cover
Contact Name
Sofie Yunida Putri
Contact Email
sofie.yunida.ak@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baj@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, 60294, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Behavioral Accounting Journal
ISSN : -     EISSN : 26157004     DOI : https://doi.org/10.33005/baj.v4i2
An objective of Behavioral Accounting Journal (BAJ) is to publish the high quality articles of behavioral accounting research from various paradigm, both mainstream or non mainstream. Specifically, BAJ accepts the articles of behavioral research in the areas: - Financial Accounting - Taxation - Accounting Information System - Accounting for Public Sector or Non-Profit Organizations - Auditing - Managerial Accounting - Capital Market The audiences of BAJ is not only the academicians, but also the graduate students, practitioners, and others interested in business research. This journal accepts the articles in English and Bahasa Indonesia, and published twice in a year, June and December. The primary criterion for publication in BAJ is the significance of the article’s contribution to the literature in behavioral accounting area. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024" : 5 Documents clear
Evolusi Penelitian Accounting Fraud: Analisis Bibliometrik Musfiroh, Luluk; Lina Dwi Mayasari; Dwi Suhartini
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i2.342

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengungkapan tren utama dalam publikasi terkait kecurangan akuntansi, dengan pendekatan yang mencakup pemetaan sumber jurnal, afiliasi institusi, negara asal, serta bidang studi yang relevan. Penelitian ini menggunakan analisis Bibliometrik menggunakan perangkat lunak VOSviewer dalam menganalisis kata kunci. Data yang dianalisis berasal dari basis data Scopus, yang mencakup total 1.331 dokumen yang diterbitkan selama 2000-2024. Hasilnya penelitian pada periode 2000–2010 berfokus pada regulasi dasar seperti Sarbanes-Oxley Act dan penguatan tata kelola perusahaan. Periode 2011–2015 menyoroti akuntansi forensik dan etika bisnis, sementara pada 2016–2024 berfokus pada perkembangan teknologi seperti Big Data Analytics dan Artificial Intelligence mulai digunakan untuk mendeteksi kecurangan, khususnya di sektor kesehatan, asuransi, dan investasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya akuntansi forensik, audit, dan regulasi dalam mendeteksi serta mencegah manipulasi keuangan, dengan fokus pada transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan. Namun, pendekatan tradisional masih dominan, sementara pemanfaatan teknologi dan pendekatan multidisiplin masih minim. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu mengintegrasikan inovasi teknologi dan perspektif lintas sektor untuk memahami kompleksitas fenomena ini secara lebih komprehensif.   Accounting fraud poses a significant threat to financial integrity and organizational governance. Despite the rapid growth of research on accounting fraud since 2000, gaps remain in understanding this phenomenon, particularly in specific sectors and through multidisciplinary approaches. This study focuses on uncovering key trends in publications related to accounting fraud, utilizing a mapping approach that includes journal sources, institutional affiliations, countries of origin, and relevant fields of study. This research employs bibliometric analysis by evaluating keyword usage patterns through co-occurrence analysis. The analyzed data is sourced from the Scopus database, having undergone a series of selection processes, comprising a total of 1,331 documents published between 2000 and 2024. Research on accounting fraud from 2000 to 2024 highlights the importance of forensic accounting, auditing, and advanced regulations in detecting and preventing financial manipulation, with a focus on the healthcare, insurance, and commercial sectors to ensure transparency, accountability, and financial reporting integrity. However, research on accounting fraud during this period remains limited to traditional approaches and certain fields, with minimal utilization of advanced technologies and multidisciplinary approaches to understand the complexity of this phenomenon across various sectors.
Asset Growth and Firm Performance: The Moderating Role of Asset Utilization Rizka, Nor Rahma; Ulfida, Deafatunnizwa
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i2.352

