cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
STUDI EVALUASI KINERJA PLTH Surya-Genset PADA BTS(Base Transceiver Station) PT. Telkomsel DI KECAMATAN LEMBAH BAWANG KABUPATEN BENGKAYANG ., Tri Susanto
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK - Sistem Hibrid Surya-Genset adalah salah satu pembangkit Alternatif digunakan pada sistem tenaga listrik pada Base Transceiver Station (BTS) Uso. Dimana dalam sistem ini kebutuhan listrik dipenuhi oleh sel surya dan genset dikarenakan keterbatasan PLN untuk memenuhi kebutuhan sistem BTS di daerah-daerah terprncil khususnya di Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Sistem hibrid atau PLTH dan BTS ini dibangun pada tahun 2012 dan beroperasi pada tahun 2013. BTS Uso dan sistem pembangkitan ini adalah program dari MENKOMINFO untuk memenuhi sistem telekomunikasi didaerah-daerah terpencil dimana daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN. Adapun beban total dc yang dibutuhkan sistem BTS ini adalah sebesar 720 watt yang didalamnya terdapat antena ZTE dan antena V-sat. Sedangkan beban AC sebesar yang dibutuhkan BTS sebesar 660 Watt yaitu daya yang dikonsumsi oleh Modem. Dalam sistem perencanaan pembangkitan pada PLTH Surya-Hibrid ini telah direncanakan arus ouput maksimum sebesar 66.4 Adc dan tegangan maksimum 75,96 Vdc. Namun setelah dilakukan pengukuran dan evaluasi yang ada bahwa arus yang output Array terbesar adalah hanya 31,7 Amper, ini terbukti bahwa telah dilakukan perhitungan data yang akurat arus maksimum output Array adalah 42,88 Amper. sedangkan tegangan terbesar output Array adalah 81,2 Volt, jika dilihat tegangan ini telah melebihi tegangan maksimum Array. Standar waktu cadang baterai pada umumnya direcanakan 48 jam suplai, namun telah dilakukan perhitungan waktu cadang baterai hanya mampu mensuplai 23 jam. Untuk pengisian baterai dengan Charge Controller yang ada diperlukan waktu 19 jam, ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Setelah dilihat dari hasil evaluasi tersebut bahwa  kinerja sitem PLTH Surya-Hibrid tersebut belum maksimal. Diharapkan dalam perencanaan-perencanaan yang akan datang dapat dilakukan perhitungan-perhitungan yang lebih teliti dan lebih akurat lagi.
ANALISIS PERANCANGAN SISTEM MATV (MASTER ANTENA TELEVISI) DIGITAL PADA HOTEL GOLDEN TULIP ESSENTIAL PONTIANAK ., Ary Hidayat
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2015): Jurnal S1 Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAC Developments in information technology and multimedia communication at this moment is growing rapidly. One of them is the development of multimedia where MATV used as an information media and entertainment at ​​hotels and apartments. the historical development of television is a technology CATV / Cable TV are known before the advent of new technologies MATV. MATV consists of two types of technology that is digital and analog. MATV is based on two types of differences, although not significant, the difference was only found in the main device is the modulator. If the Digital MATV one modulator unit can operate 4 unit receiver then it can not be done by MATV Analog. Because MATV Analog can only run one unit of Modulator. the results of research conducted by the TV standard parameter with a range of 60 dB to 80 dB. object of research taking samples at Hotel Golden Tulip Essential Pontianak with the output of view that is quite good. the value achieved is still in the measurement standard that is 68 dB, this shows that the system used to work optimally with good quality TV viewing. MATV Digital is a high-resolution TV with High Definition Television (HDTV) is a digital television standard internationa which is broadcast in 16: 9 format television while analog 4: 3. Digital MATV can accommodate broadcast in 1 package due to the use of bandwidth in Digital MATV with greater resolution. The reliability of the MATV Digital that uses the S-Band frequency makes the displayed image remains in good condition without being affected by the weather disturbance. Digital MATV not have an influence on the distance of the transmitting station. It happens because Digital TV receive signals directly from the satellite frequency or Digital broadcasting. when the system is running it creates a new channel from 1 st floor to the 11 th floor and still run according to procedure although the location of the transmitter far from the station transmitter, the results remain good image display without the overlap in different broadcast signals. Key words: Digital MATV, CATV
