cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
RANCANG BANGUN AVR PADA SISI TEGANGAN RENDAH (TEGANGAN KONSUMEN) BERBASIS ATMEGA8 ., Syamsir
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.808 KB)

Abstract

Abstrak— Tugas akhir ini membahas system pengaturan jala- jala listrik terhadap perubahan beban pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Saat ini pengaturan jala-jala pada PLTMH dilakukan secara manual yang melibatkan tenaga operator   sebagai   pengendali   hidup   -   mati   lampu   beban pengatur.. Metode yang digunakan untuk mengatasi naik turun tegangan dengan cara mengendalikan lampu beban pengatur secara otomatis. Alat akan bekerja secara otomatis apabila terjadi perubahan beban pada konsumen. Naik-turun tegangan pada PLTMH disebabkan oleh perubahan beban  pada konsumen. Tegangan pada beban konsumen naik, tengan jala- jala   turun,   sebaliknya   tegangan   beban   konsumen   turun, tegangan jala-jala naik. Perubahan pada tegangan PLTMH menjadi input untuk mikrokontroller ATMega 8 untuk mengendalikan lampu  pengatur.  Berdasarkan  hasil  pengujian alat ini mampu menjaga kestabilan tegangan antara 218,1 Volt sampai dengan 221,7 Volt.   Kata kunci— Beban, Tegangan, Rangkaian Sistem Kendali dan
PENGGUNAAN PENDINGIN THERMO-ELECTRIC (PELTIER) UNTUK MENURUNKAN TEMPERATUR PERMUKAAN DALAM MENINGKATKAN DAYA KELUARAN PANEL SURYA ., Abdul Rahim
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.341 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki kelebihan sinar matahari, salah satu pemanfaatan sinar matahari menjadi energi listrik menggunakan panel surya. Sel surya merupakan komponen elektronik yang mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan memanfaatkan gejala fotovoltaik. Namun, temperatur pada panel surya akan mempengaruhi kinerja dari sel-sel surya. Akibat dari kenaikan temperatur, maka tegangan listrik yang dihasilkan oleh panel surya menjadi berkurang. Setiap kenaikan temperatur panel surya 10C (dari 250C) akan mengakibatkan berkurangnya sekitar 0,5% pada daya yang dihasilkan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menurunkan temperatur permukaan dalam meningkatkan daya keluaran panel surya dengan metode pendinginan. Digunakan 2 buah panel surya dengan spesifikasi yang sama dan 5 buah pendingin Thermo-Electric (Peltier) yang dipasang di permukaan bagian bawah pada panel surya yang akan didinginkan. Pemasangan pendingin divariasikan yaitu pemasangan dengan 2, 3, 4, dan 5 buah Thermo-Electric (Peltier). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4, 6, 10, dan 19 Oktober 2018 dimulai pada pukul 09.00-15.00 WIB. Pendingin Thermo-Electric (Peltier) mampu menurunkan temperatur permukaan panel surya dan meningkatkan daya keluaran panel surya. Peningkatan daya keluaran panel surya menggunakan pendingin Thermo-Electric (Peltier) 2, 3, 4, dan 5 pada pengukuran daya maksimum masing-masing sebesar 4,705%, 5,34%, 6,044%, dan 7,21%, sedangkan pada pengukuran dengan beban masing-masing sebesar 9,809%, 11,815%, 13,041%, dan 15,294%. 
SIMULASI DISTRIBUSI POTENSIAL DAN MEDAN LISTRIK PADA KABEL BAWAH TANAH MENGGUNAKAN FEMM Sijabat, Juanda Parasian; -, Danial; Rajagukguk, Managam
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.334 KB)

