakit kelainan darah yang menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi dengan baik. Talasemia merupakan penyakit keturunan yang paling banyak ditemui di Indonesia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Pasien Talasemia dapat mengalami kelebihan zat besi berupa peningkatan kadar ferritin. Zat besi bebas akan mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal. Pemeriksaan untuk mengetahui fungsi ginjal adalah kadar kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar ferritin dengan kadar kreatinin pada pasien Talasemia. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden memiliki kadar Ferritin yang tinggi (>1000 µg/L) yaitu 63 responden (68,5%),sebagian besar responden memiliki kadar Kreatinin tinggi (>20 mg/dL) yaitu sebanyak 58 responden (63,0%), paling banyak responden memiliki kategori kadar Ferritin tinggi (>1000 µg/L) dan memiliki kategori kadar Kreatinin tinggi (> 20 mg/dL) yaitu sebanyak 57 responden (62,0%). Hasil perhitungan menggunakan rumus uji Chi-Squaremenunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < α (0,05), karena nilai p-value< 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya adalah ada hubungan kadar Ferritin dengan kadar Kreatinin pada pasien Talasemia usia 4-13 tahun di RS Anna Medika tahun 2021.
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA
Ela Ambar;
Anna Suraya
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i2.459
Pembangunan bidang konstruksi yang semakin pesat membawa konsekwensi bagi pekerja karena hampir semua proyek konstruksi mempergunakan mesin yang menghasilkan kebisingan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko yang berpengaruh terhadap gangguan pendengaran pada pekerja konstruksi. Menggunakan desain cross sectional, penelitian dilakukan bulan Februari - Juni 2021. Populasi penelitian adalah pekerja disalah satu proyek konstruksi di Jakarta Timur dengan sampel sebanyak 200 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan analisis utama menggunakan uji chi square. Sebesar 74,5% pekerja konstruksi Indonesia terpajan bising dengan prevalensi keluhan gangguan pendengaran adalah 51%. Kebiasaan mendengarkan musik yang keras secara signifikan berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada pekerja konstruksi. Pajanan kebisingan, umur, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga, dan kebiasaan merokok tidak berhubungan secara signifikan terhadap keluhan gangguan pendengaran. Perlu dilakukan edukasi pekerja tentang dampak bising baik yang berasal dari pekerjaan maupun diluar pekerjaan serta tindakan pencegahannya untuk melindungi pekerja dari gangguan pendengaran yang lebih berat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PRA LANSIA DAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT, POLA DIIT, DAN MANAJEMEN STRESS
Widanarti Setyaningsih;
Cintya Dewi Permatasari;
Harizza Pertiwi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i2.500
Hipertensi adalah kodisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Pra Lansia Dan Lansia Tentang Hipertensi Dengan Kepatuhan Minum Obat, Pola Diit, Dan Manajemen Stress Di Puskesmas Kramat Jati. Metode penelitian bersifat analitik korelasi yaitu penelitian menghubungkan dua variabel atau lebih, bersifat kuantitatif yang dianalisis menggunakan statistik korelasi. Sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 86 responden dan analisa data menggunakan Uji Chi Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan SLTA dengan usia antara 56-65 tahun, sekitar separuh responden memilki pengetahuan baik dan patuh minum obat. , kemampuan management stress dan pola diet baik. Hasil uji Chi Square pola minum obat p-value = 0,006, management stress p-value = 0,002, dan pola diit p-value = 0,026. Kesimpulan pengetahuan tentang hepertensi yang baik berhubungan dengan perilaku perawatan hiperetansi yang baik, sehingga diharapkan komplikasi dapat dicegah.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN INTENSIF
Ade Widaningsih;
Siswani Marianna;
Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i1.502
