JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Articles
40 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2018): September"
:
40 Documents
clear
SEKOLAH KULINER DI PONTIANAK
Karolina, Atika
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (943.572 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.29187
Kuliner berkaitan dengan makanan, masak-memasak dan dapur. Kuliner telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan dalam dunia kuliner berupa teknik memasak, penyediaan bahan, pengawetan makanan serta teknik penyajian dibuat lebih menarik dan terdapat unsur seni. Unsur seni dalam dunia kuliner membuat makanan tidak lagi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Fasilitas edukasi kuliner merupakan upaya pelestarian dan peningkatan potensi kuliner. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibuatlah Sekolah Kuliner di Pontianak. Sekolah ini merupakan tempat edukasi kuliner informal. Pemilihan lokasi perancangan berada tidak jauh dari pusat kegiatan perdagangan/bisnis serta fasilitas pendidikan, dan perumahan. Lokasi terpilih berada di Jalan WR. Supratman Pontianak. Fasilitas utama sekolah ini adalah fasilitas pendidikan dan penunjang berupa area komersil. Konsep perancangan Sekolah Kuliner Pontianak ini adalah Culinary Culture Society. Konsep ini diambil berdasarkan penggabungan fungsi dari bangunan yaitu fungsi pendidikan dan komersil yang berkaitan dengan dunia kuliner, pengenalan dan pelestarian budaya kuliner khas Indonesia terutama Pontianak, serta untuk memenuhi kebutuhan perilaku masyarakat masa kini akan wisata kuliner. Perencanaan dan perancangan Sekolah Kuliner di Pontianak dibagi menjadi 2 zona makro yaitu zona aktif dan pasif. Pembagian zona berdasarkan pada sifat ruang. Pembagian zona juga berfungsi untuk mengatur penempatan area utilitas serta struktur bangunan yang digunakan. Kata kunci: Sekolah, kuliner, komersil
PANTI SOSIAL BINA NETRA DI KOTA PONTIANAK
Wulandari, Lia
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1964.267 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.27961
Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya tunanetra dibagi dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (low vision). Saat ini, salah satu layanan publik yang disediakan pemerintah bagi tunanetra adalah Unit Pelayanan Teknis khusus tunanetra berbentuk Panti Sosial Bina Netra. Panti Sosial Bina Netra mempunyai tugas memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabiltasi sosial dalam bentuk bimbingan fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan, dan bimbingan lanjut bagi para penyandang tunanetra. Di Kota Pontianak, jumlah kapasitas penyandang tunanetra terbilang cukup tinggi. Hal ini belum sebanding dengan kapasitas fasilitas pembinaan khusus untuk penyandang tunanetra. Fasilitas yang tersedia tidak menyediakan pelayanan bagi tunanetra. Tujuan perancangan Panti Sosial Bina Netra di Kota Pontianak adalah menyediakan wadah untuk menyelenggarakan bimbingan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang diimbangi dengan standar kelengkapan sarana dan prasarana khusus bagi tunanetra. Konsep perancangan Panti Sosial Bina Netra adalah sensitivitas yang mengutamakan tunanetra untuk memaksimalkan indera sentuhan, pendengaran dan penciuman. Perancangan Panti Sosial Bina Netra ini diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi bagi penyandang tunanetra. Sedangkan untuk penyandang tunanetra mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: panti sosial bina netra, tunanetra, rehabilitasi sosial
SEKOLAH TERPADU DI KOTA PONTIANAK
Bowo, Ervan Try
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.227 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.31491