Abstract

Tugas akhir ini membahas tentang distribusi potensial dan medan listrik pada kabel bawah tanah tegangan menengah 20 kV jenis NA2XSEYBY 3 X 150 mm2 secara simulasi, menggunakan metode elemen hingga, yang di komputasi menggunakan program Finite Element Method Magnetics (FEMM). Hasil dari penelitian ini menjelaskan nilai distribusi potensial dan medan listrik pada lapisan material isolasi kabel dari inti konduktor sampai pada lapisan selubung/sheath kabel. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan dengan konfigurasi konduktor 1 berada pada sudut 900, konduktor 2 berada pada sudut 2100, dan konduktor 3 berada pada sudut 3300 (sudut listrik), maka di dapat nilai distribusi potensial listrik maksimum sebesar >20 kV yang berada pada  jari-jari konduktor 1 dan nilai distribusi medan listrik maksimum sebesar >3,793 kV/mm yang berada lapisan isolasi (XLPE)  yang terletak pada lapisan isolasi konduktor 1.                                 Kata kunci: distribusi potensial listrik, medan listrik, kabel bawah tanah, tegangan menengah, Finite Element Method Magnetic (FEMM).
STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA (PLTBm) SAWIT PADA PT. FAJAR SAUDARA KUSUMA ., Michel
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.922 KB)

Abstract

Biomassa yang terdapat pada industri pengolahan kelapa sawit merupakan produk sampingan seperti cangkang, serabut, tandan buah kosong dan pome. Limbah padat yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit pada umumnya mengalami perlakuan yang berbeda. Serabut pada umumnya merupakan bakar utama boiler yang digunakan sebagai sumber energi pada proses pengolahan CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel), sebagian kecil dari cangkang juga digunakan sebagai bahan bakar boiler. PT. Fajar Saudara Kusuma (FSK) setiap jamnya rata-rata mengolah 40 ton TBS/jam, serat dan cangkang telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar boileruntuk menghasilkan kebutuhan uap pembangkit tenaga biomassa (PLTBm) sawit. Dengan pemanfaatan tersebut maka penggunaan generator yang memakai bahan bakar minyak (BBM) dapat dikurangi hal ini tentu memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Dari analisa yang dilakukan ternyata bahan serat dan cangkang yang dihasilkan ternyata mencukupi untuk memasok kebutuhan uap 16,8438 ton/jam untuk boiler.,dengan energi yang dapat dibangkitkan di 1.252,99 kWh untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik.Dalam setahun bahan serabut dan cangkang bahkan berlebih sebanyak 2.374,659 ton dan 5.598,503 ton  menghasilkan energi sebesar 2.642.823,228 kWh dapat memenuhi kebutuhan genset sebesar 741.610 kWh, jika kebutuhan uap 16,8438 ton/jam untuk boiler dengan komposisi campuran bahan bakar yaitu serabut 82% dan cangkang 18% untuk penambahan waktu operasi PLTBm dengan daya yang dhasilkan 1.252,99 kW setiap jam bahan bakar yang tersedia yaitu cangkang 7.348,0811 jam dan serabut 684,1642 jam. Boiler berdasarkan kebutuhan uap jika tanpa komposisi campuran bahan bakar per jam yaitu untuk penambahan waktu  PLTBm dengan energi  yang dihasilkan 1.252,99 kWh bahan bakar yang tersedia yaitu bahan bakar yang tersedia murni menggunakan cangkang 1.469.4416 jam  sedangkan serabut 547,3171 jam.
RANCANG BANGUN ANTENA YAGI MODIFIKASI OMNIDIRECTIONAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENERIMA SIARAN TELEVISI ULTRA HIGH FREQUENCY ., Asep Saadilah
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.39 KB)