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilasi mekanik baik pada endotracheal tube atau tracheostomy yang merupakan penyebab penting mortalitas dan morbiditas di ruang perawatan intensif. World Health Organization pada tahun 2016 mencatat 53,9 juta kematian orang di seluruh dunia akibat menderita penyakit Ventilator Associated Pneumonia. Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 menyebutkan prevalensi pneumonia mencapai angka 2.2 %. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku perawat dalam tindakan pencegahan Ventilator Associated Pneumonia di ruang perawatan intensif RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan total sampling 44 responden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebesar 93.2% responden berjenis kelamin perempuan, berdasarkan usia sebesar 65.9% dalam rentang 20-40 tahun, dengan 81.8% mayoritas pendidikan DIII Keperawatan, mayoritas lama kerja lebih dari 10 tahun sebesar 79.5% dan mayoritas tingkat pengetahuan ba ik 79.5% dan mayoritas perilaku kurang baik 52.3%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0.006 dapat diartikan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku perawat dalam tindakan pencegahan Ventilator Associated Pneumonia. Dengan nilai OR 1,09. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang hubungan pengetahuan maupun faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku pencegahan Ventilator Associated Pneumonia terhadap kejadian Ventilator Associated Pneumonia di ruang intensif.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENJALANI KEMOTERAPI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER KOLON DI RSUD TARAKAN JAKARTA
Shenda Maulina Wulandari;
Eko Winarti;
Aan Sutandi
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i2.510
Kepatuhan pasien terhadap rekomendasi dan perawatan dari pemberi pelayanan kesehatan adalah penting untuk kesuksesan suatu intervensi. Ketidakpatuhan menjadi masalah yang besar terutama pada pasien yang akan mejalani kemoterapi dan dapat berdampak pada berbagai aspek perawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker kolon di RSUD Tarakan. Metode penelitian diskriptif ini dilakukan dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Responden dengan tingkat kepatuhan kategori rendah dan mempunyai kualitas hidup kurang baik sebanyak 75% dan responden dengan kepatuhan tinggi dan mempunyai kualitas hidup baik sebanyak 100%. Hubungan kepatuhan menjalani kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien ca colon di RSUD Tarakan Jakarta didapatkan nilai p-value sebesar = 0,003. Saran untuk petugas kesehatan khususnya perawat di RSUD Tarakan hendaknya dapat meningkatkan pelayanan pada pasien yang menjalani kemoterapi karena kepuasaan terhadap pelayanan juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN USIA IBU HAMIL TERHADAP KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE
Fitriani;
Handayani;
Erika Lubis
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v1i3.580
Pendidikan dan usia ibu merupakan faktor penting dalam kepatuhan melakukan Antenatal care. Antenatal care penting dilakukan untuk pemantauan kesehatan secara fisik, psikologis, termasuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta mempersiapkan proses persalinan dan kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan usia ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Desain penelitian korelasi dengan metode survey cross sectional. Analisa data menggunakan metode Spearman rho. Jumlah responden 76 orang. Variabel pendidikan SMA yang patuh kunjungan ANC sebanyak (42.1%). Variabel Umur yang patuh responden berumur 20-35 tahun sebanyak (52 %). Hasil penelitian terdapat hubungan tingkat pendidikan dan usia ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan antenatal (p value: 0,000 dengan r: 0,550; dan pv: 0,000 dengan r :0,650). Sebaiknya ibu hamil berada pada usia produktif dan memiliki pemdidikan selevel SMA agar tercapai kepatuhan Antenatal care sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin.
HUBUNGAN POLA MAKANAN DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
Faramudia Firdani;
Zitthar Aritonang;
Ahmad Fitra Ritonga
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v3i2.586
Pola makan merupakan asupan energi yang memberikan kontribusi besar untuk melakukan berbagai aktivitas sehari hari, energi ini sangat diperlukan oleh seseorang. Pengaturan pola makan yang tidak tepat seperti yang dianjurkan dapat mengakibatkan peningkatan kadar trigliserida darah tinggi. Pola makanan yang baik dapat menjaga kadar trigliserida tetap normal dan mencegah terjadinya peningkatan kadar trigliserida. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dengan tujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi hubungan pola makanan dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus. Jenis Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pengumpulan data cross sectional dan instrument penelitian menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan uji statistik chi square. Jumlah sampel yang digunakan 64 sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil dalam penelitian ini yang didapatkan yaitu terdapat 60 responden dengan pola makan yang baik dan 4 responden dengan pola makan yang cukup dengan rata-rata karakteristik trigliserida <150 mg/dl (Normal). Kesimpulan yang didapatkan pada uji chi square menunjukkan p= 0,674>0,05 sehingga hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus.
