cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS TERMOELEKTRIK DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOR SURYA SEBAGAI MEDIA PEMUSAT PANAS Ginanjar, -; Hiendro, Ayong; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.436 KB)

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan dasar dalam mendorong segala jenis aktivitas roda kehidupan manusia, Oleh karena itu energi listrik begitu sangat diperlukan keberadaannya bagi kehidupan baik untuk beraktivitas sehari-hari maupun untuk yang lainnya. Pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan salah satunya adalah dengan mengembangkan teknologi thermoelectric generator dengan menggunakan kompor surya sebagai wadah atau media untuk memusatkan energi panas agar mampu memanaskan kolektor. Prinsip dasar thermoelectric generator adalah mengubah energi panas menjadi energi listrik secara langsung dengan memanfaatkan perbedaan suhu yang terjadi dilingkungan menjadi energi listrik. Untuk menghasilkan arus dan tegangan, sebuah modul termoelektrik cukup diletakkan pada dua daerah (sisi panas dan dingin), sehingga ketika terjadi perbedaan suhu antara kedua permukaan termoelektrik tersebut maka akan timbul energi listrik. Termoelektrik itu sendiri merupakan sebuah alat yang dapat digunakan sebagai pembangkit tegangan listrik dengan memanfaatkan konduktivitas atau daya hantar panas dari sebuah lempeng logam. Kompor surya tipe kotak dalam penangkapan sinar matahari dapat menghasilkan panas maksimum mencapai 58,7 ◦C sedangkan output yang dihasilkan oleh termoelektrik bergantung pada perbedaan suhu yang terjadi pada kedua heatsink yaitu heatsink panas dan heatsink dingin. Pada pengujan 6 buah modul yang dirangkai seri didapatkan hasil tegangan maksimal 3,56 Volt dengan arus sebesar  0,171 Ampere dan daya 0,609 Watt dengan koefisien seebeck rata-rata minimal 0,128 ºKelvin dan maksimal 0,181 ºKelvin.
PENGARUH MATERIAL DALAM PERANCANGAN REFLECTOR ANTENA BOLIC UNTUK MENINGKATKAN DAYA TERIMA WIFI ., Ghali Endar Pratomo
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.564 KB)

Abstract

WLAN merupakan solusi yang terbaik dalam mengatasi masalah jangkauan sinyal untuk daerah yang  jauh  dengan  menggunakan antena.  Dalam  penelitian  ini  akan  dilakukan  pengujian  terhadap pengaruh material reflector antena bolic untuk meningkatkan daya terima wifi pada proses penerimaan wireless USB  adapter. Dalam penelitian ini  menggunakan jenis  material reflector antena bolic yaitu alumunium, kawat kasa, triplek, plastik dan semen. Adapun paramater yang akan digunakan untuk mengetahui nilai daya penguatan (gain). Pada penelitian skripsi ini aplikasi yang digunakan adalah Software ProLink WN2001 Wireless Utility dan Software Xirrus Wifi Inspector. Hasil pengujian dan pembahasan hasil pengujian didapatkan nilai rata-rata signal strength yang paling baik pada jarak 50 meter adalah material alumunium dengan nilai 73,6%, pada jarak 75 meter material kawat kasa dengan nilai 57,6%, pada jarak 100 meter kawat kasa dengan nilai 61,6% dan pada jarak 104,6% alumunium dengan nilai 56,4%. Pada pengujian ini dilakukan 5 kali percobaan dengan durasi 30  menit (30menit x 5  percobaan = 150 menit) untuk setiap material dan diolah data hasil pengujian dengan menggunakan metode statistika ANOVA single factor. Hasil pengolahan data dengan statistika ini diperoleh bahwa semua jenis material reflector berpengaruh terhadap perubahan signal strength.   Kata Kunci : Antena Bolic, Signal Strength, ANOVA single factor, WLAN
PENINGKATAN EFISIENSI PENGGUNAAN BATERAI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA BERBASIS ARDUINO NANO ., Rokhadin Nopianto
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.548 KB)

Abstract

Pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu energi alternatif di provinsi Kalimantan Barat yang umumnya dilalui garis khatulistiwa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan baterai pada pembangkit listrik tenaga surya berbasis arduino nano yang dapat mengendalikan penggunaan jumlah baterai sekaligus memantau kondisi kelistrikan sehingga peningkatan efisiensi penggunaan baterai pada PLTS dapat dicapai.Sistem dirancang menggunakan Arduino Nano sebagai pengendali, sensor arus, sensor tegangan serta modul relay sebagai aktuator, sedangkan plant dari sistem ini adalah baterai. Sistem dirancang sebagai pengendali penyesuaian pemakaian jumlah baterai berdasarkan keadaan daya beban serta mengendalikan sokongan panel ke beban selain untuk mengisi ulang baterai.Berdasarkan hasil kalibrasi sensor arus dan sensor tegangan dapat dikatakan mendekati nilai yang sesungguhnya. Sistem yang sudah di rancang dapat merespons keadaan daya beban, merespons keadaan tegangan panel surya dan dapat menampilkan hasil monitoring melalui komunikasi serial arduino, sedangkan hasil pengujian daya beban selama 15 menit dengan pengambilan data setiap 30 detik menunjukkan perubahan yang tidak terlalu signifikan.
EVALUASI TEGANGAN SENTUH DAN TEGANGAN LANGKAH GARDU INDUK (GI) 150 kV KOTA BARU AKIBAT PERUBAHAN RESISTIVITAS TANAH ., Yoga Septria
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.279 KB)

