cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Prakiraan Kebutuhan Energi Listrik Kota Pontianak Pada Tahun 2021-2025 Dengan Metode Gabungan Ulwan, Nasih; Hiendro, Ayong; Rajagukguk, Managam
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan pokok yang mendasar saat ini. Seiring dengan perkembangan perekonomian dan pertumbuhan penduduk maka kebutuhan listrik terus mengalami peningkatan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengantisipasi dengan melakukan prakiraan kebutuhan energi listrik dimasa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak untuk memprakirakan kebutuhan energi listrik pada tahun 2021-2025 menggunakan metode gabungan dengan model perhitungan DKL 3.2. Data yang digunakan adalah data historis dari tahun 2015-2019 berupa data jumlah pelanggan, konsumsi energi listrik, daya tersambung, dan data PDRB. Data tersebut didapatkan dari PT. PLN (UP3) Kota Pontianak dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak. Prakiraan dilakukan terhadap 4 sektor, yaitu sektor rumah tangga, sektor komersial/bisnis, sektor industri, dan sektor umum/publik. Untuk hasil keseluruhan di Kota Pontianak, jumlah pelanggan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan jumlah pelanggan sebesar 8,57% per tahun dari tahun 2021-2025. Lalu untuk konsumsi energi listrik meningkat dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 9,63% per tahun dari tahun 2021-2025. Untuk daya tersambung meningkat dengan rata-rata pertumbuhan daya tersambung sebesar 8,84% per tahun dari tahun 2021-2025. Pertumbuhan konsumsi energi listrik tertinggi terjadi pada sektor industri dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 21,51% per tahun dari tahun 2021-2025, sedangkan pertumbuhan konsumsi energi listrik terendah terjadi pada sektor umum/publik dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 1,67% per tahun dari tahun 2021-2025. Total kapasitas daya yang harus disiapkan PT. PLN (Persero) Kota Pontianak pada tahun 2025 yaitu sebesar 600.547,82 kVA. Sampai tahun 2019, daya tersambung yaitu sekitar 361.982,35 kVA, sehingga PT. PLN (Persero) Kota Pontianak masih harus mempersiapkan penambahan daya sebesar 238.565,47 kVA.
PERENCANAAN REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI UNTUK MENURUNKAN SUSUT ENERGI TEKNIS PENYULANG DURIAN 3 DAN 4 ULP RASAU JAYA ., Rwanita Anggar Dewi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menurunkan susut energi yang terjadi pada jaringan tegangan menengah (JTM) 20kV Penyulang Durian 3 dan 4 di PT PLN (Persero) UP3 Pontianak ULP Rasau Jaya. Panjang jaringan Penyulang Durian 3 adalah 72 kms, terdapat 82 gardu distribusi dengan total daya terpasang  6.170 kVA. Pada Penyulang Durian 4, panjang jaringan 310 kms, terdapat 155 buah gardu distribusi dan daya terpasang 5.582 kVA. Penyulang Durian 3 dan 4 menggunakan penampang jenis AAAC (All Aluminium Alloy Conductor) dengan diameter bervariasi mulai 35 mm2 sampai 150 mm2. Susut energi Penyulang Durian 3 saat ini terhitung sebesar 1.38% atau sama dengan 220,595.4 kWh. Pada Penyulang Durian 4, susut energi saat ini terhitung 24.45% atau 5,279,693.4 kWh. sehingga total susut pada PT PLN (Persero) UP3 Pontianak ULP Rasau Jaya yang disebabkan oleh Penyulang Durian 3 dan 4 tersebut sebesar 14.65% atau 5,500,289 kWh. Skenario rekonfigurasi dilakukan pada Penyulang Durian 3 dan 4 dengan cara membagi sebagian beban Penyulang Durian 4 ke Penyulang Durian 3 dan Penyulang Kobar 3. Pada skenario rekonfigurasi 1, beban Penyulang Duria 4 sebagian dialihkan ke Penyulang Durian 3, sedangkan pada skenario rekonfigurasi 2 dan 3 selain dialihkan ke Penyulang Durian 3, beban Penyulang Durian 4 juga dialihkan ke Penyulang Kobar 3. Diperoleh hasil menggunakan skenario rekonfigurasi 1 susut energi pada Penyulang Durian 3 dan 4 adalah 7.66% atau 1,823,753.88 kWh. Pada rekonfigurasi 2 susut energi terhitung 7.62% atau 2,621,478 kWh, sedangkan pada skenario rekonfigurasi 3 susut energi terhitung 5.56% atau 1,865,670 kWh. Melihat hasil perhitungan yang diperoleh dari teknik rekofigurasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teknik rekonfigurasi yang menghasilkan susut energi paling kecil adalah pada skenario rekonfigurasi 3. Dan dikarenakan nilai yang belum sesuai standar IEEE, maka perlu dilakukan kajian ulang pada obyek yang sama dengan menggunakan teknik rekonfigurasi lain.
