cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
EFEK INFUSA DAGING BUAH TERUNG UNGU TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIBEBANI GLUKOSA ., Alfian Firdaus
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BackgroundDiabetes melitus is a chronical disease signed by highblood glucose level. Eggplant (Solanum melongena Linn.) is tropical plant,which phytochemicals of its fruit from earlier study had potential effect ashypoglicaemic agents.ObjectiveThe aim of the study was to know the effect of eggplants fruitinfusion on blood glucose level of white rats loaded by glucose comparedwith metformin.MethodThis study was an experiment study with controlled time-seriesdesign used glucose tolerance method. The experiment study used 25male wistar rats which were devided into 5 groups, they were negativecontrol group (aquadest), positive control group (metformin), dose I (5,25g/kgBW) group, dose II (10,5 g/kgBW) group, and dose III (21g/kgBW)groups. First, rats fasted for 18-20 hours, then fasting blood glucose levelwas examined, the next step, rats got 2 times of per-oral administrations,each administration had 30 minutes of time interval. After that, bloodglucose level was observed using Easy Touch glucometer in 0, 15, 30,60, 120 minutes after the second administration. The data was analizedbased on the broad of AUC0-120 with One Way Anova test and Post-HocLSD test.ResultBased on data analysis, there were significant differences ofAUC0-120 between negative control group with positive control group andthree doses group of eggplant fruit (p<0,001), and also between positivecontrol group with dose III group (p=0,036).ConclusionAll doses of eggplant fruit infusion could lower rats bloodglucose level. Dose I (5,25 g/kgBW) and dose II (10,5 g/kgBW) were aseffective as metformin (63 mg/kgBW), whereas dose III (21 g/kgBW) wasless effective than metformin in lowering blood glucose level of rats loadedby glucose.Keywords: Solanum melongena, glucose, hypoglicaemic.1. Medical Study Program, Faculty of Medicine, Tanjungpura
Gambaran dan Hubungan Karakteristik Individu dan Frekuensi Cuci Rambut dengan Kejadian Pediculosis capitis ., Bayu W Ary
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Pediculosis merupakan infeksi kulit pada manusia yang disebabkan oleh parasit Pediculus. Pediculus humanus merupakan parasit obligat yang hidup dengan menghisap darah manusia untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.Penyakit Pediculosis menyerang terutama individu berusia muda dan dapat menyebar secara cepat dan luas dalam lingkungan hidup yang padat. Gatal merupakan gejala utama dari Pediculosis capitis. Faktor yang dicurigai sebagai penyebab Pediculosis capitis adalah frekuensi cuci rambut dan karakteristik individu seseorang. Metode. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian jenis crosssectional. Jumlah sampel sebanyak 193 orang. Variabel bebas penelitian ini adalah frekuensi cuci rambut dan karakteristik individu subjek penelitian sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian Pediculosis capitis pada santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur. Hasil. Sebanyak 73,1% subjek penelitian mencuci rambut dua kali atau lebih dalam seminggu, sebanyak 79,6% berjenis kelamin perempuan, sebanyak 60,2% berambut panjang dan 77,4% bertipe rambut lurus dari total terinfeksi menderita penyakit Pediculosis capitis. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan terdapat hubungan yang bermakna pada variabel jenis kelamin dan panjang rambut individu dengan nilai p<0,05 sementara tidak terdapat hubungan yang bermakna pada variabel tipe rambut dan frekuensi cuci rambut dengan nilai p>0,05. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara panjang rambut dan jenis kelamin individu sementara tidak terdapat hubungan antara frekuensi cuci rambut dan tipe rambut dengan kejadian Pediculosis capitis pada santri putra dan putri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pesantren X Kecamatan Mempawah Timur.
