cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Evaluasi Perencanaan Sistem Penerangan Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat Fauzi, Ahmad; Arsyad, M. Iqbal; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penerangan atau pencahayaan menjadi salah satu fasilitas pendukung sebuah bangunan. Penerangan yang baik haruslah mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan standar bangunan yang dipilih. Hotel merupakan   suatu   badan usaha  yang bergerak   dibidang   jasa   dengan   fokus kegiatannya adalah untuk melayani tamu yang datang dengan pelayanan yang terbaik. Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat adalah Hotel yang dibangun diarea komplek Qubu Resort Kubu Raya Kalimantan Barat yang memiliki ketinggian sekitar 17,34 m dengan luas 697,5 m2 dan memiliki  4 laintai. Mengevaluasi perencanaan sistem penerangan pada Hotel Q  ini diharapkan mampu membantu mengetahui kekurangan yang ada pada Perencanaan sistem penerangan, dengan tidak mengurangi kenyamanan dan  fungsi ruang pada hotel itu sendiri. Setelah dilakukan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan dan kemudian dibandingkan dengan perencanaan yang sudah ditentukan, terdapat banyak selisih antara perencanaan dengan perhitungan yang telah dilakukan yakni sebanyak 79 ruangan hasil perbandingannya negatif (-) yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih kecil dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan.  Sedangkan untuk hasil positif (+) sebanyak 5 ruangan yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih besar dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan, dan 34 ruangan lainnya hasilnya nol (0) yang menunjukan bahwa perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan sama dengan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan. Dari hasil pembahasan menunjukan bahwa perencanaan sistem penerangan pada masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat tidak memenuhi standar PUIL 2000 (SNI 03-6197-2000), hal ini dibuktikan dari banyaknyaknya perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan hasilnya negatif (-) yakni sebanyak 79 ruangan dan hasil positif sebanyak 5 ruangan dari total seluruh ruangan sebanyak 118 ruangan, dan jika dipersentasikan ruangan yang tidak memenuhi standar mencapai 71,18%. Dari hasil rekapitulasi perhitungan kebutuhan daya dan kepadatan daya, menunjukan bahwa hasil perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat nilai kepadatan dayanya masih dibawah batas standar yang telah ditetapkan, sehingga perhitungan ulang yang dilakukan berdasarkan standar BSN PUIL 2000 terhadap jumlah lampu yang dibutuhkan sudah memenuhi standar dan sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai acuan jika nantinya akan dilakukan perbaikan terhadap sitem perencanaan penerangan yang telah terpasang (existing).
KAJIAN KELAYAKAN POTENSI ENERGI ANGIN PADA KAWASAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK UNTUK DIMANFAATKAN MENJADI ENERGI LISTRIK ., Ryski
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik adalah salah satu unsur yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia pada umumnya. Hal ini menyebabkan energi listrik dari waktu ke waktu kian tinggi permintaanya. Energi listrik di Kalimantan Barat dihasilkan dari berbagai sumber energi, baik berupa sumber penergi fosil maupun sumber energi terbarukan yang tak terbatas ketersediaannya di alam. Di kota Pontianak dan sekitarnya, sumber energi listrik yang kita nikmati sehari-hari bersumber dari sumber energi fosil berupa solar dan gas yang diberdayakan oleh PLN Pontianak untuk konsumen, yang dimana energi listrik yang bersumber dari sumber energi fosil ini memiliki kelemahan yang tak dapat dipungkiri, yaitu pembaharuannya membutuhkan waktu yang sangat lama serta tidak ramah lingkungan. Berbeda dengan sumber energi terbarukan seperti air, angin dan panas matahari (surya) yang keberadaanya akan terus tersedia untuk dimanfaatkan. Namun menggunakan sumber energi terbarukan memang menghasilkan energi listrik yang relatif lebih kecil dibandingkan energi fosil jika penempatannya tidak tepat. Universitas Tanjungpura Pontianak sebagai lokasi riset pemanfaatan energi angin dikonvesikan menjadi enegi listrik, dengan menggunakan Micro Wind Turbine AWI-E1000T 1000W terhadap data sekunder kecepatan angin dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) pada ketinggian 20 meter menghasilkan kecepatan angin rata-rata sebesar 2.341697864 m/s pertahunnya dan dikonversikan ke energi listrik dengan analisa dan perhitungan data menghasilkan energi listrik 62.05889 kWh/Tahun. Memperhatikan nilai energi listrik yang dihasilkan dari pengaplikasian data kecepatan angin pada Micro Wind Turbine AWI-E1000T 1000W dapat disimpulkan bahwa potensi angin disekitar Universitas Tanjungpura kurang layak untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik skala Pembangkit Listrik Tenaga Angin, namun jika dilakukan penelitian lebih mendalam dengan menggunakan data kecepatan angin pada ketinggian di atas 20 meter yang memungkinkan didapatnya data kecepatan angin yang lebih tinggi serta menggunakan turbin dengan spesifikasi yang cocok untuk kondisi angin yang ada, maka akan menghasilkan energi yang lebih optimal.