RANCANG BANGUN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PENATAAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM DI KABUPATEN KUBU RAYA ., Ema Kartika
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan penerangan jalan umum (PJU) Kabupaten Kubu Raya dialokasikan pada ruas jalan Jenderal Ahmad Yani 2 dan jalan Trans Kalimantan. Jalan Jenderal Ahmad Yani 2 merupakan jalan 2 (dua) dengan lebar 2 x 9 meter, direncanakan penerangan jalan umum sepanjang 1 km dengan menggunakan tiang lengan ganda, sedangkankan jalan Trans Kalimantan dengan lebar 1 x 9 meter direncanakan penerangan jalan umum sepanjang 7 km dengan tiang lengan tunggal. Jumlah titik penerangan jalan umum pada jalan Jenderal Ahmad Yani 2 sebanyak2 x 25 titik disusun dengan model central twin bracket dan jarak antar tiang sepanjang 42 meter, sedangkan penerangan jalan umum pada jalan Trans Kalimantan sebanyak 168 titik disusun dengan model single side dan jarak antar tiang sepanjang 42 meter . Tujuan penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) penerangan jalan umum sebagai pertimbangan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam merealisasi pembangunan penerangan jalan umum. Hasil analisis rencana anggaran biaya penerangan jalan umum dengan tarikan kabel penghantar saluran bawah tanah membutuhkan biaya sebesar Rp. 2.570.852.861,53 dengan   total   daya   listrik   yang   tersambung   pada penerangan jalan umum ialah sebesar 16.500 VA dan 7 x7.700    VA,    dengan    perkiraan    biaya    sebesar    Rp.73.169.250,00, sehingga total rencana anggaran biaya penerangan jalan umum kabupaten Kubu Raya termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp.2,666.420.861,53 dan dibulatkan menjadi Rp.2.666.420.800,00. Kata kunci : PJU, RAB, IES, iluminasi, lux
PENENTUAN LETAK OPTIMUM ARRESTER PADA GARDU INDUK (GI) 150 kV SIANTAN MENGGUNAKAN METODE OPTIMASI ., Ringga Nurhaidi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Substation 150 kV Siantan frequent disturbances from lightning strikes. Where based on the results of the analysis in 2015, the number of lightning strikes in the transmission network is approximately 30 times strike. Therefore, we need a protection device to protect this transmission network. The main protection against lightning strikes on the network transmission is lightning arresters. Where, to selecting a reliable arrester for use, note the value of the identifier / rating of the arrester is appropriate for use on a 150 kV substation Siantan. From this research, the results of the analysis and calculation of the value for the distance Optimum arrester on the transformator (S) at 150 kV substations Siantan using lagrange method is 34,784 meter, while the identifier / rating of the arrester to be used are as follows: identifier arester voltage (UC) = 134.64 kV, the working voltage arrester (Ea) = 414.333 kV, operating current arrester (He) = 5.504 kA, Keywords: lightning arrester (LA), lagrange method, the parent Siantan 150 kV Substation
Rancang Bangun Robot Terbang Quadcopter Berbasis Mikrokontroler ATMega16 ., Sirajuddin
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.--Robot terbang quadcopter dirancang dengan menggunakan mikrokontroler ATMega16. Robot. terbang quadcopter dikendalikan dengan remote control (RC) dan dilengkapi dengan sensor gyroscop yang berfungsi untuk menstabilkan posisi robot. Robot terbang quadcopter terdiri dari motor brushless, electronic speed control (ESC), mikrokontroler ATMega 16, sensor gyroscop, propeller, remote control dan penerima remote control. Dalam pemrograman menggunakan bahasa basic dengan compiler menggunakan BASCOM-AVR Robot quadcopter menggunakan sumber tegangan baterai LIPO 2200Ah dengan tegangan 11,1 volt untuk mensuplai tegangan. Dari hasil pengujian bahwa quadcopter memiliki beban maksimum 5,6 kg dan jarak jangkauan RC adalah 60 meter tanpa menghalang dan 30 meter dengan penghalang. Dalam pengujian robot dapat terbang dengan ketinggian 5 sampai 6 meter dari permukaan tanah. Robot dilengkapi dengan sistem pemantau, sehingga robot terbang quadcopter sangat cocok digunakan untuk memantau tempat-tempat yang tinggi. Kata kunci: Mikrokontroler, RC, BASCOM-AVR dan Sensor gyroscop
PERANCANGAN SISTEM KENDALI KIPAS ANGIN OTOMATIS BERBASIS NodeMCU V3 Nugroho, Farhan; Saleh, Muhammad; Elbani, Ade
