Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober"
:
12 Documents
clear
Anwāʽ al-Khabar wa Istikhdāmuhū fī Kitāb ʽAqīdah al-ʽAwwām: Dirāsah Naḥwiyah
Aimmatun Nihayati
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.123 KB)
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.111-127
Mengenai ketersinambungan antara ilmu nahwu terhadap kitab-kitab berbahasa Arab, sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang susunan kalimat seperti mubtada’ khabar, fi’il fa’il maf’ul atau dhamir-dhamir yang kembali pada fi’il, na’at man’ut, dan yang lain sebagainya. Penelitian ini mengkaji kitab Aqidah al-Awwam dari segi nahwu, yaitu khabar dan macam-macamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara meneliti isi teks kitab kemudian mendeskripsikan dan mengklasifikasikan serta menjelaskan macam-macamnya khabar yang terdapat dalam kitab Aqidah al-Awwam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khabar dalam kitab Aqidah al-Awwam ada 68 khabar, sedangkan macam-macam khabar yang terdapat dalam kitab Aqidah al-Awwam yaitu khabar mufrad musytaq sebanyak 13, khabar mufrad jamid sebanyak 26, khabar jumlah ismiyah sebanyak 1, khabar jumlah fi’liyah sebanyak 9, khabar syibhul jumlah 19. Sedangkan penggunaan khabar dalam kitab Aqidah al-Awwam yaitu dzikru, taqdim al-khabar, jumlah ismiyah, jumlah fi’liyah, syibhul jumlah dan al-tankir.
Al-Taḥlīl al-Taqābulī Bayn al-Lugah al-ʽArabiyah wa al-Lugah al-Injlīziyah ʽalā Mustawā al-Tafḍīl
Wahidah Wahidah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.533 KB)
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.128-141
Language is the most important thing in human life. Each language has different rules. Like Arabic and English. In this regard, the researcher is interested in discussing the contrastive analysis between Arabic and English, using the isim tafdlil in Arabic and the degree of comparison in English as the object of his research. The researcher uses a contrastive analysis method, with a descriptive approach. That is by comparing Arabic and English and predicting difficulties that may arise in learning the two languages and using linguistics as a tool of analysis. The conclusion of the article is very important to study because it will greatly help the academic community and make it easier for students to understand one of the important language forms, namely isim tafdlil or prepositional level, both in Arabic and English.
Al-Istiʽārah fī Qaṣīdah Simṭ al-Durar: Dirāsah Balāgiyah
Muhammad Taufiq Hidayatullah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.248 KB)
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.142-153
Pengguna bahasa Arab tidak terbatas hanya pada pengungkapan bahasa sederhana dalam memproduksi suatu teks, namun terkadang juga menggunakan variasi-variasi tertentu dalam ilmu balaghah sehingga menjadi menarik dan tentunya mengamdung bias makna yang mendalam dalam setiap pilihan katanya. Di antara pembahasan pokok ilmu balaghah adalah pembahasan tentang isti’arah yang merupakan bagian dari majaz lughawi. Penelitin ini mengkaji kitab Simthu al-Durar yang berisi tentang sejarah hidup Rasulullah saw. dalam bentuk syair yang kemudian dianalisis menggunakan teori isti’arah dalam ilmu balaghah. Penulis menyimpulkan bahwa kasidah Simthu al-Durar banyak mengandung makna majazi yang digunakan untuk memperindah gaya bahasa. Penulis juga menyebutkan macam-macamnya, seperti isti’arah tashrihiyah, makaniyah, ashliyah, tab’iyah, murasyahah, mujarradah, dan mutlaqah.