Studi Perencanaan Kebutuhan Instalasi Listrik di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini Mempawah Hardin, A; Gianto, Rudy; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini Mempawah sedang merencanakan pembangunan gedung baru. Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini Mempawah ini akan direncanakan berjumlah 6 gedung. Untuk membangun Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini Mempawah ini diperlukan perencanaan instalasi listrik yang merupakan bagian pada tahap awal pekerjaan. Dengan adanya perencanaan ini dapat membuat sistem instalasi listrik agar beroperasi dengan baik dan pengadaan sarana serta prasarana fisik dan non-fisik juga dapat tertata dengan baik. Dalam merencanakan instalasi ini menggunakan metode studi literatur, observasi, diskriftif analitik dan metode lumen. Pada tahap perencanaannya dilakukan beberapa perhitungan yaitu menghitung kebutuhan iluminasi penerangan, kapasitas tata udara, luas penampang penghantar, rating arus pengaman serta membuat line diagram dan menghitung rincian anggaran biaya. Perencanaan instalasi listrik ini direncanakan sesuai dengan  Standar Nasional Indonesia, yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 dan Peraturan Umum Instalasi Listrik 2011. Berdasarkan hasil perhitungan  dan analisa diperoleh besar daya untuk memenuhi seluruh kebutuhan beban listrik yaitu sebesar 1547025 Watt dan biaya total seluruh pekerjaan yaitu sebesar Rp11.052.230.086.
PENERAPAN DEMAND SIDE MANAGEMENT PADA HOTEL KAPUAS PALACE PONTIANAK Hermanto, Bambang; Sirait, Bonar; -, Fitriah
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode yang sekarang dipakai untuk mengefisienkan pemakaian energi listrik adalah dengan metode DSM yang akan menghasilkan strategi yang akan memberikan peluang penghematan biaya listrik pada saat tingkat hunian meningkat. Pada penelitian ini dipilih dua strategi metode Demand Side Management (DSM) yaitu peak clipping dan load shifting untuk menurunkan beban puncak di sektor Gedung Hotel Kapuas place Pontianak  yang difokuskan pada beban lampu penerangan, AC, pompa, dan water heater. Dari hasil penelitian pada kondisi eksisting beban puncak yang terjadi pada Hotel Kapuas Palace Pontianak sebesar 163,71 kW dan beban rata-rata sebesar 124,90 kW, serta faktor beban sebesar 0,76. Pemakaian energi listrik per tahun sebesar Rp.1.094.127,65 dan total biaya per tahun sebesar Rp.1.223.711.560,00. Pemakaian energi listrik per tahun dengan menerapkan strategi Peak Clipping sebesar Rp.1.027.566,25 dan total biaya per tahun sebesar Rp.1.147.233.639,54. Penerapkan Demand Side Management dengan strategi Peak Clipping pada Hotel Kapuas Palace Pontianak dapat menghasilkan