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kipas angin merupakan perangkat elektronik konvensional yang sering dipergunakan sebagai pengatur sirkulasi udara pada saat cuaca panas. Pada saat ini pengendalian ON/OFF dan kecepatan putaran (fan speed) pada kipas angin kebanyakan masih dikendalikan secara manual dengan saklar atau remote control yang penggunaannya terasa kurang efisien. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang dapat mengendalikan ON/OFF dan kecepatan putaran kipas angin tersebut secara otomatis dengan menyesuaikan posisi duduk orang serta suhu udara didalam ruangan sehingga menghemat penggunaan energi listrik, waktu serta tenaga agar para pengguna tidak perlu lagi bersusah payah untuk mengatur kecepatan putaran kipas angin tersebut secara manual. Dengan memanfaatkan NodeMCU V3 sebagai pengendali serta sensor DHT11 yang berfungsi mengukur suhu udara didalam ruangan, sensor passive infrared (PIR) untuk mendeteksi posisi duduk orang didalam ruangan, modul Relay untuk mengendalikan ON/OFF kipas angin yang sesuai dengan posisi duduk orang, serta modul Dimmer untuk mengendalikan kecepatan putaran kipas angin sesuai dengan suhu udara didalam ruangan dengan level kecepatan kipas sebesar 575 rpm untuk suhu diatas 25 - 27oC, 1150 rpm untuk suhu diatas 27 - 29oC, 1725 rpm untuk suhu diatas 29 - 31oC, dan 2300 rpm untuk suhu jika diatas 31oC, apabila suhu udara didalam ruangan dibawah 25oC maka kipas angin tersubut akan OFF walaupun ada orang yang duduk. Selain itu sistem ini dapat dikendalikan oleh aplikasi Blynk melalui smartphone untuk mengendalikan kecepatan putaran dan ON/OFF kipas angin secara manual atau otomatis, serta dapat memantau suhu udara pada ruangan. Dari hasil pengujian yang dilakukan sistem ini berkerja dengan baik, sehingga dengan dibuatnya sistem ini, pengendalian kipas angin lebih mudah karena sistem dapat mengendalikan kipas angin secara manual atau otomatis.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN FREKUENSI RADIO FM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARGUS PADA DAERAH LAYANAN KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBU RAYA Andi, Supratman; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia pengelolaan dan pengawasan spektrum radio dan orbit satelit diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Radio FM masih menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu media penyedia dan penyiar informasi bagi masyarakat luas, dimana sifat komunikasi ini termasuk sistem komunikasi tidak bergerak. Oleh karena itu, sumber daya alam ini perlu dikelola dan diatur pengalokasian spektrumnya. Banyaknya jumlah stasiun radio FM dan keterbatasan alokasi frekuensi radio FM mengharuskan penggunaan alokasi frekuensi radio FM haruslah sesuai dengan aturan yang berlaku. Diprediksi adanya penggunaan frekuensi radio FM yang tidak memiliki Izin Siaran Radio sehingga mengakibatkan interferensi dan gangguan komunikasi bagi pengguna frekeunsi radio FM lainnya, untuk itu diperlukan identifikasi supaya penggunaan frekuensi radio FM lebih tertata dan terdata. Dari hasil pengukuran dan identifikasi frekuensi radio FM menggunakan software argus pada daerah layanan didapat sebanyak 10 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kota Pontianak dan 3 frekuensi radio FM legal pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya. Semua frekuensi radio FM tersebut tidak ada yang berdiri illegal, kadaluarsa atau tidak sesuai dengan database Sistem Informasi Manajemen  Spektrum (SIMS) wilayah Kota Pontianak.Sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kota Pontianak adalah 38,9 dBµV/m dengan hasil identifikasi 104,200 MHz radio FM RRI Pro 1 dan sinyal terendah adalah 13,6 dBµV/m dengan hasil identifikasi 105,800 MHz radio FM PT. Radio Swara Mas Mujahidin Madani sedangkan, sinyal tertinggi yang diterima pada saat melakukan pengukuran pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya adalah 80,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 97,900 MHz radio FM PT. Radio Samaria dan sinyal terendah adalah 41,1 dBµV/m dengan hasil identifikasi 94,700 MHz radio FM PT. Radio Swara Rodja dan pada pengukuran spektrum frekuensi radio FM pada daerah layanan Kabupaten Kubu Raya terdapat 3 frekuensi radio FM yang tidak sesuai dengan database SIMS dan tidak dapat diidentifikasi, yaitu 97.000 MHz, 100.700 MHz, 105.500 MHz.
