cover
Contact Name
Izzul Fatawi
Contact Email
admin@iainh.ac.id
Phone
+6281805771153
Journal Mail Official
ejournal@iainh.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ekonomi Islam, Institut Agama Islam Nurul Hakim Jl. TGH. Abdul Karim No. 01, Kecamatan Kediri, 83362
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman
ISSN : -     EISSN : 27980545     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
Jurnal Muslimpreneur merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi Islam Institut Agama Islam (IAI) Nnurul Hakim. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Pada terbitan kali ini, jurnal Muslimpreneur menerbitkan enam penelitian dari praktisi dan akademisi.
Articles 50 Documents
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2019 Zamroni Alfian Muhtarom
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 1 No. 2 (2021): Muslimpreneur
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.532 KB)

Abstract

Tujuan penelitian in iuntuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Struktur Kepemilikan (Managerial, Institusional, Asing) dan Struktur Modal (Debt Ratio dan Debt to Equity Ratio) terhadap kebijakan dividen yang dibagikan oleh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan perusahaan manufaktur dari periode 2015-2016, yaitu sebanyak 144 perusahaan. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dari populasi sehingga variable yang digunakan sebanyak 94 perusahaan. Variable dalam penelitian yaitu: variabel bebas meliputi MNGR, INST, FORG, DR, dan DER. Sedangkan untuk variabel terikatnya adalah Kebijakan Dividen (DPR). Berdasarkan hasil penelitian diketahui secara parsial, MNGR, FORG, dan DR berpengaruh positif signifikan terhadap DPR, sedangkan INST dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap DPR. Hasil uji simultan menunjukkan terdapat pengaruh antara MNGR, INST, FORG, DR, dan DER secara bersama-sama terhadap kebijakan dividen (DPR).
Islamic Economic Development Strategy According to Adiwarman Azwar Karim Musa
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2022): Muslimpreneur
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adiwarman Azwar Karim is one of the experts in the field of Islamic economics so that he is included in the list of fundamentalist Muslim thinkers. His contribution to the development of Islamic banking and economics in Indonesia is not only as a practitioner, but also as an academic. The method in this study is a qualitative literature review. The Islamic economic development strategy that he designed has three levels, namely Islamic economic theory, Islamic economic system, and Muslim economy. The three levels refer to the components of language, discourse, main actors, and arguments related to the development of Islamic economics. When one of these levels is not achieved, it will not result in the establishment of Islam in the economic field. A strong Islamic economic theory without the implementation of the system will not have an impact on economic life.
SIAPKAH UUS UNTUK SPIN-OFF? ANALISIS KINERJA KEUANGAN UUS DI INDONESIA Achmad Jufri dkk
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2022): Muslimpreneur
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Unit Usaha Syariah (UUS) di Indonesia dalam hal kesiapannya menuju kewajiban spin-off yang berakhir pada tahun 2023. Konsekuensi bagi UUS yang tidak patuh atau belum siap adalah pencabutan izin operasional yang berarti akan mengurangi market share perbankan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder yang diambil dari laporan keuangan masing-masing UUS di Indonesia. Data yang di analisis meliputi kriteria aset menurut BI terkait spin-off dan kinerja keuangan berupa profil risiko (NPF dan FDR) serta rentabilitas. Metode analisis mengunakan metode Risk-Based Bank Rating (RBBR) yang tercantum dalam peraturan OJK No.8/POJK.03/2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UUS yang benar-benar siap untuk melakukan spin-off hanya berjumlah 6 unit berdasarkan analisis NPF, FDR dan ROA serta kriteria aset BI. Sedangkan 14 sisanya masih memiliki kekurangan dalam aset dan kinerja keuangannya. Kondisi pandemi juga menambah pertimbangan stakeholder untuk melakukan spin-off karena di sisi lain mereka harus mencadangkan lebih banyak uang untuk menghindari risiko Non-Performing Financing (NPF). Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi sebagai bahan pertimbangan dalam penerapan kebijakan spin-off, apakah sudah tepat untuk diterapkan dengan konsekuensi akan terdapat UUS yang dicabut izin operasionalnya atau diterapkan dengan beberapa penyesuaian.
