cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
CASE BASED REASONING FOR TROUBLESHOOTING ON BASE TRANSCEIVER STATION USING COSINE SIMILARITY METHOD Wiyono, Rohmat; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pada BTS menjadi persoalan tersendiri bagi para teknisi khususnya para teknisi pemula, terlebih lagi dengan banyaknya tower BTS yang dibangun oleh provider dan kemungkinan akan adanya BTS yang mengalami gangguan dalam waktu yang bersamaan, tentunya teknisi harus dapat melakukan troubleshooting atau penanganan gangguan dengan cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir kekecewaan pelanggan akibat terganggunya layanan telekomunikasi yang disediakan oleh provider. Oleh sebab itu, dibutuhkannya sebuah sistem cerdas berbasis pengetahuan yang dapat mempelajari dan memecahkan masalah berdasarkan pengetahuan masa lalu dan dapat beradaptasi dalam menyelesaikan masalah baru, yang mana ini merupakan ciri-ciri dari sistem Case Based Reasoning. Case Base Reasoning adalah penalaran yang digunakan untuk menyelesaikan kasus baru dengan cara mengadaptasi solusi yang terdapat pada kasus-kasus sebelumnya, yang mempunyai permasalahan yang serupa dengan kasus baru. Pada tahapan retrieve, terjadi proses perhitungan kemiripan antara kasus baru dengan kasus lama. Perhitungan kemiripan kasus baru dengan kasus lama menggunakan metode Cosine Similarity. Pengujian hasil sistem  menggunakan tahapan CBR, kesesuaian hasil diagnosis pakar dan hasil diagnosis sistem, serta pengujian metode Cosine Similarity. Hasil pengujian pada diagnosis pakar dan diagnosis sistem atau output dari sistem dengan menggunakan 9 kasus gangguan dan 31 gejala gangguan  memberikan hasil diagnosis yang sesuai dengan persentase kemiripan 100%. Pada pengujian metode Cosine Similarity dengan membandingkan antara dua kasus, yakni kasus baru yang belum terekam sistem dan kasus lama yang berada dalam basis kasus, pengujian perhitungan  sistem dan perhitungan secara manual menggunakan 5 kasus uji, nilai similarity keluaran dari sistem dihitung kembali secara manual menggunakan rumus cosine similarity dan memberikan nilai yang sesuai, sehingga sistem memberikan rekomendasi  kasus lama yang memiliki nilai kemiripan tertinggi dari seluruh kasus yang terekam dalam sistem untuk menyelesaikan masalah baru. Dapat disimpulkan bahwa sistem CBR dapat beradaptasi terhadap kasus baru dengan cara memberikan rekomendasi solusi dari kasus lama.
Analisis Potensi Energi Matahari Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya Menggunakan Panel Monocrystalline dan Polycrystalline Di Kota Pontianak dan Sekitarnya Alamsyah, Tomi; Hiendro, Ayong; Abidin, Zainal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif merupakan upaya untuk mengatasi krisis energi. Kota Pontianak merupakan wilayah yang dilewati oleh garis khatulistiwa, diharapkan memiliki potensi energi matahari yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi matahari di Kota Pontianak, membandingkan daya keluaran panel surya jenis monocrystalline dan polycrystalline berkapasitas 320 WP, mendapatkan karakteristik daya keluaran panel terhadap intensitas radiasi matahari dan suhu sekitar serta mengetahui total kebutuhan panel surya dan baterai untuk satu rumah tinggal. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data sekunder dari Badan Meteorologi Maritim Pontianak menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel dan MATLAB untuk menghitung potensi energi listrik. Kota Pontianak memiliki potensi energi matahari rata-rata selama satu tahun sebesar 146, 98 W/m2, Panel surya jenis Monocrystalline memiliki energi total sebesar  326,7419 kWh/tahun  sedangkan panel surya jenis Polycrystalline memiliki energi total sebesar 322,3656 kWh/tahun. Panel surya jenis Monocrystalline  memiliki energi total lebih besar dari panel surya jenis Polycrystalline, dengan selisih energi total dari kedua panel tersebut adalah 4,3763 kWh. Intensitas radiasi matahari dan suhu sekitar memiliki pengaruh terhadap daya listrik yang dihasilkan, semakin besar nilai intensitas radiasi matahari daya listrik yang dihasilkan juga semakin besar dan suhu memiliki pengaruh terhadap daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya
PENENTUAN INDEKS KEANDALAN JARINGAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) AREA SINGKAWANG DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Irfandi, Rachmad; Sirait, Bonar; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Penentuan Indeks Keandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 kV di PT. PLN (Persero) Area Singkawang dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada feeder Tani dan Borneo. Dimana indeks kegagalan dari setiap peralatan utama sistem distribusi diperhitungkan dalam mencari indeks keandalan sistem secara menyeluruh. Sejumlah studi kasus dilakukan guna melihat pengaruh dari jumlah serta lokasi penempatan sectionalizer dan juga fuse di sepanjang jaringan terhadap indeks kandalan sistem. Pada akhirnya solusi optimal akan memberikan nilai indeks keandalan sistem distribusi yang terbaik. Dari hasil perhitungan pada feeder Tani bahwa mempunyai nilai indeks SAIFI : 3,967033 kali/tahun, SAIDI :4,070305 jam/tahun dan CAIDI : 1,026032 jam/tahun/pelanggan, sedangkan untuk nilai indeks pada feeder Borneo yaitu SAIFI :3,575593 kali/tahun, SAIDI :4,50368 jam/tahun dam CAIDI 1,25956 jam/tahun/pealnggan. masing-masing feeder mempunyai nilai SAIFI yang jauh melebihi standar PLN 68-2 tahun 1986 yang digunakan, maka perlu dilakukan upaya perbaikan, seperti mengurangi frekuensi terjadinya gangguan dan mengurangi durasi gangguan dengan menambahkan fuse untuk melokalisir gangguan serta menambahkan sectionalizer agar ketika terjadi pemadaman dapat dilokalisir hanya terjadi pada section tertentu
RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI MONITORING LEVEL AIR PADA WATER BARREL COVID-19 MENGGUNAKAN LORA DENGAN MODEL POINT TO POINT Huda, Miftahul; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya pandemi  virus corona yang belum juga berakhir dan pemerintah terus berupaya untuk bisa memutuskan mata rantai penularan covid-19. Menteri Kesehatan mengeluarkan peraturan tentang bagaimana cara memutus rantai penyebaran. Salah satu nya adalah masyarakat dihimbau untuk selalu menjaga protokol kesehatan yang biasa di sebut 5M antara lain, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas dan Mencuci tangan dengan sabun, husus mencuci tangan yang di sediakan pemerintah seringkali kosong di tempat-tempat umum.Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat sebuah sistem monitoring, yang bisa menyampaikan informasi jarak jauh menggunakan sistem komunikasi LoRa untuk menyampaikan ke pihak terkait terhadap kekosongan air yang ada pada water barrel di tempat-tempat umum tersebut. LoRa memungkinkan transmisi jarak jauh dengan konsumsi daya yang rendah mencapai jarak jangkauan +-3km dengan mendapatkan hasil RSSI, SNR, PDR, TOA untuk mengetahui pengiriman data berjalan dengan baik. Semakin besar spreading factor yang di gunakan mendapatkan hasil nilai RSSI dan SNR yang bervariasi SF 7 hingga 12 mendapatkan nilai RSSI dari -113,6 dBm hingga -115 dBm, semakin besar perubahan Bandwith maka semakin kecil nilai RSSI dan SNR dari nilai RSSI yang terendah yaitu -114 dBm dan yang tertinggi -115 dBm, untuk perubahan coding rate pada pengukuran LOS mendapatkan nilai yang bervariasi dari -114,3 dBm hingga -115 dBm sedangkan NLOS mendapatka nilai meningkat, untuk hasil nilai PDR dari Spreading Factor,Bandwith dan Coding Rate mendapatkan hasil rasio 100% dan sebagian mendapatkan di bawah 100%.