Abstract

Antena Yagi merupakan antena pengarah yang memiliki pola radisi direksional yang dapat menerima daya pada satu arah. Pontianak memiliki 9 stasiun televisi terestrial lokal yang dipancarkan pada range frekuensi 495,25 – 751,25 Mhz. Hal ini memungkinkan untuk dirancang sebuah antena penerima siaran televisi terestrial di Pontianak dan sekitarnya yang lebih efisien untuk menangkap siaran televisi yang dipancarkan pada range tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antena Yagi omnidirectional untuk penerima siaran televisi UHF pada wilayah Pontianak. Bahan penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini berupa data kualitas sinyal yang diperoleh dari antena Yagi modifikasi  omnidirektional  yang  dirancang,  dengan  cara  melakukan  pengujian  antena.  Kualitas gambar yang dihasilkan oleh antena Yagi yang dimodifikasi memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kualitas gambar yang dihasilkan oleh antena konvensional yang ada di pasaran. Antena yang dirangcang pada penelitian ini bekerja pada frekuensi 635,25 dengan panjang gelombang (  ) = 0,472 meter, panjang driven = 22,4 cm, panjang reflektor = 23,52 cm, panjang director 1 =21,28 cm, panjang director 2 = 20,21 cm, panjang director 3 = 19,2 cm, panjang director 4 = 18,24 cm, jarak reflektor ke driven = 9,4 cm, jarak driven ke director 1 = 7 cm, jarak director 1 ke director2 = 9,4 cm, jarak director 2 ke director 3 = 11,8 cm, dan jarak director 3 ke director 4 = 14,1 cm.Diharapkan  penelitian  selanjutnya  dapat  melakukan  penelitian  dengan  merubah  material-material lainnya sehingga dapat meningkatkan penguatan daya (gain) yang lebih baik lagi. Kata kunci: Antena Yagi, Gain Antena, Kualitas Penerima Siaran
PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT-UNIT PEMBANGKIT THERMAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAVITATIONAL SEARCH ALGORITHM ., Aprianto Alhamdani
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.302 KB)

Abstract

In a generation, a generator can serve a load with a certain power value, so what needs to be considered is how much power must be generated by each generating unit, so that the optimum power generation and economical fuel costs are obtained or commonly called the Economic Dispatch (ED). Several methods such as conventional methods have been carried out in solving Economic Dispatch problems such as the Lagrange, Linear Programming and Quadratic Programming methods. In a problem such as economic dispatch, researchers using gravitational Search Algorithm methods, (GSA) is one of the modern methods applied based on the laws of gravity. In the ED representation the GSA method finds optimum values of optimally generated power as a reference for the lowest fuel cost ($ / h) as the best mass with the smallest distance. To test the Gravitational Search Algorithm method, it is tested with several different parameters from the IEEE standard system on 3 generator units with 6 generator units and 20 generator units. To test the effectiveness of the Gravitational Search Algorithm method, the results are compared with conventional methods, namely the Lagrange Multiplier method. One of the results of the test is the unit 3 generator test system with losses of transmission on the load test 125 MW with the GSA method having a more economical price than the LM method of ± 0.185%, in testing a load of 225 MW taking into account transmission loss, GSA method more economical than the LM method of ± 0.124%. Furthermore, transmission losses at the time of the test load 225 MW with the GSA method amounting to ± 2.52% of the power generated by calculating the transmission loss means that the total power to be generated is 230.8119 MW. While the LM method is ± 2.64% with a total power generation of 231,101 MW. The factors that affect the results of the GSA method optimization test are Mass Agent (N), alpha, G0, and Maximum Iteration Number. In this case the gravitational search algorithm method is one of the modern methods that can be used in economic dispatch problems because it has succeeded in completing the achievement of optimum prices for generating economic fuel costs with the accuracy of the results obtained optimally.
Rancang Bangun Pengendalian Robot Lengan 4 DOF dengan GUI (Graphical User Interface) Berbasis Arduino Uno ., Martinus Didi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Mahsiswa Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.738 KB)

