cover
Contact Name
Praditya Sigit Ardisty Sitogasa
Contact Email
praditya.s.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282233144099
Journal Mail Official
esec@upnjatim.ac.id
Editorial Address
DEPARTMENT OF ENVIRONMENTAL ENGINEERING FACULTY OF ENGINEERING Jl. Raya Rungkut Madya Gunung Anyar, Surabaya 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Environmental Science and Engineering Conference Proceeding
ISSN : 27986268     EISSN : 27986241     DOI : -
Environmental Science and Engineering Conference National Seminar Proceedings was created to be a medium that academics, practitioners and stakeholders can use to access various research results and literature published on this website. Proceedings of the National Environmental Science and Engineering Conference (ESEC) is a collection of papers or scientific articles that have been presented at the National Seminar on Environmental Science and Engineering Conference (ESEC) which is held regularly every year by the Environmental Engineering Study Program, UPN "Veteran" East Java. The scope is intentionally to recognises the complexity of issues and challenges in the Environmental Science and Engineering Areas. All scale of studies and analysis form environmental science to environmental engiinering, chemistry/chemical/biochemistry engineering, renewable energy, and industrial engineering to public health are welcomed.
Articles 132 Documents
PEMANFATAAN LIMBAH JAGUNG DAN KULIT KAKAO SEBAGAI ADSORBEN PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BATIK Mohammad Mirwan; Windy Nurfatika Putri
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.661 KB)

Abstract

Tingginya kandungan parameter COD, warna, dan amonia total pada limbah cair batik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan nilai parameter tersebut adalah proses adsorpsi dengan memanfaatkan limbah jagung dan kulit kakao sebagai adsorben. Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan, yang pertama proses adsorpsi secara batch dengan menggunakan variasi massa adsorben (40 gr, 80 gr, dan 120 gr), dan waktu pengadukan (5 menit, 15 menit, dan 30 menit). Tahapan yang kedua, proses adsorpsi secara kontinyu dengan variasi debit limbah (20 ml/menit, 22,5 ml/menit, dan 25 ml/menit). Pada adsorpsi batch menunjukkan massa adsorben 120 gram dan waktu pengadukan 30 menit adalah variasi optimum dengan persen penyisihan COD pada limbah jagung dan kulit kakao sebesar 86% dan 76%, warna sebesar 64% dan 53%, amonia total sebesar 55% dan 48%. Pada proses adsorpsi kontinyu, debit limbah yang optimum adalah 25 mL/menit dengan persen penyisihan COD pada adsorben limbah jagung dan kulit kakao sebesar 95% dan 94,7%, warna sebesar 95,4% dan 94,9%, amonia total sebesar 96,3% dan 95,4%. Persamaan Thomas pada adsorpsi kontinyu digunakan karena pada proses kontinyu persen penyisihan terjadi secara maksimal
EFEKTIV ITAS BIOKOAGULAN (Samanea saman) DALAM MENYISIHKAN PADATAN TERSUSPENSI PADA AIR LIMBAH DOMESTIK Zilda Diandra Zuraida; Firra Rosariawari
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.724 KB)

Abstract

Air sebagai sumberdaya alam yang sangat penting, dibutuhkan di berbagai kegiatan masyarakat, pertumbuhan penduduk di Indonesia yang pesat khususnya di kota-kota besar telah mendorong peningkatan kebutuhan akan lingkungan. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya permasalahan pada sistem sanitasi lingkungan, penelitian ini menggunakan koagulan biji trembesi sebagai biokoagulan, tawas dan FeCl3 sebagai koagulan kimia, Dari penelitian ini didapatkan hasil variasi pH (rentang asam, basa dan netral) dan dosis koagulan 32mg/l, 40mg/l, 56mg/l, 64mg/l dan 72mg/l berpengaruh pada penelitian ini, terjadi penyisihan TSS hingga 79,51% menggunakan biokoagulan, sedangkan pada Alumunium Sulfat penyisihan terjadi 88,68% dan Ferri Klorida 92,02%. Perbandingan koagulan dilakukan agar mengetahui efektifitas biokoagulannetral) dan dosis koagulan 32mg/l, 40mg/l, 56mg/l, 64mg/l dan 72mg/lberpengaruh pada penelitian ini, terjadi penyisihan TSS hingga 79,51%menggunakan biokoagulan, sedangkan pada Alumunium Sulfat penyisihanterjadi 88,68% dan Ferri Klorida 92,02%. Perbandingan koagulandilakukan agar mengetahui efektifitas biokoagulan
PENURUNAN KADAR BOD, TSS DAN NH3-N PADA AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) Zizka Layly Ramadhanti; Yayok Suryo Purnomo
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.991 KB)