Al-Ḥikmah fī Khuṭbah Ilā al-Ṭullāb li al-Imām Ḥasan al-Bannā
M. Zainal Abidin
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.739 KB)
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.154-163
Salah satu medium yang kerap digunakan oleh orang Arab dalam menyampaikan gagasan ataupun dakwahnya dalam bentuk verbal adalah khotbah. Para sastrawan, memasukkan khotbah dalam bagian karya sastra prosa (natsr) yang sangat berpotensi dalam menyampaikan pesan-pesan hikmah kepada orang lain. Hasan al-Banna seorang tokoh dan pemikir Arab sering menggunakan khotbah sebagai suatu medium dakwah kepada gagasan-gagasannya tentang Islam. Bahkan, banyak khotbah beliau yang telah dibukukan dan sangat terkenal hingga saat ini, di antaranya adalah khotbah yang berjudul Ilaa al-Thullab (kepada mahasiswa) yang terdapat dalam kitab Majmu’ah al-Rasail. Artikel ini mencoba meneliti khotbah Imam Hasan al-Banna tersebut dari sisi hikmah yang terkandung di dalamnya. Melalui metode penelitian instrinsik dalam khotbah, dapat disimpulkan bahwa pada khotbah tersebut terdapat banyak sekali hikmah yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup dan semangat berdakwah yang semua itu mencakup aspek kehidupan yang paling asasi, yakni agama, sosial dan politik.
Ḥurriyyah al-Mar’ah fī Qiṣṣah Wardah al-Hānī li Jibrān Khalīl Jibrān: Dirāsah al-Adab al-Ijtimāʽī
Annisaa Sukma Kumala Sari
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.582 KB)
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.164-179
Penelitian ini membahas bentuk kebebasan perempuan untuk menentukan pasangan dalam cerita Wardah al-Hani 1908 karya Khalil Jubran yang merupakan salah satu cerita dari antalogi cerpen al-Arwah al-Mutamarridah. Cerita menggambarkan sebuah bentuk kebebasan perempuan dalam menentukan pasangan hidup. Pada masa sekarang ini, seorang perempuan tidak dapat mengekspresikan kebebasan yang diinginkannya dengan mudah. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teori sosiologi sastra Rene Wellek dan Austin Warren serta tambahan teori feminisme. Tujuan penelitian ini untuk ?endeskripsikan kebebasan wanita dalam hal menentukan pasangan hidup yang terdapat pada teks Wardah al-Hani.
Al-Kalām al-Insyā’ī al-Ṭalabī fī Kitāb Mukhtār al-Aḥādīṡ al-Nabawiyah wa al-Ḥikam al-Muḥammadiyah
Dwiki Hari Wijaya
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (531.95 KB)
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.180-205
Mukhtar al-Ahadits merupakan salah satu kitab yang disusun oleh Sayyid Ahmad al-Hasyimi. Kitab ini memiliki peranan yang penting bagi umat Islam, sebab di dalamnya berisi hadis-hadis pilihan yang paling mendasar berkaitan kehidupan umat Islam. Penelitian ini membahas tentang kalam insya’i thalabi dalam Mukhtar al-Ahadits yang berfokus pada macam-macam dan makna-maknanya. Dengan metode deskriptif kualitatif, dan melalui pendekatan stilistika Arab, penulis memperoleh beberapa data yang mengacu pada kesimpulan bahwa dalam Mukhtar al-Ahadits terdapat beberapa ragam kalam insya’i thalabi, di antaranya amar, nahi, istifham, nida’ dan tamanni.
Anwāʽ al-Khabar wa Istikhdāmuhū fī Kitāb ʽAqīdah al-ʽAwwām: Dirāsah Naḥwiyah
Nihayati, Aimmatun
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.111-127
Mengenai ketersinambungan antara ilmu nahwu terhadap kitab-kitab berbahasa Arab, sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang susunan kalimat seperti mubtada’ khabar, fi’il fa’il maf’ul atau dhamir-dhamir yang kembali pada fi’il, na’at man’ut, dan yang lain sebagainya. Penelitian ini mengkaji kitab Aqidah al-Awwam dari segi nahwu, yaitu khabar dan macam-macamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara meneliti isi teks kitab kemudian mendeskripsikan dan mengklasifikasikan serta menjelaskan macam-macamnya khabar yang terdapat dalam kitab Aqidah al-Awwam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khabar dalam kitab Aqidah al-Awwam ada 68 khabar, sedangkan macam-macam khabar yang terdapat dalam kitab Aqidah al-Awwam yaitu khabar mufrad musytaq sebanyak 13, khabar mufrad jamid sebanyak 26, khabar jumlah ismiyah sebanyak 1, khabar jumlah fi’liyah sebanyak 9, khabar syibhul jumlah 19. Sedangkan penggunaan khabar dalam kitab Aqidah al-Awwam yaitu dzikru, taqdim al-khabar, jumlah ismiyah, jumlah fi’liyah, syibhul jumlah dan al-tankir.