Abstract

Teknologi robot mengalami suatu kemajuan yang sangat pesat pada saat ini. Robot yang canggih telah menggantikan peralatan-peralatan manual yang membutuhkan banyak tenaga manusia, salah satunya yaitu penggunaan robot lengan. Robot lengan yang dibuat ini merupakan bagian dari robot dengan skala prototype untuk kegiatan praktikum yang dapat menggantikan maupun meringankan kerja manusia secara langsung. Dalam kenyataannya sering didapatkan kendala bagaimana cara mengontrol atau mengendalikan suatu alat dengan mudah untuk diopersikan. Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah robot lengan 4 DOF (Degree Of Freedom) yang memiliki sistem yang mudah dikendalikan berupa sistem robot lengan yang secara keseluruhan dikendalikan melalui aplikasi interface dengan GUI (Graphical User Interface) yang dibangun dengan bahasa pemrograman Java pada PC (Personal Computer). Mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengendali utama yang terkoneksi via USB (Universal Serial Bus) dengan PC. Pada komunikasi interface antara aplikasi program pengendali dengan mikrokontroler Arduino Uno terjadi proses pengiriman (Tx) dan penerima (Rx) data serial yang berupa data byte. Data byte yang dikirim oleh slider pengendali akan menentukan lebar pulsa sinyal PWM (Pulse Width Modulation) pada setiap motor servo sehingga pergerakan robot sesuai dengan pergeseran slider. Program aplikasi slider pengendali ini memiliki dua mode, yaitu mode kendali per-slider dan mode kendali sekaligus kirim. Berdasarkan hasil pengujian sinkronisasi gerak antara robot lengan dan slider pengendali didapatkan hasil bahwa semakin besar nilai derajat pergeseran slider maka lebar pulsa sinyal PWM semakin melebar dan tegangan keluaran dari pin mikrokontroler Arduino Uno semakin besar dengan nilai rata-rata tegangan yang dihasilkan sebesar 115,03 mV. Robot dalam keadaan standby hanya membutuhkan daya sebesar 0,9 Watt dan saat beroperasi membutuhkan daya sebesar 3,94 Watt. Nilai rata-rata sudut dan selisih sudut ideal dengan yang dihasilkan base yaitu 97,17° dengan selisih 7,17°, link 1 yaitu 73,64° dengan selisih 3,64°, link 2 yaitu 90,24° dengan selisih 0,24°, link 3 yaitu 96,8° dengan selisih 6,8° dan end-effector sesuai perancangan dengan selisih 0. Sudut yang terbentuk dari manipulator robot hanya hampir mendekati sudut yang sebenarnya dikehendaki (sudut ideal) dikarenakan permasalahan dalam perancangan serta pembuatan mekaniknya. Penulis memberikan pembatasan rentang slider pengendali agar mekanik robot tidak patah dan menghindari kerusakan pada motor servo. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa robot bisa bersinkronisasi dengan aplikasi pengendali serta dapat digunakan dalam kegiatan praktikum.   Kata kunci: robot lengan 4 DOF, mikrokontroler Arduino Uno, Arduino dengan Java
EVALUASI KONDISI FISIK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI DUSUN MEDENG DESA SUNGKUNG II KECAMATAN SIDING KABUPATEN BENGKAYANG Edo, Martoni; Khwee, Kho Hie; -, Yandri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.833 KB)

