cover
Contact Name
Ahmad Fitra Ritonga
Contact Email
fitra@binawan.ac.id
Phone
+6285278953478
Journal Mail Official
bsj@binawan.ac.id
Editorial Address
Jl. Dewi Sartika No.25-30, kalibata, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Binawan Student Journal
Published by Universitas Binawan
ISSN : 26565285     EISSN : 27151824     DOI : http://dx.doi.org/10.54771/bsj
The journal publishes research papers in four fields, such as: Health Applied sciences Social sciences Psychology Management Business
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 196 Documents
PERBEDAAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA MAHASISWA SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 Befi Sundari; Ratnayani; Tri Ardianti Khasanah; Hassya Maulida Nugraha; Khalissa Fathin Anshari
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i2.336

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak dalam berbagai hal termasuk salah satunya dalam pola konsumsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan konsumsi buah dan sayur pada mahasiswa, sebelum dan saat pandemi Covid-19. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional study. Responden penelitian ini adalah mahasiswa dengan kriteria inklusi bersedia mengisi survei online dan kriteria eksklusi yaitu data yang diisi tidak lengkap. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk Gform yang terdiri dari data karakteristik responden dan data konsumsi buah dan sayur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih jarang mengkonsumsi buah, baik sebelum maupun saat pandemi. Frekuensi konsumsi sayur sebagian besar responden (54,3%) sebelum pandemi yaitu berada pada kategori jarang. Namun pada saat pandemi terjadi perubahan, frekuensi konsumsi sayur, sebagian besar responden (59,3%) berada pada kategori sering. Buah yang sering dikonsumsi oleh responden diantara pisang, jeruk, dan semangka. Sayur yang sering dikonsumsi responden diantaranya bayam dan wortel. Terdapat perbedaan signifikan frekuensi konsumsi sayur dan buah, sebelum dan saat pandemi Covid-19.
HUBUNGAN LEUKOSIT DENGAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN KAKI DIABETIK Chindy Tiana; Suparlan Hadi; Frida Octavia Purnomo
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.349

Abstract

Kaki diabetik merupakan komplikasi kronik pada tungkai bawah yang sering terjadi pada pasien Diabetes Melitus yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah leukosit dan jumlah jenis leukosit dengan glukosa darah pada pasien kaki diabetik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, data diambil dengan total sampling yaitu sebanyak 32 sampel sesuai kriteria inklusi di RSUD Depok. Terdapat tiga jenis klasifikasi pada pasien diabetik yaitu komplikasi perifer, ulkus pedis dan gangren. Data glukosa darah yang digunakan yaitu glukosa darah sewaktu, didapatkan hasil uji korelasi dengan nilai p < 0,05 terdapat hubungan glukosa darah dengan neutrofil segmen (p=0,042), dan limfosit (p=0,035). Namun tidak terdapat hubungan antara glukosa darah sewaktu dengan jumlah leukosit (p=0,428), basofil (p=0,412), eosinfoil (p=0,154), neutrofil batang (p=0,140), dan monosit (p=0,644).
KORELASI KADAR AST DAN ALT CALON TENAGA KERJA INDONESIA PENDERITA HEPATITIS B DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI AN-NUR MEDICAL CENTER TAHUN 2020 Indah Andriyanti; Aturut Yansen; Dian Rachma Wijayanti
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.411

Abstract

Hepatitis B merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Infeksi dari HBV ini dapat menyebabkan peradangan hati akut ataupun kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Gambaran klinis, evaluasi tes fungsi hati merupakan kriteria yang digunakan dalam mendiagnosis penderita hepatitis B. Peningkatan kadar spartate Aminotransferase (AST) dan Alanin Aminotransferase (ALT) merupakan salah satu kriteria penting dalam mendiagnosis pasien dengan hepatitis B. Indonesia adalah negara endemik hepatitis B, salah satu faktor yang menyebabkan kasus hepatitis B meningkat di negara Indonesia dikarenakan kurangnya kesadaran tentang PHBS, kurangnya pengetahuan, dan faktor kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar AST dan ALT pada penderita hepatitis B calon TKI. Datadiambil dari data primer pasien hepatitis B yang melakukan pemeriksaan kadar AST dan ALT periode Januari – April 2020 di klinik An-Nur Medikal Center. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 38. Data analisis menjelaskan bahwa ada hubungan antara wilayah endemik dengan peningkatan kadar AST dan ALT faktor kelelahan, dan HBsAg dengan kadar AST dan ALT pada calon TKI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wilayah endemik, faktor kelelahan, dan HbsAg dapat mempengaruhi peningkatan kadar AST dan ALT.
PERBANDINGAN TABEL MORTALITA TASPEN 2012 (TMT 2012) DAN TABEL MORTALITA INDONESIA 2011 (TMI 2011) MENGGUNAKAN UJI MANN-WHITNEY Tiara Yulita Lita
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.188