KONSEP DENDA DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (Analisa Terhadap Fatwa Dewan Syari’ah Nasional MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000) Samsul Karmaen Samsul
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2022): Muslimpreneur
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseptualisas fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 tentang sanksi bagi nasabah mampu yang menunda-nunda pembayaran. Lahirnya fatwa DSNMUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 tetang sanksi bagi nasabah mampu yang menunda-nunda pembayaran dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi syariah yang terus berkembang sehingga diperlukan landasan-landasan dari fatwa DSNMUI. dalam bidang Lembaga Keuangan Syariah di bawah naungan MUI. Konstruksi konsep syarth jaza’i dalam fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 berupa tiga konsep yaitu 1) syarth jaza’i adalah pemberian sanksi berupa denda sejumlah uang oleh lembaga keuangan syariah (LKS) kepada nasabah mampu yang menunda-nunda pembayaran yang besaran dendanya ditentukan atas dasar kesepakatan dan dibuat saat akad ditandatangani. 2) Prinsip dalam syarth jaza’i yaitu tidak boleh diberlakukan syarth jaza’i bagi nasabah yang menunda pembayaran dikarenakan faktor force majeur, tujuan dalam penerapan sanksi atas nasabah mampu adalah agar nasabah lebih disiplin dalam melaksanakan kewajibannya (prinsip ta’zir), dan dana yang didapatkan dari pemberlakuan syarth jaza’i tidak boleh diklaim sebagai salah satu pendapatan lembaga keuangan syariah (LKS), namun sebagai dana sosial. 3) Akad-akad yang diperbolehkan dalam syarth jaza’i versi DSN-MUI yaitu Murabahah, al-Qardh, Salam, Istishna dan Ijarah.
PERAN PESANTREN NURUL HAKIM KEDIRI DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Sahirul Alim
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2022): Muslimpreneur
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi pesantren dalam gerakan sosial sangat dominan di bidang penggarapan manusianya. Hal ini sangat erat hubungannya dengan ciri-ciri pesantren sebagai lembaga kemasyarakatan. Aspek-aspek ini sangat relevan dengan mempersiapkan individu atau masyarakat kearah pribadi yang siap pakai baik moril maupun materil. Penggarapan manusia, baik sebagai individu atau dalam lingkup masyarakat yang menjadi tugas penting pesantren ternyata memiliki persinggungan dengan hakikat pemberdayaan. Dalam aras atau matra pemberdayaan jelas disebutkan bahwa pemberdayaan dapat dilakukan melalui tiga aras atau matra pemberdayaan (empowerment setting): mikro, mezzo dan makro. Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri kemudian mengambil peran yang besar dalam rangka memberdayakan masyarakat sekitar pondok sebagai bentuk pengejewantahan tugas mulianya menggarap manusia untuk menjadi manusia aktif, kreatif dan produktif. Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri nyata memperlihatkan eksistensiya dalam rangka memberdayakan masyarakat sekitar. Kontribusi pondok pesantren wujud dengan kemampuannya menjadi penyedia lapangan kerja buat masyarakat, bermitra dengan masyarakat dengan ragam usaha seperti jasa loundry, percetakan, kantin dan lain-lain yang semuanya jelas bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat.
