cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2023): November" : 7 Documents clear
MENDIALOGKAN INJIL DAN BUDAYA: “Hospitalitas Kristen dalam Tradisi Sorongan Sepu’ di Toraja” Papalagi, Yogaste La'te; Assi, Asrianto Asril; Bawan, Yustus Abner
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.98

Abstract

This article discusses the value of Christian hospitality in the Sorongan Sepu' tradition in Toraja. Sorongan Sepu' is a practice that involves welcoming and serving guests by handing them a small bag or sepu' containing food at the Rambu Solo' and Rambu Tuka' ceremonies. The research method used is a qualitative ethnographic model approach with data collection techniques through observation, interviews and literature study. Research findings show that the values of Christian hospitality in the Sorongan Sepu' tradition include friendliness, openness, solidarity, kinship, tolerance and respect. These values are aspects of inclusive life amidst the reality of the multicultural and pluralistic Toraja society.Artikel ini membahas tentang nilai hospitalitas Kristen dalam tradisi Sorongan Sepu’ di Toraja. Sorongan Sepu’ merupakan praktik yang melibatkan penyambutan dan pelayanan terhadap tamu dengan menyodorkan tas kecil atau sepu’ yang berisi pangngan pada upacara rambu solo’ maupun rambu tuka’. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif model etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wancara dan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai hospitalitas Kristen dalam tradisi Sorongan Sepu’ diantaranya keramahan, keterbukaan, solidaritas, kekerabatan, toleransi dan penghargaan. Nilai tersebut meruakan aspek-aspek hidup yang inklusif di tengah kenyataan masyarakat Toraja yang multikultur dan majemuk. Kata kunci: Medialogue; Christian Hospitality, Sepu's Encouragement
Studi Hermeneutik Feminis Terhadap Kisah Abigail dan Implikasinya bagi Ibu Rumah Tangga Rosnaminarti, Rosnaminarti; Putri, Eltin Srikarni; Algita, Nansi
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.90

Abstract

This article aims to change perspectives on the role and position of a housewife. The author examines this problem related to subordination and discrimination against housewives. The author chose the story of Abigail in 1 Samuel 25:2-44 as study material. The author uses a hermeneutic-feminist approach from Elizabeth Schussler Fiorenza. The author found that Abigail became reflective material for encouraging equality between men and women by involving women in decision making and participating in public spaces. However, the church must also empower men and women through equal access to education. The author hopes that this article can encourage the church to emphasize complete equality between men and women, starting from education, freedom of opinion, and participation in public spaces.Abstrak:Masalah dalam artikel ini adalah subordinasi dan diskriminasi yang terjadi kepada ibu rumah tangga. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengubah perspektif terhadap peran dan kedudukan seorang ibu rumah tangga. Peneliti memilih kisah Abigail dalam 1 Samuel 25:2-44 sebagai bahan kajian. Peneliti menggunakan pendekatan hermeneutik-feminis dari Elizabeth Schussler Fiorenza. Peneliti menemukan bahwa Abigail menjadi bahan reflektif untuk mendorong kesetaraan laki-laki dan perempuan, memberikan ruang kebebasan bagi perempuan untuk berpendapat, melepaskan istri dari kekangan suaminya, serta memberi ruang jika sewaktu-waktu hendak berpartisipasi di ruang publik. Peneliti berharap tulisan ini dapat mendorong gereja menekankan kesetaraan yang utuh antara laki-laki dan perempuan.. Kata Kunci: 1 Samuel 25, Abigail, hermeneutik feminis, ibu rumah tangga
Upaya Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pembentukan Karakter Siswa Usia 12 Tahun Sumayku, Jefri N
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.112

Abstract

This article is written to describe concretely what efforts are made by Christian Religious Education teachers in shaping the character of 12-year-old students. This topic is reviewed based on the age of 12 years, which is the age at which these students will become teenagers. Therefore, it is important to lay the foundation of correct character through the path of Christian religious education. In working on this paper, researchers use a literature study approach by asking two formulations of research questions. What qualifications should PaK teachers have for shaping student character? And what kind of efforts do PAK teachers make to build student character? The findings of this study are that PAK teachers should have an intellect marked by believing in the authority of scripture and themselves become role models in all aspects for students. Surely this will be a model that can be imitated by educators in their character development in accordance with the principles of the truth of God's words.  AbstrakArtikel ini ditulis untuk menguraikan secara kongkrit upaya apa yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter siswa usia 12 tahun. Topik ini diulas didasarkan pada usia 12 tahun merupakan usia dimana para peserta didik ini akan beranjak remaja. Oleh karena itu, penting meletakkan fondasi karakter yang benar melalui jalur Pendidikan Agama Kristen. Di dalam mengerjakan tulisan ini, peneliti menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mengajukan dua rumusan pertanyaan penelitian. Kualifikasi apa seharusnya yang dimiliki guru PaK dalam membentuk karakter siswa? Dan upaya seperti apa yang dilakukan pengajar PAK dalam pembentukan karakter siswa? Temuan dari penelitian ini, pengajar PAK hendaknya memiliki intelektualitas yang ditandai percaya pada otoritas kitab suci, dan dirinya menjadi role model dalam segala aspek bagi murid. Tentunya ini akan menjadi percontohan yang bisa ditiru oleh naradidik dalam pengembangan karakter mereka yang sesuai dengan prinsip kebenaran firman Tuhan. Kata Kunci: Guru, Peserta didik, Pendidikan Agama Kristen
Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Remaja Kristen di Era Kontemporer Gea, Erniwati; Waruwu, Anwar Three Millenium; Novalina, Martina; Rohy, Ampinia Rahap Wanyi
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.89

