cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
ANALISA PERBANDINGAN R DAN C SEBAGAI PENGGANTI L ( BALLAST ) PADA FLUORESCENT ATAU LAMPU TL ( LAMPU TABUNG ) admin, Yasri .
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passive elements in electricity there is three kind of resistances (R), Induktance (L), and capacitance (C). on the study of resistif properties of the resistor and the capasitor is used to ignite the lamp TL becaue in general elements commonly used to light the lamp TL is simply L ( Ballasts ). For elements of R and C that stands on its own is very rarely used us reactance on the line voltage. Keyword : Ballast, Resistor, Kapasitor
RANCANG BANGUN ANTENA HELIX SEBAGAI PENGUAT JARINGAN INTERNET MODEM MIFI DI DESA SUNGAI AMBANGAH Badriansyah, M.; Suryadi, Dedy; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan tidak adanya sinyal internet di Desa Sungai Ambangah menjadi permasalahan bagi masyarakat pengguna internet, khususnya pelajar, mahasiswa, guru dan lain-lain. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring, sebab belum ada ijin dari pemerintah untuk kegiatan pembelajaran secara tatap muka (offline). Dengan antena Helix ini dapat memecahkan masalah di daerah blankspot (sinyal lemah), agar masyarakat setempat dapat mengikuti perkembangan ‘di dunia luar’ dengan mengakses konten-konten informatif. Dibidang pendidikan kegiatan belajar mengajar secara daring bisa terlaksana dengan baik. Dalam penelitian ini diuraikan tentang proses perancangan, perhitungan, pembuatan dan analisis antena Helix dengan tujuan untuk memperkuat daya tangkap sinyal GSM terhadap modem Mi-Fi. Antena Helix yang dirancang dengan spesifikasi panjang 50 cm, dengan lebar antena Helix dengan diameter 4,2 cm dengan 15 lilititan kawat email dan dengan groundplane berdiameter  15 cm. Berdasarkan hasil pengujian di desa sungai ambangah dusun karya sari dengan jarak 2,3 hingga 2,5 km pada saat pengujian kecepatan internet menggunakan aplikasi network cell info lite mendapatkan nilai kecepatan terbaik pada ketinggian 10 meter pada lokasi 1 dengan nilai signal strenght -50 dBm, RSSI -35 dBm, jitter 20 ms, kecepatan download 12,3 Mbps dan kecepatan upload 4,3 Mbps. Hasil analisis pengukuran antena Helix dapat bekerja pada ketinggian diatas 8 meter tanpa ada halangan pepohonan atau bangunan sehingga dapat menangkap sinyal internet dengan baik. Dengan kualitas sinyal yang baik tersebut maka dapat dilakukan aktifitas akses internet dan fitur-fiturnya seperti whatsapp, google dan youtube tanpa kendala.
ANALISA AUDIT ENERGI PADA GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MEMPAWAH Gusnaldi, -; Gianto, Rudy; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari – hari dimana energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia pada zaman ini. Maka dari itu Tujuan penelitian akan Menentukan nilai Konsumsi Energi Listrik (IKE) di gedung Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah, serta mencari peluang hematan energi pada gedung DPLH Kabupaten Mempawah serta Merekomendasikan penghematan energi pada jangka pendek dan jangka menengah. Pada data konsumsi energi listrik gedung DPLH Kabupaten Mempawah dapat dilihat dari data rekening pembayaran dari tahun 2016 -2020 yang memiliki dua perhitungan lantai 1 (satu) dan lantai 2 (dua) dengan menggunakan metode Studi literatur, Teknik Observasi, Metode Analisis Komparatif, sehingga penelitian audit energi awal didapatkan total IKE pada lantai 1 (satu) sebesar 105.512,20 kWh dengan biaya sebesar Rp. 141.700.774,- per tahun dan pada lantai 2 (dua) sebesar 99.027,46 kWh dengan biaya sebesar Rp. 132.991.898,- per tahun, berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh / m2 pertahun. Gedung DPLH Kabupaten Mempawah memiliki total IKE yang tergolong efisien. Pada total konsumsi yang didapat masih bisa menekan IKE dengan melakukan Peluang Hemat Energi (PHE) dengan cara penggantian lampu SL Neon ke lampu LED dan penggantian Refrigerant Sintetic HCFC-R22 dengan menggunakan Refrigerant Musicool menghasilkan perbandingan sesudah penggantian tersebut mampu menekan penurunan Konsumsi Energi Listrik dari penggunaan konsumsi lampu sebesar 35%, sedangkan pada penggunaan AC sebesar 15% dari total konsumsi Energi Listrik pada gedung DPLH kabupaten Mempawah.