ANALISIS RENCANA PEMASANGAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI SISIPAN PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV DI PENYULANG KIJING Al-Farouq, Rayhans Najib; Sirait, Bonar; Abidin, Zainal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan konsumsi listrik dewasa ini sulit diimbangi dengan peningkatan kapasitas pasokan listrik. Pembebanan transformator distribusi sudah melebihi kapasitas sehingga mengakibatkan isolasi pada transformator akan mengalami kerusakan karena panas yang berlebihan dan dapat berujung pada rusaknya transformator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya jatuh tegangan pada setiap bus pada Penyulang Kijing, mengacu pada SPLN No. 72 Tahun 1987 dan mengetahui berapa besar transformator sisipan yang dibutuhkan pada transformator distribusi di Penyulang Kijing. Penelitian ini menggunakan metode Newton-Rhapson dengan aplikasi MATLAB. Berdasarkan hasil simulasi aliran daya pada 4 skenario, sebelum dipasang trasformator sisipan, jatuh tegangan pada tidak lebih dari 3%. Skenario 1 dan skenario 2 didapatkan nilai jatuh tegangan diantara 3%-4%. Skenario 3 mendapatkan hasil nilai jatuh tegangan diantara 8%-9%. Skenario 4 memiliki nilai jatuh tegangan yang paling besar di antara tanpa sisip trafo, skenario 1, skenario 2 dan skenario 3 yaitu sebesar 18,01%. Nilai jatuh tegangan semakin besar dan nilai tegangan pada bus mengalami penurunan setelah dipasang transformator sisipan. Hasil perhitungan persentase pembebanan terdapat 4 bus yang melebihi standar batas yang telah ditentukan yakni 80%. Meningkatnya jatuh tegangan pada saluran disebabkan oleh beberapa hal salah satunya yaitu jarak antara GI ke transformator distribusi. Semakin jauh jarak maka akan semakin panjang kabel penghantar yang digunakan maka akan semakin besar jatuh tegangan yang terjadi pada saluran. Kabel penghantar yang digunakan juga akan mempengaruhi jatuh tegangan. Apabila gardu distribusi jaraknya jauh dari GI tetapi menggunakan kabel penghantar yang kecil, maka jatuh tegangan yang terjadi pada saluran tersebut akan semakin besar.