PENGARUH INTERVENSI BOBATH PADA ANAK DELAY DEVELOPMENT UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 1-3 TAHUN
Lamria Nainggolan;
Slamet Sumarno;
Noraeni Arsyad
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i2.483
Proses perkembangan motorik anak akan berlangsung sampai dengan usia 6 tahun dan apabila mengalami keterlambatan tumbuh kembang pada anak maka biasa disebut Delay Development. Area tumbuh kembang termasuk kemampuan motorik kasarnya. Studi ini bertujuan mengetahui pengaruh dan mendeskripsikan pemberian intervensi bobath dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak delay development. Penelitian ini menggunakan metode case study dan rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan pre post case study. Setelah dilakukan terapi selama >12 kali didapatkan hasil adanya pengaruh pemberian intervensi bobath dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak delay develoment pada anak usia 1-3 tahun. Pemeriksaan kemampuan motorik anak menggunakan DDST (Denver Development Screening Test) didapatkan adanya peningkatan beberapa tahap perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia 1-3 tahun, Penilaian tersebut menyimpulkan adanya perkembangan aspek kemampuan motorik anak namun, belum sesuai dengan perkembangan anak normal sesuai usianya. Pendekatan Bobath Concept diberikan melalui serangkaian latihan teknik terapi dengan optimalisasi fungsi dengan peningkatan kontrol postural dengan gerakan selektif melalui stimulasi dan fasilitasi dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak delay development.
HUBUNGAN PENERAPAN PRINSIP GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA
Prilliana Alisya;
Angga Rizqiawan
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i2.505
Gizi Seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan juga prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, kebersihan, aktivitas fisik dan berat badan ideal. Gizi seimbang perlu diterapkan agar tubuh bisa aktif, sehat optimal, tidak terganggu penyakit, dan tubuh tetap sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan prinsip gizi seimbang dengan status gizi pada mahasiswa program studi gizi Universitas Binawan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 64 orang subjek yang merupakan mahasiswa program studi gizi Universitas Binawan. Data pada penelitian ini dikumpulkan secara daring menggunakan google form. Data yang dikumpulkan meliputi berat badan dan tinggi badan untuk perhitungan IMT, kebiasaan konsumsi pangan menggunakan SQ-FFQ, pola hidup bersih, dan aktivitasi fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,008). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan makan beranekaragam dengan status gizi, pola hidup bersih dan sehat dengan status gizi, dan pemantauan berat badan dengan status gizi (p > 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu aktivitas fisik berhubungan denga status gizi.
EFEKTIVITAS MERENDAM KAKI DIAIR GARAM UNTUK MENURUNKAN DERAJAT EDEMA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III
Riyen Sari Manullang;
Shifa Rahmania;
Farida Mentalina;
Marni Br Karo Karo
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54771/bsj.v4i2.576
Pada ibu hamil trimester III sering timbul edema pada kaki. Sekitar 80% ibu hamil trimester III memiliki edema kaki, karena adanya tekanan uterus yang menghambat aliran balik vena dan adanya tarikan gravitasi. Penanganan dapat secara alamiah dengan merendam kaki menggunakan air garam, dengan cara merendamkan kaki pada air garam sedalam 10-15 cm diatas mata kaki untuk meningkatkan aliran darah. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas merendam kaki di air garam untuk mengurangi derajat edema pada ibu hamil trimester III selama masa pandemi Covid-19. Metode penelitian quasy eksperimental dengan satu kelompok, sampel berjumlah 15 responden, menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitiannya observasi dan analisa data dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efektifitas merendam kaki di air garam untuk mengurangi derajat edema pada ibu hamil trimester III selama masa pandemi Covid-19 di dengan nilai p value 0,000, terdapat penurunan derajat edema pada ibu hamil trimester setelah dilakukan rendam kaki diair garam.