ANALISIS PERILAKU KONSUMSI SANTRIWATI PONDOK PESANTREN NURUL HAKIM MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Study Kasus : Dapur B Asrama Putri Barat): Study Kasus : Dapur B Asrama Putri Barat Iman Hidayatullah Iman
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2022): Muslimpreneur
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok masalah dari penelitian ini adalah bagaimana perilaku konsumsi santriwati dalam memenuhi kebutuhan primer dan apakah perilaku konsumsi santriwati sudah benar berdasar prinsip konsumsi dalam islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dengan tiga kegiatan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku konsumsi santriwati dalam memenuhi kebutuhan primer (dharuriyat) dilihat dari jenis makanan yang dikonsumsi, cara mengkonsumsi dan kuantitas makanan yang dikonsumsi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip dan etika konsumsi dalam islam. Dari segi etika kebanyakan santriwati tidak memperhatikan etika atau adab konsumsi berdasar yang diajarkan Nabi, seperti meniup makanan saat masih panas, terkadang makan sambil berdiri, dan tidak membaca doa setelah mengkonsumsi makanan. Sedangkan dari segi prinsip santriwati belum menerapkan prinsip sederhana dalam berkonsumsi, hal ini terlihat dari kebiasaan mereka yang kerap kali mubadzir makanan atau tidak mengkonsumsi makanan dengan baik.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH PADA BISNIS FASHION AMILY HIJAB Sandi Mulyadi
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022): MUSLIMPRENEUR
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis Syariah merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan harus berlandaskan syariah. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar menjadikan bisnis pada sektor fashion meningkat. Bisnis fashion berdasarkan prinsip syariah akan mendatangkan pengusaha kepada keuntungan secara ekonomi dan sosial karena dalam pelaksanaannya harus memenuhi standar perilaku bisnis secara prinsip syariah diantaranya: taqwa, sopan, santun, kepedulian dan kepercayaan. Salah satu toko yang bergerak dibidang bisnis fashion berbasis syariah yaitu Amily Hijab. Amily Hijab merupakan brand lokal hijab syari dikota Tasikmalaya dalam usaha perdagangan dibidang busana muslim dengan ciri khas produknya berupa gamis syari dan jilbab syari yang hadir dengan produk yang di desian khusus untuk para muslimah Milenial di kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan langkah-langkah data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing (verifikasi dan kesimpulan). Dalam penelitian ini ditemukan bahwa amily hijab telah ada selalu berusaha konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip syariah dan etika dalam berbisnis syariah dalam bisnis tersebut.
Islamic Service Quality and Customer Switching Factor Among Islamic Banks in Yogyakarta Province From Maqasid Syariah Perspective Krisnanda
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022): MUSLIMPRENEUR
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current globalization era, banking faces a number of challenges, including service quality, product development, human resource development, development in information technology, and regulatory aspects. The Financial Services Authority (OJK) has recorded that the sharia finance industry in Indonesia continues to experience positive growth. The development of sharia economy in Yogyakarta Special Province (DIY) is relatively positive, and even the growth of sharia banking sector exceeds that of conventional banking. In line with the increasing number and development of sharia financial institutions, there has to be subsequent efforts to improve the customer service quality, especially in terms of Islamic services. A quality service is considered as an important aspect to build the image of a product. This study aimed to examine of Islamic service quality and customer switching factor in Islamic Banks. The data was collected through a questionnaire distributed to the customers of Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, Bank BNI Syariah, and Bank BRI Syariah in Yogyakarta Special Province. There were 150 respondents involved in this study. The research method used was descriptive analysis with the quantitative approach.The results of this study proved that the Islamic service quality, the assurance dimension has the highest total score, the reliability dimension has the second highest total score, and the complience dimension has the lowest total score. In the customer switching factor, the ethical problems dimension has the highest total score, the pricing dimension has the second highest total score, and the core service failures dimension has the lowest total score.