IMPLEMENTASI MANIPULATOR PLANAR 4-DOF PENGHINDAR HALANGAN BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 ., Supardiansyah
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia teknologi khususnya robot telah mengalami perkembangan yang sangat cepat salah satunya adalah robot manipulator planar. Robot ini berbentuk menyerupai lengan manusia yang dilengkapi dengan beberapa sendi. Namun permasalahan  yang dihadapi oleh robot ini adalah ketika di area kerja robot terdapat penghalang (obstacle), maka kinerja robot terganggu sehingga hasil yang diinginkan robot tersebut tidak tercapai. Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah robot yang dapat bergerak secara otomatis untuk menghindar dari suatu halangan dalam bidang 2 dimensi. Robot ini berbentuk lengan dengan 4-DOF (Degree Of Freedom) dan dikendalikan menggunakan mikrokontroler Arduino Mega 2560. Sensor ultrasonik yang berjumlah 8 buah dipergunakan untuk mendeteksi halangan (obstacle) sehingga robot tidak akan menyentuh obstacle tersebut. Robot ini menggunakan 4 buah servo. Pada setiap sendi dipasang satu buah servo sehingga robot memiliki 4 sendi. Berdasarkan hasil pengujian dan pengukuran  sensor ultrasonik pada robot yang menggunakan obstacle berbentuk tabung dengan diameter 10 cm dan dengan nilai set point jarak antara sensor ultrasonik dan obstacle sebesar 6 cm, maka diperoleh nilai error keseluruhan sensor ultrasonic adalah 0,4375 cm dimana error sensor ultrasonik 1 yaitu 0,28 cm, error sensor ultrasonik 2 yaitu 0,38 cm, error sensor ultrasonik 3 yaitu 0,81 cm, error sensor ultrasonik 4 yaitu 0,6 cm, error sensor ultrasonik 5 yaitu 0,28 cm, error sensor ultrasonik 6 yaitu 0,25 cm, error sensor ultrasonik 7 yaitu 0,21 cm dan error sensor ultrasonik 8 yaitu 0,69 cm. Robot dalam keadaan standby hanya membutuhkan daya sebesar 0,01125 Watt dan saat beroperasi membutuhkan daya sebesar 1,4125 Watt. Robot menyentuh obstacle ketika menghindar halangan berbentuk balok dengan posisi sudut balok tepat menghadap sensor ultrasonik yang menyebabkan terjadinya error pada pembacaan jarak oleh sensor ultrasonik. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa robot manipulator planar 4-DOF penghindar halangan bernasis Arduino Mega 2560 dapat bekerja dengan baik.   Kata kunci: planar 4-DOF, penghindar halangan, mikrokontroler Arduino Mega 2560
RANCANG BANGUN PENATAAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM DI KOTA SINTANG ., Ilyas Achmad Syarifudin
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya tingkat kepadatan aktivitas pengguna jalan serta perkembangan dalam pembangunan dan perbaikan jalan umum di Kota Sintang khususnya pada jalan Abdul Rasyid KN dan jalan MT. Haryono, maka menimbulkan adanya tuntutan pelayanan penerangan jalan umum yang lebih baik. Berdasarkan sistem penempatan lampu penerangan jalan umum yang terpasang saat ini dengan total panjang jalan 4,769 Km dan lebar jalan 6 meter, maka hasil dari pengukuran dan perhitungan dengan menggunakan metode titik (point by point) pada penerangan jalan tersebut masih belum sesuai dengan iluminasi rata-rata standar yang berlaku berdasarkan IES (Illuminating Engineering Society), yaitu 6 - 12 lux. dimana iluminasi rata-rata pada jalan di Kota Sintang berdasarkan hasil pengukuran adalah 1,22 lux dan berdasarkan hasil perhitungan adalah 1,46 lux, sehingga penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan sistem penataan lampu penerangan jalan umum yang baik dan sesuai standar yang berlaku agar dapat menjadi masukan Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai pertimbangan dalam perencanaan penerangan jalan umum dimasa yang akan datang. Berdasarkan hasil dari perancangan penataan lampu penerangan jalan, maka dipilih jenis tiang lampu lengan tunggal dengan tinggi 10 meter, panjang lengan lampu 2 meter dan jarak dari tiang ke perkerasan jalan aspal adalah 1 meter. Untuk mendapatkan hasil iluminasi rata-rata yang sesuai dengan standar yang berlaku yaitu 6 - 12 lux, maka dipilih lampu sodium bertekanan tinggi (SON – T 150 Watt) dengan model susunan lampu satu sisi jalan (single side) dan jarak antar tiang lampu adalah 36 meter sehingga iluminasi rata-rata yang dihasilkan lampu pada permukaan jalan adalah 6,66 lux. Kata Kunci : Penerangan Jalan Umum, Metode Titik, Iluminasi Rata-rata.