Pengaruh Berbagai Jenis Tanah dan Lumpur Laut terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lidah Buaya sebagai Tanaman Fitomarmaka ., Radian
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman sukulen atau tanaman yang banyak mengandung air yang secara tradisional digunakan untuk penyubur rambut, penyembuh luka dan perawatan kulit.  Namun belakangan ini menjadi semakin populer karena manfaatnya yang semakin luas diketahui yakni sebagai sumber penghasil bahan baku untuk aneka produk seperti industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jenis tanah (T) dan faktor dosis lumpur laut (L) Hasil. Berdasarkan hasil analisis keragaman pada semua variabel pengamatan, pengaruh lumpur laut terhadap pertumbuhan tanaman lidah buaya pada tanah gambut, alluvial dan PMK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, lebar pelepah, berat pelepah, volume akar dan panjang akar, namun tidak berbesa nyata terhadap jumlah pelepah. Kesimpulan. Penggunaan jenis tanah gambut dan pemberian lumpur laut dalam media tanam mampu meningkatkan tinggi tanaman, berat pelepah dan panjang akar, sedangkan pemberian lumpur 10% mampu meningkatkan lebar pelepah, dan jumlah pelepah
Hubungan Kecerdasan Emosional terhadap Nilai Ujian Sumatif Modul Penginderaan pada Mahasiswa FK UNTAN ., Argunmas
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Ujian sumatif adalah ujian tertulis untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa kedokteran dalam memahami materi modul.  Untuk mendapatkan nilai ujian yang baik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kecerdasan emosional. Mahasiswa dengan kecerdasan emosional yang baik memiliki hubungan sosial yang baik, mengetahui keadaan emosional dirinya dan pandai dalam mengartur emosinya serta memiliki motivasi untuk berhasil. Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi analitik observasional jenis cross-sectional. populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2015 dengan jumlah sampel 41 mahasiswa. Kecerdasan emosional diukur menggunakan kuesioner dengan 30 pertanyaan. Hasil. Pada uji korelasi product moment didapatkan nilai p 0,001 (p<0,05) dan nilai korelasi pearson 0,484 yang menunjukkan penelitian ini memiliki hubungan korelasi positif dengan kekuatan korelasi cukup kuat. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan nilai ujian sumatif modul pengindraan mahasiswa Prodi Pendidikan Kedokteran tahun Universitas Tanjungpura. Terdapat hubungan kecerdasan emosional dalam aspek motivasi, empati dan pengaturan emosi terhadap nilai ujian sumatif modul pengindraan mahasiswa Prodi Pendidikan Kedokteran tahun Universitas Tanjungpura.
PENGARUH KONSUMSI ASPARTAM TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN GANGGUAN TOLERANSI GLUKOSA PADA TIKUS GALUR WISTAR ., Joshua Alvin Ariadi
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Aspartam merupakan salah satu dari non-caloric artificialsweetener (NAS) yang banyak digunakan dalam produk pangan. Aspartambanyak digunakan karena sifatnya yang rendah kalori, sehingga orangorangdengandiabetesseringmenggunakanaspartam.Penelitianterbarumenunjukkanbahwaaspartamdapatmenyebabkanpeningkatanglukosadarahpuasa dan intoleransi glukosa. Tujuan: Mengetahui pengaruhkonsumsi aspartam terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) dan hasiltes toleransi glukosa oral (TTGO) pada tikus (Rattus norvegicus) jantangalur wistar. Metode: Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompokakuades, kelompok glukosa dan kelompok aspartam. Setiap perlakuandilakukan selama 5 minggu. Pada akhir perlakuan, darah tikus diambiluntuk mengukur kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral.Hasil pengukuran akan dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil:Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kadar glukosa darah puasa danhasil tes toleransi glukosa oralantara kelompok perlakuan dan kelompokkontrol. Kesimpulan: Konsumsi aspartam tidak menyebabkan peningkatanbermakna pada kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oralpada tikus galur wistar.Kata Kunci: Aspartam, Kadar Glukosa Darah Puasa, Tes ToleransiGlukosa Oral

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura More Issue