Abstract

The issue of how asset growth influences firm performance remains a critical topic in corporate finance, particularly concerning the role of asset utilization in maximizing the impact of asset investments. This study aims to examine the direct effect of asset growth on firm performance and assess the moderating role of asset utilization in this relationship. Employing a Moderated Regression Analysis (MRA) on empirical data, the study reveals that asset growth positively and significantly affects firm performance, indicating that increased investment in assets enhances operational efficiency and financial outcomes. Moreover, asset utilization is found to significantly moderate this relationship, suggesting that firms with higher efficiency in utilizing their assets can further amplify the positive effects of asset growth on performance. These findings provide both theoretical and practical contributions. Theoretically, the study emphasizes the importance of asset utilization as a critical factor that strengthens the asset growth–performance linkage, addressing a gap in the existing literature. Practically, the results highlight the need for managers to not only pursue asset growth but also optimize asset utilization to achieve better financial outcomes. Policymakers can use these insights to design regulations that incentivize efficient asset management practices, contributing to sustainable corporate economic growth.   Masalah mengenai bagaimana pertumbuhan aset memengaruhi kinerja perusahaan tetap menjadi salah satu topik penting dalam keuangan perusahaan. Secara khusus, peran efisiensi pemanfaatan aset dalam memaksimalkan dampak investasi menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung pertumbuhan aset terhadap kinerja perusahaan serta mengevaluasi peran moderasi dari pemanfaatan aset dalam hubungan tersebut. Dengan menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA) pada data empiris, hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan investasi pada aset dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pemanfaatan aset secara signifikan memoderasi hubungan tersebut, di mana perusahaan yang lebih efisien dalam menggunakan asetnya mampu memperkuat pengaruh positif pertumbuhan aset terhadap kinerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, studi ini memperkaya literatur dengan menyoroti pentingnya efisiensi pemanfaatan aset sebagai faktor yang memperkuat hubungan antara pertumbuhan aset dan kinerja perusahaan, sekaligus mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya. Secara praktis, temuan ini menjadi acuan bagi manajer untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga memastikan bahwa aset yang dimiliki digunakan secara optimal untuk menghasilkan kinerja keuangan yang maksimal. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan untuk merancang regulasi yang mendorong efisiensi pengelolaan aset, sehingga mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Peran Penggunaan Financial Technology, Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan terhadap Tingkat Anak Putus Sekolah Mulyadi, Wahyu; Husen, Achmad; Suparno; Fadhilah, Nur Hidayah K; Bahri, Nur Alim
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i2.354

Abstract

This study aims to analyse the role of Financial Technology (FinTech), digital financial literacy, and financial inclusion in reducing school dropout rates in Indonesia. FinTech provides innovative financial solutions, such as microloans and digital payments, that can enhance educational access for low-income families. However, the low level of digital financial literacy, particularly in rural areas, poses a challenge to fully leveraging FinTech's potential. Additionally, financial inclusion, such as access to savings and educational loans, plays a critical role in sustaining children's education. This research employs a quantitative approach with a correlational design, utilising data from BPS, Kemendikbudristek, AFTECH, and OJK. The findings indicate that FinTech, supported by adequate financial literacy and broader financial inclusion, has a significant impact on reducing dropout rates. These results offer strategic implications for public policy to promote digital financial literacy and expand access to formal financial services as part of efforts to support inclusive education.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Financial Technology (FinTech), literasi keuangan digital, dan inklusi keuangan dalam mengurangi tingkat anak putus sekolah di Indonesia. FinTech memberikan solusi keuangan inovatif seperti pinjaman mikro dan pembayaran digital yang dapat meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Namun, rendahnya literasi keuangan digital di masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, menjadi tantangan dalam memanfaatkan potensi FinTech secara optimal. Selain itu, inklusi keuangan seperti akses ke tabungan dan pinjaman pendidikan memainkan peran penting dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, memanfaatkan data dari BPS, Kemendikbudristek, AFTECH, dan OJK. Hasilnya menunjukkan bahwa FinTech, jika didukung dengan literasi keuangan yang memadai dan inklusi keuangan yang lebih luas, memiliki dampak signifikan dalam mengurangi angka putus sekolah. Temuan ini memberikan implikasi strategis untuk kebijakan publik dalam mendorong literasi keuangan digital dan memperluas akses layanan keuangan formal sebagai upaya mendukung pendidikan yang inklusif.
Determinasi Kebijakan Hutang di Industri Farmasi Indonesia: Peran Free Cashflow, Kepemilikan, Likuiditas, dan Profitabilitas Fa'iz, Muhammad; Romaisyah, Luqita
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i2.363