IDENTIFIKASI SEBARAN BLANK SPOT AREA JARINGAN GSM DI BEBERAPA RUAS JALAN KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG MENGGUNAKAN METODE DRIVE TEST Maulana, Sadikin; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui area blank spot di Sungai Ambawang lebih tepatnya di sepanjang Jalan Tran Kalimantan Sungai Ambawang. maka dilakukan identifikasi area balnk spot dengan metode drive test untuk mengukur kualitas sinyal. menggunakan aplikasi G-NetTrack Lite berdasarkan parameter yaitu dengan KPI(Key Performance Indicator). Hasil penelitian telah diketahui nilai dari tinggi RSCP (Reference Signal Code Power) dengan drive test dengan 3 provider yaitu : telkomsel, indosat, dan H3I. yaitu :1.  Pada provider telkomsel dengan katagori sinyal yaitu: 1.(Sangat Baik) = 132 titik pada desa antara lain : korek 2.(Baik) = 108 titik. pada desa antara lain : Durian. 3.( Cukup Baik) = 56 titik. pada desa antara lain : Durian, Jawa Tengah dan Korek. 4.( Hampir Baik) 63 titik Pada desa antara lain :  Durian. 5.(Hampir Baik) = 428  titik. pada desa antara lain : Sungai Ambawang Kuala, dan Korek. 6.(Tidak Baik) = 348 titik.  pada desa antara lain : Jawa Tengah Sungai Ambawang Kuala  Teluk Belukang. 7.(Sangat Tidak Baik) 3811 titik pada desa antara lain :  Korek, Linga, Pancaroba, Jawa Tengah, Sungai Ambawang Kuala, Durian, dan  Teluk Belukang. 2. Pada provider indosat dengan katagori sinyal yaitu: 1.(Sangat Baik) = 113 titik.  Pada Durian, Sungai Ambawang Kuala, Jawa Tengah, Korek, Pancaroba dan Teluk Belukang. 2.(Baik) = 51 titik. pada desa antara lain Durian, Sungai Ambawang Kuala, Jawa Tengah, Korek, Desa Pancaroba dan Teluk Belukang. 3.(Cukup Baik) = 133 titik. pada desa antara lain : Durian,  Sungai Ambawang Kuala,  Jawa Tengah, Korek, Pancaroba dan  Teluk Belukang. 4.(Hampir Baik) = 134 titik. pada desa antara lain : Durian, Sungai Ambawang Kuala, Desa Jawa Tengah,  Korek,  Linga, Pancaroba dan Teluk Belukang. 5.(Hampir Baik) = 134 titik pada desa antara lain : Durian,  Sungai Ambawang Kuala, Jawa Tengah,  Korek,  Linga,   Pancaroba  Teluk Belukang. 6.(Tidak Baik) = 336 titik.  pada desa antara lain : Durian,  Sungai Ambawang Kuala,  Jawa Tengah,  Korek, Pancaroba dan  Teluk Belukang. 7.(Sangat Tidak Baik) 3425 titik pada desa antara lain : Durian, Sungai Ambawang Kuala, Jawa Tengah,  Korek,  Linga,  Pancaroba dan  Teluk Belukang. 3. Pada provider H3I dengan katagori sinyal yaitu: 1.(Sangat Baik) = 23 titik.  pada desa antara lain : Jawa Tengah. 2.(Baik) = 23titik. pada desa antara lain : Jawa Tengah. 3.(Tidak Baik) = 498 titik. pada desa antara lain : Teluk Belukang. 4.(Sangat Tidak Baik) 4586 titik. Pada desa antara lain :  Korek, Linga, Pancaroba, Jawa Tengah, Sungai Ambawang Kuala, Durian, dan  Teluk Belukang. Identifikasi sebaran Blank Spot Area jaringan GSM di beberapa ruas Jalan Kecamatan Sungai Ambawang menunjukan bahwa semakin jauh jarak pengukuran dari suatu BTS dengan metode drive test maka hasil yang di peroleh menunjukan nilai semakin kecil, dengan katagori sangat tidak baik