Abstract

Abstrak-Sistem pentanahan adalah sistem hubungan penghantar yang menghubungkan sistem kelistrikan, peralatan, dan instalasi dengan bumi/tanah sehingga dapat mengamankan manusia dari sengatan listrik, dan mengamankan komponen-komponen instalasi dari bahaya tegangan atau arus abnormal. Sehingga sistem pentanahan menjadi bagian esensial dari sistem tenaga listrik. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan perhitungan yang dapat melihat sejauh mana tegangan sentuh dan tegangan langkah tersebut. Data untuk melakukan perhitungan diperoleh dari UPK (Unit Pelaksana Konstruksi) yaitu selaku pelaksana pembangunan Gardu Induk 150 kV Kota Baru Pontianak Skripsi ini meneliti tegangan sentuh dan tegangan langkah pada Gardu Induk (GI) 150 kV Kota Baru sebagai akibat dari perubahan resistivitas tanah. Dari hasil yang didapat dengan melakukan perhitungan manual untuk tegangan sentuh maksimum sebenarnya diperoleh hasil 262 volt dan tegangan langkah sebenarnya dengan nilai 223 volt. Melihat nilai dari perbandingan diatas maka desain pentanahan Gardu Induk 150 kV Kota Baru Pontianak memenuhi persyaratan, dikarenakan tidak melebihi tegangan sentuh dan tegangan langkah yang diizinkan yaitu 270  volt untuk tegangan sentuh yang diizinkan dan 972 volt untuk tegangan langkah yang diizinkan. Kata Kunci : Tegangan Sentuh, Tegangan Langkah, Gardu Induk 150kV Kota Baru, Sistem
ANALISIS PERENCANAANPEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA BERBANTUAN PROGRAM SYSTEM SIZING ESTIMATOR ., Saldi Eko Dwi Saputro
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.557 KB)

Abstract

Hasil eksekusi program System Sizing Estimator, untuk beban rumah tangga dengan daya terpasang 450 VA membutuhkan total daya modul / panel surya sebesar 780 Wp dan dengan jumlah baterai sebanyak 19 buah (masing-masing baterai berkapasitas 12 V/105 Ah), sedangkan untuk beban rumah tangga dengan daya terpasang 900 VA membutuhkan total daya modul / panel surya sebesar 807 Wp dan dengan jumlah baterai sebanyak 20 buah (masing-masing baterai berkapasitas 12 V/105 Ah). Jika digunakan modul surya jenis  Polikristalin  sebesar  100  Wp,  maka  untuk  beban  rumah  tangga  dengan  daya  terpasang  450  VA membutuhkan modul surya sebanyak 8 buah, sedangkan untuk beban rumah tangga dengan daya terpasang 900 VA membutuhkan modul surya sebanyak 9 buah. Berdasarkan hasil perhitungan manual untuk penentuan kapasitas Solar Charge Controller, diperoleh untuk beban rumah tangga dengan daya terpasang 450 VA membutuhkan Solar Charge Controller dengan kapasitas arus sebesar 50 A menggunakan tegangan ganda 12 V/24 V. Sedangkan untuk beban rumah tangga dengan daya terpasang 900 VA membutuhkan  Solar Charge  Controller dengan  kapasitas  arus  sebesar  60  A  menggunakan  tegangan  ganda  12  V/24  V. Berdasarkan hasil perhitungan manual untuk penentuan kapasitas Inverter, diperoleh untuk beban rumah tangga dengan daya terpasang 450 VA membutuhkan Inverter dengan daya nominal 500 W (tegangan input 12 VDC/24 VDC dan tegangan output 110 VAC/220 VAC). Sedangkan untuk beban rumah tangga dengan daya   terpasang   900   VA   membutuhkan   Inverter dengan   daya   nominal   1000   W   (tegangan   input 12 VDC/24 VDC/48 VDC dan tegangan output 110 VAC/220 VAC). Berdasarkan hasil perhitungan manual, jumlah modul surya dan baterai yang digunakan untuk beban 450 VA dan 900 VA tidak terlalu jauh berbeda, hal ini disebabkan oleh perbedaan jumlah penghuni masing-masing rumah tangga (5 orang untuk 450 VA dan 3 orang untuk 900 VA). Semakin banyak jumlah orang maka semakin besar daya dan energi listrik yang dipakai.   Kata kunci: program System Sizing Estimator, modul / panel surya, baterai, Solar Charge Controller, Inverter
IMPLEMENTASI ARDUINO MEGA 2560 UNTUK SISTEM KEAMANAN RUMAH BURUNG WALET ., Fraderick Yorlanda Erphan
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.649 KB)