Kecamatan Pontianak Utara masih memerlukan Pengembangan dan peningkatan pembangunan infrastruktur pendidikan sekolah tingkat SD dan SMP. Perencanaan pembangunan sekolah tersebut mengacu pada ketentuan perencanaan sekolah yang berlaku. Dengan demikian sekolah tersebut dapat memenuhi tujuan dari perencanaan sekolah tersebut yaitu meningatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kota Pontianak. Sekolah tersebut memiliki jenjang pendidikan SD dan jenjang pendidikan SMP dalam satu penrencanaan. Lokasi perencanaan sekolah terpadu berada di Kota Pontianak dengan kondisi tanah gambut dengan permukaan air tinggi dan tanah keras yang cukup dalam. Kota Pontianak memiliki iklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi dan mendapat cahaya matahari sepanjang tahun. Sekolah Terpadu ini memerlukan perencanaan yang dapat digunakan sebagai sarana dan prasarana pendidikan bagi anak sekolah dasar dan tinggat menengah pertama, dan memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak serta menjaga kearifan lokal di Kota Pontianak. Selain itu perencanaan sekolah terpadu tersebut diharapkan dapat mendukung dalam peningkatan kualitas dan sumber daya manusia di Kota Pontianak. Dengan luas tanah 3,1 ha terdapat bangunan sekolah 2 lantai dengan berbagai fasilitas didalam dan diluar ruangan dengan ruang terbuka sebagai penopang kawasan sekolah. Kata kunci: perencanaan, terpadu
BEACH RESORT HOTEL DI KABUPATEN BENGKAYANG
Prayasa, I'ing
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (914.996 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.31413
Pariwisata pantai di Indonesia saat ini berkembang dengan pesat. Provinsi Kalimantan Barat tepatnya di Kabupaten Bengkayang memiliki potensi pariwisata pantai yang cukup besar di Indonesia. Daerah pesisir Kabupaten Bengkayang merupakan kawasan pengembangan pariwisata bahari dan termasuk kawasan konservasi laut. Kurangnya sarana pendukung pariwisata mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Bengkayang. Ketidaktersediannya penginapan yang dapat mengoptimalkan potensi bahari menjadi suatu landasan penulis untuk merencanakan suatu sarana akomodasi yang terletak di tepi pantai yaitu Beach Resort Hotel. Kondisi tapak yang berada di tepi pantai, berkontur dan terdapat pepohonan harus dioptimalkan sebagai daya tarik resort. Oleh sebab itu Perancangan Beach Resort hotel dilakukan dengan pendekatan arsitektur biologis yang memperhatikan keselarasan alam dan kepentingan manusia. Penerapan konsep arsitektur biologis menghasilkan resort yang mengadaptasi bangunan pesisir pantai dengan menawarkan keindahan pantai, laut dan deretan kepulauan yang terdapat disekitar kawasan dengan tetap menjaga keasrian lingkungan sekitar tapak. Sehingga Beach Resort Hotel yang dirancang memiliki tata massa yang harmonis, ritmis, dinamis, dan linier. Bangunan resort memanfaatkan pohon eksisting sebagai peneduh dan memanfaatkan angin pantai untuk penghawaan alami dengan bukaan yang optimal serta memiliki pemandangan yang mengarah ke laut sehingga pengunjung dapat menjadi santai dan tenang.Kata kunci: Pantai, Resort, Hotel
ARENA PANAHAN KOTA PONTIANAK
Ramadhita, Sarah
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1737.032 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.30879
Kalimantan Barat memiliki banyak peminat pada olahraga panah yang dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh para atlet panah dalam berbagai ajang nasional maupun daerah serta aktifnya pertandingan panah yang sering diadakan dalam berbagai ajang kejuaraan. Kota Pontianak memiliki arena panahan dibawah kepemilikan PENGPROV PERPANI (Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia). Keadaan arena panahan Kota Pontianak belum memiliki kelengkapan yang dapat menunjang aktivitas dan pertandingan perpanahan berdasarkan standar arena panahan. Menimbang bahwa Kota Pontianak aktif dalam mengadakan berbagai ajang dan memiliki peminat panahan serta melihat pada standar arena panahan, sudah semestinya Kota Pontianak sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Barat memiliki area panahan dengan fasilitas yang menunjang sehingga dapat mendukung berjalannya aktivitas dan pertandingan perpanahan. Perancangan ini menyediakan lapangan panah secara outdoor dan indoor sesuai dengan standar arena panahan internasional, dilengkapi dengan fasilitas penunjang perpanahan yang ditempatkan menunjang kedua jenis lapangan. Kata kunci: Panahan, Arena Panahan, Kompetisi Panah
