cover
Contact Name
Muhammad Ikrom
Contact Email
ikrom08mulya@gmail.com
Phone
+6285267921835
Journal Mail Official
idarah@iai-al-azhaar.ac.id
Editorial Address
Jalan Pelita No.364 RT.07 Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
ISSN : 27760405     EISSN : 27759156     DOI : https://doi.org/10.53888/alidaroh.v1i1
Jurnal Al-Idaroh merupakan jurnal karya ilmiah Prodi Manajemen Dakwah yang terbit dua kali dalam setahun oleh Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau. Jurnal ini focus pada hasil penelitian dan artikel ilmiah yang terkait Manajamen Dakwah. Karya Ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Al-Iddaroh mencakup aspek Media dan pemikiran manajemen dakwah yang didalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan, agama, sosial dan masyarakat. Redaksi menerima karya ilmiah yang belum pernah dipublikasikan di media cetak manapun baik secara online ataupun offline.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
MANAJEMEN MASJID DALAM MEMAKMURKAN MASJID ISLAMIC CENTER SYEKH ABDUL MANAN INDRAMAYU DI BIDANG IMARAH Muhammad Hafidz Dinillah; Sobirin Sobirin; Muhammad Nur Kholish Abdurrazaq
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2022): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v2i2.514

Abstract

The management of imarah which is applied by the mosque management in prospering the Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu Mosque is the center of attention and how the mosque management faces the opportunities and challenges that exist because it is an icon of Indramayu. The purpose of this research is to find out how the management system of the Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu Mosque in the field of emirates and to find out the opportunities and challenges in prospering the Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu Mosque. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The results of this research indicate that the process of prospering mosques implemented by mosque administrators has met the requirements of existing mosque management knowledge, therefore the author can say that the Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu Mosque can be used as an example as well as a benchmark for mosques that others, especially those in the City of Indramayu, because the mosque management applied is almost close to perfection. Manajemen imarah yang diterapkan oleh pengurus masjid dalam memakmurkan Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu menjadi pusat perhatian serta bagaimana pihak pengurus masjid dalam menghadapi peluang dan tantangan yang ada karena merupakan ikon Indramayu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana sistem manajemen Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu di bidang imarah serta untuk mengetahui peluang dan tantangan dalam memakmurkan Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan doumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses dari memakmurkan masjid yang diterapkan oleh pengurus masjid sudah memenuhi syarat-syarat ilmu manajemen masjid yang telah ada, maka dari itu penulis dapat mengatakan bahwa Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu dapat dijadikan contoh sekaligus patokan untuk masjid-masjid yang lain, khususnya yang ada di Kota Indramayu, dikarenakan manajemen masjid yang diterapkan hampir saja mendekati kesempurnaan.
IMPLEMENTASI NILAI SUFISTIK DALAM MODEL MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MA NU PUTRA BUNTET PESANTREN CIREBON Ahmad Fasya Alfayyadl; Zulkipli Lessy
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2022): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v2i2.518

Abstract

According to Roger, there are three elements for an institution or organization to achieve success, namely good leadership, good management, and good teamwork. In this case, schools need to have good leaders or principals in carrying out their duties so that the needs of the school can run well. A good principal can be seen from his or her leadership model. The purpose of this study is to provide an understanding of good and correct leadership models in order to achieve the expected goals. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Therefore, the researcher used triangulation technique. The result is that there are Sufistic values ​​that are implemented by the principal of the MA NU Putra Buntet Pesantren Cirebon. The Sufistic values ​​are patience, humility, sincerity, istiqamah, wara', responsibility, and pleasure. The conclusion is that if there is a good and right leadership model, it will produce something good and right, as happened at MA NU Putra Buntet Pesantren Cirebon. Menurut Roger terdapat tiga elemen agar lembaga atau organisasi mencapai kesuksesan, yakni kepemimpinan yang baik, manajemen yang baik, serta kerjasama tim yang baik. Dalam hal ini, sekolah perlu memiliki pemimpin atau kepala sekolah yang baik dalam menjalankan tugasnya agar kebutuhan dan keperluan dalam sekolah dapat berjalan dengan baik. Kepala sekolah yang baik dapat dilihat dari model kepemimpinannya. Tujuan penelitian ini ialah memberikan pemahaman terkait model kepemimpinan yang baik dan benar agar tercapainya tujuan yang diharapkan. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Oleh karena itu, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasilnya yaitu adanya nilai sufistik yang diimplementasikan oleh kepala sekolah MA NU Putra Buntet Pesantren Cirebon. Nilai sufistiknya yakni sabar, tawadhu, ikhlas, istiqamah, wara’, tanggung jawab, dan rida. Kesimpulannya adalah dengan adanya model kepemimpinan yang baik dan benar maka akan menghasilkan sesuatu yang baik dan benar pula, seperti halnya yang terjadi di MA NU Putra Buntet Pesantren Cirebon.
KEBEBASAN BERAGAMA MENURUT TAFSIR AL-MISBAH AL-QURAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 256 Kuswantoro Kuswantoro; Imam Alfi
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2022): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v2i2.543