Abstract

Tabel Mortalita Indonesia digunakan sebagai referensi perusahaan asuransi di Indonesia dalam menentukan premi. Tabel Mortalita Indonesia menggunakan data yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia. Namun, terdapat kemungkinan perbedaan distribusi agen pada setiap asuransi jiwa di Indonesia yang mengakibatkan perbedaan karakteristik nasabah asuransi jiwa di Indonesia. Oleh sebab itu, setiap perusahaan asuransi jiwa di Indonesia diharapkan memiliki tabel mortalitas yang menggambarkan karakteristik dari nasabah perusahaan asuransi jiwa itu sendiri. Tabel Mortalita Taspen 2012 adalah tabel mortalita yang dibuat oleh PT. Taspen (Persero). Paper ini menguji apakah TMT 2012  dengan TMI 2011 menunjukkan perbedaan yang nyata pada rata-rata tingkat kematian. Data tingkat kematian pada TMT 2012 dan TMI 2011 tidak mengikuti distribusi normal dan distribusi lainnya sehingga lebih tepat menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney dan diperoleh kesimpulan kedua tabel mortalita tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada rata-rata tingkat kematian.
PEMERIKSAAN KADAR SGOT-SGPT PADA LANSIA PENDERITA TUBERKULOSIS Tiara Putri Syalia; Nicolaus Sri Widada; Ahmad Fitra Ritonga
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.215

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TB ini sebagian besar menyerang organ paru (TB paru), tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar SGOT dan SGPT pada pasien lansia penderita tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan tahap 4-6 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 30 data pasien TB Paru yang menjalani pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) 4-6 bulan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto, Jakarta Timur. penelitian menemukan terjadinya peningkatan kadar SGOT 73.3% dari total responden yang menjalani pengobatan OAT di kelompok usia 60-69 tahun (n=21) dan 70-80 tahun (n=9). Sementara itu 66.7% dari total responden mengalami peningkatan kadar SGPT. Peningkatan kadar SGOT atau SGPT karena adanya perubahan permeabilitas atau kerusakan dinding sel hati sehingga dijadikan sebagai penanda gangguan integritas di hati.
PROFIL MUTU EKSTRAK DAN FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga L.) Kartika Sari; Teti Indrawati; Dhanella Cristy Haryanto
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.352

Abstract

Keaneka ragaman hayati di Indonesia dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah yang digunakan sebagai obat tradisional, tanaman yang sering digunakan di masyarakat adalah kencur (Kaempferia galanga L.). Kencur banyak digunakan sebagai bahan baku jamu, fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, bahan campuran saus. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu ekstrak kencur dan evaluasi sediaan salep yang mengandung ekstrak kencur. Ekstrak kencur dibuat secara maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 40oC dan ditimbang hasil maseratnya dan dibuat sediaan salep dengan metode peleburan dan pencampuran, serta dilakukan uji mutu ekstrak dan evaluasi sediaan salep. Ekstrak kencur yang dihasilkan berwarna coklat, berbau khas aromatik dan rasa pedas. Uji mutu ekstrak kencur memiliki rendemen 10%, kadar air 6,49±0,231, kadar abu total 6,54±0,499, kadar abu tak larut asam 0,23±0,0335, sisa pelarut 0,06±0,005, hasil penapisan fitokimia mengandung Alkaloid, glikosida, minyak atsiri, saponin, tannin dan flavonoid. Salep yang dihasilkan bewarna putih agak kuning muda sampai kuning muda, berbau khas aromatik, homogen, pH 5,07-6,11, mudah menyebar dengan kemampuan menyebar 1.508,04-1.975,87 mm2 dan memiliki viskositas antara 10.000-340.000 cP.
ANALISIS ASURANSI JIWA KREDIT PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO PT. ASURANSI JIWA SYARIAH AL AMIN BERDASARKAN JENIS KELAMIN Hikmah Rahmah; Azizah Dwi Aprilia; Puja Sukma Dhillawanda Nirosyanda
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i3.347