STUDI PENGAMAN BUSBAR 150 kV PADA GARDU INDUK SIANTAN ., Julian Maruli Torang Manurung
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data real di lapangan pada tanggal 1 agustus 2012 pukul 16:55 wib telah terjadi gangguan pada busbar 150 kV di sistem sistem kelistrikan PT PLN (Persero) Area Pengatur Distribusi dan Penyaluran (APDP) Kalimantan Barat, yaitu masuknya kawat layangan ke switchyard dan mengenai busbar 150 kV, sehingga mengakibatkan gangguan tersebut tidak dapat dilokalisir (gangguan menjadi meluas). Maka pada penelitian ini dilakukan studi sistem proteksi pengaman busbar 150 kV, yang dimulai dengan penelusuran literatur yang sesuai dengan kondisi busbar ganda, dilanjutkan dengan melakukan evaluasi, yaitu dengan cara membandingkan sistem yang ada dengan kondisi ideal serta mendesain sistem proteksi yang sesuai dengan kondisi dan kejadian-kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Kata kunci : sistem proteksi, pengaman busbar, busbar ganda
Simulasi Distribusi Medan Listrik Pada Bushing Trafo 275 Kv Menggunakan Femm Tonahe, Anggi; -, Junaidi; -, Danial
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator merupakan salah satu peralatan utama dalam sistem transmisi dan distribusi energi listrik. Pada transformator terdapat bushing yang merupakan sebuah pengikat padu yang berfungsi mengikat konduktor ke badan peralatan dan mengisolir konduktor tersebut dengan badan peralatan yang dibumikan. Bushing bekerja pada tegangan tinggi sehingga dibutuhkan isolasi yang baik pada bushing. Maka dari itu perlu dilakukan simulasi distribusi medan listrik di sekitar bushing transformator.Analisa distribusi medan listrik di sekitar bushing menggunakan analisis elemen hingga dengan program FEMM. Dari hasil simulasi diketahui lokasi pada bushing yang mempunyai intensitas medan tinggi dan lokasi dengan intensitas medan rendah, untuk tegangan 275 kV, medan listrik tertinggi adalah 8,2 kV/cm.
UPAYA OPTIMASI JARINGAN 4G LTE DENGAN PARAMETER RSSI (RECEIVED SIGNAL STRENGTH INDICATOR) DAN RSRP (REFERENCE SIGNAL RECEIVED POWER) Utama, Rangga Hari; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada 3 lokasi yang memiliki kualitas sinyal buruk sesuai parameter RSSI dan RSRP dengan menggunakan provider Three. Lokasi pertama yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Lokasi kedua yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kuburaya. Dan lokasi ketiga yang akan diteliti pada penelitian ini adalah Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan pada 5 titik berbeda dengan jarak 10m, 15m, 20m, 25m, 30m, yang mewakili posisi pengambilan data menggunkan software G-NeTack Lite maka didapatkan hasil dari parameter RSSI dan RSRP dilokasi I Jl. Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya sebagai berikut : 1. jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -99 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -72 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -70 dBm (baik) RSRP -98 dBm (baik), Jarak 30 meter nilai RSSI -74 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik), pada Lokasi II Jl. Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya : jarak 10 meter nilai RSSI -63 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -69 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -66 dBm (sangat baik) RSRP -94 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -71 dBm (baik) RSRP -97 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -70 dBm (sangat baik) RSRP -98 dBm (baik), pada Lokasi III Jl. Selat Panjang 2 Siantan Hulu Pontianak Utara : jarak 10 meter nilai RSSI -42 dBm (sangat baik) RSRP -93 dBm (baik), jarak 15 meter nilai RSSI -43 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 20 meter nilai RSSI -44 dBm (sangat baik) RSRP -95 dBm (baik), jarak 25 meter nilai RSSI -45 dBm (sangat baik) RSRP -96 dBm (baik), jarak 30 meter nilai RSSI -47 dBm (sangat baik) RSRP -97 dBm (baik). Dari hasil pengukuran QoS yang bernilai maka upaya optimasi berhasil dilakukan, dibuktikan dengan pengujian aplikasi whatsapp, google, youtube berjalan dengan lancar.