Abstract

Freedom of religion is often misinterpreted as freedom not to have a religion or freedom to change religions. This is a miss-interpretation of religious freedom. In Surat Al-Baqarah 256 it states that there is freedom of religion, but the scholars say there is no absolute freedom to change religions, this refers to the Al-Quran mufasir Quraish Shihab. This research method uses library research methods to collect data by means of documentation. The results of the research based on the interpretation of Al Baqarah 256 are that freedom of religion exists in Islam, namely freedom in belief or in religion, people who embrace Islam or other religions may not be on the basis of coercion, but the commentators do not explain freedom to change religions. Kekebasan beragama sering disalah artikan kebebasan untuk tidak bergama atau kebebasan untuk berpindah-pindah agama. Hal tersebut merupakan kesalahan penafsiran dari kebebasan beragama. Pada Surat Al-baqarah 256 memang menyatakan adanya kebebasan beragama, namun para ulama mengatakan tidak ada kebebasan mutlak untuk berpindah agama hal ini merujuk pada Al-Quran mufasir Quraish Shihab. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) pengumpulan data dengan cara dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan tafsiran surat Al Baqarah 256 adalah kekebasan beragama ada dalam Islam yaitu kebebasan dalam keyakinan atau dalam agama, orang memeluk agama Islam atau agama lain tidak boleh atas dasar paksaan, akan tetapi ulama tafsir tidak menjelaskan kebebasan berganti agama.
PERAN FATAYAT NU TERHADAP PENGEMBANGAN KUALITAS AHLAK MASYARAKAT DESA RANDUWATAN KECAMATAN WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN Rizki Isnaeni; Putri Artika Fitriani; Qomariyah Qomariyah
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2022): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v2i2.544

Abstract

Human morality will grow to follow what is around him, if around the environment there are bad habits then a person's morality will follow the surrounding circumstances, and vice versa. In addition, the more advanced technology such as the presence of smartphones, if it is not balanced with control, it can lead to disgraceful behavior in society because the time is only spent playing smartphones such as viewing content that is not useful. Therefore, it is necessary to have a tool to control so that the creation of good morals in the community or can develop the quality of community morality. The method used in this study is qualitative research because the author in collecting data by conducting direct observations to the village of Randuwatan, Wonokerto sub-district through interviews with the administrators and fatayat NU members of Randuwatan village. The results of this study are that the role of fatayat in Randuwatan village is very helpful in developing the morals of the Randuwatan village community through activities that have been planned by fatayat such as zanji which is carried out regularly on Monday nights, ziaroh which is carried out every year, compensation for orphans which is carried out every month. Muharram and before the new student admission period to meet the school supplies for children in need. In addition, the NU fatayat of Randuwatan village always celebrates Islamic days such as Isra Miraj and the birthday of the Prophet Muhammad. Ahlak manusia akan tumbuh mengikuti apa yang ada disekitarnya, apabila disekitar lingkungannya terdapat kebiasaan buruk maka ahlak seseorang akan mengikuti pada keadaan sekitarnya, begitupun sebaliknya. selain itu juga semakin majunya teknologi seperti hadirnya smartphone jika tidak diimbangi dengan control maka dapat menimbulkan ahlak yang tercela pada masyarakat karena waktunya hanya dihabiskan bermain smartphone seperti melihat koten-konten yang tidak bermanfaat . Oleh karena itu, perlu adanya alat untuk mengontrol agar terciptanya ahlak yang baik pada diri masyarkat atau dapat mengembangkan kualitas ahlak masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena penulis dalam mengumpulkan datanya dengan melakukan obsevasi langsung ke desa randuwatan kecamatan wonokerto melalui wawacara terhadap pengurus dan aggota fatayat NU desa randuwatan. Hasil dari penelitian ini adalah peran fatayat di desa randuwatan sangat membantu dalam pengembangan ahlak masyarakat desa randuwatan melalui kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan oleh fatayat seperti berzanji yang dilakasanakan secara rutin pada malam senin, ziaroh yang dilaksanakan setiap tahunnya, santunan anak yatim yang dilaksanakan setiap bulan muharam dan menjelang masa penerimaan siswa baru untuk memenuhi perlengkapan sekolah anak-anak yang membutuhkan. Selain itu, fatayat NU desa randuwatan selalu merayakan hari-hari islam seperti isra miraj dan maulid nabi Muhammad SAW.
NILAI-NILAI RELIGIUSITAS DAN RITUAL DALAM SIRAMAN PENGANTIN ADAT JAWA: SUATU TINJAUAN AGAMA DAN BUDAYA Onica Sari; Zulkipli Lessy
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 2 (2022): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v2i2.545