penghematan biaya sebesar 6,25%. Penerapkan strategi Load Shifting  memperoleh beban puncak sebesar 147,04 kW dan beban rata-rata sebesar 124,90 kW, serta faktor beban sebesar 0,85. Pemakaian energi listrik per tahun dengan menerapkan strategi Load Shifting sebesar Rp.1.094.127,65 dan total biaya per tahun sebesar Rp.1.214.502.785,96. Penerapkan Demand Side Management dengan strategi Load Shifting pada Hotel Kapuas Palace Pontianak dapat menghasilkan penghematan biaya sebesar 0,75%.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMODELAN PROPAGASI NILAI LEVEL DAYA TERIMA PADA SISTEM DCS 1800 DI KOTA PONTIANAK ., Wawan Tristiyanto
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital Communication System 1800 is a derivative standard system of GSM 900.   A low transmission power is required for a short network and a propagation condition on 1800 MHz band. Level value of receptivity is an indicator to see a signal quality on the BTS coverage. The purpose of the present research is to analyze receptivity level on DCS 1800 system using Okumura-Hatta, Cost231- Hatta, and Walfisch-Ikegami propagation model. This research took place in the city center by measuring receptivity level which was radiated by using a software namely G-Net Track Lite Signal 4G. Results of the calculation and measurement compared with RSRP standard located in DARATSKIP are presented as follows. Results from Okumura-Hatta propagation model were categorized Very Good -58.04 dBm, - 48.58 dBm, and -66.77 dBm. Cost231-Hatta were categorized Very Good -62.39 dBm, -52.92 dBm, and - 77.11 dBm. Further, Walfisch-Ikegami were categorized Fairly Good -88,44 dBm, Very Good -71.66 dBm,  -81,49,  G-Net  Track  Lite  Not  Good  -93  dBm,  Very  Good  -78  dBm,  and  Good  -87  dBm. Comparisons of calculation and measurement at BTS Benua Melayu Darat using Okumura-Hatta propagation model were categorized Very Good -70.68 dBm, -59.28 dBm, and -64.21 dBm. Cost231- Hatta were categorized Very Good -71.79 dBm, -60.38 dBm, -68.57 dBm and G-NetTrack Lite were ranked Very Good -77 dBm and Good -83 dBm, 85 dBm.  Further, Walfisch-Ikegami were categorized Very Good -79.8 dBm, Good -83.51 dBm, -86.67 dBm. Comparisons of calculation and measurement at BTS Gajah Mada Mall using Okumura-Hatta propagation model were categorized Very Good -64.97 dBm, -58.59 dBm, and -71.22 dBm. Cost 231-Hatta were categorized Very Good -69.34 dBm, -63.2 dBm, and -76.27 dBm. Finally, Walfisch-Ikegami were categorized Very Good -70.06 dBm, Good -90,65 dBm, - 83,01 dBm, while G-Net Track Lite were Good -84 dBm, and Very Good -68 dBm, -67 dBm.   Key words:       DCS 1800, RSRP, Okumura-Hatta, Cost231-Hatta,Walfisch-Ikegami.  