Abstract

Dusun Medeng Desa Sungkung II, termasuk Desa terpencil di Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Desa ini tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, pada tahun 2009 telah dibangun PLTMH berkapasitas 32 kW unit PLTMH Dusun Medeng. Ini dimaksudkan agar pembangkitan dan keberlangsungan PLTMH tersebut dapat beroperasi secara optimal. PLTMH terdiri dari tiga komponen utama yaitu bangunan sipil, mekanikal, dan elektrikal. Konsumen PLTMH Dusun Medeng adalah seluruh masyarakat Dusun Medeng. Setelah sepuluh tahun beroperasi PLTMH Dusun Medeng mengalami beberapa perubahan baik dari sisi bangunan sipil, mekanikal, dan elektrikal. Dalam skripsi ini yang berjudul Evaluasi Kondisi Fisik PLTMH Dusun Medeng Desa Sungkung II akan dipaparkan mengenai beberapa hasil evaluasi terhadap hal-hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang berupa survei langsung ke lokasi, dan data sekunder sebagai acuan penulisan skripsi ini. Total debit yang tersedia sebesar 2,5792 m3/s, namun hanya digunakan debit sebesar 0,7559 m3/s untuk PLTMH dengan daya listrik sebesar 32 kW. Jika digunakan total debit maka daya listrinya adalah 109 kW. Secara umum Fisik PLTMH masih berfungsi dengan baik. Kerusakan yang pernah terjadi pada katup utama, bearing, belt, penyaring sampah, dan pipa penstok. Kerusakan ini telah diperbaiki. Penggunaan listrik PLTMH oleh masyarakat mengalami peningkatan yang signifikan. PLTMH di Dusun Medeng didasarkan pada kebijakan Pemkab Bengkayang Kalimantan Barat, PLTMH Dusun Medeng kurang berjalan dengan baik, orang-orang yang bertugas menjalankan kepengurusan harian maupun operator kurang bekerja optimal. Dari evaluasi kondisi tersebut maka diperlukan pembenahan agar keberlanjutan PLTMH Dusun Medeng dapat terjaga.
ANALISIS EFISIENSI PADA RANCANG BANGUN SOLAR HOME SYSTEM ., Indra Viantus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.915 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi, khususnya energi listrik di Indonesia makin berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari. Seiring dengan pesatnya peningkatan pembangunan di bidang teknologi, industri dan informasi. persediaan energi konvesional saat ini berarti terjadi penambahan pemakaian persediaan energi fosil dan meningkatnya emisi dari gas yang bahaya untuk lingkungan. Sumber minyak dunia akan habis, dengan demikian perlu adanya energi alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan menggunakan energi yang dapat diperbaharuhi. Ada beberapa sumber yang dapat diperbaharuhi yang tersedia dimana dapat digunakan dalam skala besar untuk menghasilkan listrik di daerah terpencil dimana jaringan listrik tidak tersedia. Yang termasuk dalam tipe ini antara lain sinar matahari, angin, panas bumi, air, dan lain-lain. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan kepulauan, tersebar dan tidak meratanya pusat-pusat beban listrik, rendahnya tingkat permintaan listrik di beberapa wilayah, tingginya biaya marginal pembangunan sistem suplai energi listrik, serta terbatasnya kemampuan finansial, merupakan faktor-faktor penghambat penyediaan energi listrik dalam skala nasional. Indonesia khususnya untuk wilayah Kalimantan Barat masih banyak daerah – daerah yang belum ada jaringan listrik, maka dari itu pemanfaatan sumber energi sinar matahari inilah yang biasa dijadikan sumber energi alternatif. Masalah dalam pemanfaatan energi matahari terletak pada faktor cuaca dan waktu pergantian siang dan malam, sehingga perolehan energi matahari menjadi energi listrik terbatas dalam penyuplaiannya. Untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik perlu diketahui beban pemakaian bebannya untuk merancang dan membuat SHS.  Maka dengan adanya SHS yang memiliki kestabilan dan keterkendalian diharapkan akan mensuplai energi listrik sesuai dengan beban pemakaiannya. Dari hasil pembahasan di dapat efisiensi SHS ini berdasarkan pengukuran selama 5 hari 60 jam dengan masing – masing perhari dilakukan pengukuran selama 12 jam. Didapat efisiensi modul surya 15% dan efisiensi solar charge controller 16%. Kata kunci : SHS, komponen SHS, Energi Alternatif, Inverter, Solar Charger Controller
MONITORING DAN ANALISIS IP CAMERA PADA JARINGAN INTERNET ., Ajie Pambudhi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.837 KB)

Abstract

IP Camera is one type of surveillance camera system that allows users to monitor a room or a specific place. The recording of the camera is stored on an NVR (Network Video Recorder) device and to display the recording  of the camera using a PC monitor. For  monitoring, usually using a local network, this is certainly not effective  if the room is abandoned  by the owner. In this final project configure IP Camera  to be accessed through internet network and evaluate QoS internet network. From the research results can be concluded that IP camera monitoring can be done through internet network. The average internet access speed measurement at the Faculty of Engineering Tanjungpura University for download and upload each valued at 10.81 Mbps and 6.39 Mbps. The delay result is 186.50 ms. Compared to the standardized network performance based on TIPHON, it is included in the "good" category. Meanwhile, when compared with the standardization  of network performance based on ITU-T, then included in either category. The result of packet loss is 1%. Compared to the standardized network performance based on TIPHON, it belongs to the "very good" category. While compared with the standardization  of network performance based on ITU-T, it is included in the "good"  category.  The throughput  result  is  46.82  Kbps. Compared  to  the  standardized  network performance based on TIPHON, it belongs to the "bad" category. Factors  that cause the decline in network quality is the unstable internet network caused by the large number of internet users in the Faculty of Engineering Tanjungpura University.   Key words : Monitoring, IP Camera, QoS