Abstract

One of the ritual practices that has been passed down from generation to generation since decades ago is ritual of Siraman. Siraman is a ritual carried out at weddings in Javanese tradition. This is symbolic which means being able to clean up negative things both physically and mentally before carrying out the ijab qabul. This study aims to reveal the history, religiosity and concept of the bridal shower ritual in Javanese customs. This research method uses descriptive qualitative methods with content analysis techniques. In addition to self-purification, washing or bathing in a meaningful way to ask for guidance and safety from God for their life after marriage. During the Siraman, prayers for the bride and groom are recited. This splash is also a sign that the quotes, deeds, and thoughts of the bride and groom are clean. In the end, the ritual of Siraman becomes a cultural tradition in which philosophical and religious values are closely contained. Salah satu praktik ritual yang lahir turun temurun sejak puluhan tahun silam yakni ritual siraman. Siraman adalah ritual yang dilaksanakan pada perayaan pernikahan pengantin dalam adat jawa. Siraman ini merupakan simbolis yang bermakna mampu membersihkan hal-hal yang negatif baik fisik ataupun mental pengantin sebelum dilaksanakan nya ijab qobul. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah, religiusitas dan konsep ritual siraman pengantin dalam adat Jawa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik conten analysis. Disamping untuk penyucian diri, siraman ataupun mandi bermakna pengantin meminta petunjuk dan keselamatan kepada sang khaliq untuk kehidupan keduanya setelah menikah. Selama siraman berlangsung, dilantunkan doa-doa kebaikan untuk kedua pengantin. Siraman ini juga menjadi tanda agar perkataan, perbuatan, maupun pikiran kedua pengantin bersih. Pada akhirnya, ritual siraman menjadi sebuah tradisi budaya yang didalamnya terkandung erat nilai filosofis dan nilai agama.
MANAJEMEN RUMAH TAHFIDZ HIDAYATUL ATHFAL KALI BENING KECAMATAN TUGUMULYO DALAM MENINGKATKAN MINAT SANTRI MENGHAFAL AL-QURAN Purna Irawan; Meilida Eka Sari; Depi Putri; Dwi Noviana Komsi; Muhammad Ikrom
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 1 (2022): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Santri yang belajar di rumah tahfidz Hidayatul Athfal Kali Bening Kecamatan Tugumulyo adalah santri yang masih sekolah di lembaga pendidikan umum. Dalam kesehariannya mereka harus berusaha dengan lebih keras agar sukses dalam sekolah dan sukses dalam menghafal. Dugaan sementara tentang manajemen atau strategi menghafal Al-Qur’an yang ada di rumah tahfidz Hidayatul Athfal yang belum dijalani dengan istiqomah, ahirnya mengakibatkan lambat proses hafalannya, atau juga berpengaruh dengan seringnya ganti pengasuh / guru pengajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang minat santri dengan belajar dirumah tahfidz dan penelitian tersebut harapanya memberikan manfaat kepada pembaca untuk menambah keilmuan tentang manajemen rumah tahfidz dalam meningkatkan minat menghafal santri. Adapun yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskreptif-kualitatif. Hasil dari penelitian ini dimana Manajemen di Rumah Tahfidz Hidayatul Athfal terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan terdiri dari perencanaan filrrasi, perencanaan 5W 1H, perencanaan berdasarkan waktu, perencanaan strategis. Pengorganisaian terdiri dari pemimpin, sumber daya manusia dan sistem. Pelaksanaan juga terdiri dari motivasi, komunikasi, kepemimpinan. Sedangkan pengawasan terdiri daripengawasan Rumah Tahfidz, tipe pengawasan, tahap pengawasan. Adapun pendukung dari dalam, para pengurus dan para asatidznya sangat semangat dan mempunyai tujuan yang sama dalam melaksanakan visi dan misi dan program kegiatan Rumah Tahfidz, Para pengurus dan para asatidznya sudah mempunyai pemasukan penghasilan sendiri-sendiri di luar Rumah Tahfidfz, sarana dan prasarananya sudah ada, para santrinya lumayan banyak, pengurusnya sudah mempunyai fasilitas sendiri seperti kendaraan roda empat dan alat komunikasi.
AYAT –AYAT TENTANG UJIAN PERSPEKTIF SYEIKH IMAM NAWAWI ( KAJIAN TEMATIK DALAM TAFSIR AL-MUNIR ) Agus Mukmin; Agussalim Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.619