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) (STUDI KASUS PLTU HARJOHN TIMBER KUBU RAYA) Singko, A; -, Yandri; Khwee, Kho Hie
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT. Harjohn Timber menggunakan generator turbin uap berkapasitas 7,5 MW. Secara aktual, daya yang dibangkitkan tidak statik pada nilai kapasitas generator turbin uap tersebut. Hingga saat ini PT. Harjohn Timber telah beroperasi  selama  15 tahun dan telah mengalami banyak perubahan yanng disebabkan adanya permasalahan, sehingga dapat menurunkan efisiensi unit pada umumnya dan secara spesifik pada efisiensi turbin dan generator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai spesifikasi efisiensi turbin uap pada kondisi nominal, untuk mengetahui efisinesi generator berdasarkan variasi beban, dan untuk mengetahui perbandingan konsumsi penggunaan bahan bakar kayu dengan bahan bakar batu bara pembangkit listrik PT. Harjohn Timber. Metode perhitungan menggunakan program aplikasi termodinamika ChemicaLogic SteamTab dalam mencari parameter nilai entalpi dan perhitungan konsumsi bahan bakar spesifik. Setelah dilakukan analisis didapat nilai efisiensi nominal turbin uap sebesar 94,5%. Nilai kerja turbin uap yang paling tinggi berdasarkan nilai rata-rata operasi, yaitu pada bulan ke-3, penelitian dengan nilai sebesar 5.535,81 kW dari nilai spesifikasi 7.088 kW. Sedangkan nilai operasi rata-rata efisiensi generator yang paling tinggi mencapai 94,17%, terjadi pada bulan ke-2 penelitian dan efisiensi terendah saat pada bulan ke-3 penelitian dengan nilai sebesar 82,73 %. Nilai konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) batu bara didapat nilai tertinggi pada bulan ke-5 menghasilkan nilai brutto 0,6798 kg/kWh dan nilai netto 0,8181 kg/kWh. Sedangkan nilai terendah pada bulan ke -6 yaitu dengan nilai bruto 0,4824 kg/ kWh dan nilai netto 0,6041 kg/kWh. Nilai konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) kayu didapat nilai tertinggi pada bulan ke-5 menghasilkan nilai bruto 0,4911 kg/kWh dan nilai netto 0,5910 kg/kWh. Sedangkan nilai terendah  pada bulan ke -6 yaitu dengan nilai bruto 0,3440 kg/kWh dan nilai netto 0,4308 kg/ kWh. Semakin tinggi total energi yang dihasilkan maka nilai Specific Fuel Consumption (SFC) akan semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah total energi yang dihasilkan  maka nilai Specific Fuel Consumption (SFC) akan semakin tinggi.