ANALISA KOMPARATIF PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI PADA JARINGAN CDMA (CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS) DAN GSM ( GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION) DI PT. INDOSAT TBK ., Adi Kurniawan
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membandingkan antara penggunaan spektrum frekuesi CDMA dengan GSM, dimana pengambilan studi kasus penelitian dilakukan di PT. Indosat Tbk. Alat yang digunakan dalam pengukuran spektrum frekuensi tersebut adalah menggunakan Spectrum Analyzer. Pengaruh interferensi downlink CDMA terhadap uplink GSM pada alokasi spektrum bersama di PT. Indosat Pontianak mengalami interferensi Co-Channel. Hal ini disebabkan karena bekerja pada alokasi frekuensi yang sama, mengakibatkan tabrakan sinyal sehingga terjadi interferensi yang mengurangi kualitas sinyal. Jadi solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan interferensi pada spektrum frekuensi CDMA dan GSM, yaitu:1) Melakukan pemilihan kanal yang sesuai atau yang cocok antara kanal GSM dan CDMA agar tidak terjadi interferensi, hal itu dilakukan karena kedua kanal memiliki frekuensi kerja yang berdekatan sehingga tidak saling mengganggu; 2) Memperbesar jarak antara kanal agar tidak terjadi interferensi pada kanal yang sama (co-channel interference); 3) Mengurangi daya pancar atau mengatur daya pancar agar tidak melebihi dari standarisasi; 4) Menggunakan antena sektoral dan mengatur sudut kemiringan antena agar pola radiasinya dapat terarah dan tidak terjadi interferensi. Untuk itu dalam menyempurnakan desain, data pengukuran dan analisa yang dihasilkan adalah: 1) Perawatan alat-alat BTS harus dilakukan secara berkala minimal 6 (enam) bulan sekali, bila terjadi kerusakan pada salah satu peralatan BTS harus cepat dilakukan perbaikan agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah; 2) Untuk menjauhkan dari masalah interferensi, sebaiknya tidak melakukan sistem Co-Location dan Co-Tower. Walaupun biayanya agak sedikit mahal, tapi hal ini bisa menjauhkan dari masalah interferensi; 3) Perlunya dilakukan studi lebih lanjut tentang alokasi frekuensi kerja baik GSM maupun CDMA dan penomoran channel agar tidak terlalu rapat; 4) Mengatur penggunaan daya kontrol transmisinya tidak melewati batas maksimum, agar tidak terjadi tabrakan frekuensi; 5) Melakukan alokasi kanal yang sesuai untuk tiap sel BTS agar pada saat terjadi pengulangan frekuensi tidak terjadi tabrakan atau interferensi yang mengganggu kualitas sinyal; 6) Perlunya penelitian lebih lanjut dalam skripsi ini yaitu untuk melakukan proses optimasi dalam meningkatkan dan memelihara performansi jaringan. Kata Kunci : Spectrum Analyzer, Co-Channel Interference, Adjacent Channel Interference.
STUDI TEKNIS DAN EKONOMIS SISTEM ENERGI HIBRIDA DIESEL-SURYA-ANGIN DI PULAU LEMUKUTAN KABUPATEN BENGKAYANG Humaidi, -; -, Yandri; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, mayoritas pasokan energi listrik di Indonesia disuplai dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Pemanfaatan sumber energi fosil sebagai penghasil energi listrik secara masif memberikan efek yang tidak ramah terhadap lingkungan dan kesehatan serta tingginya biaya operasional generator diesel, sehingga diperlukan pengembangan energi terbarukan secara hibrida yang lebih bersih dan ekonomis dalam menggantikan peran energi fosil sebagai penyuplai energi listrik.  Penelitian ini mengkaji tentang potensi energi hibrida yang dapat digunakan sebagai penyokong kebutuhan listrik di Pulau Lemukutan baik dari sisi teknis dan juga ekonomisnya. Piranti perangkat lunak HOMER digunakan untuk menganalisis potensi energi hibrida tersebut . Potensi energi baru terbarukan yang dapat dimanfaatkan di Pulau Lemukutan yang paling optimal adalah energi surya. Kebutuhan energi listrik di Pulau Lemukutan selama 24 jam atau satu hari sebesar 1.186,17 kWh/hari. Sehingga kebutuhan energi listrik selama satu tahun adalah 432.953 kWh/tahun. Dalam aspek teknis pemenuhan kebutuhan energi listrik dilakukan dengan skenario konfigurasi paling optimal, yaitu sistem energi hibrida diesel-surya. Dari hasil simulasi didapat kapasitas generator diesel yang terpasang sebesar 140 kW, panel surya sebesar    85,4 kW, baterai memiliki kemampuan