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari nilai Actuarial Present Value (APV) menggunakan konsep aktuaria asuransi jiwa berjangka dengan objek penelitiannya yaitu premi pada lembaga mikro PT. Asuransi Jiwa Syariah Al Amin. Konsep aktuaria pada premi memperhitungkan mortalita berdasarkan usia dan jenis kelamin, dan tingkat bunga yang ditetapkan pada BI rate terakhir periode tanggal 18 Maret 2021 sebesar 3.50% (bi.go.id). Hasil analisis dari perhitungan menunjukkan bahwa semakin tinggi usia, maka semakin tinggi pula peluang kematian. Begitu pula jika dilihat dari jenis kelamin, peluang kematian laki – laki akan lebih besar dari peluang kematian perempuan. Hasil perhitungan aktuaria menunjukkan semakin tinggi usia laki-laki maka peluang kematian laki-laki akan semakin meningkat. Berdasarkan hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa golongan perempuan dianggap memiliki resiko asuransi yang lebih baik dari laki-laki.
GAMBARAN ANEMIA, STATUS GIZI DAN POLA HIDUP PADA MAHASISWI KEBIDANAN TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS BINAWAN Sinta Andriyana; Dinni Lubis
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i1.129

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan, letih dan lesu sehingga akan berdampak pada kreativitas dan produktivitasnya. Anemia juga meningkatkan kerentanan penyakit pada saat dewasa serta melahirkan generasi yang bermasalah gizi.  Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32 %, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian anemia, status gizi dan pola hidup pada mahasiswi Kebidanan Tingkat Akhir Universitas Binawan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Binawan pada bulan Agustus-September dengan jumlah sampel 50 responden. Istrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian  didapatkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori anemia sebanyak 38 responden (76%) masuk kedalam anemia ringan dan sedang. dan minoritas berada pada kategori tidak anemia sebesar 12 responden (24%). Dari status gizi didapatkan mayoritas responden berada pada kategori status gizi kurang baik sebesar  29 (58%). Anemia dan status gizi merupakan hal penting yang menjadi salah satu indicator terhadap kesehatan remaja. Maka untuk itu remaja harus melakukan pemeriksaan rutin kadar Hb sebagai upaya deteksi dini kejadian anemia pada remaja serta menjaga asupan nutrisi yang seimbang, karena remaja puteri merupakan calon ibu yang akan melahirkan penerus generasi.
ANALISIS PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DI LABORATORIUM RS BHAYANGKARA TK.I RADEN SAID SUKANTO TAHUN 2021 Fenny Anggraini; Enny Khotimah; Sari Sekar Ningrum
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.320

Abstract

Analisis Pemantapan Mutu Internal (PMI) adalah kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan di laboratorium agar tidak terjadi error sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan glukosa darah di laboratorium RS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian 12 Ahli Teknologi Laboratorium Medis dengan teknik quota sampling. Penelitian dilakukan dengan observasi kepada 12 ATLM dari tahap pra-analitik,analitik,dan pasca-analitik. Instrumen yang digunakan untuk penelitian adalah observasi dengan skala Guttman dan hasil analisis data QC dengan grafik Levey-Jennings. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil 95 % pra-analitik, 95 % analitik, dan 75% pasca-analitik. PMI pemeriksaan glukosa darah dalam kategori baik. Hasil pemeriksaan dengan tingkat koevisien variasi sebesar 2,41%, recovery 96,3% nilai tersebut mendekati 100%. Disimpulkan bahwa PMI pemeriksaan glukosa darah di laboratorium RS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto baik,tingkat akurasi dan presisi yang baik.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PADA PEMERIKSAAN URIN RUTIN DI LABORATORIUM RSUD KOTA DEPOK Hani Nur Wijayanti; Aturut Yansen; Ois Nurcahyanti
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v4i1.325

Abstract

Pemantapan Mutu internal merupakan kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara rutin agar tidak terjadi atau mengurangi error/penyimpangan sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Hasil penelitian dengan jumlah responden sebanyak 15 orang dan jumlah sampel urin sebanyak 40 sampel, didapatkan nilai rata-rata dari masing-masing kriteria pemantapan mutu internal, pada kriteria Sumber Daya Manusia dengan skor 97,91 yang berarti sangat baik. Kriteria kedua terhadap quality control dengan skor 60,6 yang berarti kurang baik, yang ketiga kriteria terhadap fasilitas sarana dan prasarana dengan  skor 100 yang berarti sangat baik, dan yang terakhir kriteria SOP dengan skor 58,3 yang berarti kurang baik.

Page 8 of 20 | Total Record : 196