Abstract

The education of adolescent character plays a significant role in shaping a future generation that is robust and responsible. In this contemporary era, replete with various challenges, sturdy character and strong moral values stand as essential foundations required by Christian adolescents. The church assumes a strategic role in ensuring the balanced and ethical development of adolescent character. This research aims to analyze the church's contribution as an effective partner for parents in molding adolescent character, as well as how character education within the church can cater to the individual needs of each adolescent in the contemporary era. The methodology employed in this study is a literature review, involving the extraction of information from diverse literary sources such as books, documents, magazines, journals, and newspaper publications. The research findings indicate that the roles of the church, family, and community are paramount in providing support, education, and guidance to Christian adolescents in facing challenges like technological influence and negative temptations. Collaboration between the church, family, school, and relevant institutions emerges as the linchpin in shaping the character of Christian adolescents. Through a pertinent and inclusive approach, Christian adolescents can grow in faith and become stalwart successors for the nation and the church in the future. Abstrak:Pendidikan karakter remaja memegang peran penting dalam membentuk generasi masa depan yang kuat dan bertanggung jawab. Di era kontemporer yang penuh dengan berbagai tantangan, karakter yang kokoh dan nilai-nilai moral yang kuat adalah fondasi utama yang dibutuhkan oleh remaja Kristen. Gereja memiliki peran strategis dalam memastikan pertumbuhan karakter remaja yang seimbang dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi gereja sebagai mitra efektif bagi orang tua dalam membentuk karakter remaja, serta bagaimana pendidikan karakter di gereja dapat memenuhi kebutuhan individu masing-masing remaja di era kontemporer. Metode kajian pustaka digunakan dalam penelitian ini, dengan menggali informasi dari berbagai sumber literatur seperti buku, dokumen, majalah, jurnal, dan publikasi surat kabar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran gereja, keluarga, dan komunitas sangat vital dalam memberikan dukungan, pendidikan, dan bimbingan kepada remaja Kristen dalam menghadapi tantangan-tantangan seperti pengaruh teknologi dan godaan-godaan negatif. Kerjasama antara gereja, keluarga, sekolah, dan lembaga terkait menjadi kunci dalam membentuk karakter remaja Kristen. Dengan pendekatan yang relevan dan inklusif, remaja Kristen dapat tumbuh dalam iman dan menjadi penerus yang kuat bagi bangsa dan gereja di masa depan.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Remaja Kristen, Peran Gereja, Era Kontemporer.
Tendensi Sosial di Balik Perumpamaan Unik Lukas: Analisis Tematis Lukas 9:51–19:44 Prabowo, Paulus Dimas; Kalaka, Jhon
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.92

Abstract

This article entitled "Social Tendencies Behind Luke's Unique Parable: Thematic Analysis of Luke 9:51–19:44" is a review to answer the meaning behind the inclusion of Luke's unique parable in chapter 9:51–19:44. This section is interesting because it is a narrative leading up to Jesus' death. The parable in it is similar to the last will of someone who will soon die. Several scholars have proposed various interpretations regarding the meaning of this unique parable. Through thematic analysis and literature study methods, it was found that the unique parable in Luke 9:51–19:44 has a social tendency, where the gospel is related to social equality, social concern, and social consequences. Luke pays more attention to social life in his gospel. AbstrakArtikel berjudul “Tendensi Sosial di Balik Perumpamaan Unik Lukas: Analisis Tematis Lukas 9:51–19:44” ini merupakan sebuah ulasan untuk menjawab makna di balik pencantuman perumpamaan unik Lukas di dalam pasal 9:51–19:44. Bagian ini menarik karena merupakan narasi menjelang kematian Yesus. Perumpamaan di dalamnya berupa wasiat terakhir dari seseorang yang akan segera mati. Beberapa sarjana telah mengusulkan beragam tafsiran mengenai makna perumpamaan unik tersebut.  Melalui metode analisis tematik dan studi literatur, ditemukan hasil bahwa perumpamaan unik dalam Lukas 9:51–19:44 memiliki tendensi sosial, dimana injil berkaitan dengan kesetaraan sosial, kepedulian sosial, dan konsekuensi sosial. Lukas menaruh perhatian yang lebih terhadap kehidupan sosial di dalam Injilnya. 
Disorientasi Seksual dalam Perspektif Etis Teologis: Diskursus Pendidikan Kristen Bagi Remaja Arifianto, Yonatan Alex
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.91