menyalurkan 12.376 kWh/tahun dengan susut energi sebesar 2.476 kWh/tahun, dan kapasitas sistem konverter untuk inverter dan rectifier  berturut-turut adalah sebesar 57,1 kW dan 57,1 kW. Sistem mampu menghasilkan energi listrik sebesar 368.989  kWh/tahun dari sistem pembangkit tenaga diesel dan 130.142 kWh/tahun dari sistem pembangkit tenaga surya. Total energi yang dihasilkan dari keseluruhan sistem energi hibrida diesel-surya adalah sebesar 499.131 kWh/tahun. Dalam aspek ekonomis, pada skenario sistem energi hibrida yang paling optimal yaitu sistem energi diesel-surya dengan total net present cost ­­­(NPC) dihasilkan sebesar Rp38.545.108.000,00, dengan total biaya tahunan (annualized cost) sebesar Rp1.743.914.200,00, biaya operasional (operational cost) sebesar Rp1.508.131.660,00 dan levelized cost of energy (LCOE) sebesar Rp4.031,00/kWh. Berbeda hal dengan skenario sistem energi menggunakan pembangkit tenaga diesel saja, dimana besar daya dari name plate sebesar 175 kVA dengan faktor daya 0,8 sehingga besar daya diesel 140 kW, dan hasil simulasi didapat total net present cost (NPC) sebesar Rp45.710.648.620,00,  total biaya tahunan sebesar Rp2.068.108.280,00, total levelized cost of energy (LCOE) sebesar Rp4.399,00/kWh dan biaya operasional terhitung sebesar Rp2.023.770.000,00. Secara keseluruhan, diketahui bahwa sistem energi hibrida diesel-surya lebih ekonomis dibanding dengan sistem energi diesel saja dengan persentase penghematan mencapai 16,30%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem energi hibrida diesel-surya yang lebih direkomendasikan untuk diterapkan dalam memenuhi kebutuhan energi listrik di Pulau Lemukutan.
IDENTIFIKASI PENGARUH LOSS DAYA SALURAN SERAT OPTIK TERHADAP KUALITAS LAYANAN INTERNET Ristiawan, Jemi; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat optik merupakan media transmisi yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk dapat mentransfer data lebih cepat karena menggunakan cahaya sebagai penghantarnya. Adanya permasalahan redaman pada serat optik, perlu diakomodasi sehingga dapat meminimalisir terjadinya loss daya pada serat optik. Dengan adanya penelitian ini dapat diketahui besarnya nilai dari suatu redaman transmisi serat optik melalui metode pengukuran menggunakan OPM, mengidentifikasi loss daya saluran serat optik, mengetahui korelasi nilai redaman terhadap loss daya pada transmisi serat optik, serta mengetahui perbandingan nilai hasil pengukuran OPM dengan pembacaan data ONT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif analitik dimana penelitian akan menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel yang diolah, serta gejala dan keadaan yang akan diidentifikasi. Maka dapat diperoleh hasil penelitian yaitu, besarnya daya optik yang terukur di rumah pelanggan dipengaruhi oleh daya optik yang terukur pada ODP. Daya optik pada ODP bernilai kecil dengan nilai daya optik rata-rata -19.87 dB, hal ini membuat daya optik pada rumah pelanggan yaitu ONT cenderung semakin kecil dengan nilai daya optik rata-rata -20.82 dB. Terjadi penambahan nilai -0.95 dB per transmisi. terdapat perbedaan antara data pengukuran dengan data pembacaan ONT rata-rata senilai 1 dB dimana data pengukuran cenderung bernilai lebih besar dari pada data pembacaan ONT. Dilakukanlah suatu perhitungan untuk mengidentifikasi penyebab dari besarnya nilai redaman pada kabel serat optik. Sehingga diketahui bahwa semakin panjang kabel yang digunakan untuk transmisi serat optik maka redaman yang dihasilkan akan semakin besar sehingga daya optik yang dipancarkan oleh pengirim akan semakin melemah seiring dengan panjangnya kabel. Hal inilah yang akan mempengaruhi kualitas dari layanan internet.