STUDI PEMANFAATAN ARANG CANGKANG SAWIT UNTUK MENURUNKAN RESISTANSI PENTANAHAN JENIS ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Sutiawan, Hendra; Arsyad, M. Iqbal; -, Purwoharjono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang hasil pengukuran resistansi pentanahan dengan melakukan treatment terhadap tanah menggunakan arang cangkang sawit untuk mengetahui penurunan resistansi pentanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang cangkang sawit menggunakan jenis tanah liat yang berlokasi di Kota Pontianak, Kecamatan Pontianak Timur, Kelurahan Parit Mayor. Penelitian ini menggunakan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm hingga 60x60 cm. Elektroda yang digunakan  terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang cangkang sawit dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan tanpa penambahan arang cangkang sawit sebesar 12,73 ohm setelah penambahan arang cangkang sawit sebesar 5,16 ohm turun sebesar 57,5%. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan penambahan ketebalan arang cangkang sawit 120 cm dibiarkan selama 10 hari menggunakan elektroda model D sebesar 4,69 ohm.
ANALISA KELAYAKAN PEMUTUS TENAGA (PMT) 150 KV BERDASARKAN HASIL UJI TAHANAN ISOLASI, TAHANAN KONTAK DAN KESEREMPAKAN KONTAK DI GARDU INDUK SINGKAWANG Susanto, Ari; Kurnianto, Rudi; Rajagukguk, Managam
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutus Tenaga (PMT) adalah salah satu peralatan utama yang ada di gardu induk. PMT merupakan peralatan saklar mekanis yang mampu menutup, mengalirkan dan memutuskan arus beban baik dalam kondisi normal maupun dalam kondisi abnormal. Kerusakan pada PMT sangat merugikan serta mengganggu bagi keseluruhan operasi sistem tenaga listrik oleh karena itu perlu dilakukan pengujian secara berkala untuk memastikan PMT tersebut masih aman untuk dioperasikan. Adapun pengujian yang dilakukan diantaranya pengujian tahanan isolasi, pengujian tahanan kontak dan pengujian keserempakan kontak. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai hasil pengujian yang didapat dengan standar nilai pada masing-masing pengujian yang sudah tercantum di SK-DIR 0520 – 2014. Hasil Pengujian tahanan isolasi yang didapat pada masing-masing fasa memiliki nilai diatas 150 MW. Sedangkan hasil pengujian tahanan kontak yang dilakukan pada masing-masing fasa diperoleh nilai dibawah 50 µΩ. Pada pengujian keserempakan, hasil perhitungan delta time yang didapat baik pada saat open maupun close masing-masing dibawah 10 ms. Berdasarkan hasil pengujian tahanan isolasi, tahanan kontak dan keserempakan kontak, PMT yang terpasang pada bay line Singkawang – Bengkayang 1 dan bay line Singkawang – Sambas 2 masih dalam kondisi aman dan layak untuk dioperasikan sesuai dengan standar.
STUDI KOMPARATIF PATHLOSS PADA MODEL WALFISCH IKEGAMI MENGUNAKAN METODE DRIVE TEST DENGAN WALK TEST Haryani, Hari; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pathloss merupakan salah satu komponen perencanaan jaringan telkomunikasi yang harus diperhitungkan dengan baik, dimana analisis pathloss ini membantu memprediksi seberapa buruk redaman yang terjadi pada daerah tersebut, dalam perhitungan pathloss diperlukan pemilihan beberapa model propagasi yang sesuai dengan cluster dari perencanaan jaringan telekomunikasi tersebut, Pada penelitian ini dilakukan dikota Ketapang dan menggunakan model propagasi Walfisch Ikegami. Untuk mengetahui kualitas jaringan diperlukan metode pengukuran didaerah tersebut, untuk metode pengukuran menggunakan metode drive test dan walk test. Dimana kedua metode pengukuran ini akan digunakan pada 5 titik tempat penelitan dalam dua kondisi yang berbeda yaitu pada saat kondisi jam sibuk (18.00-22.00) dan jam tidak sibuk (01.00-06.00). Hasil pada penelitian ini, perhitungan model Walfisch Ikegami diperoleh nilai level daya terima (RSRP) sebesar -78.2 dBm dijalan Kutilang, -87.44 dBm dijalan Agus Salim, -91.19 dBm dijalan Manggis, -92.26 dBm dijalan M.T. Haryono dan -92.73 dBm dijalan H. Jahari. Untuk hasil pengukuran dari metode drive test diperoleh nilai RSRP untuk jam sibuk dan jam tidak sibuk sebesar -82 dBm dan -75 dBm dijalan Kutilang, -80 dBm dan -81 dBm dijalan Agus Salim, -76 dBm dan -80 dBm dijalan Manggis, -86 dBm dan -89 dBm dijalan M.T. Haryono dan -82 dBm dan 80 dBm dijalan H. Jahari. Sedangkan hasil pengukuran dari metode walk test diperoleh nilai RSRP untuk jam sibuk dan jam tidak sibuk sebesar -88 dBm dan -84 dBm dijalan Kutilang, -77 dBm dan -79 dBm dijalan Agus Salim, -77 dBm dan -81 dBm dijalan Manggis, -88 dBm dan -87 dBm dijalan M.T. Haryono dan -81 dBm dan 81 dBm dijalan H. Jahari. Selisih nilai di pengaruhi oleh faktor-faktor yang berada pada lokasi penelitian, seperti jarak BTS Rooftop ke MS, lebar jalan, tinggi gedung, jarak antar gedung, kecepatan waktu pengukuran dan faktor kepadatan pengguna jaringan internet.