STRATEGI PEMASARAN PERAJIN ANYAMAN KETAK DI DESA SENGKERANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sahirul Alim
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022): MUSLIMPRENEUR
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran secara awam dimaknai sebagai proses mempertukarkan produk baik berupa barang ataupun jasa kepada konsumen, dan kegiatan ini kerap dimaknai sebagai proses yang berdiri sendiri terlepas dengan kegiatan yang lain. Memaknai pemasaran seperti ini kemudian membawa kepada implikasi pemasaran sering terjadi sebelum produk dibuat dan siap didistribusikan. Padahal pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe/search), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat harga (price), mempromosikannya supaya dikenal konsumen (promotion) dan mendistribusikan ke tempat konsumen (place). Kajian Deskriptif yang dilakukan terhadap 15 perajin anyaman ketak di Desa Sengkerang Kabupaten Lombok Tengah diperoleh fakta empiris tentang strategi pemasaran yang mereka terapkan. Perajin anyaman ketak sudah menerapkan strategi bauran pemasaran (marketing mix strategy), yang meliputi strategi produk, strategi harga, strategi lokasi dan distribusi serta strategi promosi. Dalam hal produksi, perajin memproduksi berdasarkan permintaan pasar. Perajin ternyata tanpa disadari telah mengadopsi pola bisnis modern, yakni memproduksi apa yang bisa dijual, tidak menjual apa yang bisa diproduksi. Dalam literatur Manajemen Pembiayaan teknik ini sering disebut just in time, sebuah konsep bisnis modern yang kontra dengan model tradisional. Lama waktu pengerjaan, jenis dan jumlah bahan yang digunakan serta tingkat kesulitan menjadi penentu harga di pasar. Harga tergantung biaya produksi, dengan menambah keuntungan sekitar 20-30 persen dari biaya produksi total. Metode penentuan harga yang digunakan perajin diistilahkan dengan cost plus pricing method . Pemasaran anyaman ketak ada yang dilakukan secara langsung adapula yang tidak langsung. Pemasaran langsung berarti barang dibeli langsung oleh konsumen dari perajin, sedangkan pemasaran tidak langsung berarti konsumen tidak langsung mendapatkan barang kerajinan dari perajin tetapi diperoleh dari pihak-pihak lain misalnya artshop dan lainnya.
Implementasi Prinsip Ta’awun Pada Lembaga Asuransi Syariah
MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022): MUSLIMPRENEUR
Publisher : MUSLIMPRENEUR : Jurnal Ekonomi dan Kajian Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep taawun atau tolong menolong merupakan salah satu prinsip yang terdapat pada asuransi syariah yang sering kita lihat, penulisan hasil imiah ini menjawab bagaimana pengelolaan dana dalam asuransi syariah khususnya pada lembaga asuransi syariah. Dalam kepenulisan ini para penyusun menulisnya dengan menghimpun pembacaan literatur yang disertai dengan artikel pendukung yang bersumber dari internet. Kesimpulan yang dapat kami pahami bahwa penerapan asuransi syariah sangat berbeda dengan asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah masyarakat muslim di harapkan bisa saling tolong menolong kepada sesama yang terkena musibah. Konsep taawun atau tolong menolong merupakan salah satu prinsip yang terdapat pada asuransi syariah yang sering kita lihat, penulisan hasil ilmiah ini menjawab bagaimana pengelolaan dana dalam asuransi syariah khususnya pada lembaga asuransi syariah dengan konsep penerapan prinsip taawun. Dalam kepenulisan ini para penyusun menulisnya dengan menghimpun pembacaan literatur yang disertai dengan artikel pendukung yang bersumber dari internet. Adapun Kesimpulan yang dapat kami pahami dan dapat kami sampaikan bahwa setelah membaca literatur - literatur yang ada, yakni dalam penerapan lembaga keuangan di asuransi syariah sangat berbeda dengan asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah masyarakat muslim di harapkan untuk bisa ikut perihatin dan dapat saling tolong menolong kepada sesama yang sedang tertimpa musibah, karena dalam suatu hadis disebutkan bahwa "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat". Sehingga untuk dapat mewujudkannya hal tersebut di perlukan penerapan dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah penerapan taawun di sebuah lembaga keungan syariah non bank yakni asuransi syariah. Didalam asuransi syariah ini semuanya sudah sesuai dengan prinsip prinsip yang di anjurkan oleh ajaran Islam.