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN KEMIRINGAN SUDUT PANCAR ANTENA SEKTORAL TERHADAP KUALITAS LAYANAN JARINGAN SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SELULER ., Moch Qadarfi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Change the angle of transmit antennas transmit antennas and distance affect the level of signal quality in an area that is covered antennas, because they were planning a change by the tilt angle of the antenna is done to optimize the work of a site. This study analyzes the effect of changes in the tilt angle of the transmit antenna sector for service quality cellular mobile communication system network. The results of the calculation and measurement of the angle changes result in a change of transmit antennas transmit antenna distance calculation results in sector 2 at 2 ° tilt angle (before) condition before changing the tilt angle of the antenna spacing is as far as 2,135 km pancarnya and after conditions change to 4 ° tilt (after) commencing transmit be 2.609 km distance, the calculation in the third sector at a slope angle of 2 ° (before) condition before changing the tilt angle of the antenna spacing is as far as 2,135 km transmit and after changing the tilt angle to be 4 ° (after) transmit be 2.069 km distance and the measurement results distance transmit antenna to the results of the test drive is the best signal results expected in the coverage area of ​​the sector 2 Rasau Jaya on drive test measurement results measurable distance field transmit antenna to tilt 2 ° (before) cover areas as far as 1.12 miles and after changed to 4 ° (after) distance of the transmit antennas as far as 1.44 miles, sector 2 coverage area road Ahmad yani 2 on the measurement results for the tilt 2 ° (before) cover areas as far as 1.26 miles and after changed to 4 ° (after) cover areas as far as 0.98 km, while for the third sector coverage area of ​​Ahmad yani 2 on the measurement results of test drives transmit the measured distance covered as far as 1.07 miles to tilt 2 ° (before) and after changed to 4 ° (after) the distance as far as the transmit antenna 1.12 km, Sector 3 coverage area roads Charcoal unsteady transmit extent measurable distance of 0.94 to 2 ° tilt (before) and as amended on 4 ° tilt (after) transmit distance as far as 0.89 miles, Sector 3 coverage area roads Wonodadi transmit cover areas as far as the distance of 1.30 km at an inclination of 2 ° antenna (before) and after changed widened 4 ° (after) the transmit antenna as far as the distance of 1.20 miles. The results of each change in angle of the transmit antenna is the antenna 3 sectors that cover the area of ​​unsteady Charcoal rx value is -53 dbm level measured on the test drive using tems investigation 8.0.4. The dominant color of the resulting colored dark green with excellent category in the range -68 to 0. Keywords: coverage area, Handoff, Tems investigation 8.0.4, Rx-Level
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM HYBRID SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Mahesa, Aditya Gilang; -, Yandri; Khwee, Kho Hie
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik di Indonesia setiap tahun meningkat, kurang meratanya infrastruktur jaringan listrik dapat menyebabkan kekurangan pasokan listrik. Salah satu sumber energi alternatif yang cocok dikembangkan adalah energi surya, melihat dari kondisi inilah maka perlu adanya penelitian perencanaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya sistem hybrid di Pondok Meranti sebagai sumber energi alternatif untuk back up energi yang disuplai PLN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data beban harian, data peralatan elektronik, insolasi matahari tahun 2020, radiasi matahari dan temperatur udara harian tahun 2020. Dengan aspek teknis yang diperhitungkan, menggunakan panel surya berkapasitas 100 wp, suhu rata-rata maksimum  31,7 ⁰C, insolasi rata-rata minimum sebesar 4,7 kWh/m2/hari. Didapatkan perhitungan berupa panel surya yang diperlukan untuk memback up daya sebesar 50% dari total energi harian yang terpakai sebanyak 11 panel surya, solar charger controller kapasitas 50 A berjumlah 2 unit, baterai dengan tegangan 12V berkapasitas 100 Ah sebanyak 14 unit, dan inverter berkapasitas 1500 W. Energi keluaran panel surya yang dihasilkan per hari sebesar 707,4121 Wh. Dengan investasi awal sebesar Rp.52.074.000 kemudian analisis ekonomis menggunakan metode Net Present Value (NPV) didapatkan hasil Rp.17.228.926 analisis ekonomis menggunakan metode Profitability Index (PI) didapatkan hasil 1,3308 dan analisis ekonomis menggunakan metode Discounted Payback Period (DPP) mendapatkan hasil investasi kembali pada tahun ke 12. Dari tiga analisis ini dengan perencanaan umur proyek 25 tahun menyatakan perencanaan PLTS sistem hybrid layak diterapkan.