Abstract

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah merasakan sesuatu kondisi yang tidak diinginkannya seperti musibah, masalah, rasa khawatir bahkan ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Pada kondisi lain, manusia juga merasakan saat dimana jiwanya tenang, jauh dari masalah dan berlimpah rezeki. Dua keadaan manusia yang berbeda ini adalah sunnatullah. Itu artinya semua itu merupakan bagian dari pada ujian yang Allah swt berikan kepada umatNya untuk melihat siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mencari makna ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia, sekaligus untuk mengetahui apa dan bagaimana ujian itu berlangsung dan bentuk-bentuk ujian dalam pandangan Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani melalui karya monumentalnya yaitu Mirahu Labid li Kasyfi Ma’na Qur’an Majid atau yang lebih popular dengan nama tafsir Al-Munir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tematik (Maudu’i) yang mana mengarah kepada satu tema yaitu ujian dengan sumber data primer Tafsir Marah Labid atau Tafsir Al-Munir karya Imam Nawawi Al-Bantani dan data sekunder dari beberapa buku dan karya ilmiah yang membahas tentang ujian Allah SWT kepada manusia. Hasil penelitian ini berdasarkan dari beberapa term di dalam al-Qur’an yang mempunyai arti yang sama yaitu ujian, yang mana term tersebut seperti buliya, mahana, dan fitnah. Kata Buliya disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 35 kali dan kata Mahana, disebutkan sebanyak 2 kali dan kata Fitnah yang berartikan ujian disebutkan 5 kali. Dari penelitian ini Imam Nawawi menjelaskan berbagai bentuk ujian seperti rasa takut dan khawatir, rasa lapar, kekurangan harta, penyakit hingga kehilangan nyawa. Selain itu juga dijelaskan bahwa ujian tidak hanya bermacam seperti tersebut tadi tapi juga berupa kesenangan duniawi seperti nikmat rezeki yang luas, umur dan lainnya. Adapun tujuan dari ujian tersebut menurut Imam Nawawi Al-Bantani adalah untuk mendorong manusia untuk bertaqwa kepada Allah swt dan mendorong manusia agar selalu membersihkan hati dan menjadikan manusia beriman sehingga diketahui siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur.
DAMPAK KECANDUAN BELANJA ONLINE YANG DIALAMI GENERASI MUDA TERHADAP IKLAN FLASH SALE SHOPEE DI TELEVISI DI ERA PASCA PANDEMI COVID 19 Erwin Rochmansyah; Depi Putri; Muhammad Ikrom; Wawan Sopiyan
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.621

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat dalam melakukan interaksi sosial melalui internet khusunya aktivitas penggunaan komunikasi massa seperti media televisi sering digunakan pada masa pandemi Covid-19. Adanya physical distancing, pembatasan sosial dan penerapan protokol kesehatan membuat masyarakat lebih memilih untuk memanfaatkan internet sebagai pendukung pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Gaya hidup yang dirasakan oleh masyarakat saat ini adalah gaya hidup konsumtif karena banyaknya media massa yang turut campur dalam membentuk konstruksi gaya hidup dalam masyarakat. Dengan prinsip masyarakat Indonesia yang masih banyak menganut ideologi patriarki, tentu menempatkan perempuan sebagai seorang yang dengan mudah dipengaruhi oleh permainan kapitalisme. Hasil dari kontruksi gaya hidup ibu rumah tangga Melalui penelitian ini, melihat bahwa bagaimana penerimaan Ibu rumah tangga terhadap tayangan iklan flash sale Shopee di televisi di era pandemi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian reception analysis. Hasil dari penelitian ini adalah Generasi Muda (laki-laki dan perempuan) masih dijadikan sebagai sebuah objek bahkan target sasaran dari industri kapitalis dengan adanya penerimaan dari perempuan terhadap budaya konsumerisme melalui perilaku konsumtif belanja online. Sedangkan media sampai saat ini masih menjadi alat yang digunakan untuk menjadikan kiblat informasi.

Page 2 of 2 | Total Record : 18