Abstract

Burung Walet termasuk salah satu sumber daya alam hayati yang banyak terdapat di wilayah Indonesia. Burung walet merupakan burung yang hidup di daerah yang beriklim tropis lembab, dan merupakan burung pemakan serangga yang tinggal di dalam gua-gua dan rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang dan sampai gelap dan menggunakan langit-langitnya untuk membangun sarang dan berkembang biak. Berdasarkan penelitian para pakar gizi sarang burung walet mengandung glyco protein yang kegunaannya sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk Menerapkan  sebuah sistem keamanan  dalam bentuk alat yang bisa memonitoring dari jarak jauh menggunakan handphone peternak wallet tersebut.Sistem keamanan sarang burung walet di bangun menggunakan dua buah sensor, yaitu  BH1750 sebagai sensor cahaya dan sensor PIR sebagai pendeteksi gerak tubuh manusia. Dua buah sensor tersebut dikendalikan dengan modul mikrokontroler Arduino Mega 2560 yang berfungsi memproses/mengolah data sensor. Hasil pengujian menyimpulkan sistem keamanan rumah sarang burung walet akan bekerja berdasarkan kondisi intensitas cahaya dan gerakan manusia. Daya total yg diserap rangkaian kWh meter digital sebesar 3,5 watt.
STUDI EKONOMIS PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DAN GENSET SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK ALTERNATIF PADA GEDUNG PERKANTORAN ( Studi Kasus : Gedung Perkantoran Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat ) ., Kornelius Hendra
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.326 KB)

Abstract

Energi cadangan di gedung manapun sangatlah perlu, jika dicadangkan hanya menggunakan PLTS saja termasuk masih mahal sehingga di upayakan adanya kombinasi antara PLTS dan Genset. Penelitian ini mengunakan objek gedung perkantoran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi. Adapun pada penelitian ini menggunakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) yang merupakan gabungan antara dua pembangkit yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Genset. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis secara teknis dan ekonomis untuk melakukan perancangan sistem. Dari sisi Teknis, dilakukan untuk menentukan kapasitas serta jumlah komponen dari PLTS dan Genset. Sedangkan dari sisi ekonomis, dilakukan perhitungan besarnya biaya investasi awal,  penentuan suku bunga Bank, serta lamanya waktu pengembalian modal dengan menggunakan beberapa metode dalam ekonomi teknik. Hasil penelitian diperoleh, bahwa untuk mensuplay energi pada gedung sebesar 98,3 kWh, maka energi yang akan disuplay oleh PLTS sebesar 68,88 kWh dan energi yang disuplay oleh Genset sebesar 29,52 kWh. Perancangan PLTS dan Genset ini membutuhkan biaya Investasi Awal sebesar Rp.1.257.917.000. Analisis kelayakan dengan metode Payback Period (PP), perancangan ini yang akan dikembangkan sangat layak untuk dikembangkan karena waktu pengembalian lebih cepat yaitu 11,5 tahun lebih cepat dari umur proyek yang ditetapkan selama 20 tahun.
EVALUASI SETTING RELE JARAK TRANSMISI 150 KV SENGGIRING - SINGKAWANG ., Angga Priyono Kusuma
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.584 KB)