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN DAN KUALITAS SINYAL 4G LTE TELKOMSEL DI AREA FAKULTAS TEKNIK UNTAN PONTIANAK Jalaludin, -; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya jumlah penyedia layanan pada jaringan 4G LTE (Long Term Evolution), memaksa operator penyedia layanan untuk semakin memperkokoh jaringan dan mengoptimalkan layanan serta kualitas yang akan diberikan. Kualitas layanan yang akan diberikan harus sesuai dengan standar kualitas KPI yang telah ditetapkan. Penelitian pada area Fakultas Teknik UNTAN menggunakan aplikasi G-Net Track Pro dengan metode walk test yang menghitung kekuatan sinyal berdasarkan RSRP, RSRQ dan SNR. Hasil penelitian memperlihatkan nilai RSRP, RSRQ dan SNR membutuhkan perbaikan kualitas jaringan, karena kekuatan sinyal di beberapa titik tersebut belum maksimal. Dari hasil penelitian memperlihatkan nilai rata-rata keseluruhan RSRP -90,07 dBm dengan angka menunjukan pada skala medium (sedang) warna kuning. Untuk nilai rata-rata keseluruhan RSRQ -9,91 dB dengan angka menunjukan pada skala medium (sedang) warna kuning, Kemudian untuk nilai rata-rata keseluruhan SNR -6,69 dB dengan angka menunjukan pada skala medium (sedang) warna kuning. Dari data tersebut memperlihatkan kualitas sinyal yang terdapat di area Fakultas Teknik tersebut belum maksimal dan masih memerlukan perbaikan kualitas jaringan dengan melakukan perancangan dan pemasangan antenna
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI TERHADAP PENURUNAN RESISTANSI PENTANAHAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Wahyuningsih, Riska; -, Purwoharjono; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang sekam padi dengan menggunakan jenis tanah gambut yang berlokasi di Jalan Raya Desa Mega Timur P. Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang Pontianak Kaliamantan Barat. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Penelitian ini dilakukan dengan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm2 hingga 60x60 cm2. Elektroda yang digunakan terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang sekam padi dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada skenario 1 kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan sebesar 9,01 Ohm dan skenario 2 didapatka resistansi pentanahan sebesar 4,05 Ohm turun sebesar 66,80%. Hasil pengukuran resistansi pentanahan pada skenario 3 ketebalan 120 cm menggunakan elektroda model D sebesar 4,05 ohm, pada metoda skenario 4 mengguakan elektroda model D didapatkan hasil 4,08 ohm. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan metoda skenario 5 sebesar 3,83 Ohm. Pengaruh variasi ukuran luas elektroda plat berbentuk persegi berpengaruh terhadap penurunan resistansi pentanahan, dimana semakin luas elektroda plat berbentuk persegi maka nilai resistansi pentanahan semakin rendah.
ANALISIS PENGUJIAN DGA MENGGUNAKAN METODA CHROMATOGRAPHY GAS SEBAGAI INDIKASI KEGAGALAN MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR GI 150 KV KOTA BARU Oktaviani, Ria; Simanjuntak, Yohannes M; -, Danial
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada gardu induk yaitu gagalnya isolasi peralatan akibat panas berlebihan pada transformator. Panas berlebihan biasanya ditimbulkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah beban lebih (overload). Terjadinya arus lebih pada transformator dapat memicu kenaikan temperatur pada minyak transformator yang bisa menyebabkan rusaknya isolasi minyak transformator. Untuk menjaga keandalan transformator perlu dilakukan suatu pengujian untuk mengetahui kondisi transformator secara dini. Metoda pengujian yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi transformator adalah pengujian minyak transformator dengan metoda DGA (Dissolved Gas Analysis) dengan standar IEC 60599-2007. Dalam metode DGA penelitian dilakukan dengan 3 metode interpretasi yaitu metode TDCG (Total Dissolved Combustible Gas), Key Gas dan metode Duval Triangle. Hasil dari percobaan yang dilakukan dengan metode TDCG yaitu 1678.02 ppm yang menunjukan transformator dalam kondisi 2 yang berarti nilai TDCG mulai tinggi. Sedangkan menggunakan metode Key Gas transformator terdeteksi mengalami Corona In Oil akibat tingginya konsentrasi gas H2 yaitu 97%. Dan pada metode Duval Triangle didapat nilai konsentrasi gas CH4  yaitu 100% yang berada di titik zona PD (Partial Discharges). Dari ketiga metode tersebut dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan transformator harus dilakukan secara bulanan dimana prosedur pengoperasiannya diperlukan ekstra hati-hati, melakukan analisa setiap gas dan menentukan pembebanan yang diijinkan pada transformator.