STUDI IDENTIFIKASI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI DESA AMBAWANG KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA Fahri, -; Khwee, Kho Hie; Kurnianto, Rudi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikrohidro atau yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenang Mikrohidro pada sungai Batu Wangkang memberikan tentang ilmu pengetahuan kepada masyarakat sekitar mengenai potensi dan manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode casimir yang dibandingkan daya perhitungan manual serta pengambilan data langsung dilapangan. Selain itu juga dengan mendatangi beberapa pihak terkait. Potensi yang berhasil didapat dari penelitian ini dengan tinggi jatuh (head) 17,1 meter dan debit air sebesar 0,285  menghasilkan daya sebesar 26,74 kW dan dengan mengunakan program casimir menghasilkan daya sebesar 26,30 kW. Jenis turbin yang digunakan yaitu Turbin Pelton dan Generator yang dipilih pada output daya turbin sebesar 32,43 kW adalah generator sinkron 1 fasa 40 kW.
STUDI PERFORMA BATERAI AIR LAUT DENGAN MEMBANDINGKAN ELEKTROLIT LARUTAN GARAM DAN AIR LAUT UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK Yudi, Rizki Nofetra; Yusuf, Ismail; Hiendro, Ayong
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan energi listrik konvensional dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya alam yang digunakan sebagai  sumber energi listrik, hal tersebut dapat mempengaruhi kebutuhan listrik masyarakat, sehingga diperlukannya inovasi terbaru dengan memanfaatkan energi non konvensional sebagai sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan, salah satunya adalah memanfaatkan elektrolit larutan garam dan air laut, dengan elektroda karbon aktif (C) sebagai katoda, serta lempengan seng (Zn) sebagai anoda, yang digunakan sebagai suatu komponen dalam penggunaan baterai air laut untuk menghasilkan sumber energi listrik alternatif, pemanfaatan baterai air laut tersebut menggunakan larutan elektrolit garam meja, garam dapur dan air laut dengan elektroda karbon aktif dan lepengan seng yang masing-masing berukuran 5x10 cm, 10x10 cm, dan 15x10 cm bertujuan untuk untuk memperoleh hasil perbandingan dari elektrolit air laut dan jenis garam yang berbeda terhadap besarnya daya listrik yang dihasilkan, pengaruh dari ukuran luas penampang / elektroda yang berbeda terhadap daya listrik yang dihasilkan, performa tegangan dan arus listrik dari jenis larutan elektrolit dan ukuran luas penampang / elektroda yang berbeda pada selang waktu tertentu dengan metode yang digunakan yaitu mengukur tegangan listrik tanpa beban, tegangan listrik berbeban, arus listrik maksimum dan arus listrik berbeban pada selang waktu tertentu dalam 3 kali percobaan pengukuran, dan diperoleh rata-rata nilai tegangan listrik tanpa beban lebih besar dihasilkan elektrolit air laut sebesar 0,926 V dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 0,956 V, arus listrik maksimum lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 9,48 mA dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 6,96 mA, tegangan listrik berbeban lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 0,054 V dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 0,058 V, arus listrik berbeban lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 2,53 mA dan elektroda ukuran 15x10 cm sebesar 2,57 mA, berdasarkan dari hasil seluruh percobaan yang telah diambil, dilakukan perhitungan untuk memperoleh daya listrik yang dihasilkan dari setiap jenis elekrolit dan ukuran elektroda yang digunakan sehingga diperoleh rata-rata nilai yang lebih besar menggunakan elektrolit garam meja sebesar 7,95 mW dan elektroda dengan ukuran 15x10 cm sebesar 6,58 mW, saat saklar rangkaian penghubung kembali dalam posisi off, tegangan dan arus listrik kembali mendekati pada nilai awal pengukuran sehingga terjadi perubahan besaran nilai yang menyebabkan perubahan tegangan dan arus listrik mempengaruhi daya listrik yang dihasilkan.