Al-Taḥlīl al-Taqābulī Bayn al-Lugah al-ʽArabiyah wa al-Lugah al-Injlīziyah ʽalā Mustawā al-Tafḍīl
Wahidah, Wahidah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.128-141
Language is the most important thing in human life. Each language has different rules. Like Arabic and English. In this regard, the researcher is interested in discussing the contrastive analysis between Arabic and English, using the isim tafdlil in Arabic and the degree of comparison in English as the object of his research. The researcher uses a contrastive analysis method, with a descriptive approach. That is by comparing Arabic and English and predicting difficulties that may arise in learning the two languages and using linguistics as a tool of analysis. The conclusion of the article is very important to study because it will greatly help the academic community and make it easier for students to understand one of the important language forms, namely isim tafdlil or prepositional level, both in Arabic and English.
Al-Istiʽārah fī Qaṣīdah Simṭ al-Durar: Dirāsah Balāgiyah
Hidayatullah, Muhammad Taufiq
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.142-153
Pengguna bahasa Arab tidak terbatas hanya pada pengungkapan bahasa sederhana dalam memproduksi suatu teks, namun terkadang juga menggunakan variasi-variasi tertentu dalam ilmu balaghah sehingga menjadi menarik dan tentunya mengamdung bias makna yang mendalam dalam setiap pilihan katanya. Di antara pembahasan pokok ilmu balaghah adalah pembahasan tentang isti’arah yang merupakan bagian dari majaz lughawi. Penelitin ini mengkaji kitab Simthu al-Durar yang berisi tentang sejarah hidup Rasulullah saw. dalam bentuk syair yang kemudian dianalisis menggunakan teori isti’arah dalam ilmu balaghah. Penulis menyimpulkan bahwa kasidah Simthu al-Durar banyak mengandung makna majazi yang digunakan untuk memperindah gaya bahasa. Penulis juga menyebutkan macam-macamnya, seperti isti’arah tashrihiyah, makaniyah, ashliyah, tab’iyah, murasyahah, mujarradah, dan mutlaqah.
Al-Ḥikmah fī Khuṭbah Ilā al-Ṭullāb li al-Imām Ḥasan al-Bannā
Abidin, M. Zainal
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.154-163
Salah satu medium yang kerap digunakan oleh orang Arab dalam menyampaikan gagasan ataupun dakwahnya dalam bentuk verbal adalah khotbah. Para sastrawan, memasukkan khotbah dalam bagian karya sastra prosa (natsr) yang sangat berpotensi dalam menyampaikan pesan-pesan hikmah kepada orang lain. Hasan al-Banna seorang tokoh dan pemikir Arab sering menggunakan khotbah sebagai suatu medium dakwah kepada gagasan-gagasannya tentang Islam. Bahkan, banyak khotbah beliau yang telah dibukukan dan sangat terkenal hingga saat ini, di antaranya adalah khotbah yang berjudul Ilaa al-Thullab (kepada mahasiswa) yang terdapat dalam kitab Majmu’ah al-Rasail. Artikel ini mencoba meneliti khotbah Imam Hasan al-Banna tersebut dari sisi hikmah yang terkandung di dalamnya. Melalui metode penelitian instrinsik dalam khotbah, dapat disimpulkan bahwa pada khotbah tersebut terdapat banyak sekali hikmah yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup dan semangat berdakwah yang semua itu mencakup aspek kehidupan yang paling asasi, yakni agama, sosial dan politik.