Abstract

Transmisi 150 kV pada sistem kelistrikan Kalimantan  Barat  merupakan  bagian  yang  terpenting dalam proses penyaluran energi listrik, oleh karena  itu sistem proteksi saluran transmisi haruslah berkerja dengan sensitif, selektif, cepat dan handal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi setting proteksi rele jarak sebagai pengaman utama pada saluran transmisi 150 kV. Studi kasus yang diangkat adalah proteksi Transmisi Senggiring-   Singkawang,   dimana   GI   Singkawang   mengalamiperubahan   konfigurasi   sistem   150   kV,   penambahan saluran transmisi Singkawang – Sambas dan saluran transmisi Singkawang – Bengkayang, mengakibatkan saluran transmisi Senggiring – Singkawang mengalami beberapa gangguan sistem meluas yang  mengakibatkan operasi  terpisah/island  operation  karena  rele  berkerja tidak selektif. Evaluasi terhadap sistem proteksi transmisi rele jarak yang mengamankan saluran tersebut menggunakan  metode  membandingkan  kinerja  setting rele terpasang dengan setting baru  hasil  evaluasi. Setting yang baru didapatkan dengan cara mengumpulkan beberapa parameter seperti sumber pembangkit, trafo dan konduktor yang digunakan pada line transmisi yang kita evaluasi, selanjutnya menghitung setting dengan kaidah penyetelan rele jarak, setelah ditemukan setting yang baru untuk menyimpulkan setting hasil evaluasi dapat berkerja baik maka, besar gangguan hubung singkat yang terjadi padasetiap zona harus kita peroleh dengan menggunakan bantuan software dan dievaluasi kembali terhadap hasil rekaman gangguan meluas yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan dan evaluasi, nilai perhitungan jangkauan impedansi pada sisi sekunder Zona 1 sebesar j 4,695 ohm, Zona 2 sebesar j 7,042 ohm, dan Zona 3 sebesar j 10,483 ohm.  Sehingga  nilai  setting  jangkauan  impedansi  rele jarak pada kondisi ekisting lebih kecil dari hasil perhitungan, setting yang baru dapat berkerja selektif dari analisa perbandingan kinerja rele terhadap hasil simulasi dan rekaman gangguan meluas. Kata kunci : rele jarak, saluran transmisi, impedensi, resistansi, reaktansi, kaidah penyetelan rele jarak
STUDI ANALISIS KUALITAS DAYA LISTRIK PADA AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) SAAT PERALIHAN BEBAN ( Studi Kasus : PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Pontianak ) ., Bastian Leonardo Situmorang
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.147 KB)

Abstract

Kontinuitas penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke konsumen tidak dapat dijamin tersedia setiap saat, dibutuhkan suplai cadangan (genset) yang mempunyai kapasitas yang cukup. PT. Telkom Witel Kalbar, yang selama ini di suplai oleh PLN melalui feeder PLN Centrum dan feeder PLN Flexi dengan kapasitas daya masing-masing 555 KVA dan 240 KVA yang kadang-kadang terjadi pemadaman, oleh karena itu PT. Telkom Witel Kalbar memerlukan adanya genset sebagai sumber energi cadangan. Agar kontinuitas aliran listrik terjamin PT. Telkom Witel Kalbar memerlukan adanya ATS (Automatic Transfer Switch) dan AMF (Automatic Main Failure) sebagai alat untuk peralihan beban antara PLN dan genset apabila terjadi pemadaman.Berdasarkan hasil simulasi dan perhitungan ATS pada PT. Telkom Witel Kalbar memerlukan waktu 35 detik untuk peralihan beban dari PLN ke Genset serta kebalikannya, terdapat 3 buah ATS dapat bekerja dengan baik. Dengan memperbaiki faktor daya dari 0.8 menjadi 0,98  PT.Telkom kalbar dapat memaksmalkan penggunaan genset saat peralihan dari awalnya 1000000 Watt menjadi 1225000 Watt untuk genset dorman 1250 KVA, dan dari 880000 Watt menjadi 1078000 Watt untuk genset deutz 1100 KVA. Dengan begitu kualitas daya listrik dapat di optimalkan dan berdasarkan hasil perhitungan frekuensi dapat disimpulkan dengan kecepatan 1500 rotor per menit masing-masing genset dapat menghasilkan frekuensi stabil yaitu 50Hz untuk masing-masing genset.
EVALUASI PENERAPAN METODE PENTANAHAN NETRAL RESISTANSI TINGGI PADA GENERATOR DI PLTD SUNGAI RAYA ., Rifo Ardo Wiguna
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.965 KB)

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja sistem pentanahan di PLTD Sungai Raya. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder yang diperoleh dari PT.PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi dan Penyaluran (APDP) Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan metode 3 titik, pada penelitian terdapat 13 titik pengukuran grounding pada PLTD Sungai Raya. Pegukuran titik grounding ditentukan berdasarkan pertimbangan yang dilakukan oleh PLTD Sungai Raya untuk melakukan proteksi pada bangunan, peralatan dan mesin yang ada pada lokasi PLTD Sungai Raya. Hasil pengukuran grounding masih standar dengan hasil pengukuran grounding tertinggi yaitu pada dititik 1 sebesar 4,81 ohm. Sedangkan untuk hasil pengukuran grounding pada titik lainnya berada di nilai rata-rata 0,50 ohm. Setelah pengolahan data, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pentanahan netral resistansi tinggi pada generator di PLTD Sungai Raya dilihat dari jenis pembumian, resistansi pembumian, dan elektroda pembumian yang digunakan telah memenuhi persyaratan standarisasi sesuai dengan PUIL 2000. Sehingga dari hasil evaluasi dapat dikategorikan sudah efektif. Kata Kunci: Evaluasi, Pentanahan Netral, Pengukuran Tahanan Tanah, Metode Tiga Titi