Abstract

The Phenomena that occur in society related to sexual disorientation make headlines in national news portals as public consumption. It can be seen from the unrighteousness towards sexual orientation deviation. What is the role of the church and Christian family towards sexual orientation deviation. The church can provide Christian education to be taught to teenagers who are full of self-discovery and high curiosity related to sexuality. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, the Bible becomes the primary source, it can be concluded that sexual disorientation in a theological ethical perspective must have the correct paradigm and understanding of the correct sexual orientation. Therefore, sexual disorientation education is needed for all sides of life related to physical, spiritual and mental and psychological. Of course, Christian education that provides correct understanding related to sexual disorientation for adolescents. Abstrak:Fenomena yang terjadi dalam masyarakat terkait disorientasi seksual  menjadi berita utama dalam portal berita nasional sebagai konsumsi masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari ketidakbenaran terhadap penyimpangan orientasi seksual. Bagaimana peran gereja dan keluarga Kristen terhadap penyimpangan orientasi seksual. Gereja dapat memberikan pendidikan Kristen untuk diajarkan kepada remaja yang sarat mencari jati diri dan rasa keingintahuan yang tinggi terkait seksualitas. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature,  Alkitab menjadi sumber primer, maka dapat disimpulkan bahwa disorientasi seksual dalam perspektif etis teologis harus memiliki paradigma dan pemahaman yang benar terkait orientasi seksual yang benar. Oleh sebab itu pendidikan disorientasi seksual diperlukan untuk semua sisi kehidupan terkait jasmani, rohani maupun mental dan psikologis. Tentunya pendidikan Kristen yang memberikan pemahaman benar terkait disorientasi seksual  bagi remaja. Kata Kunci: Disorientasi Seksual; Etis Teologis; Diskursus; Pendidikan Kristen; Remaja
Argumentasi Teologis Terhadap Pandangan Para Bidat Tentang Keilahian Yesus Adi, Didit Yuliantono
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i2.102

Abstract

The writing of this scientific work will discuss about theological argument agains the views of heretics regarding the divinity of Jesus. The writing is based on the author observation that recently there have been numerous heresies denying the divinity of Jesus, Which could pose a threat to the Christian Faith. Starting for this issue, the author will employ a qualitative research  method with a literature review approach. The purpose of this writing is to gather as much  data as possible about the heresies that do not acknowledge that Jesus is the Word of God who became flesh. Based on this research, it is found that the presence of these heresies whitin the church  is indeed true and has misled many Christian. This is marked by the rejection of the finality of Jesus. However, Christian Teology clearly evaluated what is expressed by the heretics as an error. The Jesus they teach is a different Jesus. Jesus is the Word of God who has existed since eternity alongside the Father and Holy Spirit. The pre-existence is timeless. He is the creator of the Universe with all is content and has authority over it. Abstrak:Penulisan karya ilmiah ini akan membahas mengenai argumentasi teologis terhadap pandangan para bidat tentang keilahian Yesus. Penulisan ini didasari oleh pengamatan penulis bahwa akhir-akhir ini ditemukan banyak sekali bidat-bidat yang menyangkal keilahian Yesus yang bisa membahayakan iman Kristen. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengumpulkan data sebayak-banyaknya tentang bidat-bidat apa saja yang tidak mengakui bahwa Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Berdasarkan penelitian ini ditemukan fakta bahwa kehadiran bidat-bidat ini ditengah gereja benar adanya dan sudah banyak menyesatkan orang Kristen. Hal ini ditandai adanya penolakan terhadap finalitas Yesus. Akan tetapi teologi Kristen secara jelas menilai apa yang diungkapkan oleh para bidat merupakan sebuah kekeliruan. Yesus yang mereka ajarkan adalah Yesus yang lain. Yesus adalah Firman Allah yang sudah eksis sejak kekekalan bersama dengan Bapa dan Roh Kudus. Praeksitensi Yesus tanpa batas waktu. Dia adalah Pencipta alam semesta dengan segala isinya dan yang berkuasa atasnya. Kata Kunci: perumpamaan; Lukas; sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 7