ANALISIS NILAI INTERFERENSI TERHADAP PERFORMANCE ACCESS POINT EDIMAX BR-6428NS V2 N300 BERBASIS QUALITY OF SERVICE (QoS) ., Rangga Eko Widiantoro
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interference is thought to have an effect on performance which results in a decrease in the performance of the network of wirelees , who are the hardest disturber in the world of wifi. Interference is a fellow radio wave signal that operates at the same frequency, interval and area , as a result the device client will experience an error when translating the same information code . This study aims to find out how to use a good access point , to avoid interference that can cause a decrease in performance and level of quality at the performance of the access point . QoS parameter measurement uses a speedtest to measure internet access speed, Axence NetTools Pro 4.0 software for measuring delay , packet loss and throughput and NetStumbler 0.4.0 software for measuring signal strength , noise and SNR (Signal to Noise Ratio) . The results of testing the average QoS parameters in the researcher's home area for internet access speed using the same frequency, namely the download value of 10.10 MB p and the upload value of 1.31 MB ps. These values can be said to be very good. The average yield of 106.25 ms delay measurement (TIPHON: Very Good and ITU-T: Good), use values jitter as big as 105.40 ms (TIPHON: Moderate), packet loss value of 2.87 % (TIPHON: Bagus and ITU-T : Good ) and a throughput value of 392.125 Kbps (TIPHON: Enough). While the results of testing the average QoS parameters in the researcher's home area for internet access speeds that use adjacent frequencies are download values of 9.95 MBps and upload values of 1.38 MBps, these values can be said to be very good. The average yield of 62.87 ms delay measurement (TIPHON: Very Good and ITU-T: Good), use values jitter as big as 62.35 ms (TIPHON: Good), the value of packet loss amounted to 3.375% (TIPHON: Nice and ITU-T: Good) and the throughput of 479.75 Kbps (TIPHON: Enough). Factors that can cause the value of QoS to decrease are network that is not stable, increasing distance when making measurements that can affect the quality of the network because the farther the distance to be measured, the quality of the signal obtained decreases.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT SINYAL TIGA KELUARAN DENGAN MODUL SI5351 BERBASIS ARDUINO Rizal, Ahmad; Suryadi, Dedy; Aula, Abqori; Marpaung, Jannus; -, Syaifurrahman
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Function generator atau pembangkit sinyal merupakan alat yang dapat menghasilkan gelombang baik gelombang sinus, persegi, ataupun gigi gergaji, dengan frekuensi dan amplitudo yang dapat diubah. Pembangkit sinyal yang terdapat di laboratorium umumnya hanya memiliki satu keluaran. Hal ini menyebabkan pelaksanaan praktikum tidak maksimal. Dalam tugas akhir ini dirancang pembangkit sinyal dengan tiga keluaran menggunakan rangkaian modul SI5351 yang dikendalikan oleh mikroprosesor Arduino. Pembangkit sinyal tiga keluaran ini di harapkan dapat membantu praktikum. Menggunakan Arduino Nano, modul SI5351 dapat menghasilkan tiga keluaran dengan mengendalikan moda dan frekuensi pada CLK0, CLK1 dan CLK2. < Prototype yang dirancang kemudian diuji di laboratorium Elektronika Dasar. Keluaran CLK0 digunakan untuk membangkitkan sinyal sinus, CLK1 untuk menghasilkan sinyal persegi, dan CLK2 untuk membangkitkan sinyal gigi gergaji. Keluaran CLK0 memiliki galat rata-rata 329 KHz sampai dengan 7 MHz, keluaran CLK1 memiliki galat rata-rata 359 KHz sampai dengan 7 MHz, dan keluaran CLK2 memiliki galat rata-rata 403 KHz sampai dengan 8 MHz, Hasil ini menunjukkan bahwa pembangkit sinyal yang dirancang mampu menghasilkan keluaran yang diinginkan, dengan rentang galat antara 363 KHz hingga 7 MHz. >