Abstract

Pengolahan air limbah rumah potong hewan lebih sesuai dilakukan dengan carapengolahan biologis karena dapat menurunkan kandungan zat organikdidalamnya. Proses pengolahan biologis yang dapat digunakan yaitu prosesMoving Bed Biofilm Reactor. MBBR adalah pertumbuhan biologis denganmenggunakan biakan tersuspensi dan melekat yang tercampur didalam suatureaktor dengan aerasi dan media yang bergerak. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efisiensi penurunan BOD, TSS dan NH3-N dengan menggunakanMBBR pada air limbah rumah potong hewan. Media yang digunakan padapenelitian ini adalah media Kaldness K3 dengan variasi volume media yaitukontrol, 15%, 30%, 45% dan 60%. Variasi kedua yaitu jenis aerator, aerator kasardan aerator halus. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reaktorMBBR dengan volume media 60% dari volume limbah, dan jenis aerator haluspada waktu sampling 12 jam sangat efisien. Reaktor tersebut dapat menurunkanBOD sebesar 93,97%; TSS sebesar 86,09% NH3-N sebesar 87,52%.
PENDEGRADASIAN PENCEMAR LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN AEROBIK BIOFILTER Aditya Rachmawan; Tuhu Agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.473 KB)

Abstract

Perkembangan Industri Kecil Menengah semakin tinggi tidak lepas dari peningkatan permasalahan limbah cair yang dihasilkan. Limbah cair yang dihasilkan tersebut langsung dibuang ke badan air. Salah satu industri yang melakukan praktik tersebut adalah industri tahu. Limbah cair industri tahu memilik konsentrasi pencemar berupa BOD 847 mg/l, COD 1815 mg/l, dan TSS 246 mg/l. Unit pengolahan yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah cair tahu adalah aerobik biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan volume ruang pertumbuhan mikoorganisme melekat dan tersuspensi dalam aerobik biofilter dengan variasi waktu kontak 12, 24, 36, 48, dan 60 jam. Melakukan pre-treatment berupa proses koagulasi-flokulasi, sebelum diproses dalam aerobik biofilter. Hasil penelitian menujukan perbandingan volume ruang pertumbuhan mikoorganisme melekat dan tersuspensi yang yang paling optimal adalah perbandingan 15L:25L dengan waktu kontak 60 jam, dapat menurunkan konsentrasi BOD 88,67%, COD 89,20%, dan TSS 24,04%.
PENGARUH DERAJAT KEASAMAN PADA PROSES ELEKTROKIMIA UNTUK PENYISIHAN BAHAN ORGANIK LIMBAH BATIK Amalia Dian Pusparini; Tuhu agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.833 KB)

Abstract

Seiring meningkatnya produksi batik dalam beberapa tahun terakhir dapat menyebabkan permasalahan lingkungan, terutama untuk industri rumah tangga yang belum memiliki pengolahan air limbah pewarnaan batik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pH dan kondisi pH optimum untuk mengolah limbah pewarnaan batik dengan proses elektrokimia. Metode yang digunakan adalah elektrokimia dengan arus listrik searah, menggunakan elektroda aluminium, dan dengan jarak antara elektroda 3 cm. Penelitian dilakukan dengan variabel pH (8,1; 7; 6; 5; 4) dan waktu kontak (30, 60, 90, 120, 150 menit). Penurunan bahan organik optimum didapatkan pada kondisi pH 4 selama 150 menit dengan penyisihan COD 87,5%, TSS 78%, dan nilai pH 9,5.
SOLID WASTE MANAGEMENT IN COASTAL COMMUNITIES BASED ON LOCAL WISDOM “MERESIK” IN TAPAK KUDA VILLAGE, THE DISTRICT OF TANJUNG PURA, LANGKAT A. Hadian Pratama Hamzah; Sutrisno Anggoro; Sri Puryono
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.851 KB)