PERAMALAN BEBAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE TIME SERIES UNTUK KEBUTUHAN TENAGA LISTRIK DI GARDU INDUK SUNGAI RAYA ., Syarif M. Bahtiar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan tenaga listrik pada gardu induk sungai raya PLN Kalimantan Barat. Pemilihan gardu induk sungai raya di dasarkan pada nilai rata-rata kenaikan yang paling besar di antara gardu induk yang ada. Dari 2431 A pada tahun 2011 menjadi 2879 A pada 2014. Kenaikan ini di sebabkan dalam kurun waktu 10 tahun ini, pertumbuhan ekonomi di kota Pontianak cukup tinggi, sehingga kebutuhan energi listrik juga akan meningkat. Metode yang di gunakan untuk mengetahui kebutuhan energi pada gardu induk sungai raya ini menggunakan Metode Time Series dengan menggunakan waktu sebagai dasar peramalan, kemudian di olah secara statistik untuk menentukan pola perkiraan di masa yang akan datang. Dari hasil peramalan tersebut dapat digunakan untuk merencanakan pengembanagan  sistem dan peralatan kelistrikan pada PLN Wilayah V Kalimantan Barat.   Kata Kunci : Beban Listrik, Time Series dan Peramalan
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN PADA FEEDER SEJANGKUNG Di PT. PLN (PERSERO) ULP SAMBAS Marwanto, Try; -, Junaidi; Abidin, Zainal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan beban pada sistem distribusi tenaga listrik tiga fasa terjadi karena adanya perbedaan pembebanan antara fasa-fasa pada jaringan sekunder sehingga menyebabkan adanya arus yang mengalir pada penghantar netral, dimana arus yang mengalir pada fasa netral menyebabkan rugi-rugi (losses) daya dan biaya rugi-rugi energi pada penghantar netral. Rugi-rugi ini menyebabkan dampak yang merugikan pihak PLN maupun konsumen. Penelitian ini penting untuk mengetahui besar ketidakseimbangan beban yang terjadi pada sistem distribusi tersebut. Pada analisis ketidakseimbangan pada Feeder Sejangkung  di PT. PLN (Persero) ULP Sambas, penulis melakukan perhitungan yang dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel dan aplikasi Matlab yang menghitung beberapa perhitungan antara lain pembebanan gardu, ketidakseimbangan beban, arus pada sisi primer, perhitungan nilai IN, dan rugi-rugi (Losses) daya dan biaya rugi-rugi energi pada penghantar netral. Pada penulisan ini penulis menggunakan metode studi literatur, obeservasi, dan analisis. Dari perhitungan pembebanan GD (Gardu Distribusi) didapatkan pembeban gardu pada siang hari lebih rendah jika dibandingkan dengan malam hari (LWBP dan WBP). Pada siang pembebanan tertinggi terjadi pada gardu dengan nomor SB 0071 SK dengan persentase pembebanan sebesar 82,0554%. Malam hari pembebanan tertinggi terjadi pada GD SB 0061 SK dengan persentase 139,8809%.  Ketidakseimbangan beban pada feeder Sejangkung cukup tinggi pada siang  hari maupun malam hari akibat dari ketidakseimbangan beban didapatkan total rugi-rugi (losses) pada penghantar netral di jaringan sekunder feeder Sejangkung pada siang hari sebesar  75.488,0787 watt dengan total biaya rugi-rugi energi pada siang hari sebesar Rp. 545.288,1364, dan pada malam hari sebesar 313.613,6518 watt dengan total biaya rugi-rugi Energi sebesar Rp. 1.359.310,9419, dan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar persentase pembebanan gardu dan ketidakseimbangan beban semakin besar juga arus yang mengalir pada penghantar netral.
EVALUASI TEGANGAN SENTUH TEGANGAN LANGKAH DAN TEGANGAN PINDAH GITET 275 KV BENGKAYANG Budiman, Hary; Sirait, Bonar; -, Purwoharjono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui besar pada  tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan pindah pada gardu induk 275 KV Bengkayang. Pada Gardu Induk 275 kV Bengkayang memiliki kandungan jenis tanah liat dan ladang dengan nilai resistansi tanah 100 ohm.  Gardu induk 275 kV Bengkayang memiliki sistem pentanahan grid dengan jumlah batang pentanahan sebanyak 53 batang.  Hasil  perhitungan diperoleh besar tegangan sentuh yang diizinkan pada Gardu Induk 275 kV Bengkayang didapat dengan nilai 1.145 V untuk berat badan 50 kg dan 1.527 V untuk berat badan 70 kg. untuk nilai tegangan Langkah didapatkan hasil dengan nilai 3.955 V untuk manusia dengan berat badan 50 kg dan 5.269 V untuk manusia dengan berat badan 70 kg. Untuk nilai tegangan sentuh yang sebenarnya didapatkan hasil dengan nilai 374 V dan tegangan Langkah yang sebenarnya didapatkan dengan hasil 1.102 V.  Dari hasil tersebut menyatakan bahwa nilai tegangan sentuh yang sebenarnya dan nilai tegangan Langkah yang sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai tegangan sentuh yang diizinkan dan nilai tegangan Langkah yang diizinkan. sehingga keamanan pada area sekitar gardu induk tersebut masih dikategorikan aman untuk pekerja yang berada di area gardu induk tersebut.