UPAYA PERBAIKAN JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH PT. PLN (PERSERO) RAYON TUMBANG TITI KETAPANG Prasetyo, Adrianto Dwi; Sirait, Bonar; -, Purwoharjono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyulang Pawan 11 merupakan penyulang struktur radial terpanjang yang terdapat pada PT.PLN Rayon Tumbang Titi mempunyai panjang 168 kms Dari pengolahan data penyulang Pawan 11 terdiri dari 112 bus dengan total beban aktif sistem penyulang Pawan 11 sebesar 5.165,310 kW, dan beban reaktif sebesar 3.220,790 kVAR. Persentase jatuh tegangan yang terjadi pada ujung penyulang mencapai sebesar 18,5% atau 16,3 kV. Salah satu upaya perbaikan penyaluran daya listrik dan kualitas tegangan pada dapat dilakukan pemasangan kapasitor bank pada penyulang tersebut. Pada penelitian ini penyelesaian aliran daya sistem distribusi radial menggunakan metode injeksi arus dikembangkan oleh Jen-Hao Teng (2003) dan dalam menentukan bus lokasi penempatan dan besarnya nilai injeksi daya reaktif dari kapasitor bank berdasarkan hasil analisa aliran daya dengan kondisi bus yang mempunyai persentase jatuh tegangan diatas 5% atau nilai tegangan dibawah 19 kV. Pada kondisi sebelum pemasangan kapasitor bank (eksisting), tegangan bus yang tidak memenuhi standar SPLN No. 72  Tahun 1987 yaitu persentase jatuh tegangan diatas 5% atau tegangan bus dibawah 19 kV terdapat sebanyak 86 bus. Adapun tegangan bus minimal terdapat pada bus 82 (Gardu distribusi TT 0022) yaitu sebesar 16,565 kV, dengan persentase jatuh tegangan bus sebesar 17,343%. Pada kondisi eksisting total daya aktif yang dibangkitkan PLTD pada penyulang Pawan 11 sebesar 5.614,239 kW, sedangkan total daya reaktif sebesar 3.794.020 kVAR.serta total rugi-rugi daya aktif sebesar 448,994 kW.Setelah pemasangan kapasitor bank dengan dengan total sebesar 3.400 kVAR, tegangan bus tidak ada yang dibawah 19 kV. Tegangan bus minimal pada bus 82 (Gardu distribusi TT 0022) meningkat sebesar 2,780 kV menjadi 19,345 kV, dengan persentase jatuh tegangan bus sebesar 4,493%. Total daya aktif yang dibangkitkan PLTD pada penyulang Pawan 11 berkurang menjadi 5.510,735 kW, sedangkan total daya reaktif berkurang sebesar 261,870 kVAR disebabkan beban daya reaktif disupply sebagian oleh injeksi daya reaktif yang dihasilkan kapasitor bank. Total rugi-rugi daya aktif setelah pemasangan kapasitor bank pada penyulang Pawan 11 sebesar berkurang sebesar 103,569 kW menjadi 345,425 kW.