Abstract

Kegiatan manusia menghasilkan limbah padat, masalah ini dapat diatasi dengan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal dan mengukur tingkat partisipasi masyarakat. sampel sebanyak 72 orang dan wawancara tokoh kunci 10 orang, teridentifikasi kearifan lokal di Desa Tapak Kuda adalah konservatif yang disebut Meresik, nilai kepatuhan terhadap larangan membuang sampah di laut dan hutan mangrove merupakan salah satu bentuk pelanggaran norma adat di lingkungan, Tingkat partisipasi masyarakat 72% termasuk dalam kategori tinggi. Masyarakat menyadari bahwa kearifan lokal reseptif merupakan budaya yang berperan penting dalam menjaga kondisi lingkungan dan ini dipengaruhi oleh norma agama
PERENCANAAN RUMAH KOMPOS DENGAN SISTEM ANAEROB DI REST AREA CIKOPO-PALIMANAN JAWA BARAT Tiara Nur Maymuna; Naniek Ratni Juliardi A.R
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.808 KB)

Abstract

Aktivitas di rest area dapat menghasilkan adanya sampah. Jumlah volumesampah organik di rest area km 166 Cikopo-Palimanan Jawa Barat yaitu 1,995m3/hari dan sampah anorganik 0,0848 m3/hari. Tujuan perencanaan rumahkompos untuk mengurangi beban pengolahan sampah pada Tempat PemrosesanAkhir. Proses dekomposisi menggunakan komposter permanen dengan sistemanaerob sebanyak 5 buah. Terdapat 5 area perencanaan rumah kompos yaitu areapemilahan sampah tercampur dengan luas 5 m × 2 m, area pencacahan denganluas 2,55 m × 2,95 m, area pengomposan dengan luas 1,7 m × 5,75 m, areapenyimpanan kompos padat dengan luas 3 m × 2 m, serta area penampungansampah anorganik dan residu dengan luas 3 m × 2 m. Berdasarkan luas padamasing-masing area, luas rumah kompos yang direncanakan yaitu 8 m × 9 mdengan tinggi dinding 1,5 m dan dilengkapi dengan mesin pencacah, gerobaksampah, plat pintu komposter, air bersih, listrik, dan saluran buangan. Komposakan dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada tanaman di rest area km 166Cikopo-Palimanan Jawa Barat sedangkan sampah anorganik dipilah untukmeningkatkan nilai ekonomis.
KOMBINASI AOPS (ADVANCED OXIDATION PROCESSES) FOTOKATALIS – FOTOFENTON DALAM MENDEGRADASI SURFAKTAN LAS (LINIER ALKYLBENZENE SULFONATE) PADA LIMBAH LAUNDRY Mochamad Nur Rizki; Tuhu Agung
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.639 KB)