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kebijakan hutang berdampak pada likuiditas, profitabilitas, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional pada perusahaan subsektor farmasi di Indonesia.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan subsektor farmasi periode 2019-2023.  45 sampel total digunakan dalam penelitian ini, dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan diolah menggunakan program SPSS.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap kebijakan hutang, tetapi kepemilikan manajerial dan institusional berpengaruh positif. Free cash flow dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang.  Karena mereka memiliki kemampuan yang luar biasa dalam manajemen risiko, perusahaan yang ingin berkembang dapat melibatkan manajer dan institusi di dalam kepemilikan sahamnya. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur tentang struktur modal dengan menguji pengaruh faktor-faktor internal Perusahaan. Studi ini juga memberikan dukungan empiris terhadap teori keagenan dan teori pecking order, serta menguji relevansi kedua teori tersebut dalam pengambilan keputusan pembiayaan perusahaan di pasar negara berkembang.   This study seeks to ascertain the effects of debt policy on liquidity, profitability, managerial ownership, and institutional ownership within Indonesian pharmaceutical companies. The employed research methodology is quantitative. This approach employs secondary data derived from the financial statements of pharmaceutical companies for the period of 2019 to 2023. This study utilized 45 samples, which were analyzed through multiple linear regression and processed with SPSS. This study's results demonstrate that profitability adversely affects debt policy, whereas managerial and institutional ownership positively impacts it. Free cash flow and liquidity do not affect debt policy. Due to their exceptional risk management abilities, companies aiming for growth can engage managers and institutions in equity ownership. This study theoretically enhances the literature on capital structure by analyzing the impact of internal corporate factors. It offers empirical validation for agency theory and pecking order theory, while assessing the applicability of both theories to business finance decisions in emerging economies.
Mengungkap Rahasia Kompetensi dan Profesionalisme Pemeriksa Pajak dalam Meningkatkan Kualitas Pemeriksaan Harfadhilah, Putri; Firmansyah, Amrie
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 7 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v7i2.349

Abstract

Efforts to improve the quality of tax audits are a key strategy in optimizing state revenues and encouraging an increase in the tax ratio. This study aims to analyze the effect of competence and professionalism of tax auditors on the quality of audit results, as well as to evaluate the role of the internal control system as a moderating variable. The approach used is quantitative, with primary data obtained from 47 tax auditors assigned to the South Sumatra and Bangka Belitung Islands Regional Offices of the Directorate General of Taxes. The analysis was conducted using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The results of the study indicate that competence has a positive and significant effect on audit quality, while professionalism does not show a significant effect. In addition, the internal control system was not proven to moderate the relationship between competence and professionalism on audit quality. These findings highlight the importance of improving competence through education, technical training, and practical experience to produce quality tax audits. This study recommends the need for a comprehensive evaluation of the internal control system by the Directorate General of Taxes in order to strengthen the effectiveness of tax audit implementation.   Peningkatan kualitas hasil pemeriksaan pajak merupakan langkah strategis dalam optimalisasi penerimaan negara melalui peningkatan tax ratio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan profesionalisme pemeriksa pajak terhadap kualitas hasil pemeriksaan pajak dengan sistem pengendalian internal sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data primer dari 47 pemeriksa pajak di Kantor Wilayah DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pemeriksa pajak memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas hasil pemeriksaan, sedangkan profesionalisme tidak memberikan pengaruh signifikan. Selain itu, sistem pengendalian internal tidak memoderasi hubungan antara kompetensi dan profesionalisme dengan kualitas hasil pemeriksaan pajak. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan kompetensi pemeriksa pajak melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman praktis untuk memastikan kualitas pemeriksaan yang lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan Direktorat Jenderal Pajak untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal secara komprehensif guna mendukung proses pemeriksaan yang lebih efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5