RUMAH SENI LUKIS
Syafutri, Rissa Fitria
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (967.726 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.28621
Dewasa ini, seni rupa dengan aliran seni lukis mengalami perkembangan di kota Pontianak. Hal ini dapat dilihat dari fenomena meningkatnya aktivitas pelaku seni rupa berupa pameran, workshop, dan bertambahnya keberagaman gaya lukis yang digemari oleh pelaku seni. Perkembangan ini tidak diimbangi dengan fasilitas yang tersedia di kota Pontianak sehingga dibutuhkan wadah khusus bagi pelaku seni. Fasilitas tersebut memerlukan tempat untuk mewadahi kegiatan yang meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa. Perancangan bangunan Rumah Seni Lukis mengambil tema besar menumbuhkan imajinasi yang ditekankan pada aplikasi pola dinamis dan kompleks pada bangunan. Konsep bentukan diambil dari sebuah gambaran pergerakan imajinasi yang tumbuh secara radial yang bertujuan agar pengunjung bangunan, baik dari pelaku seni rupa maupun masyarakat umum dapat merasakan bermacam-macam dimensi ruang yang berbeda. Massa bangunan pada Rumah Seni Lukis dibagi menjadi 2, yaitu bangunan galeri seni dan residensi seniman. Galeri seni memiliki bentukan dinamis dengan sirkulasi linier sedangkan bentukan pada residensi seniman memiliki bentukan statis. Dua massa bangunan tersebut memiliki peran dalam keberlangsungan aktivitas pada Rumah Seni Lukis yang saling terkait. Kata kunci: Seni Rupa, Galeri Seni Rupa, Menumbuhkan Imajinasi
SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI SATU ATAP PONTIANAK
Cheriasari, Cindy
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1306.226 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.27450
Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia, tidak terkecuali bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik berbeda dengan anak pada umumnya yang mengalami kelainan pada mental, emosi, dan fisik. Anak berkebutuhan khusus membutuhkan prasarana pendidikan formal berupa Sekolah Luar Biasa. Ini menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menyediakannya. Pendidikan Luar Biasa adalah pendidikan yang khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan/atau mental yang terdiri dari TKLB hingga SMALB. Di Kota Pontianak tidak memiliki Sekolah Luar Biasa negeri hanya terdapat Sekolah Luar Biasa swasta yang belum sesuai dengan standar SLB. Perancangan ini menggunakan konsep untuk memudahkan anak berkebutuhan khusus dalam mobilitas seperti penggunaan ramp, guiding block dan railing, perletakan toilet, dan ruang-ruang pembelajaran yang tepat. Kemudian, menggunakan manajemen satu atap yang memfasilitasi berbagai jenis kelainan fisik/mental dan semua jenjang pendidikan untuk menciptakan efektifitas ruang dan memudahkan anak berkebutuhan khusus untuk melanjutkan pendidikan. Konsep perancangan merupakan hasil analisis internal dan eksternal yang dipadukan dengan gubahan bentuk dari permainan Jenga sebagai permainan yang digunakan untuk terapi anak berkebutuhan khusus. Maka, perancangan Sekolah Luar Biasa Negeri Satu Atap Pontianak dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang layak diperlukan dan diharap dapat membantu mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak berkebutuhan khusus. Kata kunci: Sekolah Luar Biasa, Anak Berkebutuhan Khusus, Jenga
TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA PONTIANAK
Putri, Lamanda Askia
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1123.717 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.31467
Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dalam Undang-undang Republik Indonesia (RI) nomor 20 tahun 2003 pasal 28 ayat 3 merupakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada jalur pendidikan formal yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai pontensi baik pisikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar. Sebutan taman secara harfiah pada Taman Kanak-kanak adalah tempat yang nyaman untuk bermain, dalam pengertian perilaku guru, penataan sarana dan prasarana, dan Program Kegiatan Belajar sambil bermain. Dimana Taman Kanak-kanak menciptakan suasana yang nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 Bab 1 pasal 1 Ayat (2)). Berdasarkan Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pasal 7:3 Anak perlu mendapatkan kesempatan penuh untuk bermain dan berkreasi, sama seperti kesempatan untuk mendapatkan pendidikan; masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif mendukung pemenuhan hak tersebut“.Sehingga pendekatan perancangan Taman Kanak-kanak di Kota Pontianak yang diambil adalah pisikologi bermain bagi anak, yang dapat mewujudkan tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak yaitu anak dapat mencapai perkembangan motorik, sensorik, kognitif, intelektual, emosional, dan sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan Taman Kanak-kanak adalah taman bagi anak untuk belajar sambil bermain, maka didapat konsep untuk Taman Kanak-kanak ini adalah Taman Bermain atau Playground. Kata kunci : Taman Kanak-Kanak, belajar sambil bermain
PERPUSTAKAAN INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI PONTIANAK
Kadarsih, Dian
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1197.328 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.30913
Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. Perpustakaan merupakan bagian terpenting bagi mahasiswa dengan fungsi sebagai penyimpanan buku-buku, pendidikan kedua setelah kampus utama, penelitian dan sebagai informasi bagi mahasiswa. Seiring berjalannya waktu, dengan pertambahan mahasiswa yang semakin banyak maka di perlukan akses pendukung dalam penambahan akses perpustakaan, yang di deskripsikan dalam mendesain perancangan perpustakaan sesuia dengan kebutuhan dan standar yang sudah tersedia. Perpustakaan Perguruan Tinggi IKIP Pontianak memberikan desain dengan fungsi penunjang kepada mahasiswa dan memberikan akses dengan menambahkan fungsi dari konsep utama, dan juga pada fungsi service dan pengelola, dengan perletakan ruangan yang lebih di sesuikan terhadap fungsi tersebut. Kata Kunci : Perpustakaan Perguruan Tinggi, IKIP Pontianak, Perguruan Tinggi Pontianak
GALERI BUSANA HIJAB DI KOTA PONTIANAK
Mayasari, Mayasari
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 6, No 2 (2018): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1108.375 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v6i2.30399
Fenomena fashion hijab di Indonesia khususnya kota Pontianak kini semakin berkembang. Fenomena ini sekilas memberikan dampak positif karena banyak wanita muslim yang belum berhijab kini mulai menggunakan hijab dalam aktivitas sehari-harinya. Wanita berhijab tentu membutuhkan wadah yang dapat menampilkan fashion dan informasi seputar busana hijab. Wadah yang dibutuhkan tersebut dapat ditampilkan dalam bentuk bangunan galeri. Galeri busana hijab merupakan bangunan yang berfungsi sebagai sarana informasi dan komersil. Sebagai sarana komersil, galeri ini menjual berbagai brand hijab agar pengunjung dengan mudah mendapatkan busana yang diinginkan. Galeri Busana Hijab juga berfungsi sebagai wadah bagi komunitas untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan fashion hijab. Tujuan perancangan Galeri Busana Hijab di Kota Pontianak adalah memberikan wadah bagi muslimah untuk mendapatkan informasi dan menunjang kegiatan komunitas hijaber. Galeri Busana Hijab di Kota Pontianak mengusung konsep Satisfied yaitu kepuasan pengunjung saat datang ke Galeri. Konsep ini didapat dari melihat fungsi utama bangunan yaitu informasi dan komersil. Dari segi arsitektural, konsep bangunan terdapat pada penempatan ruang utama dengan fasilitas penunjang yang sesuai kebutuhan pengunjung. Letak tata ruang yang tidak banyak batasan bertujuan agar jarak pandang pengunjung dapat langsung merasakan fasilitas dalam bangunan, sehingga tercapainya konsep desain Galeri Busana Hijab di Kota Pontianak. Kata kunci: Fashion, Galeri, Busana Hijab