Abstract

Detergen pada industri laundry memiliki fungsi sebagai bahan efektif untuk membersihkan kotoran pakaian. Kandungan detergen terdiri dari bahan non biodegradable seperti surfaktan LAS (Linear Alkyl benzene Sulfonate) berfungsi untuk melepaskan kotoran yang menempel permukaan pakaian. Metode yang potensial dan telah dilakukan untuk mengurangi kadar surfaktan LAS adalah menggunakan metode AOPs fotokatalis - fotofenton. Penelitian ini mempunyai tahapan yakni penelitian pendahuluan pretreatment dan selanjutnya ke penelitian utama secara batch. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses optimum dari pengolahan limbah laundry dengan metode kombinasi fotokatalis – fotofenton yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti semikonduktor TiO2, reagen fenton, pH, dan waktu kontak reaksi dalam menghasilkan produk radikal hidroksil yang dapat mengoksidasi bahan organik surfaktan LAS menjadi produk bahan yang biodegradable. Penelitian ini menggunakan peubah variasi dosis ratio molar reagen fenton FeSO4 : H2O2 (1:1 ; 1:10 ;1:20 ; 1:30 ; 1:40) dan kondisi limbah pengaturan pH (3 dan pH asli). Berdasarkan penelitian didapatkan hasil terbaik dosis ratio molar optimum (FeSO4 : H2O2) 1:40 untuk parameter LAS sebesar 97 - 99 % pada pH 3 dan 94 - 99 % pada pH Asli (8,3).
STUDI KEMAMPUAN HAND SANITIZER TERHADAP PENURUNAN BAKTERI-JAMUR DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN KULIT MANUSIA Ayu Candra Puspita; Novirina Hendrasarie
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.9 KB)

Abstract

Kebutuhan hand sanitizer meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pasien positif COVID-19. Banyak hand sanitizer yang dijual tidak memiliki BPOM, sehingga diragukan manfaat dan dampaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan hand sanitizer dalam menurunkan total bakteri dan jamur, mengetahui jenis bakteri dan jamur yang masih tersisa, dan dampak penggunaan hand sanitizer. Menggunakan 8 jenis hand sanitizer dengan bahan dasar alkohol 60–70%. Pengambilan sampel bakteri dan jamur pada panelis menggunakan teknik swab. Metode yang digunakan untuk menghitung jumlah koloni adalah metode total plate count. Hasil yang didapatkan adalah, hand sanitizer E menunjukkan angka tertinggi dalam penurunan jumlah koloni bakteri, sedangkan hand sanitizer D menunjukkan angka tertinggi dalam penurunan jumlah koloni jamur. Jenis bakteri yang masih tersisa adalah coliform dan streptococcus. Jenis jamur yang masih tersisa adalah khamir dan kapang. Ditinjau dari dampak jangka panjang, hand sanitizer D menjadi yang terbaik dalam golongan penambahan tanaman, sedangkan hand sanitizer F menjadi yang terbaik dalam golongan tanpa penambahan tanaman.
EFEKTIVITAS DESINFEKTAN AEROSOL TERHADAP PENGURANGAN BAKTERI-JAMUR DAN DAMPAKNYA TERHADAP KULIT MANUSIA Ericke Nandita Maharani; Novirina Hendrasarie
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.365 KB)

Abstract

Pandemi di Indonesia menyebabkan dilakukannya penyemprotan desinfektan secara masif. Desinfektan memiliki efektivitas pengurangan bakteri-jamur dan dampak pada kulit yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas desinfektan aerosol terhadap pengurangan jumlah bakteri, dan jamur dan dampaknya terhadap kulit manusia. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: Pengambilan 6 jenis desinfektan yang berbahan dasar Sodium hipoklorit, Benzalkonium klorida, Chloroxylenol, dan Pine oil. Pengambilan sampel bakteri dan jamur pada tangan responden menggunakan teknik swab. Desinfektan disemprotkan pada jarak 2 m, 1 m, dan 0,5 m. Hasil yang didapatkan, ditinjau dari bahan yang efektif yaitu Desinfektan A (NaOCl 0,3% dan C8H9OCl 0,01%), mengurangi 99% bakteri, 80% jamur pada jarak 0,5 m. Desinfektan dengan efektivitas terrendah pada B (C6H5CH2N(CH3)2RCl 0,02%), mengurangi 84% bakteri, 67% jamur pada jarak 0,5 m. Dampaknya yaitu rasa gatal, pada desinfektan B (C6H5CH2N(CH3)2RCl 0,02%) 1 menit setelah penyemprotan, C (NaOCl 0,005%; C10H18O 0,002%; C6H5CH2N(CH3)2RCl 0,0015%) 5 menit setelah penyemprotan, dan F (NaOCl 0,01%; C10H18O 0,05%) 3 menit setelah penyemprotan.

Page 2 of 14 | Total Record : 132