ANALISA KUALITAS HANDOVER TERHADAP KOMUNIKASI VIDEO CALL PADA JARINGAN 4G LTE (LONG TERM EVOLUTION) BERDASARKAN DATA DRIVE TEST DI KOTA KETAPANG SETIADI, KHARISMA ARIO; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin berkembangnya sistem komunikasi dan banyak orang yang menghendaki terjaminnya kontinuitas hubungan dalam berkomunikasi yang tidak terbatas pada saat pemakai dalam keadaan diam di tempat, juga ketika mereka dalam keadaan bergerak. Salah satu keunggulan dari komunikasi bergerak adalah handover. Handover diperlukan untuk menjaga hubungan pembicaraan agar tidak terputus ketika sebuah MS (Mobile Station) keluar dari sebuah sel menuju ke sel yang lain. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kualitas handover jaringan 4G pada saat komunikasi video call dengan 2 periode waktu yaitu jam sibuk dan jam tidak sibuk sesuai dengan standar yang diinginkan oleh Operator menggunakan metode Drive Test. Parameter yang dipakai oleh operator yaitu RSRP, RSRQ, SNR. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di area Ketapang nilai RSRP dengan G-Net Track saat jam sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata -85 dBm  sedangkan pengukuran saat jam tidak sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata 87.25 dBm sedangkan nilai RSRQ pada jam sibuk masuk kategori baik yaitu dengan rata - rata -11.37 dB, pada jam tidak sibuk masuk kategori sangat baik dengan rata - rata -8 dB. Untuk nilai SNR pada jam sibuk masuk kategori sangat buruk dengan rata - rata -6.75 dB, pada jam tidak sibuk masuk kategori sangat baik dengan rata - rata 14.7 dB. Sedangkan pengukuran menggunakan Nemo Outdoor pada nilai RSRP masuk dalam kategori baik yaitu -89.68, nilai RSRQ masuk dalam kategori sangat baik yaitu -8.54 dB, nilai SNR masuk dalam kategori baik yaitu 2.66 dB. Hasil dari kualitas layanan tersebut bekerja dengan baik karena masih memenuhi Key Performance Indikator (Standar KPI) dari PT. Telkomsel Ketapang.
Evaluasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Di Desa Seburuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau Nopryansyah, -; Kurnianto, Rudi; Hiendro, Ayong
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Seburuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau yang telah beroperasi dari tahun 2016 dengan kapasitas 30 kW. PLTMH langsung dikelola oleh masyarakat setempat dan PLTMH ini beroperasi memanfaatkan aliran sungai ngaring kajang yang merupakan sungai kecil di daerah tersebut.Penelitan yang dilakukan yaitu bertujuan untuk menentukan debit air rencana dengan mencari intensitah hujan harian menggunakan metode Mononobe dan analisa Flow Duration Curve (FDC) mendapatkan efesiensi turbin air PLTMH yang ada di Desa Seburuk, Kecamatan, Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau dan Mengevaluasi kapasitas PLTMH yang dibangkitkan dengan daya teoritis yang terhitung. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan debit air yaitu dengan pengukuran secara langsung dan menggunakan metode mononobe untuk menghitung intensitas hujan dengan  mengolah data curah hujan harian dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK), Kemudian dilakukan analisa Flow Duration Curve (FDC) untuk mendapatkan kurva debit aliran sungai selama satu tahun. Dalam Penelitian ini juga menggunakan metode Log Pearson Type III untuk memprediksi probabilitas besarnya debit rata-rata pada rentang waktu 50 tahun kedepan. Dari hasil pengukuran debit secara langsung didapat besarnya debit sungai ngaring kajang sebesar 0,046 m3/s dan tinggi jatuh air yaitu 27 m kemudian dari hasil perhitungan data curah hujan selama satu tahun terakhir dengan mencari intensita hujan menggunakan  Metode Mononobe menunjukan debit rata-rata pada lokasi PLTMH adalah 0,571 m3/s .Ditinjau dari generator yang digunakan hanya dapat menghasilkan daya 30 kW dari sedangkan dari perhitungan daya teoritis yang dihasilkan yang dapat dibangkitkan sebesar 98,75 kW. Dilihat dari kondisi masyarakat yang menggunakan listrik dari (PLTMH) Desa Seburuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau dengan menggunakan generator ini sudah tepat, namun masih banyak daya yang tidak digunakan karena beban yang digunakan oleh masyarakat hanya 6,17 kW (6,25%) dari daya teoritis yang dapat dibangkitkan.